I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 349 Lelaki Brengsek Adalah Isa


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika Ralphie meninggalkan perusahaan, menelepon Serena, memberitahunya bahwa mengajak Isa untuk bersama-sama makan malam.


Jadi Serena tahu bahwa Isa akan datang ke rumah mereka, tapi hanya saja, dia tidak tahu hubungan Isa dengan Claudia.


Hello! Im an artic!


Ketika mereka masuk, Serena sedang membantu pelayan di dapur.


Mendengar ada suara, Serena segera keluar dari dapur, “Kalian sudah kembali?”


Ralphie hanya berkata ‘Hmm’, pandanganya ditujukan ke ruang tamu, tidak melihat Claudia, matanya berbinar, tidak tahu sedang memikirkan apa.


“Serena, sudah lama tidak bertemu.” Senyum Isa, menyapa Serena.


Hello! Im an artic!


“Iya, Sudah lama tidak bertemu.” Serena tersenyum sambil menganggukkan kepala kepada Isa, lalu berbalik arah berkata kepada Ralphie: “Kamu dengan Isa dulu, aku pergi ke dapur dulu.”


Ralphie melihat ke arah Isa, berkata: “Dia bisa sendiri kok, aku bantu kamu.”


Isa hanya menganggukkan kepalanya: “Benar, aku bisa sendiri, tidak apa-apa, biarkan Ralphie membantumu.”


“Tidak perlu, sudah hampir selesai.” Serena menggelengkan kepalanya, berbalik badan menuju ke dapur.


Setelah 30 menit, Serena keluar dari dalam dapur, hanya melihat Ralphie yang sendirian di ruang tamu, tapi tidak melihat Isa.


“Sudah siap! Isa?”


“Pergi ke ruang istirahat.” Jawab Ralphie.


Serena hanya ‘Ooo’ berkata: “Aku pergi ke atas panggil Claudia untuk makan, kamu pergilah panggil Isa.”


Ralphie melihat ke arah ruang istirahat, menganggukkan kepala, “Baik.”


Serena datang ke kamar Claudia, mengetuk pintu, lalu membukanya, “Claudia, ayo makan.”


“Hari ini kenapa begitu awal? Tidak menunggu suamimu?” Claudia bertanya sambil terkejut.


Jawab Serena, “30 menit lalu, dia dengan temannya bersama kembali.”


Claudia tidak berpikir banya, hanya ‘Ooo’, berdiri, lalu mengikuti Serena turun.


Ketika kedua orang tersebut turun, ruang tamu dan ruang makan tidak ada orang.


Serena sambil tersenyum kepada Claudia berkata: “Dia seharusnya pergi ke ruang istirahat untuk memanggil temannya ……”


Ketika ucapannya baru saja selesai, mendengar suara Isa sampai ke ruang makan, “Ralphie, sebenarnya kapan kamu memberitahuku?”

__ADS_1


Belum lama mendengar suara tersebut, tiba-tiba masuk ke telinganya, Claudia terkejut. Akhirnya berpikir ini rumah Serena, tidak mungkin orang tersebut mencarinya kemari. Mengira diri sendiri sedang berhalusinasi, hanya tertawa, lalu duduk di meja makan.


Tapi tidak diduga, ucapan Serena, menghancurkan ketenangannya.


“Isa, kamu mau Ralphie memberitahumu apa?”


Isa! Isa …… Isa ……


Mata Claudia terbelalak, lalu menengok. Melihat sebelah Ralphie, ada lelaki itu.


Lelaki itu adalah Isa.


Lelaki itu adalah orang yang dia cintai selama 4 tahun.


Dia mengingat seluruh perbuatan lelaki itu.


Kenapa dia bisa disini?


Kenapa?


Di saat yang sama Claudia melihat Isa, Isa juga melihatnya.


Isa tidak mengira wanita yang dicarinya selama 3 bulan, ternyata disini.


Dia dengan terkejut langsung berlari ke arah Claudia, “Claudia, bagaimana kamu bisa disini?”


Melihat Claudia yang di belakangnya, bertanya kepada Isa, “Isa, Kamu mengenal Claudia?”


“Aku kenal, aku sudah mencarinya sangat lama.” Pandangan mata Isa hanya ditujukan kepada Claudia, langkahnya mendekatinya, “Claudia, sebenarnya kamu pergi kemana? Aku selalu mencarimu ……”


Perkataannya belum selesai, dihentikan oleh Claudia, “Tuan Isa, hubunganmu denganku sudah tidak ada apa-apa, kamu tidak perlu mencariku.”


“Claudia, kamu membicarakan apa? Bagaimana hubungan kita sudah tidak ada apa-apa?” Isa menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Claudia tidak menjawab perkataannya, membalikkan badan berkata kepada Serena: “Serena, aku sedikit tidak enak badan, aku kembali ke kamar dulu.”


Serena belum sempat tahu hubungan antara Isa dan Claudia, tapi Claudia tidak enak badan, dia merasa harus mengantarkannya lebih dulu, “Baik, aku antar kamu.”


Isa melihat Claudia pergi, dengan cepat menghentikannya, “Claudia, kamu jangan pergi, kita bicarakan baik-baik bagaimana?”


“Tuan Isa, tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu, silahkan lepaskan.” Wajah Claudia tidak baik saat melihat Isa.


“Claudia ……” Isa masih ingin berbicara, dihentikan oleh Ralphie, “Isa lepaskan.”


Isa tidak melanjutkan perkataan dari Ralphie, dengan baik pergi ke sisinya.


Claudia tidak melihatnya, lalu Serena menemaninya untuk naik.


Menunggu mereka pergi, Isa sangat bersemangat bertanya kepada Ralphie, “Bagaimana dia bisa di rumah kalian?”

__ADS_1


“Dia adalah sahabat Serena.” Jawab Ralphie.


Dengan Serena bersahabat, jadi tinggal di rumah Ralphie, tidak heran dia mencari di seluruh kota A, tapi tidak ditemukan.


Isa terpikir, dulu ketika Claudia di Teluk Casley, juka bukan karena dia yang menemukan, tidak bisa menemukan informasi satu pun, bertanya kepada Ralphie, “Dulunya dia tinggal di Teluk Casley, itu kamu yang siapkan?”


Ralphie menganggukkan kepalanya, “Benar.”


“Tidak heran, aku tidak dapat menemukannya ……” Isa tiba-tiba teringat pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada Ralphie, “Sepertinya tadi aku melihat perutnya ……”


Ralphie belum sempat berbicara, melihat Serena dari luar masuk.


“Kamu adalah lelaki brengsek itu?”


Ralphie dengan cepat meraih tangan Serena, “Serena ……”


Serena sambil menggerutu sambil marah, “Ralphie, kamu lepaskan aku, biarkan aku mengajarkan lelaki brengsek ini.”


Isa terkejut atas sikap Serena, hanya meminta pertolongan Ralphie.


Tapi apakah Ralphie dapat menolongnya? Aneh!


Ralphie menepuk punggung Serena, menghentikannya berkata: “Jangan marah, aku bantu kamu mengajarnya.”


Serena hanya berkata ‘Hmm’, tidak menggerutu kepada Isa lagi, tapi pandangan matanya yang seperti pisau belum bisa dihilangkan.


“Aku pergi menemani Claudia makan.”


Serena yang telah selesai berbicara, mengambil makanan, lalu naik.


Hanya tersisa raut wajah dingin dari Ralphie dan wajah sedih dari Isa.


“Ralphie, Serena sangat menakutkan!”


Ralphie hanya memperingatkannya dengan mata, tanpa berkata apa-apa.


Isa memegang hidungnya, lalu berkata: “Ralphie, Claudia tidak menghiraukan aku, aku harus bagaimana?”


Ralphie sama sekali tidak melihatnya, langsung menuju ruang makan duduk, lalu makan.


“Ralphie, bagaimana aku dapat membawa Claudia kembali.”


Dia sekarang sama sekali tidak menghiraukan kamu, bagaimana kamu bisa membawanya pulang? Kamu bermimpi ……


“Ralphie, kamu bantulah aku berbicara kepada Serena, bagaimana?”


Ralphie sebagai penengah diantara mereka, membantumu mengahadapi Serena, apakah kamu rasa mungkin?


“Ralphie, kamu ……”

__ADS_1


__ADS_2