
Hello! Im an artic!
“Felix, Ralphie ada nambah sekretaris perempuan?”
“Tidak ada.”
Hello! Im an artic!
“Felix, Ralphie akhir-akhir ini ada klien perempuan ya?”
“Tidak ada.”
Dua kali kata ‘Tidak’, membuat Serena menjadi meledak, “Tidak ada sekretaris perempuan, tidak ada klien perempuan, terus aroma parfum yang ada ditubuh Ralphie itu dari mana?”
“Itu……” Setelah itu Felix terdiam.
Hello! Im an artic!
Serena terus memicingkan mata pada Felix lalu bertanya, “Felix, kamu tahu tidak?”
“Nyonya, aku tidak tahu.” Felix menggelengkan kepala.
Serena tidak percaya, dan terus menerus bertanya pada Felix, “Kemarin malam Ralphie beneran lembur di Kantor?”
Felix menjawab dengan sedikit terbata-bata, “Ia……”
“Lembur bisa ada aroma parfum?”
“Ini……” Felix rasanya ingin menangis, nyonya, hal ini kenapa Anda tidak tanyakan langsung saja pada Direktur Ralphie, kenapa tanya dia?
Serena dengan paksa bertanya, “Jangan tutupi, kamu langsung kasih tahu aku saja.”
“Nona Selina kemarin malam datang ke China bersamaku, Direktur Ralphie mungkin kemarin pergi menemuinya.” Jawab Felix setelah terdiam beberapa detik.
Selina? Perempuan cantik dari Perancis itu datang ke China?
Serena masih belum bisa melupakan masalah Selina menggandeng tangan Ralphie saat di Perancis.
Perasaan tidak enak pun mulai menyeliputi sekujur tubuh Serena.
Serena dengan dingin bertanya, “Selina tinggal dimana?”
__ADS_1
Mimik wajah Nyonya sudah aneh, jangan-jangan dia salah paham pada Direktur Ralphie? Hati Felix menjadi tidak enak, kemudian berkata: “Nyonya, Anda jangan salah paham dulu, Selina adalah pimpinan Grup Windsor, Direktur Ralphie menemuinya, mungkin karena masalah pekerjaan……”
“Apanya pekerjaan? Dia datang ke China untuk mengejar Ralphie.” Jawab Serena dengan mengerutukan gigi.
“Eng……Ini……” Felix benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.
Serena langsung berkata: “Kasih alamat hotelnya ke aku.”
Akhirnya karena dipaksa oleh Serena, Felix pun memberikan alamat hotel Selina kepada Serena.
Setelah Serena mendapatkan alamat Selina, dia langsung dengan cepat pergi.
Felix tahu Serena pasti akan langsung pergi mencari Selina, maka dia dengan segera menelepon Ralphie.
“Direktur Su, Anda harus segera pergi ketempat Nona Selina, Nyonya tadi……”
Setelah Serena keluar dari tempat Felix, sekujur tubuhnya penuh dengan emosi yang membara.
Serena sudah membawa Ralphie pulang kembali, tetapi Selina tetap mengejar jauh sampai kesini.
Ralphie adalah milik Serena, Serena tidak akan mungkin membiarkan Selina mendekatinya, Serena harus mengusirnya pergi.
Serena berdiri didalam lift, tak berhentinya melihat angka merah yang terus bergerak naik, pikirannya terus berpikir bagaimana cara dia memperlakukan Selina.
Lantai itu sangat sepi, Serena melihat palang arah, kearah kanan, melewati satu pintu ke pintu lain, lalu belok kiri lagi, jalan hingga diujung lorong dan sampai didepan kamar Selina.
Pak Pak Pak……Suara pukul pintu yang sangat kasar.
Bercanda, Serena datang untuk mengusir pelakor, bukan datang untuk bertemu tamu, ngapain sopan?
“Siapa?” Terdengar suara perempuan dari dalam, suara Selina.
Serena tentu saja tidak akan menjawabnya dan hanya mengetuk pintu dengan kencang.
Suara langkah kaki semakin mendekat, dan pintu pun terbuka.
Selina langsung mengenali Serena ketika membuka pintu, orang yang dia lihat di Perancis, orang yang memiliki hubungan special dengan Ralphie.
Hanya saja dia sangat bingung, kenapa perempuan ini bias datang ke kamar dia? Dan kenapa wajah Serena begitu tidak enak, seperti orang yang sedang marah.
Selina terdiam cukup lama sambil melihat Serena, baru bertanya, “Kamu siapa?”
__ADS_1
Serena memputarbalikkan matanya, lalu dengan kencang menjawab, “Aku istri Ralphie.”
Serena adalah istrinya Ralphie? Selina melihat Serena dari atas sampai bawah, kemudian pandangannya jatuh pada jari Serena.
“Cincin nikah aja tidak ada, kamu yakin kamu istri Raphie?”
Cincin nikah…… Serena melihat ke arah jari tangannya, kemudian berkata: “Cincin nikah, aku tidak pakai, aku tinggalin dirumah.”
“Oh ya?” Ujung bibir Selina terangkat menunjukkan rasa tertarik, kemudian berkata: “Ralphie tidak kasih tahu aku, kalau dia sudah menikah.”
Mendengar perkataan Selina, Serena memegang ganggang pintu dengan sangat erat dan gemetar, tetapi tetap memasang wajah tenang dan menjawab, “Itu karena kamu adalah orang yang tidak penting, makanya dia malas kasih tahu kamu.”
Selina melihat reaksi Serena yang seperti itu, jadi semakin sengaja berakting, “Sekalipun sudah nikah kenapa? Menikah bias cerai, aku tidak merasa jijik dengan dia, aku bersedia bersama dia.”
Mendengar perkataan Selina, Serena semakin emosi, “Aku kasih tahu kamu, Ralphie adalah milikku, dia hanya akan menikah denganku, memiliki anak denganku, aku tidak akan biarin kamu macem-macem sama Ralphie.
Setelah mendapat telepon dari Felix, Ralphie yang takut Serena dikerjai oleh Selina jadi dia segera menyusul, begitu sampai, kebetulan dia mendengar Serena yang dengan kerennya mengakui hubungan mereka berdua.
Mendengar perkataan Serena, Ralphie langsung terdiam beku.
Tadi mendengar Felix berkata padanya bahwa Serena cemburu karena aroma parfum yang ada ditubuhnya, dia pikir Felix bercanda.
Sekarang mendengar Serena ngomong sendiri dari mulutnya, dia baru tahu bukan Felix yang sedang bercanda, tetapi memang Serena yang cemburu, datang mencari Selina untuk memperingati.
Selina melihat lama Serena, kemudian melihat ke arah Ralphie, “Ralphie, kamu kenapa datang?”
Serena melihat wajah Selina yang begitu senang, badannya semakin gemetar.
Serena datang mencari Selina tanpa memberitahu Ralphie, Serena tidak tahu jelas apa pendapat Ralphie kepada Selina, jadi dia hanya bisa menyelasaikan masalah Selina tanpa sepengetahuan Ralphie.
Sekarang Ralphie datang, entah apa yang akan dia lakukan?
Raut wajah Ralphie terlihat sangat terkejut, nadanya terdapat rasa tak terduga, “Serena……”
Belum selesai Ralphie berbicara, Selina membelakangi Serena, tersenyum manis pada Ralphie berkata: “Hai……Ralphie, kamu kenapa disini? Kebetulan sekali.”
Apa yang salah dengannya? Ralphie mendumel, kemudian melihat ke arah Selina, menggunakan tatapan mata untuk bertanya, apa yang dia lakukan kepada Serena sebelum dia datang.
Pandangan mata Ralphie ke Selina, seketika membuat Serena menjadi terpukul, Serena langsung mengulurkan tangan memeluk leher Ralphie, kemudian berjinjit dan mencium bibir Ralphie.
Ralphie terdiam beberapa detik, kemudian melihat Selina yang disana sedang melihat adegan mereka, maka Ralphie menyampingkan wajah Serena.
__ADS_1
Tidak dapat mencium, Serena dengan erat memeluk Ralphie, “Ralphie, kita pulang ya? Ya?”
“Oke, oke.” Ralphie dengan cepat membalasnya, takut Serena akan menciumnya lagi ditempat umum, lalu dengan cepat memberikan tatapan sinis untuk memberikan Selina peringatan, lalu mengendong Serena kearah lift.