
Hello! Im an artic!
Setelah lewat beberapa waktu, Isa tiba-tiba bersuara, “Serena, sini, aku kenalin beberapa teman.”
Serena terdiam, lalu berdiri, “Oh, ok.”
Hello! Im an artic!
Ralphie yang duduk didepan Serena, membuka mulut ingin berbicara sesuatu tetapi akhirnya tidak berbicara apapun.
Disaat Ralphie terdiam, Isa sudah mulai memperkenalkan lima orang yang masih muda itu kepada Serena.
“Dia adalah anak dari pemilik Grup Maze, namanya Neymar Qi, tahun ini umur 26 .”
Serena bingung kenapa Isa ketika memperkenalkan orang harus memberitahunya umur orang tersebut?
Hello! Im an artic!
Pertanyaa ini hanya terlintas sebentar diotak Serena, kemudian hanya dengan sopan menganggukan kepala, “Halo.”
“Halo, senang mengenal kamu.” Orang yang bernama Neymar berdiri melihat ke arah Serena dengan puas.
Serena dengan aneh melihat sekilas ke arah lawan kemudian menganggukan kepala, “Eng……aku pun juga.”
“Ini adalah anak dari Grup Luo, namanya Brent Luo, tahun ini umur 28.” Isa tersenyum sambil menunjuk ke arah anak muda yang mengenakan kemeja putih dan berbicara pada Serena.
Ih, Isa kenapa ngomong lagi tentang umur orang? Apakah mereka dulu berkenalan dengan cara seperti ini?
Serena tak berpikir panjang lagi dan menyapa orang tersebut.
Isa juga dengan cepat mengenalkan Serena tiga orang yang lainnya.
“Ini adalah wakil presiden Stardust International, namanya Jovanni Yi, tahun ini umur 27.”
“Ini adalah anak kedua dari keluarga Lin, namanya Harley Lin, tahun ini umut 25.”
“Ini adalah anak dari pemilik East Technology, namanya Kayden Shao, tahun ini umur 28.”
Selesai Isa selesai memperkenalkan, ia tersenyum kepada Serena dan barkata: “Serena, kalau kamu ingin tanya lebih lanjut, kamu boleh langsung tanya saja sama mereka.”
Kenapa harus bertanya lebih lanjut tentang mereka? Serena terdiam.
__ADS_1
Disaat ini juga Lacey dengan suara kaget berkata, “Kak Isa, kamu lagi kenalin pacar untuk Serena?”
Kenalin pacar? Untuknya? Serena kaget.
“Ia, gimana?” Ini adalah pilihan Ralphie loh.” Kata Isa dengan puas.
Ralphie yang memilih untuknya? Serena memberikan pandangannya kepada Ralphie dan dengan pelan berkata.
“Kamu yang bantu aku pilih?”
Ralphie mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Serena.
Lampu terang diruang VIP menyinari wajahnya yang terlihat sangat cerah.
Mata Serena melihat ke arah Ralphie dan berharap mendengar kata ‘Bukan’, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan ia harapkan.
Ralphie mengalihkan matanya dan mengaku: “Ia.”
Sebenarnya perkataan Ralphie belum selesai, seharusnya masih ada kalimat lain, ‘Kamu kenal aja, tidak memintamu untuk menerima mereka.’, tetapi kalimat belakang tidak ia katakan didepan orang banyak, ia berencana tunggu semuanya selesai, ia akan berbicara pada Serena, tetapi ia tak tahu kalau ia sudah tidak ada kesempatan ini lagi.
Gimana mendeskripsikan perasaan Serena ketika dia mendengar kata ‘Ia.’?
Ada perasaan aneh ingin tertawa……dan benar-benar lucu……
Ia sudah berusaha memenuhi semua keinginan dia untuk keluar dari dunia dia dan pergi……Tetapi dia? Malah dengan baiknya mengkhawatirkan dia tentang pacar, dan mengatur kencan buta untuknya……
Pria ini benar-benar mengkhawatirkannya, seperti yang dulu dia pernah katakan, pacarnya akan dia seleksi dengan baik!
“Makasih ya Direktur Su, hehehe……” Terakhir Serena benar-benar tertawa.
Dia tertawa dengan senang hingga air matanya pun menetes.
Tetapi tidak tahu kenapa, yang dirasakan semua orang dibalik tertawanya Serena ada kepahitan dan kepasrahan……
Hati Ralphie tersentak dan akhirnya buka suara, “Serena, kamu……”
Belum selesai dia berbicara, Serena sudah memutuskan perkataan dia.
“Makasih Direktur Su karena sudah memikirkan bawahannya, benaran deh, sangat terharu. Hanya saja sayang sekali orang seperti ku tidak cocok dengan orang-orang pilihan Direktur Su, aku pergi dulu.”
Serena tidak menunggu jawaban dari Ralphie lalu mengambil tasnya dan pergi.
__ADS_1
“Serena……” Ralphie berdiri ingin mengejar Serena.
Tetapi malah dipanggil oleh Lacey, “Kak Ralphie, kamu ngga perlu kejar Serena, biarkan dia pergi.”
Ralphie menghentikan langkah, disaat dia menghentikan langkah itulah, Serena sudah menghilang dari ruangan tersebut. Ralphie membengkamkan mulut kemudian berbalik belakang melihat ke arah Lacey.
Walaupun dia sama sekali tidak berbicara, tetapi tatapan matanya terlihat jelas ingin menyampaikan ‘Kamu lebih baik kasih aku jawaban yang membuatku puas.’
Lacey menelan ludah dan berkata, “Serena ada orang yang ia cintai, bisa dibilang sangat sangat ia cintai, kalian bantu dia untuk berkencan buta, kalau aku di posisinya pun, aku pasti juga akan merespon seperti ini.”
Dia ada orang yang sangat ia cintai? Siapa? Kenapa ia tidak tahu? Ralphie lupa untuk pergi mengejar Serena, ia juga lupa mendengar perkataan Lacey. Karena begitu ia juga melewatkan, siapa orang yang dicintai Serena.
“Lacey, kamu bilang ada orang yang dicintai Serena? Tetapi kata Serena sendiri dia ngga punya pacar.” Isa tidak terlalu percaya dengan omongan Lacey.
“Punya pacar atau ngga sih aku ngga tahu, tetapi aku bisa yakin kalau ada orang yang Serena cintai, kalian lihat kutek di jari manis kanan Serena ngga? Itu adalah legenda romantis untuk pasangan di Perancis……” Lacey berbicara mengenai legenda romantis Perancis.
Isa dengan bingung berkata: “Kalau begitu, Serena berarti beneran ada orang yang ia cintai dong, tetapi kita diam-diam mencarikan dia jodoh……”
Belum selesai Isa berkata, Ryan menendang kaki dia, “Kamu diam aja.”
“Kamu ngapain suruh aku diam? Pake acara tendang aku segala……”
Isa berbicara sambil menatap sinis Ryan, lalu melihat ke arah Ralphie yang sedang bengong.
Ryan sudah dengan jelas memberikan kode, Isa juga tidak bodoh dan langsung mengerti.
Dia dengan nada rendah bertanya pada Ryan, “Sekarang gimana dong?”
“Apanya gimana? Bukannya kamu yang sok ide bikin kaya gini?” Kata Ryan.
Isa tidak mungkin membiarkan dirinya sendiri yang dikambing hitamkan? Ia langsung menarik lehernya Ryan, “Apaan aku yang sok ide bikin kaya gini? Kamu kan juga ikut bantu?”
“Huk huk…..sudah sudah, kamu suruh mereka pulang dulu saja, kalau ngga sebentar lagi ada orang yang mau meledak.” Ryan berbicara dengan pelan.
“Ok, aku suruh mereka balik dulu.” Isa menganggukan kepala dan berdiri menuju ke arah lima orang yang sama sekali tidak tahu kondisi……
Serena begitu keluar langsung memanggil taksi.
Setelah masuk, ia sembarang memberitahu satu tempat, melihat lampu dari jendela dan menangis tanpa bisa mengkontrol air matanya.
Ia dapat merasakan dengan jelas hatinya hancur berkeping-keping, sulit untuk dipulihkan.
__ADS_1
Cinta yang bertepuk sebelah tangan ini, memang sejak awal ia tahu sulit ada peluang untuk mendapatkannya. Awalnya ia berpikir hanya dengan diam dan dari kejauhan menjaga kebahagian dia, tetapi perilaku Ralphie hari ini akhirnya membuat dia mati rasa dan kehilangan keberanian…