I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 155 Berbagi Tempat Tidur


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah menyetujui kakek, Serena agak merasa menyesal.


Mereka bersama-sama tidur di kamar Ralphie, itu berarti dia harus tidur bersama di satu kamar dan satu ranjang dengannya.


Hello! Im an artic!


Dia dan Ralphie tidur bersama di satu ranjang……


Serena duduk di halaman depan sambil melihat pemandangan malam, dengan lamban dan tidak ingin beranjak dari tempat duduk yang harus berdiri berjalan ke kamar Ralphie.


Tapi dia tidak bisa semalaman ini berada di halaman.


Serena di halaman bersusah payah sangat lama, pada akhirnya tetap masuk ke kamarnya.


Hello! Im an artic!


Ralphie sudah selesai mandi, dan sedang berdiri di depan jendela bertelepon, mendengar suara pintu terbuka, dia berbalik dn melihag sebentar.


Berkontakan dengan pandangan Ralphie, Serena dengan cepat menurunkan pandangannya. Lalu dengan gerakan pelan menutup pintu, dengan hati-hati pergi ke arah kamar mandi.


Dia belum berjalan sampai wastafel, terdengar suara Ralphie.


“Bajumu ada di atas tempat tidur.”


Serena terdiam sejenak, lalu langkahan kakinya terhenti.


Dia berbalik, dan ternyata di atas tempat tidur melihat satu set baju perempuan yang dilipat sangat rapi.


Sepertinya kakek yang menyuruh pembantu rumah untuk membantunya mempersiapkan ini, kakek benar-benar sangat baik padanya……Serena menarik nafas dengan dalam, lalu berbalik ke depan tempat tidur, mengambil baju yang ada di atas ranjang, dan masuk ke kamar mandi.


Saat menunggu Serena keluar dari kamar mandi, Ralphie sudah tidak bertelepon lagi, dan berada di atas sofa mengetik-ngetik di laptop, sambil melihat-lihat data.


Serena melirik Ralphie yang sibuk duduk di sofa, lalu melirik lagi ke arah tempat tidur, ragu-ragu dalam beberapa detik, yang pada akhirnya duduk di sofa yang lainnya.


Dia tidak mengeluarkan suara sedikit pun mengganggu Ralphie, hanya mengambil hp dan melihat-lihat sambil menunggu Ralphie selesai sibuk dan pergi ke tempat tidur untuk tidur, lalu dia tidur di sofa.


Tapi Ralphie seperti seseorang yang berencana tidak tidur terlalu awal, dokumen yang ada di tangannya dibalik ke halaman selanjutnya dan sambil membacanya, pada saat yang bersamaan terus menerus mengetik tanpa henti.


Serena yang menunggunya sudah menguap, dia masih tidak terlihat terburu-terburu untuk tidur.


Di dalam kamar sangat sepi, hanya sesekali terdengar suara Ralphie yang sedang membalikkan dokumennya dan suara ketikan dari laptopnya, suara gemerisik yang menjalin satu sama lain menjadi satu, singkatnya itu adalah sebuah lagu pengantar tidur.


Tidak lama, Serena di tengah-tengah lagu pengantar tidur itu mengambil hp dan bersandar pada sofa lalu tertidur.

__ADS_1


Meskipun Ralphie sedang membalikkan dokumen, tapi semua perhatiannya beralih pada Serena.


Setelah Serena tertidur, dia orang pertama yang pada saat itu langsung tahu.


Dengan cepat menaruh dokumen dari tangannya, berdiri, dan ke depan Serena.


Dia dengan pelan mengambil keluar hp yang ada di tangan Serena, dan menaruhnya di atas sofa, lalu baru dengan hati-hati menggendong Serena dari sofa, dan menaruhnya dia atas tempat tidur.


Ralphie duduk di sebelah tempat tidur, menundukkan kepala, menatap wajah Serena.


Penuh gairah, dengan mata yang meluap-luap.


Bulu matanya yang panjang bergetar, jari-jari tangannya yang putih dan panjang dengan pelan menyentuh matanya saat tidur yang terlihat polos itu.


Hanya saja saat dia tidur, dia baru bisa tanpa sedikit ragu pun mengekspresikan perasaan apa yang ada di dalam hatinya, karena dia tahu dengan sangat jelas kalau di lubuk hatinya sudah ada orang lain yang mengisinya.


Mata Ralphie berkedip tersinggung, dengan pelan menundukkan wajahnya, dengan pelan-pelan menempelkan bibirnya yang tipis ke bibir Serena.


Bibirnya sangat lembut, manis, dia pernah mencobanya sekali, pada kala itu dia berpura-pura menjadi pacarnya, demi membuktikan kepada mereka kalau mereka berdua itu berpacaran.


Hanya sangat disayangkan, pada kala itu dia masih sangat bodoh dengan merasa kalau dirinya hanya menganggapnya seorang teman.


Ralphie sangat ingin mencium Serena, tapi dia tidak berani.


“Hm……” Serena yang sedang tertidur lelap bermimpi indah bergerak sedikit, Ralphie langsung melepaskan bibirnya.


Hanya menatap wajahnya yang sedang tidur, di sorotan matanya penuh dengan cinta yang mendalam……


Serena membuka matanya, yang menyambutnya pertama kali dan membuatnya terkejut adalah wajah Ralphie.


Wajah Ralphie? Apa dia sedang bermimpi?


Serena menutup matanya, lalu membukanya sekali lagi, dan melihat wajah Ralphie yang sangat dekat di depan matanya.


Bukan, bukan mimpi.


Dia dan Ralphie sudah tidur bersama?


Melihat kondisi di depan mata, bola mata Serena hampir saja mau copot keluar dan jatuh ke bawah.


Kemarin malam dia di sofa melihat hp, kemudian bermain hp sampai ketiduran, kenapa bisa sampai ke atas tempat tidur?


Ralphie yang mengangkatnya pindah ke tempat tidur?


Tapi Ralphie bukannya membencinya kalau dekat dengannya? Bagaimana mungkin bisa tidur bersamanya dalam satu ranjang?

__ADS_1


Jangan-jangan dia yang sedang bermimpi berjalan sampai naik ke atas ranjang Ralphie?


Serena belum menemukan jawaban, Ralphie sudah membuka matanya. Tidak hanya membuka matanya, pandangannya sama seperti Serena yang terlihat tertangkap basah. Dengan dingin, dan matanya seperti sebuah danau yang sangat dalam, dalam sampai tidak terlihat dasarnya, keseluruhannya tidak terbangun karena teriknya sinar matahari tapi terbangun karena ketakutan.


Serena terkejut, lalu terpikirkan lagi dia sekarang sudah tidur satu ranjang dengan Ralphie, telinganya panas seperti terbakar, “Itu……aku dan kamu……”


Serena menelan ludahnya, tidak bisa mengeluarkan kata-kata untuk menyelesaikan perkataannya.


Ralphie dengan pelan berkata, “Kemarin malam kakek datang.”


Meskipun Ralphie hanya mengatakan 6 kata, tapi Serena mengerti apa yang dia maksud.


Dia berkata lagi, karena kemarin malam kakek datang, jadi dia menggendongnya ke atas tempat tidur.


Tapi apa ada sesuatu yang tidak beres? Serena merasa dia melewatkan sesuatu, saat Serena menundukkan kepala dan memikirkannya, terdengar suara Ralphie, “Kamu……”


“Aku kenapa?” Serena secara refleks bertanya.


Ralphie menunjuk-nunjuk ujung pakaiannya: “Kamu sudah menekan bajuku.”


Serena melihat ke arah yang ditunjuk oleh Ralphie, ternyata melihat lengannya sendiri telah menekan ujung baju tidur Ralphie.


Wajahnya langsung memerah, lalu dengan gugup mengangkat lengannya, “Maaf, aku tidak memperhatikannya.”


Ralphie tidak mengatakan apa-apa, setelah menarik kembali ujung bajunya, dia membuka selimut, bangun dan masuk ke kamar mandi.


Pada saat Ralphie sedang masuk ke dalam kamar mandi, Serena dengan cepat lompat turun dari tempat tidur, mengambil bajunya sendiri, dan pergi ke ruang ganti mengganti pakaian.


Saat dia selesai berganti pakaian dan keluar, pas sekali Ralphie keluar dari kamar mandi. Mereka berdua saling berlewatan, lalu yang satu masuk ke dalam kamar mandi, satunya lagi masuk ke dalam ruang ganti.


Terakhir mereka berdua berjalan berdampingan keluar dari kamar, meskipun tidak berbicara, tapi mereka berdua begitu dekat, di mata orang lain sudah terlihat sangat dekat.


“Pasangan muda sudah mau keluar ya?” dari jauh kakek melihat mereka berdua dan ikut bergabung, lalu tersenyum senang.


Ralphie tidak mengatakan apapun, hanya Serena yang tersenyum memerah dan memanggil, “Kakek.”


“Serena sini, sarapan.” kakek dengan otomatis mengabaikan Ralphie, dan langsung memanggil Serena.


Ralphie dengan pelan berkata, “Aku ada urusan, kita tidak bisa sarapan.”


“Urusan apa? Sampai sarapan aja sudah tidak bisa menunggu.” kakek mengangkat alisnya.


Ralphie dengan secepat kilat menjawab dengan dua kata, “Rapat.”


Mendengar Ralphie yang mengatakan rapat, kakek tidak menahannya lagi, “Karena mau rapat, kalian pergilah, sekalian bawa Serena pergi ke kantor mu untuk mengenali lingkungannya.”

__ADS_1


Ralphie tidak mengatakan iya tapi juga tidak mengatakan tidak, berbalik dan langsung berjalan keluar.


Setelah Serena dengan terburu-buru mengucapkan sampai jumpa kepada kakek, dia baru berlari kecil menyusul Ralphie.


__ADS_2