
Hello! Im an artic!
Awalnya Ralphie berpikir topik “Sarang burung” hanyalah kebetulan saja, tapi tidak di sangka “Sarang burung” menjadi tragedi dalam hidupnya.
Selesai makan malam, Ralphie dan Serena menonton tv bersama, mereka duduk di sofa, tidak lama kemudian handphone Ralphie berdering, telepon dari Felix.
Hello! Im an artic!
“Direktur Su, ada sesuatu yang harus dilaporkan.”
“Iya.” Jawab Ralphie sambil mengarah ke Serena dan menunjuk dengan jari bahwa dia akan naik ke atas untuk telepon, lalu naik ke lantai atas.
“Anda meminta saya untuk mengecek orang yang baru-baru ini dekat dengan Nyonya muda, saya menemukan ada seseorang yang selalu muncul disekitar Nyonya. Yang pertama ketika Nyonya muda hampir kecelakaan di the waterfront Blossom, yang ke dua waktu Nyonya muda hampir pingsan saat menuruni tangga. Yang ke tiga waktu kejadian besar Nyonya muda di pintu utama PT. Antarts.”
Mendengar ucapan Felix, Ralphie seketika paham apa yang di maksudnya.
Hello! Im an artic!
Di dunia ini mana ada kejadian yang sangat kebetulan, setiap kali Serena ada apa-apa, orang itu selalu muncul.
“Siapa orang itu?” Tanya Ralphie dingin.
“Orang itu ialah Romeo Wang, beberapa tahun lalu dia adalah geng di kota A. Membuat onar lalu masuk penjara, 2 tahun lalu keluar dari penjara, sejak saat itu mulai sering muncul disekitar Nyonya muda.”
Ralphie bertanya dingin, “Sudahkah kamu temukan orang ini?”
“Sudah ditangkap, tapi sangat susah sekali diminta keterangan.” Nada bicara Felix kesal.
Wajah Ralphie sangat tegang, dan berkata, “Besok pagi aku mau hasilnya.” Lalu menutup teleponnya.
Selesai menutup telepon, Ralphie menenangkan hatinya, lalu baru turun ke bawah.
Serena yang melihat Ralphie turun dari lantai atas bertanya, “Sudah selesai telponnya?”
“Iya, sudah.” Kata Ralphie mengangguk.
Serena mengambil sepiring potongan buah untuk Ralphie, “Ini makan buah, barusan bibi memotongkan buah.”
“Iya.” Kata Ralphie lalu duduk di samping Serena.
Setelah Ralphie duduk, Serena langsung mengambil potongan apel dengan garpu lalu bersiap menyuapi Ralphie, “Apel kesukaan mu.”
__ADS_1
Lalu Ralphie mulai merespon dan membuka mulutnya lalu menggigit potongan apel itu.
Saat Ralphie merespon , Serena juga merespon dan terlihat sangat kagok.
Sebenarnya tidak termasuk kagok, dulunya saat Ralphie merawatnya, malahan lebih kagok, dan bukannya tidak pernah.
Serena menghibur diri dalam hatinya, sambil makan apel, sambil menyuapi apel terus menerus, ujung telinganya merah berdarah.
Ralphie tidak melihat ujung telinga Serena yang merah, dia hanya memperhatikan Serena yang menyuapinya buah.
Saat buah yang di piring telah habis di makan, dia merasa kurang, ternyata buahnya terlalu sedikit…….
Keesokan harinya sebelum jam 7 pagi, handphone Ralphie sudah berbunyi.
“Direktur Su, kami sudah dapatkan jawabannya. Ternyata Romeo dan Nyonya Luo sudah kenal lama, setelah keluar dari penjara, Nyonya Luo menghubunginya untuk membantunya.”
“Bella?” Mata Ralphie menyipit.
“Betul, Bella.” Felix berhenti sejenak lalu melanjutkan tentang persoalan Bella satu persatu, “Bella sangat membenci ibu dari Nyonya muda…..”
“Pada hari itu, Bella menyuruh Romeo mengantar makanan ke PT Antarts, lalu Nyonya muda keluar untuk mengambilnya, didalam kotak makanan itu berisi apa, kami masih menginvestigasinya…..”
Belum selesai Felix bicara, Ralphie sudah memotongnya, “Didalam kotak itu adalah sarang burung.”
Orang hamil menyukai makanan asam, kenapa sarang burung itu bisa berasa asam, penyebabnya ternyata karena Bella yang sudah merancangnya supaya menambah nafsu makan di sarang burung itu.
Felix bertanya pada Ralphie, “Direktur Su, bagaimana anda bisa tahu?”
Bagaimana dia bisa tidak tahu? Tidak mungkin dia tidak tahu.
Ralphie meremas ponselnya, matanya terlihat merah karena dia merasa sangat marah dan kesal.
Dia menggigit bibirnya, seakan-akan ada sesuatu yang ditahannya.
Lalu dia menggertakkan giginya dan berkata, “Dia telah membunuh anakku.”
Felix sambil sibuk untuk mengatur anak buahnya memeriksa sarang burung tersebut, sampai akhirnya dia mendengar Ralphie berkata, “Dia telah membunuh anak ku.” Seketika itu dia menjadi bungkam.
Beberapa saat kemudian dia membuka mulutnya dan berkata, “Direktur Su, apa yang anda katakan?”
“Sarang burung itu telah dicampur dengan obat tidur dan bunga safir.” Jawab Ralphie dengan geram.
__ADS_1
Felix adalah orang yang pintar, ketika Ralphie berkata ‘dia membunuh anaknya’ juga ‘sarang burung di campur obat tidur dan bunga safir’ saat itu juga dia paham dan mengerti.
Bella membunuh anak Ralphie dengan menggunakan bunga safir.
Felix sangat terkejut sekali mendengar hal ini, lalu dia bertanya, “Anak anda dan Nyonya muda?”
Kalimat, ‘anak anda dan Nyonya muda’ seperti sumbu yang membuat marah Ralphie.
Ralphie yang diam dan dingin, tiba-tiba mengamuk dan menghancurkan ponselnya.
Ponselnya menabrak bingkai lukisan di dinding, lalu terdengar bunyi ‘Prang’ , kemudian kaca lukisan mulai retak perlahan dan pecah jatuh.
Ralphie seperti tidak sadarkan diri, wajahnya tampak seperti diselimuti roh yang dingin dan mencekam.
Dadanya terasa sesak dan geram, amarah membara dihatinya. Kalau saja Bella berada di sini, pasti tidak ragu-ragu lagi Ralphie akan menghabisinya.
Selama ini Ralphie tidak tahu bahwa keluarga Luo tidak menyayangi Serena, dia mengira dirinya sudah mengatasi Flora dan mengancam Leonard itu sudah cukup menyelesaikan masalah.
Tapi ternyata tersisa Bella, biarpun Serena dan Bella punya hubungan baik.
Tapi yang tidak di sangka-sangka, ternyata Bella adalah orang yang menyebabkan anaknya meninggal.
Sial, bagaimana dia bisa melewatkan Bella? Jelas-jelas dia tahu bahwa Bella itu adalah ibu dari Flora, kenapa dia tidak waspada?
Ralphie kehilangan akalnya, memancarkan amarah dalam dirinya yang tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata, lalu membalikkan meja yang ada disamping tempat tidurnya.
Tidak puas dengan mengangkat meja saja, dia pun merusak lampu di samping tempat tidurnya.
Lalu sofa dan lemari juga di rusaknya.
Bisa dikatakan bahwa apa yang di lihat Ralphie saat itu juga, dia pasti akan merusaknya tanpa ragu-ragu.
Sikap dan amarah Ralphie ini tentu saja mengagetkan orang lain.
Orang pertama yang kaget adalah Serena yang di kamar sebelahnya.
Serena terbangun oleh suara lemparan barang-barang yang dilakukan oleh Ralphie.
Dia membuka matanya, mendengar suara lemparan barang-barang dari kamar Ralphie, dia langsung keluar kamar lalu mengetuk kamar Ralphie.
“Ralphie, kamu sedang apa? Buka pintu….”
__ADS_1
Ralphie masih melempar barang, tidak sedikit pun mendengarkan suara dari luar kamar.