I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 304 Ada Wanita Yang Menemani Dia


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie mencibir dengan bibirnya, lalu berkata dengan dingin: “Kamu terlalu banyak berpikir, alasan aku datang hari ini adalah untuk menemani temanku.”


Selesai mengatakan kalimat ini, Ralphie membalikkan badan ke arah seorang wanita Perancis yang cantik, “Selina, ayo kita pergi.”


Hello! Im an artic!


Wanita Perancis bernama Selina itu, setelah berbicara dengan Ralphie, dia merangkul tangan Ralphie dan berjalan ke arah lift.


Saat melewati Serena, dia menatap Serena dalam-dalam, lalu masuk ke dalam lift bersama Ralphie.


Saat Serena melihat kejadian itu, dia tertegun.


Ralphie memiliki Mysophobia, dia tidak bisa kalau wanita terlalu dekat denan dia. Wanita Perancis cantik ini memegang dia dengan sangat dekat, dia sudah jelas sedang pamer ke Serena, menunjukkan dia wanita yang dekat dengan Ralphie.


Hello! Im an artic!


Ternyata, Ralphie bukan bersembunyi dari dia, Ralphie tidak menginginkan dia……


Saat Serena sedang kebingungan, terdengar suara Felix berbicara.


“Nyonya, anda cepat kejar Direktur Su.”


“Mengejar Ralphie?” Serena melihat Felix kebingungan.


“Benar, wanita yang bersama dengan Direktur Su itu, tidak ada apa-apa, anda cepat kejar dia.”


Setelah di ingatkan oleh Felix, Serena jadi tersadar, lalu dengan cepat naik ke lift yang satu lagi, pergi mengejar Ralphie.


Melihat pintu lift tertutup, Felix menghela napas.


Ah…….Semoga nyonya bisa mengejar Direktur Su!


Serena menunda waktu lumayan lama, saat dia keluar dari lift untuk mengejar dia, sudah tidak terlihat keberadaan Ralphie dan Selina.


Hatinya menjadi tidak tenang, lalu dia berlari ke arah Wonderful Plaza.


Karena lari terlalu terburu-buru, dia tidak memperhatikan sekitarnya.


Saat dia keluar dari pintu keluar plaza itu, sebuah mobil sedang berjalan ke arah dia berlari.


Tapi untungnya, karena dia sedang berada di pintu masuk, kecepatan mobil itu agak lambat.


Suara rem darurat terdengar dari mobil itu, mobil itu berhenti berjarak kurang dari sepuluh sentimeter dari Serena.

__ADS_1


Serena terkejut, dia terjatuh ke arah mobil itu karena terkejut.


Tiba-tiba terjadi kejadian itu, orang yang tidak sedikit di sekitar kejadian itu datang menghampiri.


“Tertabrak orang……”


Karena orang yang terlalu banyak, pintu keluar masuk ini jadi tertutup orang.


Mobil Porsche yang di bawa Selina jadi tertahan tidak bisa bergerak.


Selina duduk kursi belakang penumpang mobil, bersama Ralphie yang sedang membersihkan lengan mantelnya dengan tisu basah dan berkata: “Ralphie, Aku hanya menggandeng tanganmu, kamu membersihkannya seperti aku mengotorinya, sungguh membuatku sakit hati.”


Ralphie mengangkat kepalanya dengan dikit dan menatap dia tanpa berkata apa-apa.


Selina menutupi lehernya, lalu berkata: “Kamu bersihkan pelan-pelan, aku turun dulu melihat di depan ada apa?”


Ralphie mengembalikan pandangannya dan berlanjut membersihkan lengan mantelnya.


Selina turun dari mobilnya, saat dia berjalan melihat ke arah sekumpulan orang itu, dia melihat orang-orang sedang membantu Serena berdiri.


Tadinya dia tidak peduli, tapi setelah dia melihat orang itu adalah wanita Asia yang berbicara dengan Ralphie diatas, dia langsung kembali ke mobilnya, “Ralphie, orang yang barusan tertabrak itu adalah wanita yang tadi berbicara denganmu diatas.”


Ralphie mendengar perkataan Selina, dia berhenti membersihkan lengan mantelnya, “Siapa?”


Selina melihat ke sana dan berkata: “Wanita Asia yang barusan berbicara denganmu diatas, kamu mau pergi lihat tidak?”


Tapi di tangannya yang tertutup mantel itu, terlihat nadi biru yang sangat jelas, memperlihatkan isi hatinya.


Selina tidak memperhatikan, mendengar Ralphie berkata tidak perlu, dia hanya duduk di mobil, tidak berkata apa-apa lagi.


Pemilik mobil yang menabrak Serena, berpikir dia sudah menabrak orang, dia terkejut hingga pucat.


Badannya menjadi lemas saat turun dari mobil, “Nona, anda tidak apa-apa?”


Serena tersadar dan berdiri, “Tidak apa-apa……”


Mendengar Serena berkata tidak apa-apa, supirnya lega, “Bagus kalau begitu.”


“Ya, kamu pergi saja.” Serena menganggukkan kepala sambil berjalan pergi, lalu pergi.


Saat Serena berjalan pergi, orang-orang disekitarnya juga ikut bubar.


Setelah mobil yang menabrak Serena itu masuk, pintu masuk keluar tidak tertahan lagi.


Dia tahu dia sudah tidak bisa mengejar Ralphie, dia kembali masuk ke dalam plaza. Tiba-tiba dia melihat mobil Porsche yang dibawah Selina pergi.

__ADS_1


Walaupun dia tidak melihat Ralphie, tapi Serena tahu dia sedang bersama Ralphie, jadi dia mengangkat tangannya tanpa berpikir untuk menghadang mereka, “Tunggu.”


Selina melihat Serena menghadang mobilnya, dia secara tidak sadar memperlambat mobilnya.


“Dia pasti ingin mencarimu……” Selina belum selesai berbicara, Ralphie menyela perkataannya.


“Jalan.”


Selina melihat Serena di depan mobil, membuka mulut, tapi pada akhirnya tidak berkata apa-apa, dia menginjak gas mobil……


Melihat Selina menyetir mobil pergi, Serena hanya bisa memandangi mereka pergi, lalu tersadar kembali, dengan cepat berlari kearah taksi kosong di samping jalan, membuka pintu taksi itu, dan menyuruh supir taksi itu mengejar mobil Porsche yang dibawa Selina.


Tidak berapa lama setelah dia naik ke mobil, hpnya berdering, mata Serena terpaku ke mobil Porsche di depannya, tangannya mengambil hpnya dari kantong celananya, tanpa melihat, dia langsung mengangkat telepon itu.


Saat terhubung, langsung terdengar suara Guru Kitty yang memarahi dia, “Serena, Kamu dimana?” kompetisi sedang berlangsung, kamu tiba-tiba lari ke mana?”


“Maaf, Guru, aku sedang ada masalah penting.” Serena menjawab dengan wajah penuh rasa maaf.


“Masalah penting? Ada masalah apa yang lebih penting dari kompetisi ini? Serena kamu sudah mengecewakan aku. ” Nada bicara Guru Kitty penuh dengan rasa kecewa.


Serena tahu dia sudah mengecewakan Guru Kitty, hanya bisa meminta maaf ke Guru Kitty, “Guru aku sungguh minta maaf, tunggu aku menyelesaikan masalah ini, aku akan memberikan anda penjelasan……”


“Memberikan aku penjelasan? Aku beritahu kamu, bukan aku yang harus kamu berikan penjelasan, kamu harus berikan penjelasan ke diri kamu sndiri.” Setelah selesai mengatakan kalimat ini, Guru Kitty menutup teleponnya sambil marah.


Melihat telepon yang ditutup, Serena tersenyum sedih.


Dia lupa perasaan gurunya, dia sungguh tidak perhatian akan perasaan gurunya.


Setelah masalah ini selesai, harus meminta maaf lagi ke Guru Kitty!


Berharap guru Kitty akan memaafkan dia.


Mobil Porsche itu akhirnya berhenti di depan klub yang di dekorasi dengan cantik di tengah-tengah Paris, Ralphie dan Selina turun dari mobil, lalu masuk ke dalam klub itu bersama-sama.


Serena membayar biaya parkir, saat Serena mengikuti mereka masuk, dia ditahan di depan pintu masuk.


“Nona, tolong perlihatkan kartu member.”


Serena sambil melihat kedalam pintu utama klub itu, sambil bertanya, “Aku tidak ada kartu member, aku hanya ingin masuk mencari orang, lalu akan segera keluar, boleh tidak?”


“Maaf nona, kita disini menggunakan sistem member, tidak ada kartu member, tidak boleh masuk.” Pelayan itu menjawab dengan wajah penuh rasa maaf.


Serena memohon: “Aku hanya masuk untuk mencari orang saja, hanya butuh beberapa menit, bisakah kamu pertimbangkan lagi?”


“Tidak bisa.” Pelayan itu menjawab dengan wajah tanpa ingin mempertimbangkan.

__ADS_1


Serena melihat kedalam pintu utama, lalu melihat lagi ke pelayan yang menjaga di pintu, lalu membalikkan badan pergi.


Dia tidak pergi meninggalkan klub itu, tapi dia berjalan ke samping klub, menunggu Ralphie keluar dari klub itu.


__ADS_2