
Hello! Im an artic!
Setelah Ralphie menyelesaikan teleponnya dengan Serena, ia menelpon supirnya untuk menjemput di depan gerbang.
Ketika dia keluar dari PT.Antarts, supirnya sudah menunggunya digerbang.
Hello! Im an artic!
Ketika supir itu melihat Ralphie ia segera mencabut kunci mobilnya dan memberikannya kepada Ralphie.
Ralphie tidak mengatakan apapun, dia mengambil kuncinya, menaruh kue di tempat duduk penumpang, menyalakan mesin dan segera pergi darisana.
Supirnya terkejut dengan cara menyetir Ralphie.
Wow, apakah Direktur Su sedang balapan? Laju sekali menyetirnya.
Hello! Im an artic!
Sebenarnya Ralphie sedang khawatir dengan Serena makanya dia memyetir dengan sangat cepat.
Dari PT.Antarts menuju Clover Plaza sebenarnya membutuhkan waktu 1 jam, tapi Ralphie hanya 40 menit.
Dengan suara rem yang memekakkan telinga, mobil Ralphie sampai di Clover Plaza.
Dengan tergesa-gesa turun dari mobil, bahkan dia tidak mencabut kunci mobilnya.
Sambil menuju Danau Shady ia sambil menelpon Serena.
Tapi nomor Serena tidak bisa di telpon, Ralphie mengerutkan keningnya, kemudian ia menyusuri Danau Shady untuk mencari Serena.
Danau Shady tidak begitu besar, tapi ada banyak orang disana.
Ralphie melihat kesekeliling mencari Serena.
Akhirnya Ralphie melihat Serena yang menatap kosong Danau Shady di samping bebatuan yang besar.
Beberapa saat Ralphie menganggap bahwa Serena akan melompat kedalam danau ini.
Ralphie mengerutkan keningnya, tak berapa lama, dia dengan langkah besar dan terburu-buru menghampiri Serena.
__ADS_1
Serena seperti merasakan sesuatu, kesadarannya perlahan kembali dan dia menoleh.
Dia tidak berkutik melihat Ralphie dengan tergesa mengahmpirinya, ia perlahan berdiri.
Ralphie yang berjarak sekitar 1meter dari Serena memanggilnya “Serena!”
Panggilan Ralphie membuat tubuh Serena bergetar dan Serena mulai menangis.
Melihat Serena menangis membuat hati Ralphie sakit, tanpa berpikir panjang langsung memeluk Serena.
Serena yang didalam pelukan Ralphie merasa seperti menemukan tempat bersandar dan dalam sesaat dia merasa sangat sedih dan tangisnya makin memecah.
Ralphie mengetahui Serena sangat sedih, dia tidak mengentikan tangisannya dan dengan lembut mengelus punggung Serena, menenangkannya.
Setelah lama menangis di pelukan Ralphie, perlahan Serena mulai tenang.
Ralphie mengeluarkan tisu, sambil menghapus air mata Serena, sambil berkata dengan nada yang sangat lembut, “Kita pulang ya? hmm?”
Serena tidak bicara, hanya mengangguk pelan.
Ralphie mengangguk, ia menggandeng tangan Serena sambil berjalan keluar dari Clover Plaza.
Ralphie mengajak Serena masuk kedalam mobil. Setelah masuk kedalam mobl Serena sudah benar-bear tenang.
Setelah mendengar pertanyaan Ralphie, Serena hampir membuka mulut untuk mengatakan apa yang terjadi, tapi ia mengingat kata kepala departemen yang mengatakan plagiatrisme kali ini akan berdampak besar kepada PT.Antarts. Dia khawtir apabila Ralphie mengetahuinya, Ralphie akan turun tangan untuk membatunya dan pada akhirnya terlibat karena dirinya, Serena memejamkan matanya, tidak mengatakan apapun bahkan satu kata “tidak apa apa.”
Ralphie tidak mengerti mengapa Serena tidak ingin menceritakan hal ini kepadanya? Walaupun Ralphie tidak pernah memberitahunya, tapi dia pasti bisa menebak posisi Ralphie cukup tinggi di PT.Antarts.
Awalya Ralphie ingin langsung menanyakannya kepada Serena, tapi dia mengurungkan niatnya.
Serena bersandar pada bangku dan menyipitkan matanya, tidak ingin menjawab Ralphie, pada akhirnya dia tertidur.
Tapi tidurnya tidak nyenyak, ia terus mengerutkan keningnya.
Ralphie menyadari Serena tertidur dan perlahan menghentikan mobilnya kepinggir.
Dia melepaskan mantel yang dipakainya untuk menyelimuti Serena dan kembali melajukan mobil menuju villanya.
Dari PT.Antarts menuju Clover Plaza Ralphie membutuhkan waktu 40 menit.
__ADS_1
Tapi dari Clover Plaza menuju Shadewoods Manor membutuhkan 30 menit, Ralphie menyetir dengan waktu 1 setengah jam…
Ralphie dengan perlahan mengentikan mobilnya di pekarangan Villanya dan turun dari mobil.
Dia membuka pintu Villanya, setelah itu dia menggendong Serena turun dari mobil.
Serena bergerak dengan perlahan ketika Ralphie menggendongnya dan pada akhirnya kembali tidur setelah merubah posisi wajahnya menghadap Ralphie.
Setelah menggendong Serena, Ralphie menggunakan kakinya untuk menutup pintu mobil, dan menggendong Serena masuk kedalam Villanya.
Setelah masuk ke dalam villa dia menggendong Serena masuk kedalam kamarnya dan meletakannya di tempat tidur.
Ralphie melepaskan sepatu Serena dan menyelimutinya, meninggalkan kamar itu.
Setelah turun dia mengambil kunci mobil dan keluar.
Setengah jam kemudian dia membawa bungkusan besar dan kecil masuk menuju dapur dan mulai sibuk.
Serena tertidur beberapa jam, ketika hari sudah mulai gelap dia terbangun.
Serena mengerakkan tubuhnya dan menguap, di bergeser ke samping tempat tidur dan meraba meja di samping tempat tidur tapi dia tidak menemukan ponselnya.
Serena mengerutkan keningnya dan mecoba meraba mencari ponsel nya tapi tetap tidak ada akhirnya dia duduk.
Dia melihat meja berwarna putih, tempat tidur juga berwarna putih, seluruh perabotan yang ada di kamar itu semua berwarna putih, ia terdiam dan dia melihat sekeliling kamar dan melotot.
Ini bukan kamarnya, ini dimana?
Serena terdiam beberapa saat, dia mengingat-ingat hari ini dia dijebak dan di pecat dari kantor lalu dia pergi ke Danau Shady…
Ia menangis di pelukannya cukup lama, lalu Ralphie membawanya ke mobil, dan ia tertidur didalam mobilnya….
Seharusnya ini ada di villanya Ralphie! Serena melihat sekeliling dan turun dari tempat tidur.
Keluar dari kamar Serena melihat ke sekeliling villa dengan dekorasinya dan perlahan menuruni tangga.
Karena Serena tidak memakai alas kaki, gerak geriknya dari atas sampai tiba dibawah tangga sama sekali tidak bersuara.
Ralphie sedang duduk di sofa sambil memeriksa berkas, cahaya langit sore menembus jendela villa mengenai wajahnya, membuat ketampanan dan keindahannya terpancar bergitu jelas.
__ADS_1
Jantung Serena berdegup memandanginya, terdiam sepersekian detik, baru ingin mengalihkan tatapannya, tapi tidak di sangka Ralphine memalingkan wajahnya, tatapan mereka saling bertemu.
Tatapannya dingin, tapi Serena malah merasa gugup dengan cara tatap Ralphie terhadapnya, dia tidak berhenti memainkan ujung bajunya gugup.