
Hello! Im an artic!
Hari ke 5 tahun baru China, waktu libur Imlek, mobil di jalanan sungguh banyak.
Mereka dari kediaman Shen sampai ke kediaman Su kira kira memerlukan 1 jam perjalanan jauhnya, kali ini hampir menghabiskan 2 jam perjalanan.
Hello! Im an artic!
Setelah mobil berhenti di depan gerbang kediaman keluarga Su, Ralphie dengan emosi segera turun dari mobil, tidak menunggu sampai bodyguard membukakan pintu untuknya, sambil menyuruhnya memasukan mobil dari depan gerbang, mengulurkan tangan membuka pintu, kemudian bersiap menarik Serena keluar dari mobil.
Kemudian Ralphie menghentikan gerakannya, sorot mata pun juga ikut terhenti di sana.
Menatap gerakan Ralphie, Serena merasa sedikit aneh.
Dia ini mau apa? Menariknya turun dari mobil? Nah kenapa dia tidak bergerak?
Hello! Im an artic!
Pandangan mata Serena turun ke bawah sedikit penasaran, kemudian dengan suara pelan bertanya, “Kamu……mau aku turun dari mobil kan?”
Mendengar perkataan Serena, Ralphie menoleh melihat ke arahnya, kemudian kembali mengarahkan sorot matanya ke tangan pergelangan tangan kanan Serena.
Di pergelangan tangannya, ada beberapa bekas jari yang jelas menjliplak……adalah hasil perbuatanya tadi.
Dia selalu berusaha untuk mencintainya, melindunginya, tapi akhirnya selalu tangannya sendiri yang membuatnya terluka.
Ralphie panik menarik tangannya kembali, kemudian memutar tubuh juga tidak menjawab langsung berjalan ke arah ruang utama.
Dia langsung pergi ke ruang depan, memerintah orang membawa dokter pribadi keluarga Su untuk datang, kemudian memerintah pembantu untuk menyiapkan sarapan untuk Serena.
Serena benar benar tidak tahu Ralphie melakukan semua ini, dia pikir Ralphie mencarinya karena ada urusan, sambil langsung pergi ke ruangan Ralphie.
Tapi tak disangka, Ralphie tidak ada di ruangannya.
Kira-kira lewat 10 menit, seorang pembantu membawa Dokter Chen datang.
Dokter Chen kenapa datang kemari? Serena membungkuk sejenak, kemudian bangkit berdiri, menyapa, “Dokter Chen.”
“Halo nona Serena.” Dokter Chen dengan sopan menyapa.
Serena mengangguk angguk, bertanya, “Dokter Chen mengapa datang kemari? ”
“Nona Muda, Direktur Su yang meminta saya datang. ” Dokter Chen menjawab.
Ralphie menyuruhnya datang untuk apa? Apa mungkin dia terluka?
__ADS_1
Meskipun Serena penasaran, tapi tak banyak bertanya, hanya mengangguk ‘Oh’ sedikit menanggapi.
Tapi tak di sangka Dokter Chen menaruh kotak obat di atas meja teh, membuka kotak obat, dari dalam mengambil alat tensi, berkata kepada Serena: “Nona muda, tolong ulurkan tanganmu, saya periksa anda sebentar.”
Dia mengulurkan tangannya memeriksa? Serena merasa sangat aneh, “Dokter Chen, anda salah orang, saya tidak sedang sakit, tidak perlu di periksa. ” “Nona muda, Direktur Su berkata tanganmu terluka, beliau meminta saya memeriksa anda.” Muka dokter Chen dengan serius menjawab.
Ralphie bilang tangannya terluka? Respon pertama serena adalah dokter Chen sedang bercanda dengannya.
Lagipula muka serius dokter Chen, tidak seperti sedang bercanda.
Apa mungkin benar Ralphie yang mengatakan?
Teringat kembali saat di mobil tadi, Ralphie sepertinya menatap tangan kanannya.
Serena menunduk melihat ke arah pergelangan tangan kanannya, terdapat beberapa tanda jari merah .
Tak percaya berkata, Ralphie menyuruh dokter Chen datang untuk memeriksa tangannya, adalah memeriksa tanda jari yang memerah di pergelangan tangannya?
Mata Serena berkedip kedip, kemudian mengangkat kepala melihat ke arah dokter Chen, “Dokter Chen, tangan saya tak apa-apa, sungguh tak perlu di periksa.”
“Nona muda, biarkan saya memeriksa sebentar saja.” Dokter Chen dengan berat memohon kepadanya.
Serena menggeleng menolak, “Dokter Chen, tanganku hanya ada cap merah jari saja, sungguh tak perlu di periksa.”
“Nona muda, biarkan aku memeriksa sebentar saja.”Dokter Chen tidak peduli apakah cap merah bekas jari, asalkan melihat dengan matanya sendiri lebih baik.
Dokter Chen melihat Serena ngotot tidak membiarkannya memeriksa, hanya mengeluarkan sebuah salep dari dalam kotak obat, memberikannya kepada Serena, “Nona, salep ini efek ringan, bisa menghilangkan memar dengan baik, sehari oleskan 3 kali pada bekas merah, besok bekasnya pasti sudah hilang. ”
“Ok, baiklah.” Serena mengangguk, menerima salep dari tangan dokter Chen.
Serena mengotot tak mau diperiksa, salep sudah diberikan kepada Serena, dokter Chen tak tinggal terlalu lama lagi, merapikan kotak obat, sambil undur diri bersama pembantu di kamar.
Serena melihat sebentar ke arah tanda jari pada pergelangan tangan kanannya, kemudian melihat salep di tanggan kirinya, merasa otaknya sedikit tak berguna.
Bukannya Ralphie pergi karena marah? Bagaimana dia bisa memperhatikan bekas merah tanda jari di pergelangan tangannya, dan masih meminta dokter Chen datang memeriksanya?
Ketika Serena tengah berpikir dalam, datang lagi seorang pembantu.
“Nona muda, sarapan anda sudah siap.”
Sarapanya sudah siap?
Kecuali Ralphie dalam Keluarga Su, tidak ada orang yang tahu dia belum sarapan……maka yang mengatur sarapan untuknya adalah Ralphie
Dokter Chen juga dia yang mengaturnya untuk datang……
__ADS_1
Tiba tiba Serena merasa tadi pagi Ralphie langsung pergi bukan karena marah, tapi karena tanda jari di pergelangan tangan akibat perbuatannya.
Menggigit gigit bibir bawahnya, Serena bertanya, “Dia kemana?”
Pembantu tak paham pertanyaan Serena ‘Dia’ siapa, “Nona muda yang anda maksud?”
“Tuan muda kalian. ” Serena menjawab.
“Tuan muda ada di ruang depan. ” Pembantu menjawab dengan cepat.
Serena ragu berpikir beberapa detik kemudian, bertanya: “Kamu pergi……panggil dia kemari.”
“Baik. ” Pembantu mengangguk dan segera pergi.
Setelah Dokter Chen keluar dari ruangan Serena, pembantu sambil membawanya terus berjalan ke tempat Ralphie..
“Tangannya bagaimana?” Ralphie tak sabar bertanya.
Dokter Chen tak berani menutupi kepada Ralphie, segera menjawab, “Nona muda tak mengijinkan saya memeriksa tangannya.”
Mendengar perkataan Dokter Chen, raut wajah Ralphie langsung padam, “Tidak memperbolehkanmu melihat, lalu kamu tidak memeriksa?”
Dokter Chen sungguh merasa serba salah, seorang tak mengijinkan memeriksa, seorang ngotot untuk memeriksa, pasangan suami istri ini tidak bisa sepakat sebentarkah?
“Nona muda bilang hanya tanda merah, tak perlu di periksa.”
Ralphie termenung sejenak bertanya, “Dia bilang hanya tanda merah?”
“Betul. ” Dokter Chen menggangguk anggukan kepala, kemudian kembali berkata: “Saya memberi sebuah salep kepada nona muda, oleskan dua hari, tanda merah bisa langsung hilang.”
Ralphie tak berkata, hanya mengibaskan tangan tanda menyuruh dokter chen pergi.
Dokter Chen membungkuk ke arah Ralphie tanda hormat, kemudian pergi.
Ruangan kembali sunyi, Ralphie diam berdiri disana, tidak tahu sedang memikirkan apa.
Setelah lewat tidak tahu berapa lama, seorang pembantu datang dengan terburu buru , “Tuan muda, nona muda mencari anda.”
Ketika Ralphie mendengan kalimat ini, dia pikir sedang berkhayal.
Serena mencarinya?
Ralphie perlahan menoleh, melihat kearah pembantu itu, “Kamu barusan bilang apa?”
“Nona muda mencari anda.” Membuat pembantu itu haru mengulang sekali lagi perkataannya.
__ADS_1
Ralphie mendengarkan setiap kata yang di katakana pembantu dan masih merasa tak benar, masih berpikir dua kali dalam otaknya, setelah itu baru memastikan dia tidak salah dengar.
“Ok.” Ralphie menjawab sebuah kata dengan lantang ‘Ok’, sambil melangkah dengan cepat berjalan menuju ke ruangannya sendiri.