
Hello! Im an artic!
Pada jam 12 tengah malam, penerbangan yang ditempuh oleh Serena dan Ralphie mendarat dengan aman di Bandara Internasional A.
Felix tahu jadwal mereka dan datang lebih awal ke bandara untuk menjemput mereka.
Hello! Im an artic!
Tidak tahu apakah karena perbedaan jam, meskipun Serena telah tidur selama beberapa jam di pesawat, tetapi tidak lama setelah masuk kedalam mobil Felix ia tertidur lagi.
Ia mengulurkan tangannya untuk menopang kepalanya, lalu bersandar ke jendela dan menutup matanya, tidak lama kemudian ia pun tertidur.
Ralphie khawatir Serena tidak nyaman tidur di jendela, dan memeluknya ke pelukannya.
“Tuan Su, Kakek Su menyuruh Anda bertemu dengannya ketika Anda pulang …” Sebelum Felix selesai berbicara, Ralphie segera membuat gerakan ‘diam’.
Hello! Im an artic!
Felix melirik ke kaca spion dan melihat Serena sedang tidur di pelukan Ralphie, kemudian ia baru mengerti apa yang sedang terjadi.
Ia menarik kembali pandangannya dan lanjut mengemudi.
Satu jam kemudian, dia memarkir mobil di depan villa, membuka pintu dan keluar dari mobil, lalu membantu Ralphie membuka pintu.
“Tunggu aku di sini.” Ralphie berkata dengan suara pelan kepada Felix, dan menggendong Serena lalu bangkit dari tempat duduknya, dan keluar dari mobil.
Mungkin karena digerakkan, Serena dengan lembut ‘mengerang’.
Ralphie mengira ia tidak sengaja membangunkan Serena, dan menjadi kaku, lalu ia menatap ke bawah dan melihat Serena.
Serena tidak bangun, melainkan hanya tertegun di lengannya, dan tidak bergerak lagi.
Ralphie menghela nafas lega, lalu menggendong Serena keluar dari mobil, dan berjalan ke villa.
Pelayan di villa sebelumnya telah menerima pemberitahuan dan tidak tidur, mendengar ada suara langsung keluar untuk membuka pintu, “Tuan, Anda dan Nyonya sudah kembali.”
Ralphie menggendong Serena dan mengganti sandalnya, dia hanya menjawab ‘Ya’, dan kemudian mengangkat dagunya dan menunjuk ke arah sepatu Serena.
Pelayan itu segera mengerti apa yang ia maksud dan membantu Serena melepas sepatunya.
Ralphie menggendong Serena naik ke atas, dan pelayan mengikutinya naik untuk membantu membuka pintu.
Setelah Ralphie membawa Serena ke kamar, ia melepas jaketnya dan dengan lembut meletakkannya di tempat tidur.
__ADS_1
Dengan hati-hati ia memakaikan selimut dan mematikan lampu, lalu meninggalkan ruangan dengan pelan-pelan.
Ketika ia melangkah keluar dari kamar, ia melihat bahwa pelayan sedang menunggu di luar pintu kamar Serena.
Ralphie menatap pelayannya dan berkata, “Bangunkan dia jam tujuh besok pagi.”
“Ya, Tuan Su,” pelayan pun mengangguk.
Ralphie berkata “Ya”, lalu melambaikan tangan pada pelayan, “Turun dan istirahatlah.”
Pelayan membungkuk hormat kepada Ralphie dan kemudian pergi.
Ralphie melihat kembali pintu kamar Serena, lalu turun dan pergi menggunakan mobil Felix …
Serena terbangunkan oleh suara seorang pelayan.
“Nyonya, sudah jam tujuh …”
Jam 7 sudah terlambat untuk pergi ke kantor, terlintas dalam pikiran Serena, ia segera bangun dan duduk.
Setelah menjawab “Aku akan bersiap”, ia dengan cepat bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.
Serena mengambil pasta gigi di wastafel dan meremasnya di sikat gigi, lalu menyikat giginya.
Aku sudah kembali?
Uh … tidak, kenapa dia bisa kembali ke kamar? Bukankah dia masih di dalam mobil?
Dia ingat bahwa ia dan Ralphie baru saja kembali dari Prancis semalam, kemudian Felix pergi ke bandara untuk menjemput mereka.
Setelah naik mobil, ia tertidur.
Jadi Ralphie yang membawanya ke kamar, Serena berkedip-kedip di depan cermin, lalu lanjut menyikat giginya dan mencuci muka.
Setelah mencuci muka, Serena keluar dari kamar mandi, mengambil tas di atas meja, dan meninggalkan kamarnya.
Ketika ia turun, pelayan telah menyiapkan sarapannya.
Tidak Melihat Ralphie, Serena pun bertanya dengan bingung, “Di mana Ralphie?”
“Setelah tuan membawa anda pulang, ia langsung pergi bersama Tuan Zhou.” pelayan menjawab dengan jujur.
“Mengapa ia pergi tengah malam? Apa yang terjadi?” Serena bergumam sambil memakan sarapannya, ia membuka tasnya dan mengeluarkan hpnya, dan bersiap untuk menelpon Ralphie.
__ADS_1
Setelah ia mengeluarkan hpnya, ia baru menyadari bahwa dia lupa menyalakannya sejak ia pergi ke Prancis Jumat lalu.
Serena mengambil sarapan dengan sumpit di tangan kanannya, dan menyalakan hp dengan tangan kirinya.
Setelah menyalakan hp, hpnya terus berdering, setelah beberapa menit baru tenang.
Ada banyak pesan WeChat, SMS, dan banyak panggilan tidak terjawab.
Serena tidak membuka pesan WeChat dan SMS, ia langsung melihat catatan panggilan yang tidak terjawab.
Ia menyadari bahwa sebagian besar panggilan tidak terjawab ini dari Bibi Bella, dan hanya sebagian kecil dari rekan-rekannya.
Bibi Bella meneleponnya lebih dari 30 panggilan pada hari Sabtu dan Minggu.
Mengapa Bibi Bella menelponku sebanyak ini? Ada urusan apakah ia mencariku?
Serena terlihat kebingungan, dan kemudian menelpon kembali kepada Bibi Bella.
Hp berdering beberapa kali sebelum Bibi Bella menjawab.
“Serena, akhirnya kamu bisa dihubungi.” Ucap Bibi Bella dengan terkejut.
Serena berkata dengan lambat “Itu … dua hari ini, kami pergi ke Prancis, aku lupa untuk menghidupkan hpku.”
“Ternyata begintu, aku kira ada apa yang terjadi padamu.” jawab Bibi Bella dengan lega.
“Maaf, aku sudah membuat Bibi khawatir.” Setelah Serena meminta maaf, dia bertanya seolah-olah dia tiba-tiba mengingat sesuatu, “Bibi, ada apa mencariku?”
Bibi Bella terdiam selama beberapa detik dan menjawab: “Tidak apa-apa, aku hanya ingin menanyakan gimana kabarmu akhir-akhir ini?”
Serena sambil sarapan dan dengan santai menjawab “Lumayan baik.”
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Bibi Bella dengan sedikit aneh.
Serena sedang sarapan, dan tidak memperhatikan nada aneh Bibi Bella, tetapi hanya dengan acuh tak acuh menjawab “Ya”.
Bibi Bella tidak lanjut bertanya, dan setelah mengingatkannya untuk menjaga kesehatan dan lain-lain, ia langsung menutup telepon.
Setelah mengakhiri percakapan dengan Bibi Bella, Serena segera menelpon Ralphie, tetapi sayangnya tidak dijawab.
Serena tidak melanjutkan panggilannya lagi setelah menutup telepon, dan ia lanjut sarapan.
Setelah sarapan, ia di antar supir pergi bekerja.
__ADS_1
Setelah mengikuti kelas pelatihan khusus selama setengah hari, Serena pergi membeli beberapa buku untuk belajar bahasa Prancis setelah makan siang, lalu Ralphie menelponnya kembali.