
Hello! Im an artic!
Melihat Felix yang tiba-tiba berlutut di hadapannya, Serena terkejut, lalu menyingkirkan selimutnya dan membantu Felix berdiri, “Tuan Zhou, kamu sedang melakukan apa? Cepatlah berdiri.”
Felix tidak beranjak dari tempatnya, “Jika Nyonya muda tidak memperhitungkan perkataan saya pada malam itu, saya baru akan berdiri.”
Hello! Im an artic!
Serena mematung beberapa detik, lalu menganggukkan kepala, “Baiklah, saya akan menganggap malam itu kamu tidak berkata apa-apa padaku, cepatlah berdiri.”
“Nyonya muda, kata-kataku malam itu, semuanya adalah keinginan dari diriku sendiri, juga tidak memikirkannya sebelumnya, saya meminta maaf pada Anda, janganlah Anda masukkan ke dalam hati, jika ada pendapat, silahkan katakan langsung pada saya.” Setelah selesai berkata, Felix tiba-tiba mengangkat tangan, memukul mulutnya sendiri 2 kali dengan sekuat tenaga, sampai membuat bibirnya berdarah.
Serena mematung sebentar, baru kembali sadar, “Tuan Zhou, saya sudah berkata bahwa saya akan menganggap malam itu kamu tidak berkata apa-apa padaku, kenapa kamu masih saja……Aku akan pergi memanggil dokter untukmu.”
Selesai berkata, Serena lalu memanggil dokter, tetapi malah ditahan oleh Felix.
Hello! Im an artic!
“Nyonya muda, saya tidak apa-apa, tidak perlu memanggil dokter.”
Serena menunjuk sudut bibir Felix yang berdarah, berkata: “Kamu berdarah, biar dokter kesini untuk memeriksamu saja.”
“Hanya berdarah sedikit, bukan masalah besar.” Felix mengangkat tangannya, sembarangan mengusap noda darah di bibir, lalu berkata: “Nyonya muda, Anda duduk saja, ada sesuatu yang ingin saya katakan.”
Serena mengamatinya, setelah memutuskan bahwa dia tidak apa-apa, barulah dia duduk di sofa, “Kamu juga duduklah di sini.”
Felix menganggukkan kepala, lalu duduk di sofa di seberang Serena duduk.
Lalu dia berkata dengan hati-hati, “Nyonya muda, Sebenarnya sebelum Direktur Su pergi, sempat memberi perintah padaku, selain menyuruh Anda untuk menandatangani 3 file itu, tidak perlu mengatakan hal yang tidak perlu dikatakan sama sekali. Berkaitan dengan apa yang saya katakan pada malam itu, sebenarnya tidak adil jika aku mengatakannya pada Direktur Su, dan hal itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Direktur Su, sekarang saya ingin membicarakan tentang Direktur Su pada Anda.”
Serena menganggukan kepala, “Saya paham, katakanlah saja, saya mendengarkan.”
“Nyonya muda, mungkin Anda hanya tahu bahwa saya adalah asisten dari Direktur Su, dan tidak tahu bahwa saya juga pengawal dari Direktur Su bukan? Sejak saya berumur 17 tahun, saya sudah ikut Direktur Su, hingga saat ini, sudah 15 tahun. Selama ini saya melihat bahwa Direktur Su orang yang sangat dingin, menanggapi semua hal juga begitu, bahkan juga terhadap Tuan besar sekali pun. Alasan dibalik itu semua adalah, 15 tahun yang lalu, pada hari ulang tahun Direktur Su yang ke-10, kedua orang tuanya sengaja terbang dari kota M untuk merayakan ulang tahunnya, alhasil terjadilah kecelakaan udara. Direktur Su terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri, dia tidak pernah lagi mendekati orang lain sejak saat itu. Setiap tahun di hari perayaan ulang tahunnya, dia akan mengurung dirinya sendiri di kamarnya seharian tanpa makan dan minum, dia terus melakukan itu sampai 14 tahun lamanya.”
Serena selama ini menganggap bahwa sifat Ralphie emang sudah seperti itu sejak dia kecil, ternyata sifatnya itu muncul karena dia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kedua orangtuanya.
Mengingat Ralphie yang sudah menanggung beban yang terlalu berat sejak dia kecil, hatinya sakit.
“Kapan hari ulang tahunnya?”
__ADS_1
Felix menjawab, “10 Maret.”
10 Maret? Hari ini tanggal 17 Maret, tanggal 10 Maret adalah hari kedua dirinya memilih untuk mempercayai Bibi Bella.
Serena memutar kepalanya hingga menghadap kepada Felix, “Tanggal 10……”
“Tanggal 10, adalah hari dimana Direktur Su mengundang Anda ke Shadewoods Manor untuk menjelaskan semuanya.” Felix menjelaskan tanpa menunggu Serena bertanya, lalu berhenti sebentar, dan berkata lagi, “Rencana awal Direktur Su adalah memasak untuk Anda beraneka macam hidangan, lalu menyatakan cinta pada Anda.”
“Rencana awalnya adalah untuk menyatakan cinta?” Tanya Serena dengan hati yang bergetar.
“Sebelum pergi ke Teluk Casley, Direktur Su sudah memiliki rencana ini, dia akan menyatakan cinta pada Anda di hari ulang tahunnya itu, lalu menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan Bibi Bella.” Felix berkata sambil membawa handphone, lalu menggeser layar handphone nya beberapa kali, lalu memberikannya kepada Serena, di dalamnya handphone tertera selembar foto list belanja, itu adalah list bahan makanan dan beberapa pernak-pernik untuk menghias.”
“Ini semua adalah list barang yang bantu belikan untuk Direktur Su, pada saat itu, saya takut jika list barang tersebut hilang, maka saya foto dan simpan di dalam handphone saya.”
“Tetapi rencana tidak berjalan sesuai harapan, Bibi Bella bergerak duluan. Pada hari itu, setelah Anda tidak mengangkat telepon dari saya, Direktur Su mengirimkan pesan pada Anda, mengundang Anda untuk datang ke Shadewoods Manor di hari berikutnya untuk menjelaskan semuanya.”
“Malam itu dia menunggu telepon dan balasan dari Anda sampai malam, tetapi Anda sama sekali tidak meneleponnya kembali, dan akhirnya Direktur Su tetap pergi ke Shadewoods Manor.”
“Detail keadaan pada hari ulang tahunnya itu saya memang tidak tahu betul, tetapi saya yakin Direktur Su menunggu Anda di Shadewoods Manor 2 hari 1 malam, dan di malam hari kedua, ketika dia memanggil saya, dia masih dengan bodohnya menunggu Anda dengan duduk di ruang makan, melamun sambil menatap makanan yang telah ia siapkan.”
Dengan bodohnya menunggu dengan duduk di ruang makan, melamun sambil menatap makanan yang telah ia siapkan……Serena hampir bisa membayangkan bagaimana keadaan pada saat itu.
Hatinya sangat sakit, seolah-olah seperti ditusuk-tusuk.
“Selanjutnya, Direktur Su mengirimkan 3 file itu kepada saya, beserta dengan beberapa data tentang Bibi Bella. Lalu dia pergi. Dia pergi bukan berarti dia mempercayai Bibi Bella. Dia berpikir bahwa Anda ingin meninggalkannya, barulah dia pergi.” Setelah Felix berbicara sampai disitu, ia berhenti sebentar, lalu menatap Serena dengan sungguh-sungguh dan berkata: “Jadi, Nyonya muda, tolong bawa kembali Direktur Su.”
Serena meneteskan air mata, tidak berbicara.
Felix menundukkan kepala, lalu berkata: “Karena Nyonya muda, Direktur Su baru menunjukkan perasaannya lagi, dia sudah tidak menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kedua orang tuanya, jika tidak ada Nyonya muda, Direktur Su mungkin akan kembali menjadi dingin lagi seperti dulu. Jadi, mohon Nyonya muda mencari Direktur Su.”
Serena tidak membalas perkataan Felix, hanya berkata: “Kamu pulanglah dulu.”
Felix masih ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi pada akhirnya tidak berkata apa-apa, hanya memberikan hormat kepada Serena, lalu pergi.
Setelah Felix pergi, Serena mengambil handphonenya dari atas meja, melihat daftar teleponnya.
Di sana ada sekitar 500 pesan telepon tidak dijawab, selain pesan dari Claudia, semuanya adalah pesan telepon dari Ralphie.
Jeda panggilan itu hanya beberapa detik saja, ketika telepon tidak terjawab, dia menelepon lagi.
__ADS_1
Lalu belakangan jedanya sedikit lebih lama, 10 menit sekali dia menelepon.
Dan pada tanggal 10 Maret itu, adalah frekuensi telepon Ralphie yang paling banyak.
Dari sore hari pukul 1 hingga hari kedua malam hari, Ralphie tidak berhenti meneleponnya.
Serena terdiam melihat daftar teleponnya, menemukan tanggal 10 pada hari itu, ada sebuah panggilan masuk yang ditolak.
Tidak perlu ditanya, yang mematikan telepon itu pasti adalah Bibi Bella.
Hati Serena menjadi sesak, lalu dia membuka pesan masuknya.
Ada sangat banyak pesan masuk, selain beberapa pesan iklan dan notifikasi, sisanya adalah pesan yang dikirim oleh Ralphie kepadanya.
Pesan pertama, adalah satu-satunya pesan yang sudah dia baca, Ralphie ingin menjelaskan kepadanya, dia juga karena setelah melihat pesan ini, ingin pergi mencari Ralphie, tapi dibuat pingsan oleh Bibi Bella.
Serena menghela napas dalam-dalam, lalu lanjut membaca sampai bawah.
Pesan kedua, Ralphie memperingatkannya tentang Bibi Bella. Sayangnya, dia tidak melihat pesan ini, jika pada saat itu ia membacanya, ia tidak akan sampai di titik ini, dia akan sangat waspada pada Bibi Bella.
Di pesan ketiga, Ralphie mengundangnya untuk pergi ke Shadewoods Manor untuk menjelaskan semuanya.
Lalu pesan setelahnya, semuanya adalah pesan yang Ralphie kirimkan dari Shadewoods Manor.
Menyuruhnya datang ke Shadewoods Manor, dia sedang menunggunya,
Pesan seperti ini, dikirimkan beberapa puluh kali.
Pesan yang terakhir, Serena, kamu sudah membaca pesanku, kenapa kamu tidak membalas? Kenapa kamu mematikan kembali handphone mu? Apakah ini berarti kamu sudah memutuskan untuk meninggalkan aku dan mempercayai Bibi Bella?
Tetapi di dalam handphone nya, muncul sebuah pesan balasan dengan tone yang sama seperti yang biasa dia pakai.
Ralphie, sejak saat ini kita kembali saja ke jalan kita masing-masing, kamu tidak usah mencariku lagi!
Setelah melihat pesan tersebut, Serena akhirnya paham kenapa Ralphie pergi.
Dia memeluk handphone nya sambil menangis tersedu-sedu.
“Ralphie, kenapa kamu sangat bodoh? Pesan itu bukan aku yang kirim! Bukan aku!”
__ADS_1
“Ralphie, aku salah, aku benar-benar salah, aku tidak akan meragukanmu lagi, tidak akan lagi.”
“Ralphie, kamu dimana? Kamu sebenarnya dimana?”