I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 34 Hubungan Ayah Dan Anak Yang Seperti Api Dan Air


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena menunggu mobil Ralphie meninggalkan tempat ini lalu berbalik masuk he Gallowen Manor. Baru berjalan beberapa langkah telepon genggamnya berbunyi.


Serena mengeluarkan telepon genggamnya dan melihat yang menelpon adalah bibi Bella, kemudian ia menganggkatnya.


Hello! Im an artic!


“Ya, bibi Bella.” Dari sebrang sana terdengar suara bibi Bella yang lembut, “Serena, apakah hari ini kamu pulang?”


Hari ini? Serena terbengong, lalu teringat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya Leonard.


Leonard tidak suka kemewahan, setiap ulang tahun hanya ingin makan bersama keluarga. Setiap tahun seberapa sibuknya Serenapun ia akan meluangkan waktunya untuk pulang. Beberapa hari ini banyak yang terjadi membuat dia melupakan soal ini.


“Serena, bibi tahu kau masih marah terhadap ayahmu, tapi hari ini adalah ulang tahunnya, bisakah kau ijin dan pulang hari ini.


Hello! Im an artic!


Serena menjawab, “Baiklah, sebentar lagi aku akan pulang.”


“Kalau begitu aku akan menyuruh Bibi Liu untuk membuatkan beberapa makanan kesukaanmu.” Bibi Bella berkata dengan senang.


“Baiklah, aku tutup dulu.” Setelah menutup telponnya Serena tidak lanjut menuju Galowen Manor. Dia menghentikan taxi dipinggir jalan dan menuju mall. Walaupun dia masih marah dengan ayahnya tapi dia tidak boleh melupakan hadiah ulang tahun untuk ayahnya.


Serena sudah mandiri secara ekonomi sejak lama, jadi dia tidak terlalu kaya. Ia telah mengelilingi mall itu berkali-kali, pada akhirnya menghabiskan uang yang ada dikartunya memilih membeli syal dari Versace.


Setelah selesai dibungkus ia memasukkannya ke dalam tasnya dan membeli kue setelah itu ia kembali ke rumah keluarga Luo.


Berdiri didepan pintu keluarga Luo ia menghela napas, lalu membunyikan bel.


“Iya… Iya…” dari dalam terdengar orang yang menyaut, setelah pintu terbuka ternyata wanita paruh baya yang berumur 40 tahunan.

__ADS_1


Sembari mengambil kue yang ada ditangan Serena ia dengan sopan berkata, “Nona, kau telah pulang!”


Serena mengangguk dan masuk kedalam rumah. Baru masuk kedalam rumah, Bibi Bella menyambutnya, “Serena sudah pulang?” Serena mengangguk dan menyapa, “Bibi Bella.”


Bella menarik tangan Serena, dengan hangat menggandeng tangannya menghampiri Leonard, “Leonard, lihat siapa yang pulang.”


Serena menggigit bibirnya, dengan suara yang pelan hampir tidak terdngar memanggil “Ayah”.


Dengan raut wajah yang datar Leonard berkata, “Masih ingat pulang.” Serena memegang tas yang ia jinjing, tidak mengatakan apapun.


Bibi Bella yang disamping menjawab perkataan ayah Serena, “Leonard, Serena sudah susah payah pulang kesini, kau jangan bicara seperti itu.” Setelah Leonard melihat Serena ia diam.


Bella sambil mendudukkan bella sambil menyuruk bibi untuk membawakan buah kesukaan Serena.


“Serena bagaimana pekerjaanmu? Apakah kau lelah?”


Serena tersenyum mengangguk dan berkata, “Ya, sedikit sibuk.”


Pekerjaan dan Pendidikan yang dipilih oleh Serena membuat Leonard tidak senang, dia ingin Serena belajar bisnis dan masuk kedalam Grup Luo. Pada akhirnya Serena tetap bersi keras untuk belajar desain perhiasan, setelah lulus ia tidak mengatakan apapun kepada ayahnya langsung masuk dan bekerja di PT.Antarts menjadi designer perhiasan yang ia mulai dari awal.


Mendengar perkataan Leonard, senyuman di wajah Serena memudar. Ia tahu bahwa ayahnya tidak suka dengan jurusan dan pekerjaannya, tapi perkataannya yang membantah pekerjaannya membuat dirinya sedih, bahkan mengatakan dengan nada yang tidak enak.


“Tenang saja, kalaupun aku kelaparan aku tidak akan mengemis kepadamu.”


Leonard yang mendengar perkataan itu raut wajahnya berubah menjadi tidak enak, degan dingin mengatakan, “Lebih baik seperti itu, karena aku tidak akan mempedulikanmu.”


Bella tersenyum dingin, tapi tidak lama kemudian raut wajahnya sudah kembali menghangat, dengan lembut berkata, “Kalian ayah dan anak kenapa bertengkar lagi?” Leonard terdiam dan tidak mengatakan apapun.


Bella dengan tersenyum kembali mengobrol dengan Serena, tapi tampak jelas suasana hati Serena berubah tidak enak setelah bertengkar dengan ayahnya.


Pada saat asik mengobrol, tiba-tiba bibi tadi membawa kotak, “Tuan besar, ada paket yang dikirimkan untuk anda dari luar negeri.”

__ADS_1


Mendengar perkataan bibi, mata Bella tiba-tiba bersinar, “Luar negeri? Apakah paket yang di kirim oleh Flora?”


“Sini aku lihat.” Leonard berdiri dan mengambil kotak itu. Bella mengambil gunting dan membuka kotak itu. Didalamnya berisi sebuah kotak brokat yang sangat indah, diatas kotak itu ada kartu nama.


Leonard mengambil kartu itu dan membacanya, “Ini kiriman dari Flora.”


“Benar-benar dari Flora?” Bella mengambil kartu dari tangan Leonard, tidak tahu apa yang tertulis disana, membuat Bella meneteskan air matanya.


Mendengar paket kiriman dari Flora, pandangan Serena beralih ke arah sini. Leonard menengadah dan melihat Serena sekilas, lalu membuka kotak tersebut, didalamnya berisi berlian berwarna hijau.


Flora memberikan Leonard sebuah berlian, menjadi seorang designer perhiasan, Serena bisa melihat perhiasan itu kualitasnya baik dan harganyapun tinggi. Ini adalah hadiah ulang tahun untuk Leonard?


“Leonard, anak ini memberikanmu hadiah belian untuk ulang tahunmu…” Setelah berkata seperti itu, Bella menghentikan perkataannya, melihat Serena yang menatap kearah sini.


“Anak ini niat sekali.” Leonard berkata sambil melihat berlian itu.


“Niat apa, bahkan ia tidak ada niat untuk pulang seperti Serena” Bella berkata dengan tidak senang.


Serena tertawa dan berkata, “Bibi Bella, jangan bicara seperti itu, kakak mengirimkan hadiah yang sangat mahal dan berharga, itu saja sudah cukup.”


“Serena kau tidak perlu membela kakakmu, ia menimbulkan banyak masalah, menyapa sepatah katapun tidak.” Bella berbicara dengan nada yang tidak suka terhadap Flora.


Serena tertawa, “Aku sedikit mengantuk, aku tidur sebenatar di kamarku.”


Mendengar Serena mengantuk, Bella dengan penuh kasih sayang berkata, “Tidurlah, nanti setelah semua selesai di masak, aku akan memanggilmu untuk makan.”


“Ya” Serena mengangguk, membawa tasnya pergi keatas. Sebenarnya ngantuk adalah alasan Serena ingin mrninggalkan ruang makan itu. Serena termenung dikamarnya sampai bibi Liu datang untuk memberitahunya bahwa makan siang sudah siap dia baru keluar dari kamarnya.


Pada saat ia ingin turun, ia melewati ruang baca Leonard. Langkahnya terhenti, dan berbicara kepada bibi Liu, “Kamu turun duluan, aku akan turun sebentar lagi.”


“Baik nona.” Bibi itu mengangguk dan turun kebawah. Serena terdiam dan kemudian berbalik masuk kedalam ruang baca Leonard. Serena melihat sekilas ruang baca itu, merasa tidak ada orang kemudian ia mengeluarkan hadiah yang tadi ia beli dan meletakannya dilaci kemudian pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2