I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 351 Ralphie Hilang Kontak


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pukul empat pagi, waktunya pesawat Ralphie mendarat. Saat itu, Serena langsung menelpon Ralphie.


Ponsel Ralphie masih tidak aktif.


Hello! Im an artic!


Serena pikir sebelum turun dari pesawat, biasanya yang dilakukan Ralphie pertama kali adalah menyalakan ponselnya. Ia menunggu sekitar sepuluh menit, lalu menghubunginya lagi.


Namun, ponselnya belum juga aktif.


Setelah mencoba beberapa kali, ponsel Ralphie masih tidak dapat dihubungi, Serena kemudian menelpon Felix.


Tapi Felix juga tidak mengangkat telepon, Serena kembali mencoba menghubungi ponsel Ralphie.


Hello! Im an artic!


Malam semakin larut, sekeliling sudah mulai sepi, hanya ada suara Serena yang masih mencoba menelpon….


Sepanjang malam itu, ponsel Ralphie sama sekali tidak dapat dihubungi, Serena mulai khawatir.


Setelah sarapan, ia bersiap-siap ke kantor untuk menemui Felix.


Sebelum ia pergi, Felix datang.


Serena dan Claudia baru saja selesai sarapan, dari luar terdengar bunyi bel pintu, pelayan keluar untuk membuka pintu.


Dua menit kemudian, pelayan itu mengantar Felix masuk.


“Nyonya, Tuan Felix datang.”


“Felix, kamu kemari? Sudah sarapan? Mari duduk dan makan bersama.” Serena menyapa dan mempersilakan Felix.


Felix melihat Serena, lalu menggelengkan kepala, “Nyonya… Saya sudah makan.”


“Oh, oke.” Serena menjawab. Kemudian ia bertanya lagi, “Felix, ponsel Ralphie tidak aktif. Apa kamu punya kontak dia di negara M?”


“Nyonya…..” Felix membuka mulutnya dan memanggil Serena, lalu menutup mulutnya lagi.


“Ada apa?” Serena menatap Felix.


Felix tidak berbicara, ia hanya terdiam memandangi Serena.

__ADS_1


Setelah menatap Felix cukup lama, Serena bertanya, “Felix, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?”


Sambil gemetar, Felix menutup matanya dan berkata, “Nyonya, tadi jam empat pagi, perusahaan maskapai penerbangan menelpon, memberitahu bahwa pesawat yang ditumpangi Tuan Ralphie tiba-tiba hilang kontak.”


“Maksudnya?” Serena bertanya dengan lembut.


Dengan wajah murung Felix menjawab, “Pesawat yang ditumpangi oleh Tuan Ralphie hilang….” sebelum menyelesaikan kalimatnya, Serena langsung menyela.


“Kamu pasti bohong, Ralphie tidak hilang kontak, dia pergi ke negara M untuk berbisnis.”


“Nyonya, maskapai telah mengkonfirmasi daftar penumpang pesawat itu, lagi pula Direktur Su terus tidak dapat di…” Felix belum sempat mengatakan tidak dapat dihubungi, Serena lagi-lagi menyela, “Ralphie tidak dapat dihubungi, itu karena dia sedang marah denganku.”


“Aku dengan Ralphie sedang bertengkar, jadi dia sengaja mematikan ponselnya, karena tidak ingin memaafkanku.”


Felix beberapa kali menelan ludah, pandangannya kacau dan dia berusaha menjelaskan kepada Serena, “Nyonya…”


“Aku akan mengirimkan pesan kepadanya, tunggu dia menyalakan ponselnya dan membaca pesan dariku, dia pasti akan langsung memaafkanku…” Serena menutup telinga tidak lagi ingin mendengar perkataan Felix, lalu dia mengambil ponsel dari sakunya dan mengetik pesan.


“Ralphie, aku tidak akan bertengkar lagi denganmu. Maukah kamu memaafkanku?” setelah mengirim pesan itu, Serena memandangi layar ponselnya tanpa berkedip seakan sedang menunggu balasan.


Setelah beberapa menit menunggu, wajahnya terlihat sedih, “Mengapa Ralphie tidak membalasku? Oh iya, dia lebih suka kalau aku memanggilnya dengan sebutan suamiku…”


Seperti biasa Serena tetap tersenyum, lalu kembali mengetik pesan di ponselnya.


Setelah pesan berhasil dikirim, Serena kembali menatap layar ponselnya.


Belum juga mendapat balasan, dia kembali mengerutkan keningnya, “Suamiku, apakah kamu masih belum bisa memaafkanku? Apa yang harus kulakukan agar kamu mau memaafkanku?”


“Serena, cukup.” Claudia yang duduk di depannya membentak Serena.


Serena dengan wajah bingung melihat ke Claudia, “Claudia, kenapa kamu marah?”


“Serena, dia hilang kontak.” Claudia langsung menjawab, berusaha membuat Serena sadar.


“Claudia, apa yang kamu bicarakan? Ralphie sekarang sedang baik-baik saja di negara M.” kata Serena sambil tersenyum.


Claudia berdiri dan mendatangi tempat duduk Serena, memegang pundak Serena dan pelan-pelan berkata, “Serena, tolong dengarkan ini, Ralphie hilang kontak.”


Kali ini Serena tidak membantah Claudia karena dia terlanjur pingsan.


Ketika terbangun, Serena sedang berbaring di ranjang rumah sakit.


Di dalam ruangan itu, ada banyak orang yang sedang terbaring sakit.

__ADS_1


Hal pertama yang dilihatnya adalah Claudia yang sedang duduk di samping tempat tidurnya. “Serena, kamu sudah bangun?” kata Claudia.


Mendengar suara Claudia, Isa, Ryan, Lacey, dan pelayan rumah langsung mendekat, “Serena, Nyonya, bagaimana keadaanmu?”


Serena seperti tidak mendengarkan suara mereka, hanya menatap kosong seperti patung.


Semua orang yang melihat Serena begini menjadi khawatir, tapi tidak ada yang bisa dilakukan.


Karena semua orang tahu, Serena menjadi seperti sekarang ini karena Ralphie hilang kontak.


Akhirnya Claudia tidak tahan dan berkata kepada Serena, “Serena, kamu harus semangat, demi bayi yang ada di dalam perutmu.”


Ternyata ketika Serena pingsan, semua orang ikut panik dan bergegas membawanya ke rumah sakit.


Dan setelah diperiksa, dokter mengatakan ia sedang hamil.


Tapi perkataan Claudia sama sekali tidak dihiraukan oleh Serena.


Claudia diam-diam menatapnya cukup lama, dan akhirnya memutuskan memberinya obat.


“Serena, jangan berlagak bodoh, aku tahu kamu mendengarnya. Aku hanya mengatakannya sekali, kamu dengar baik-baik. Tidak ada yang tahu apakah saat ini Ralphie mengalami kecelakaan atau tidak, semua masih belum jelas, jika dia benar-benar kecelakaan, anak yang ada di dalam perutmu adalah darah daging Ralphie. Jika kamu seperti sekarang ini dan terjadi apa-apa dengan anak itu, aku tidak tahu bagaimana kamu harus berhadapan dengan Ralphie dan keluarga Su.”


Obat yang diberikan Claudia kali ini manjur.


Serena bergerak, dan dia menangis.


Sejak mendengar bahwa Ralphie hilang kontak, dia selalu memastikan bahwa Ralphie ada di negara M.


Ralphie hanya tidak dapat dihubungi karena ia marah pada Serena.


Sampai sekarang, Serena menangis, ia baru benar-benar menerima kenyataan bahwa Ralphie hilang kontak…


Mungkin demi anak di dalam perutnya, Serena makan teratur, tidur teratur, berbeda dari biasanya.


Namun, semua orang tahu Serena terlihat gelisah, setidaknya bisa terlihat dari kondisi mentalnya saat ini.


Untungnya, dua hari kemudian, Felix membawa kabar baik.


Pesawat yang kehilangan kontak sudah menghubungi perusahaan maskapai, masih banyak penumpang yang selamat.


Dikabarkan bahwa penerbangan itu dibajak oleh para perampok di Gurun Sahara di Amerika. Para perampok itu awalnya berencana untuk membawa penumpang pesawat ke padang pasir dan membunuh mereka. Alhasil, saat di padang pasir para perampok justru diserang oleh para penumpang pesawat. Walaupun harus berkorban darah, tapi mereka berhasil melawan para perampok.


Karena mereka telah meninggalkan jauh pesawat, jadi tidak ada alat komunikasi, maka setelah tiga hari mereka memutuskan untuk kembali ke tempat pesawat mendarat dan menghubungi perusahaan maskapai.

__ADS_1


__ADS_2