
Hello! Im an artic!
“Jadi kamu berjanji padanya, biarkan dia memperkenalkanmu pacar?” suara terkejut Claudia diseberang tempat duduk .
Hello! Im an artic!
Serena mengangguk, “Ya.”
Claudia menggelengkan kepalanya, “Ser, pernahkah kamu memikirkannya, kalau dia benar-benar memperkenalkanmu seorang pacar, kamu harus bagaimana?”
Hello! Im an artic!
Apa yang harus aku lakukan? Serena tersenyum pahit, “Terserah dia lah.”
Melihat Serena seperti ini, Claudia tidak bisa mengatakan apa-apa. Sejak film “Zero” ditayang, dia juga telah belajar keras kepala dari Serena.
“Aku benar-benar tidak tahu di mana mata pria itu tumbuh, dan dia tidak bisa melihatmu.”
Serena membuka mulut untuk berbicara, pas-pas matanya melihat sekilas, tidak jauh sana ada dua sosok yang dikenalnya.
Serena memanggil dan bangkit dari kursi, “Ayah, kakak.”
Kedua orang di sana mendengar suara Serena dan berbalik untuk menoleh.
Wajah Leonard Luo tanpa ekspresi, sedangkan wajah Flora penuh dengan kejutan.
“Ser, kamu juga makan di sini, ya.”
Tatapan Serena berhenti di tangan Flora yang mengangguk lengan Leonard, “Kamu dan Ayah datang untuk makan?”
“Ya, seorang klien ayah mentrakir makan, Ayah sekalian membawaku.” Flora berkata dan menoleh ke arah Leonard: “Ayah, biarkan Serena ikut dengan kita.”
Ketika mendengar kata-kata Flora, Leonard mengerutkan keningnya, “Flora, aku kesini untuk berbicara dengan pelanggan tentang bisnis, bukan mengumpul.”
“Ayah, maafkan aku, aku salah mempertimbangkannya.” Flora menunduk kepalanya dan meminta maaf dengan Leonard, lalu memalingkan kepala dan menyipitkan matanya ke arah Serena: “Ser, kakak mentraktirkanmu jadi sebagai ganti boleh?”
Awalnya, makanan ini adalah Claudia yang traktir Serena, sekarang Flora ingin mantraktir, Serena tidak menolak, “Makasih kak.”
“Tidak usah berterima kasih, kita kan saudara.” Flora menjawab dengan senyum di wajahnya.
Leonard yang berdiri di sebelahnya memandang Flora dengan puas, kali ini Flora kembali untuk mengubah kesombongan sebelumnya, dia makin lihat makin suka.
Sedangkan untuk Serena, setiap bulan keluarganya memberi lebih dari 100.000 Yuan, ditambah gaji dari pekerjaannya, dia bahkan masih ada muka suruh kakaknya traktir.
Leonard mengerutkan kening dan berkata: “Aku akan membayar tagihannya.”
__ADS_1
“Oh, baik.” Serena mengangguk.
Melihat respon Serena begitu dingin, Leonard mendengus dengan ketidakpuasan, kemudian berbalik dan pergi.
“Ser, kakak akan pergi menemuimu dalam beberapa hari.” Flora tersenyum lebar mengatakan kalimat ini, dan dengan cepat pergi untuk mengejar Leonard.
Setelah melihat Leonard dan Flora pergi, Serena baru kembali ke posisi semula.
Claudia berbisik: “Ser, apakah itu kakak tirimu?”
“Ya, memangnya kenapa?” Serena menatap Claudia dengan muka polos.
“Kakak tirimu bukannya selalu sombong, terus selalu melawanmu, kan? Sejak kapan hubungan kalian menjadi begitu baik?” Tanya Claudia.
“Hubungan kami menjadi baik setelah dia kembali ke China.” jawab Serena.
Claudia mengerutkan kening dan berkata: “Saya masih terkejut, bagaimana bisa seseorang seperti dia bisa tiba-tiba berubah?”
Setelah mendengar kata-kata Claudia, Serena tertawa, “Seharusnya pernikahan ini telah mengubah dirinya. Tidak tahu alasan apa pun, sekarang dia menjadi baik, itu adalah hal yang baik.”
Claudia terus merasa bahwa Flora sedikit agak aneh, tetapi dia tidak tahu dimana keanehan itu, terus menoleh ke Serena: “Tidak mau tahu apakah dia benar-benar merubah atau tidak, pokoknya kamu harus berhati-hati kepadanya.”
Claudia masih ingin mengatakan sesuatu, tapi pelayan sudah mulai melayani mereka.
“Ayo makan, aku harus kembali dan membuat draft desain setelah makan.” Serena berkata dengan tidak sabar untuk mengambil sumpit.
Di restoran yang sama, di ruang VIP lantai dua, Ralphie, Isa, dan Ryan ketiganya juga sedang makan.
Isa sambil makan sambil menyentuh ponsel untuk membuka album foto: “Ryan, tolong bantu aku untuk seleksikan dan melihat mana yang cocok untuk Serena.”
Ryan dengan tertarik mendekati kepalanya ke arah Isa, Isa memperlihatkan foto itu sambil memperkenalkan, “Ini tuan muda Robinware Internasional, 28 tahun, adalah seorang direktur Robinware Internasional. Yang ini adalah wakil Presiden Grup Canics, 30 tahun, pemegang jabatan … ”
Ralphie yang duduk di sana, walaupun tidak ikut campur, tetapi pandangannya terus memandangi mereka.
Isa memperlihat lebih dari selusin foto di telepon genggamnya: “Lima belas orang ini, semuanya muda dan berbakat, lihat mana yang lebih cocok dengan Serena…”
Ketika omongan Isa belum selesai, Ralphie memotongnya dengan kata dingin. “Tidak.”
Ketika dia mendengar Ralphie berkata tidak, Isa langsung emosi, “Apanya yang tidak?”
“Yang kamu kenal itu, semuanya tidak boleh” Ralphie menatap dingin dan menyapu Isa. “Kamu tidak perlu ikut campur urusan ini.”
__ADS_1
Pandangan dingin Ralphie tersapu, Isa segera terdiam.
“Aku pergi ke kamar mandi.” Setelah mengatakan kalimat ini, Ralphie bangkit, menendang kursi di belakangnya dan meninggalkan ruang itu.
Ralphie berjalan keluar dari ruang VIP itu dan siap untuk pergi ke kamar mandi yang di ujung lorong. Tiba-tiba terdengar suara yang menyenangkan dari belakang, “Tuan Su.”
Ralphie menoleh dan melihat Flora sedang memegang tangan seorang pria paruh baya mereka berdiri tidak jauh.
Flora melihat Ralphie berbalik badan, dan ada cahaya aneh yang bersinar di matanya. Dia tersenyum dan berkata kepada Leonard: “Ayah, aku bertemu seorang teman.”
“Ya.” Leonard mengangguk dan matanya menatap Ralphie.
Kesan pertama adalah bahwa orang ini terlihat tampan. Yang kedua, tata kramanya bagus. Yang terakhir adalah tidak bisa diukur …
Dari mana putri sulungnya mengenal pria seperti ini?
Ralphie awalnya siap untuk pergi ketika dia melihat Flora, tetapi ketika Flora memanggil Leonard ‘Ayah’, langkah kakinya berhenti.
Pemandangan itu jatuh pada tubuh Leonard. Tentang Grup Luo dengan Leonard kemarin di Grup Su untuk mendiskusi pernikahan dengan marga Luo, dia telah meminta Felix untuk menyelidiki, tetapi data investigasi pada waktu itu yang disampaikan kepadanya oleh Felix. Maka, dia tadi tidak mengenali Leonard.
Apakah dia ayahnya Serena?
Pojok mulut Flora tersenyum cerah, dia datang menghampiri Ralphie, “Tuan Su, kebetulan sekali bisa bertemu denganmu di sini.”
Ralphie tidak peduli pada Flora. Dia mengambil kembali pandangan terhadap Leonard berbalik badan kemudian pergi.
Tujuan dari Flora hari ini adalah membiarkan Leonard salah memahami hubungan antara dia dan Ralphie dan mempersiapkan sesuatu di masa depan. Oleh karena itu, dia mengabaikan ketidakpedulian Ralphie sambil tersenyum dibelakang Ralphie, terus berkata: “Karena kamu ada urusan hari ini, kita akan bertemu lagi di tempat yang sama di lain waktu.”
Trik Flora memang efektif, setelah kembali ke samping Leonard, Leonard segera bertanya kepadanya tentang Ralphie.
“Flora, apakah dia hanya sekedar temanmu?”
“Ayah …” Flora mengeluarkan gerakan anak perempuan.
Leonard tersenyum, “Kamu telah menulis pikiranmu di wajahmu, apa yang masih kamu nutupi?”
“Aku, aku… tidak.” kata Flora dengan wajah malu-malu.
Leonard menepuk tangan Flora dan berkata: “Nak, visi yang bagus.”
“Terima kasih, Ayah.” Ekspresi Flora ternampak licik.
__ADS_1
Ayah mengira Tuan Su adalah milikku. Serena Luo, kamu lihat aja nanti ayah akan mendukung siapa?