I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 443 Reuni Teman Sekolah (2)


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Nah kalau itu berarti aku ketemu orang yang cocok!” Jawab Naylor dengan pose seakan menunggu orang lain untuk bertanya lagi padanya.


“Pacar kamu orang yang kaya gimana? Pasti perempuan cantik kan? Makanya bisa buat kamu jatuh hati seperti itu.” Kata seorang perempuan muda, orang ini bukan anak kelas Serena, tetapi adik kelas, saat itu perempuan ini diangkat menjadi adik angkat oleh Naylor ketika masih SMA.


Hello! Im an artic!


Tentu saja, setelah lulus, kakak dan adik angkat ini tentu berpisah, karena bagaimanapun ini sebenarnya sama saja seperti teman sekolah biasa.


Naylor tentu saja tidak mengabaikan ekspresi wajah adik angkatnya yang iri itu, dan disaat itu juga dia memutuskan untuk menjaga jarak dengannya, tetapi Naylor tetap memasang wajah tersenyum: “Tentu saja, tidak cuma cantik, tapi punya keterampilan, aku kasih tahu kalian, dia adalah sekretaris senior di Grup Su.” Naylor sangat berusaha demi mengejar calon istrinya ini.


Sekretaris senior Grup Su? Serena terdiam.


Karena dia sering keluar masuk kantor Ralphie, dia tidak mengenal sekretaris biasa disana, tetapi dia mengenal cukup banyak sekretaris senior disana.


Hello! Im an artic!


Dia adalah sekretaris senior yang pernah mengurusi pasar saham negeri J, yang memicu krisis keuangan Asia, dan juga pasar saham dan pasar berjangka Eropa dan Amerika Serikat, menjarah kekayaan Eropa dan AS, pantas saja Naylor begitu pamer.


Setelah dia berkata seperti itu, wajah sombongnya pun mulai melihat ke sekelilingnya.


Kebanyakan orang memasang wajah yang kagum, tetapi perkataan tadi membuat adik angkat Naylor mengerutkan alisnya, “Kak, kamu salah kali? Teman aku bekerja di Grup Su, katanya, sekretaris senior di Grup Su tidak ada yang perempuan.”


“Aku juga pernah denger berita ini, jadi semua yang melamar di Grup Su, kebanyakan laki-laki.” Perempuan muda yang sikapnya tidak baik ke Serena tadi melanjutkan.


Ekspresi wajah Naylor mulai tidak enak, “Kamu tidak bisa jadi sekretaris senior di Grup Su, bukan berarti orang lain tidak bisa. Aku kasih tahu kamu, calon istri aku setelah lulus dari Universitas Cambridge, langsung masuk kerja di Grup Su, dan di training di divisi sekretaris, lalu menjadi sekretaris senior.” Lalu dengan sengaja menekankan ‘di training dua tahun’.


“Wah, hebat sekali.” Semua orang melihat dengan tatapan iri kearah Naylor.


“Sudah pasti.” Naylor semakin menyombongkan diri, dan mulai membicarakan pekerjaan calon istrinya lagi.


Serena semakin kaget mendengarnya, karena apa yang dikatakan Naylor dia merasa tidak asing.

__ADS_1


Tunangan Naylor adalah seorang wanita cantik, walaupun wibawanya masih sedikit kurang dari Serena, tetapi masih lumayan.


Awalnya banyak orang yang curiga kalau Naylor hanya omong besar saja, tetapi ketika bertemu dengan orangnya langsung, semua orang mau tak mau mengaku kalau dia memang sekretaris senior Grup Su.


Tentu saja, untuk Naylor sebagai generasi anak kedua yang kaya, mereka sangat cocok.


“Walaupun cantik, wibawa juga oke, tapi kan belum tentu sekretaris senior di Grup Su.” Lagi-lagi perempuan yang sikap nya tidak baik tadi kembali berbicara dan suaranya juga tidak kecil.


Serena tidak mengerti apa yang dipikirkan perempuan ini, dia begitu nyolot pada orang, memang ada kelebihannya?


Tentu saja, Serena juga kaget, tunangan Naylor ternyata dia juga mengenalnya.


En, bawahan Elizabeth.


“Isabella, sini, aku kenalin kamu ke teman-teman aku, beberapa hari lagi kita menikah, harus minta angpao gede nih dari mereka.” Naylor menarik pacarnya.


“Ketua kelas, kamu kan orang kaya, masa masih mau minta angpao?” Lagi-lagi perempuan itu kembali berbicara.


Otak perempuan ini kejepit kali ya? Tidak mengerti kalau Naylor hanya bercanda saja? Itu adalah pikiran orang-orang yang ada disini.


Perempuan itu tiba-tiba emosi: “Urusan kamu apa, mulut ya mulut aku, aku mau ngomong apa ya ngomong apa.”


“Mulut memang mulut kamu aku ngga bisa urus apa-apa, tapi mulut kamu jahat, itu jadi urusan aku.”


Pacar Naylor yang baru masuk merasa sedikit awkward, suasana menjadi dingin, walaupun Serena merasa mulutnya Octavia jahat, dia juga males urusin orang seperti ini, lalu tersenyum berjalan ke arah pacar Naylor: “Isabella.”


Walaupun hanya bertemu beberapa kali, tetapi bagaimanapun dia adalah sekretaris senior Grup Su dan anak buah Elizabeth.


“Nyonya?” Isabella kaget sampai matanya membelalak ketika melihat Serena.


Isabella tak menyangka, nyonya Direktur mereka bisa ada di sini.


“Nyonya?” Naylor dengan kaget melihat ke arah Isabella.

__ADS_1


Isabella tidak merespon dia, hanya mendekati Serena dan bertanya, “Nyonya lama tidak bertemu, Direktur Su juga datang?”


Dimana ada Nyonya, biasanya Direktur Su selalu ada.


Serena menggelengkan kepala, “Cuma aku yang datang, dia di rumah jagain anak.”


Membayangkan Direktur nya yang menjaga anak, Isabella merasa penasaran.


“Isabella?” Suara Naylor kembali membuat Isabella tersadar, lalu tiba-tiba terpikirkan kalau ini adalah reuni Naylor, “Nyonya, Anda sama Naylor teman sekolah?”


Serena menganggukan kepala, “En, tiga tahun jadi teman SMA, sudah lama juga tidak bertemu.”


“Wah, iri deh Naylor bisa jadi teman sekolah Nyonya.” Isabella setelah ngomong selesai seakan terpikir sesuatu lalu kembali bertanya, “Nyonya, masih ada stok konsep ‘Cinta’?”


“Kenapa?” Tanya Serena bingung.


“Aku mau beli satu, tapi dalam negeri maupun luar negeri stoknya habis, sudah ada stok masuk lagi aku malah kalah cepet, jadi tidak dapat deh.”


Serena memegang hidungnya lalu berkata: “Kamu ngomong saja ke senior kamu, nanti suruh dia ambil di tempat wakil Direktur.”


“Nyonya, kamu baik sekali, tolong terima rasa hormat saya.” Isabella senang tak karuan.


Semua orang menjadi sangat penasaran pada Serena karena mendengar Isabella yang begitu menghormati dan memanggil Serena Nyonya.


Sekarang melihat sikap Isabella ke Serena, tentu saja mereka tahu Serena pasti orang penting.


Tetapi Serena adalah ‘Nyonya’ apa sampai membuat Isabella begitu menghormatinya?


Hati Naylor sangat penasaran tetapi tidak langsung bertanya, hanya bertanya: “Serena, kamu sudah menikah?”


“En, sudah.” Serena menganggukan kepala.


“Nyonya bahkan sudah memiliki anak.” Lanjut Isabella.

__ADS_1


Semua orang merasa aneh dengan panggilan Isabella ke Serena, “Nyonya?”


__ADS_2