I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 33 Tidak rela Berpisah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bajunya? Serena terdiam sesaat kemudian membuka plastiknya untuk melihat. Ia melihat didalamnya ada baju yang hari itu ia pakai di Hotel Pearl. Kemarin Ralphie bilang dia sudah mengambil bajunya, ternyata ia juga membawa baju Serena!


Serena menggigit bibirnya lalu masuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi, ia mencuci bajunya. Setelah selesai Serena keluar dari kamar mandi dan ia tidak meliat Ralphie di dapur, tidak juga di ruang tamu. Serena terdiam sejenak, baru dia ingin mencari Ralphie tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi.


Hello! Im an artic!


“Halo…” Serena menganggkat telponnya. “Halo, apa benar ini Nona Serena?” orang yang di sebrang telpon bertanya dengan sopan.


“Ya aku Serena, ada apa?” Serena bertanya.


“Nona Serena saya dari HRD PT.Antarts…” di sebrang telpon sana HRD dari PT.Antarts memperkenalkan diriya dan memberitahu masalah plagiatrisme yang terjadi, perusahaannya sudah mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi, dia mewakilkan PT.Antarts meminta maaf dan memberitahu Serena untuk kembali bekerja lusa.


Ini adalah berita yang sangat bagus, Serena terus berterima kasih kepada orang yang ada di sebrang telpon, dan dengan perasaan yang senang menutup telponnya.


Hello! Im an artic!


Kebetulan ketika Serena menutup telponnya, Ralphie baru turun dari atas. Serena terlihat sangat senang berkata kepada Ralphie, “Aku mau beritahu kamu sesuatu!”


“Ya?” Ralphie mengerutkan keningnya.


Ia menceritakan tentang dirinya yang dijebak dan dipecat dari perusahaan. “Sekarang perusahaan sudah memeriksa dengan jelas, lusa aku sudah bisa kembali bekerja.” Setelah selesai berbicara, Serena malah menghela napas, tapi senyum kegembiraannya sangat sulit di sembunyikan.


Ralphie melihat senyum diwajah Serena, dengan hangat bertanya, “Kenapa kamu tidak memberitahuku?”, tanpa berpikir Serena menjawab, “Aku tidak ingin melibatkanmu.”


Serena memejamkan matanya dan berkata, “Aku dipecat, bukan hal yang besar, kalau kau terlibat bagaimana?”


Ternyata karena takut Ralphie lelah dan terlibat… Ralphie menatap yang dihadapannya dengan lembut berkata, “Baguslah kalau sudah di selidiki.”


Serena dengan senang berkata, “Betul! Perusahaan itu sangat baik!”

__ADS_1


Wuu bukan perusahaan yang sangat baik, tapi tuan Su ini yang sangat baik!


Seluruh perusahaan Antarts adalah milik Ralphie, Serena berkata seperti itu juga tidak ada salahnya.


Ralphie menjawab “Ya” lalu merapihkan berkas yang ada diatas sofa. Serena memperhatikannya dan bertanya, “Apa yang sedang kau kerjakan?”


“Banyak berkas yang harus diperiksa.” Ralphie mengangguk. Serena berkata, “Kalau begitu aku pergi tidur saja.”


Ralphie melihatnya sekilas lalu mengiyakan.


Serena mengambil, merapihkan chargerannya dan membawa tasnya lalu dia mengikuti Ralphie naik ke atas. Ralphie mengantar Serena ke kamarnya di lantai 2, “Kamu tidur dikamar ini.”


Serena melihat kamar sebelah yang di tidurinya tadi siang, mengangguk, “Baiklah.”


Ralphie tidak melihat apa yang sedang diperhatikan oleh Serena dan berkata, “Aku disebelah kalau ada masalah panggil saja.” Ternyata tempat tidur yang di tempatinya tadi siang adalah tempat tidurnya.


Ralphie melihat Serena yang tidak menjawab, berdiri sesaat lalu berbalik menuju kamarnya.


Setelah berbaring, dia merasa sangat bahagia.


Dia bisa kembali bekerja di PT.Antarts lagi! Dia bisa kembali mendesain perhiasan yang dia suka!


Setelah berbalik berkali-kali akhirnya Serena mengambil telepon genggamnya dari samping bantalnya dan menghubungi Claudia untuk memberitahu kabar baik ini.


Setelah selesai berbicara dengan Claudia, Serena menonton drama serial. Kemudian ia tertidur sambil menonton.


Setelah selesai mandi, Ralphie kembali ke ruang baca untuk lanjut melihat berkas yang belum selesai ia lihat tadi sore. Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 ketika dia selesai memeriksa berkas-berkas itu. Dia membereskan berkas-berkas itu dan bersiap untuk kembali ke kamarnya, ia melewati kamar Serena dan mendengar ada suara dari dalam.


Apa yang sedang ia tonton? Sekarang sudah pukul 00.00!


Ralphie penasaran, menghentikan langkahnya dan mundur 2 langkah, sampai didepan pintu kamar Serena, dia mengetuk pintu itu namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.

__ADS_1


Ralphie mengerutkan kening, akhirnya membuka pintu dengan pelan. Serena sudah tertidur pulas dan Ralphie melihat telepon genggam yang disamping bantal Serena menayangkan drama.


Ia melihat Serena ketiduran setelah menonton drama, Ralphie menahan tawanya.


Ia kemudian mengambil telepon genggam Serena dan mematikannya, menaruhnya di kabinet samping tempat tidur, ia menyelimuti Serena setelah itu keluar dari kamarnya.


Keesokan harinya ketika Serena turun, ia melihat Ralphie sedang ada didapur menyiapkan sarapan. Serena melihat orang yang sedang berada didapur itu sampai terbengong.


Tidak tahu sudah berapa lama tiba-tiba suara Ralphie terdengar “Sudah bangun?”


“Aaa….” Kesadaran Serena kembali, kemudian mengangguk, “Ya.”


Ralphie berkata, “Makan sarapan dulu.” Serena mengangguk lalu masuk kedapur. Ketika makan Serena tiba-tiba teringat, hari ini dia harus kembali.


Sebenarnya kemarin karena suasana hatinya tidak baik makanya Ralphie membawanya kesini. Kemarin ia sudah merepotkan Ralphie bahkan menginap disini.


Tapi ketika membayangkan ia harus pergi dari sini, tiba tiba bubur yang disuapannya menjadi hambar. Serena yang ragu beberapa saat akhirnya berkata, “Kemarin aku sudah merepotkanmu, hari ini aku akan pulang!”


Mendengar perkataan Serena, Ralphie yang sedang menyuapkan bubur kemulutnya tiba-tiba terhenti. Dia ingin pulang? Ya, seharusnya dia memang pulang, lagipula masalahnya diperusahaan sudah selesai, sudah waktunya dia pergi.


Ralphie menengadahkan kepalanya, dengan cuek berkata, “Tidak apa.” Diam sebentar, Ralphie kembali berkata, “Nanti kamu pergi bersamaku, aku sekalian mengantarmu.”


Setelah mengatakannya Ralphie kembali menunduk, melanjutkan makannya. Serena mengatakan “Baik” dan kembali menunduk untuk melanjutkan makannya juga.


Setelah selesai sarapan Serena ikut Ralphie untuk meninggalkan villa. Setelah naik kemobil, kedua orang itu tidak mengatakan sepatah katapun.


Satu jam kemudian, Ralphie menghentikan mobilnya di pintu masuk Gallowen Manor. Serena dengan suara yang sangat pelan berkata, “Aku sudah sampai.”


Ralphie mengangguk, tidak mengatakan apapun. Serena menatap sekilas Ralphie kemudian membuka pintu turun dari mobil.


Ralphie menatap punggung Serena dengan tatapan yang sulit diartikan, tenggorokannya seperti ingin mengatakan sesuatu. Tapi mulutnya seperti terhalang, dia tidak bisa mengatakan apapun. Pada akhirnya ia hanya mengucapkan “Selamat tinggal” dan kembali menjalankan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2