
Hello! Im an artic!
Ketika Serena masuk kedalam kamar, Kakek dan Ralphie tidak ada didalam kamar, hanya ada Theo saja.
“Nyonya, Anda sudah datang.” Theo mengambil termos dari tangan Serena.
Hello! Im an artic!
Serena melihat seluruh kamar lalu bertanya, “Kakek mana?”
“Kakek pergi pengecekan.” Jawab Theo.
Serena menjawab ‘Oh’, kemudian tidak terlalu tenang dan kembali bertanya, “Kakek pengecekan dimana? Perlu ditemanin Tidak?”
“Ada Tuan muda yang temanin.”
Hello! Im an artic!
Mendengar Theo berkata ada Ralphie yang menemani, Serena lebih tenang, “Okelah.”
Setelah terdiam sebentar, Theo berkata: “Kakek kurang lebih masih perlu waktu setengah jem baru bisa kelar pengecekan, mohon Nyonya menunggu sebentar.”
“Ia, Tidak apa-apa.” Serena berkata sambil duduk disofa.
Setelah setengah jam, Kakek dan Ralphie kembali ke kamar.
Setelah masuk kedalam, Kakek sangat senang melihat Serena.
“Serena sudah datang.”
“Kakek, sudah baikkan?” Serena berdiri dari sofa berjalan kesamping Kakek, bantu menompang kakek.
“Aku sejak awal sudah tidak apa-apa, suami kamu yang paksa untuk tetap rawat inap.” Kakek berbicara dengan sedikit kesal.
Serena mendengar kata ‘Suami’, langsung melihat kearah Ralphie dan kebetulan bertatapan langsung dengan Ralphie.
Serena panik langsung mengalihkan pandangannya, bibirnya pelan-pelan tersenyum, lewat berapa detik, Ralphie juga mengalihkan pandangan lalu dengan datar berkata: “Kakek sekarang bisa keluar dari rumah sakit dan pindah ke Swiss untuk pengobatan.”
Kakek mendengar Ralphie yang akan memindahkannya ke Swiss langsung dengan cepat berkata, “Aku tidak mau keluar dari rumah sakit.”
Ralphie tak lagi berkata apapun, setelah menopang kakek sampai ketempat tidur, dia duduk disofa sambil melihat dokumen yang dia bawa dari kantor, sedangkan Serena duduk dipinggir tempat tidur berbicara dengan kakek.
Tak lama, kakek tertidur. Serena duduk sebantar dikursi, lalu berdiri samperin Ralphie.
Ralphie mendengar ada yang bergerak, langsung mendongkan kepala melihat Serena, Ralphie menyimpan dokumen yang ada ditangan lalu bertanya, “Kakek sudah tidur?”
__ADS_1
“En, sudah tidur.” Serena menganggukan kepala, kemudian menunjuk kearah dokumen dan berkata: “Kamu sibuk punya kamu saja, tidak perlu peduliin aku.”
“Aku tidak sibuk.” Ralphie berbicara sambil mengenyampingkan dokumen disebelah sofa.
Serena melihat gerakan dia, ingin berkata sesuatu tetapi pada akhirnya hanya berkata ‘Oh’.
Lewat berapa detik, Serena bertanya pada Ralphie, “Kakek masih tidak perlu pergi ke Swiss untuk berobat?”
“Ia, dia Tidak mau tinggalin Kota A.” Ralphie menganggukkan kepala.
Serena mengerutkan alis dan berkata: “Tunggu agak malaman, aku yang bujuk dia saja.”
Ralphie mengangguk pelan kepala dan berkata ‘Ok’.
Serena sudah tidak tahu harus berkata apa, jadi suasana tiba-tiba menjadi hening.
Setelah lewat beberapa waktu, Serena akhirnya buka suara, “Malam ini kamu istirahat saja, aku disini jagain kakek.”
Ralphie terdiam sebentar kemudian menggelengkan kepala, “Tidak perlu.”
Mendengar Ralphie berkata tidak perlu, Serena menggerutkan alisnya, “Kenapa Tidak perlu? Kamu disini sudah jagain dua malam, tubuh kamu emang kuat?”
Mendengar Serena yang begitu jelas sedang perhatian padanya, Ralphie tersenyum dan berkata, “Bukan, malam ini aku akan pulang.”
“En?” Serena tidak mengerti maksud Ralphie.
Serena dengan pelan menganggukan kepala, “Oh.”
Ralphie berkata ‘En’ lalu berkata: “Kamu nanti sore balik duluan saja, suasana rumah sakit tidak terlalu bagus, kelamaan disini akan membuat tidak nyaman.”
“Tidak mau, aku mau pulang bareng kamu……” Setelah Serena berkata keluar dia baru merasakan perkataannya terlalu mesra, jadi dia dengan cepat ingin menjelaskan, “Itu……aku Tidak bermaksud gitu……aku…..aku….”
Serena berkata berulang kali “Aku’, tanpa bisa menjelaskan, pada akhirnya hanya terdiam.
Ralphie malah menunjukan sikap yang sama sekali tidak merasakan apapun, “Aku tahu.”
Serena malu, lalu berdiri dari sofa dan dengan cepat berkata, “Aku pergi beli barang dulu.”, lalu pergi meninggalkan kamar.
Ralphie melihat Serena pergi terburu-buru, bibirnya pun mulai tersenyum…….
Serena keluar dari rumah sakit, lalu pergi ke supermarket yang tak jauh dari rumah sakit.
Setelah memilih beberapa buah, dia kembali ke rumah sakit.
Tetapi ditengah jalan, hujan tiba-tiba turun dengan deras.
__ADS_1
Serena khawatir akan basah kuyup, maka dia berteduh sebentar dipinggir.
Hujan kali ini sangat deras, arus deras mengalir dijalanan, dan semua orang sedang berteduh dari hujan.
Serena yang terempit disegerombolan orang banyak, hanya bisa bengong melihat hujan yang sangat deras.
Serena sangat sial bukan? Hanya keluar membeli barang saja pas banget hujan sangat deras.
Ketika Serena sedang terdiam sendiri, tiba-tiba ponsel disaku berdering.
Serena mengambil ponsel dan melihat Ralphie yang menelepon.
“Halo?”
Ralphie berkata, “Sekarang hujan, kamu sekarang dimana?”
Serena terdiam lalu menjawab, “Aku lagi berteduh.”
“Berteduh dimana?” Tanya Ralphie.
Serena mendongakan kepaa, melihat kearah sekitar, lalu menyebutkan nama tempat ada yang disekitar sana, “Hotel Pearl yang tak jauh dari RS.”
Ralphie berkata ‘En’ lalu berkata “Kamu disitu saja tunggu aku.” Kemudian memutuskan telepon.
Serena memasukkan ponsel kedalam saku, kemudian melihat kearah luar, rintikan air hujan yang tak berhenti.
Kira-kira lewat 5 menit, dia melihat bayangan seseorang yang tak asing, membawa payung sambil melihat sekitar.
Ketika Serena melihat Ralphie, Ralphie juga melihat Serena, lalu dengan cepat melangkah kearah Serena.
“Kamu kehujanan tidak?” Tanya Ralphie sambil melihat Serena.
“Tidak kok.” Serena menggelengkan kepala.
“En” Ralphie menganggukan kepala, pandangannya melihat kearah sepatu kain Serena, kemudian berbicara sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan topik sebelumnya, “Air dipinggir jalan cukup tinggi.”
Serena melihat ke jalanan, hujan deras, membuat jalanan jadi tergenang air, kira-kira 1 cm.
Serena menganggukan kepala, “Ia, cukup tinggi.”
“Aku gendong kamu.” Ralphie langsung jongkok kebawah.
Serena sama sekal tidak bisa mengikuti langkah Ralphie, dia hanya terdiam bengong melihat punggung Ralphie dan tidak ada respon sama sekali.
Ralphie melihat dia tidak bergerak, menghadap balik kepala, “Air hujan bisa buat sepatu kamu jadi basah.”
__ADS_1
Serena baru sadar lalu menggelengkan kepala menolak, “Tidak apa-apa, aku bisa jalan sendiri.”