
Hello! Im an artic!
Ralphie dengan dingin menatap Flora, lalu mengulurkan tangannya dan masuk ke dalam saku mengambil hp nya, dan menjawab telepon.
“Ya ini aku……Hm……aku akan segera kesana.” selesai bicara seperti itu, Ralphie menutup telepon, dan setelah langsung mengatakan pada Flora “Aku duluan karena ada urusan”, tanpa menunggu jawaban Flora, dia dari saku mengeluarkan dompet, lalu mengeluarkan beberapa ratus yuan, menaruh di meja kopi, sambil melangkah menjauh dari Club Scent.
Hello! Im an artic!
“Ralphie……” Flora tidak menyangka kalau Ralphie akan meninggalkannya begitu saja, dengan terburu-buru memanggilnya.
Sangat disayangkan Ralphie memang tidak berhenti, dengan langkah besar pergi meninggalkannya.
Meskipun perasaan Flora bersedih, tapi untuk keseluruhan, dia merasa dibandingkan yang terakhir kali ini lebih baik, paling tidak sikap Ralphie terhadapnya ‘sudah ramah’ banyak.
Setelah Ralphie meninggalkannya, Felix yang duduk jauh dari mereka dengan pelan-pelan menutup telepon, dan bersiap untuk berdiri, tiba-tiba dia melihat Flora yang berdiri dan berjalan ke arahnya.
Hello! Im an artic!
Langkah dia sekejap terhenti, jangan-jangan Flora tahu kalau dia adalah asisten Ralphie? Tidak mungkinlah!
Felix menghadap ke Flora dan menatapnya, lalu duduk kembali ke tempat duduknya.
Flora ternyata tidak jalan ke arahnya, dan malahan berjalan ke arah meja kopi di seberang belakangnya yang duduk seorang perempuan di sana.
“Lisa, laki-laki yang aku suka bagajmana?” Flora dengan bangga bertanya.
“Sangat luar biasa! Flora, anggap saja Serena sudah menikah, mendapatkan laki-laki ini, secara praktis kamu sudah mendapatkan keuntungan.” Lisa berkata dengan takjub.
“Tentu saja.” Flora tersenyum, lalu melanjutkan berkata: “Kamu juga tidak memikirkan, aku sudah menghabiskan seberapa banyak pikiran untuk merencanakan semua ini. Sekarang tinggal Serena yang tinggal menikah, kalau sudah seperti itu dia sudah pasti akan menjadi milikku.”
“Kamu tenang saja, kamu pasti bisa mewujudkannya.” Lisa berkata sambil tersenyum.
Flora bangga sambil mengangkat ujung mulutnya, “Kalau misalnya tidak bisa terwujud, aku pasti akan menangis, kamu harus tahu kembali dari luar negeri, aku langsung memikirkan rencana ini terus menerus.”
Kedua orang itu dengan senang saling mengobrol, sedikitpun tidak tahu, diantara pembicaraan mereka berdua, semuanya sudah masuk ke dalam telinga Felix yang duduk di sebelah mereka.
Felix terus dengan tenang duduk di sana minum kopi, sampai pada Flora dan Lisa selesai bicara dan beranjak dari tempat duduk, dia baru berdiri dan menelepon Ralphie.
Ralphie sebenarnya tidak ada masalah yang mendesak untuk harus cepat diselesaikan, telepon barusan sebenarnya adalah bagian rencana yang sudah mereka janjikan di awal tadi.
Selama dia mengambil kopi, Felix akan meneleponnya, lalu dia memakai sebuah urusan sebagai alasan untuk meninggalkan nya.
Setelah keluar dari Club Scent, Ralphie langsung naik mobil dan pergi ke kompleks rumah keluarga Su.
__ADS_1
Dia perlu untuk pergi bertanya pada kakek, tentang pernikahan dengan keluarga Luo itu sebenarnya ada apa.
Mobil baru saja berhenti di depan gerbang kompleks rumah keluarga Su, Felix meneleponnya.
Ralphie mengeluarkan hp dari dalam sakunya, pengawal di pintu gerbang berlari ke arahnya dan membantunya membukakan pintu mobil untuknya.
“Tuan Muda…….”
Ralphie menjawab ‘Hm’, lalu sambil turun dia sambil menekan tombol terima telepon, “Ada masalah apa?”
Terdengar suara dari Felix, “Direktur Su, nona Serena dipaksa untuk menikah, ini semua ada campur tangan dari rencana Flora.”
Mendengar perkataan Felix, ekspresi wajah Ralphie dalam sekejap menjadi suram, “Apa yang terjadi?”
Felix dari sana menjelaskan secara detail dan mengatakan semua perkataan yang dibicarakan antara Flora dan Lisa.
Mendengar perkataan Felix dari dalam telepon, wajah Ralphie yang berubah menjadi berubah lagi.
Saat menunggu Felix berbicara sampai selesai, wajahnya penuh dengan aura ingin membunuh.
Biasanya saat Ralphie tidak mengatakan sepatah katapun, itu membuat orang-orang merasakan tekanan yang sangat dalam, pada saat ini dalam kemarahannya, seluruh badannya dari atas kepala sampai bawah kaki terpenuhi dengan auara ingin membunuh yang terlebih lagi tambah ganas yang menakutkan, seperti kapan saja bisa meluap dan membuat orang mati.
Kedua pengawal di gerbang pintu ekspresi nya sangat tenang, tapi di dalam lubuk hatinya merasa kaget dan takut.
Terdengar suara Felix yang bertanya, “Direktur Su, Anda melihatnya?”
“Secepatnya cari tahu sebenarnya apa yang telah terjadi dari semua rencana Flora, dan siapkan beberapa semua data Flora, agar bisa dipakai kapanpun.”
……
Meskipun Ralphie sudah mempersiapkan semuanya, tapi hatinya juga tidak merasa membaik.
Dia tidak habis pikir Serena dipaksa menikah oleh Leonard karena semua ini telah direncanakan oleh Flora, dan juga dilihat dari aspek lain semua ini karena Flora yang menyukainya, Serena hanya korban yang terlibat karenanya.
Tapi sekarang dilihat dari keadaan keluarga Luo, Leonard memang sudah memutuskan untuk menikahkan Serena dengan Grup Su, dan Flora memberikan dorongan yang terbaik.
Jika Serena tidak menikah dengan Grup Su, maka Leonard dan Flora tidak akan membiarkannya begitu saja.
Dan menurut dia, menikah dengan Serena, adalah kesempatan untuknya.
Tapi dia melakukan seperti ini, pada akhirnya Serena apakah akan membencinya?”
Di dalam otaknya terus menerus memikirkan masalah ini, di dalam pikiran dan hati Ralphie gemetaran.
__ADS_1
Kemudian membantah lagi pikiran ini, hubungan diantara mereka berdua sangat baik, dan dia percaya setelah mereka menikah, dia pasti pelan-pelan akan mencintainya.
Setelah memutuskan semua itu kedua mata Ralphie terpaku, lalu mengangkat kedua kakinya dan melangkah masuk ke dalam kompleks rumah.
Sekali masuk rumah, Ralphie sekalian bertanya dengan pembantu rumah yang ada di dalam ruangan, “Dimana kakek?”
“Tuan ada di halaman belakang” pembantu rumah menjawab.
Ralphie menjawab ‘Hm’, lalu langsung pergi ke halaman belakang mencari Kakek Su.
“Sudah pulang?” kakek yang melihat Ralphie sangat terkejut.
Sejak hari itu setelah Ralphie marah dan pergi meninggalkannya, dia sama sekali tidak muncul lagi.
Kenapa hari ini dia kembali?
“Ada urusan makanya mencarimu.” Ralphie secara langsung duduk di depan kakek.
Ada urusan mencarinya? Perkataan ini keluar dari mulut cucu dari keluarga ini, secara praktis langit akan turun hujan.
Kakek dengan cepat bertanya, “Urusan apa?”
Nada bicara Ralphie dengan dingin berkata: “Pernikahan dengan Grup Luo, secepatnya kamu atur, lebih cepat lebih baik.”
Kakek tidak habis pikir Ralphie tiba-tiba menyuruhnya dengan cepat mengatur pernikahan, dan menganggap dirinya sudah salah mendengar, “Coba kamu ulangi sekali lagi.”
Perasaan Ralphie lumayan bagus, jadi dia mengulang sekali lagi, “Atur pernikahan dengan Grup Luo.”
“Tidak, kamu bukannya sudah memiliki Serena? Kamu ingin menikah apa?” kakek dengan tergesa-gesa berkata.
“Bukankah dia sudah kamu suruh pergi dengan sebuah cek?” sorotan mata Ralphie dengan sedikit cahaya menatap ke arah kakek.
Perkataan Ralphie membuat kakek tidak bisa berkata-kata lagi, setelah kembali seperti semula, dia baru dengan rasa malu bertanya.
“Itu……apakah dia masih marah? Kalau tidak aku akan pergi untuk menjelaskan padanya?”
Alasan kenapa kakek memasang wajah tegas dan bersedia untuk menjelaskan kepada Serena, karena dia sangat puas dengan Serena, dan juga kakek sangat tahu jelas bahwa yang disukai oleh Ralphie adalah Serena dan dia tidak tahu sekarang ini penjelasan tidak bisa menyelesaikan masalah.
Ralphie tidak mengatakan pada kakek kalau jodoh di pernikahannya itu adalah Serena, tidak, anggap saja dia sedikitpun sama sekali tidak ingin memberitahukan ke kakek tentang masalah ini.
Siapa suruh kakek memberikan cek kepada Serena, dan menyuruh Serena untuk meninggalkannya.
Membuat kakek terkejut sajalah! Mata Ralphie menyorotkan sebuah cahaya, lalu dengan pelan mengarah pada kakek dan berkata: “Tidak perlu, kamu tinggal mengurus pernikahan itu saja sudah sangat membantu.”
__ADS_1