I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 344 Karena Khawatir


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Telepon itu adalah telepon dari Ralphie, tetapi Serena tidak sempat mengangkatnya.


Karena ada masalah yang besar seperti ini di kantor, ia jadi khawatir jika nanti Ralphie mendengar sesuatu, ia pun berjalan ke arah Elliot dan berkata dengan suara pelan: “Manajer Ye, saya pulang duluan ya, sisa masalah yang ada di sini saya serahkan kepadamu.”


Hello! Im an artic!


Dia yakin Elliot tahu apa yang boleh dikatakan dan yang tidak boleh dikatakan.


Apakah Elliot punya wewenang untuk menolak permintaan dari Serena? Tidak bisa, jadi mau tidak mau ia hanya bisa bilang iya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Elliot, Serena menekan tombol di handphonenya dengan tergesa-gesa dan pergi meninggalkan ruangan.


Orang-orang yang melihat Serena pergi, berkata, “Masalah masih belum selesai lho? Kenapa sudah pergi duluan?”


Hello! Im an artic!


“Nona Luo ada sedikit masalah, selanjutnya ada aku yang akan menjelaskan semuanya.” Jawab Elliot menggantikan Serena.


Walaupun Manajer Utama merasa Serena yang tiba-tiba pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun kepadanya membuatnya merasa sangat tidak dihargai, tetapi mengingat identitas asli dari Serena, ia pun tidak dapat berkata apa-apa.


Dia hanya batuk-batuk dua kali hingga semua perhatian orang-orang kembali padanya lagi, dan berkata, “Masalah Sarah dari devisi design yang melaporkan Serena mencuri designnya, apakah kalian semua sudah jelas?”


“Jelas.” Jawab semua orang.


Manajer Utama melihat mata semua orang, lalu berkata: “Kalau begitu saya ingin mendengar pendapat dari kalian.”


Selanjutnya, semua orang mengakatan pendapatnya masing-masing, mereka semua berpikir bahwa Sarah lah yang ingin memfitnah Serena.


Mendengar isi diskusi itu, sejak Elliot membongkar identitas dari Serena, Elliot terus menerus memojokkan Sarah dengan berkata, “Apakah kamu tahu? Bisa diperhatikan oleh Nona Luo dan bahkan dipuji olehnya itu artinya kamu punya masa depan yang cerah, sayang sekali kamu terlalu bodoh untuk menyadarinya, kamu bahkan menghancurkan masa depanmu dengan tanganmu sendiri.”


Dia terlalu bodoh? Ya, dia memang terlalu bodoh.


Bodoh hingga menganggap pujian darinya itu adalah sebuah penghinaan, bodoh hingga menganggap kebaikan darinya adalah sebuah niat yang jahat.


Dia terus-menerus berpikir dan bersusah payah untuk menginjakkan kakinya ke arah yang dituju oleh Serena, tapi ternyata tidak sesuai dugaan, Serena dari awal telah berada di tempat teratas.


Sarah benar-benar sangat menyesal, menyesal kenapa ia iri, menyesal kenapa ia terus-menerus menyalahkan Serena.


Bukan hanya tidak hanya tidak mendapatkan apapun saat ini, tapi ia kemungkinan juga akan kehilangan semua yang telah ia miliki saat ini.


Sayangnya mau bagaimanapun ia menyesal pun tidak ada gunanya, karena di dunia ini tidak ada obat yang dapat diminum untuk menghilangkan rasa menyesal.


Serena sama sekali tidak tahu menahu kenyataan bahwa Sarah telah menyesal, karena setelah ia keluar dari kantor Manajer Utama, yang ia lakukan adalah menelepon kembali kepada Ralphie yang teleponnya sempat terputus secara otomatis tadi.

__ADS_1


“Serena?”


Serena menjelaskan: “Barusan ada sedikit masalah, sekarang baru bisa menerima telepon darimu.”


“Iya, aku mengerti. Apakah masalah di kantor sudah ditangani?”


Pertanyaan dari Ralphie ini membuat Serena ingat akan pengkhianatan dari Sarah, mood nya tiba-tiba menjadi naik turun, “Seharusnya sudah tertangani dengan baik.”


Ralphie mendengar suara Serena yang tidak seperti biasanya pun bertanya, “Ada apa?”


Serena tidak menjawab pertanyaan dari Ralphie, tetapi langsung bertanya, “Apakah sekarang kamu ada di kediaman Su?”


“Barusan sampai.” Ralphie sepertinya cemas akan keadaan Serena, ia kembali bertanya, “Apakah kamu mau ku jemput?”


Serena sebenarnya sangat menginginkan Ralphie menemaninya, tetapi mengingat kakek baru saja kembali dari Swiss, mau tak mau ia menolaknya, “Tidak perlu, kamu menemani kakek saja, aku akan langsung pulang naik taxi, tolong sampaikan maafku ke kakek, aku akan menemuinya lain hari.”


“Serena……” Ralphie tampak seperti masih ingin mengatakan sesuatu.


Tepat pada saat itu Serena melihat ada taxi yang datang, setelah ia tergesa-gesa mengatakan “Taxinya sudah datang, aku naik taxi dulu ya”, ia lalu menutup teleponnya, sambil berlarian kecil memanggil taxi.


Akhirnya Serena sampai duluan dengan taxinya ke rumah, dan disusul oleh Ralphie yang naik mobil di belakangnya.


Serena bertanya dengan terkejut, ” Kenapa kamu kembali?”


Karena cemas, ia pun kembali pulang ke rumah.


Sudut mata Serena pun tiba-tiba berubah menjadi basah, sebenarnya di otak Serena banyak sekali hal yang ingin ia katakan pada Ralphie, tetapi pada akhirnya ia hanya berkata: “Peluk.”


Sambil ia mengatakan kata itu, ia pun menjulurkan kedua tangannya ke arah Ralphie.


Ralphie langsung merentangkan tangannya, memeluknya dengan erat.


Dengan pelukan yang sederhana ini, membuat suasana di sekitar mereka menjadi hangat.


Setelah Serena tenggelam di pelukan Ralphie cukup lama, barulah ia berkata, “Aku merasa kesal.”


“Apa terjadi sesuatu? Tanya Ralphie.


“Aku sudah menganggap dia teman, aku hanya ingin yang terbaik untuknya, aku ingin membuatnya punya posisi yang baik di perusahaan, tapi ia malah menuduhku mencuri design miliknya, dan bahkan melaporkan hal itu kepada Manajer Utama.”


Ternyata terjadi hal seperti ini pada saat Serena tadi tergesa-gesa untuk pergi ke perusahaan.


Mata Ralphie memancarkan sebuah kilau dingin, lalu berkata “Hmm” pada Serena.


Setelah menerima balasan jawaban dari Ralphie, Serena menceritakan secara detail semua hal yang terjadi tadi kepada Ralphie.

__ADS_1


Semakin Ralphie mendengarkannya, raut mukanya semakin masam.


Sama sekali tak terpikir oleh dirinya, bahwa ternyata ada orang semacam ini di dekat Serena.


Tapi Serena bahkan masih bisa bertanya pada Ralphie, “Menurutmu dia kenapa? Tahun lalu ketika Maggie menuduhku atas plagiarisme, dia bahkan mau memberikan kesaksian untukku, kenapa ya sekarang dia jadi seperti ini?”


Ralphie tentu tidak akan bilang kepada Serena, temannya itu terlihat sekali jika ia ingin melangkahi Serena untuk mencapai posisi teratas, tapi dia tidak menjaga dirinya dengan baik, sehingga ia pun jatuh dengan tragis.


Ia hanya menjawab, “Hati manusia mudah berubah.”


“Begitukah?” Serena merasa sedikit kehilangan.


Ralphie mengusap-usap kepala Serena, menenangkannya dan berkata: “Jangan terlalu dipikirkan.”


“Aku tahu……” Kata Serena sambil memendamkan wajahnya ke dalam pelukan Ralphie.


Masalah ini, akhirnya terselesaikan dengan pemecatan Sarah.


Serena awalnya berpikir, jika Elliot membongkar identitasnya yang sebenarnya, ia akan sangat kerepotan berada di perusahaan.


Tapi di hari keduanya datang ke perusahaan, ia merasa semuanya baik-baik saja sama seperti sedia kala.


Berdasarkan info dari Karina, Serena telah diberi bocoran, pada awalnya Manajer Utama ingin menaikkan jabatannya, bahkan telah mempersiapkan beberapa designer untuk dibimbing olehnya, karena ia sudah tahu akan identitas dan kemampuan Serena.


Akhirnya Elliot lah yang membantunya berbicara kepada Manajer Utama, ia membujuk Manajer Utama supaya menjadikan Serena designer kecil di kantor Elliot saja.


Meskipun Serena tidak tahu bagaimana cara Elliot membujuk Manajer Utama, tapi Serena sangat puas dengan hasil ini.


Oleh karena itu, ia sengaja menelepon Elliot untuk menunjukkan rasa terima kasihnya.


“Manajer Ye, kali ini aku benar-benar merepotkanmu.”


“Nona Luo, ini sudah menjadi kewajiban saya.”


“Walau bagaimanapun, aku sangat berterima kasih padamu.” Setelah ia mengatakan hal itu, ia pun menjadi teringat akan beberapa hal yang ingin ia tanyakan, “Apakah kamu juga mengatakan sesuatu soal pemecatan Kepala departemen dan soal Bonita? Perlukah aku menyuruh Asisten Zhou untuk membantumu berbicara pada Manajer Utama?”


“Nona Luo, saya benar-benar berterima kasih pada Anda.” Mendengar perkataan dari Serena, Elliot hampir saja menangis haru.


Langit pun tahu, dua hari ini dia sangat bingung bagaimana cara menjelaskan hal ini kepada Manajer Utama.


Dia tidak mungkin memberitahu Manajer Utama bahwa yang menyuruhnya untuk memecat orang adalah istri dari Direktur kan?


“Kamu tidak perlu sungkan, masalah ini memang awalnya karena saya……”


Serena tidak terlalu lama berbincang-bincang dengan Elliot, karena Claudia yang sudah lama tidak menghubunginya itu tiba-tiba menelepon Serena.

__ADS_1


__ADS_2