I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 4 Cinta Pertama Serena


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena baru tidur tidak lama, ia sudah dibangunkan oleh Claudia.


“Serena, kantorku hari ini ada rapat, aku pergi dulu yah. Baju yang kamu pakai ada diatas bantal, kunci ada di atas tempat tidur, selesai kerja kamu bisa langsung pulang kesini.”


Hello! Im an artic!


“Iya…..” Serena menjawabnya dengan keadaan setengah sadar, lalu ia lanjut tidur.


Ketika ia terbangun, sudah jam 8.


Dengan terburu-buru ia mengenakan pakaian yang di siapkan Claudia untuknya lalu memanggil taksi untuk pergi ke kantor.


Karena kejadian yang terjadi semalam, hari ini Serena tidak begitu bersemangat bekerja, ia terus membuat kesalahan, lalu ia pun dimarahi abis-abisan oleh atasannya Halle Lin.


Hello! Im an artic!


“Serena, kamu lihat sendiri yang kamu gambar ini apaan? Otak kamu sedang mikirin apa? Emangnya garis ini bisa memenuhi standar untuk membuat perhiasan? Bisa?


“Maaf…….” Serena sadar akan kesalahannya lalu ia terus minta maaf.


Halle masih saja marah lalu melihat Serena dan memarhinya: “Jangan pikir karena kamu adalah designer terkenal perhiasan A jadi kamu sudah hebat sekali, sekarang kamu sudah masuk di PT. Antarts jadi kerja baik-baik disini, kalau gambar ini saja kamu gak bisa, kamu bagusan cepat keluar dari PT. Antarts….”


Serena menundukkan kepalanya dan terus menerima marahan dari Halle sampai akhirnya ada yang memberitahukan Halle untuk rapat baru dia pergi.


Sebenarnya Serena hanya salah menggambar satu gambar, tidak seharusnya dia di marahi Halle sampai begitu.


Alasan mengapa Serena di marahi oleh Halle pasti karena seseorang, yaitu Maggie Tang.


Maggie adalah teman satu universitas dan satu kamar dengan Serena, hubungan mereka tidak begitu akrab, tetapi Maggie malah selalu merepotkan Serena selama empat tahun penuh, sampai-sampai Serena sendiri juga tidak habis pikir.


Serena melamar kerja di PT. Antarts, Maggie juga daftar ke perusahaan ini. Karena sekarang mereka bukan teman satu universitas dan satu kamar lagi, jadi kali ini dia tidak akan segan-segan dengannya, dia tidak akan membiarkannya merepotkannya lagi.


Halle adalah senior Serena, memang dari awal dia tidak begitu menyukai Serena, tetapi belakangan karena di tambah lagi beberapa kali provokasi dari Maggie, jadi dia akhirnya pun semakin tidak segan lagi dengan Serena.


Serena adalah orang yang sangat teliti, ia sangat jarang membuat kesalahan, hari ini dia benar-benar sedang banyak pikiran dan pas sekali kesalahannya di temukan oleh Halle.


Serena menghela nafas dan pergi ke toilet.


Ketika ia keluar dari toilet, dia melihat seorang wanita cantik yang sedang berdandan di tempat cuci tangan. Dia adalah Maggie.

__ADS_1


Serena mengerut-ngerutkan dahinya, lalu berjalan ke samping Maggie, membuka kran air, lalu menekan botol sabun cuci tangan, lalu mencuci tangannya.


Maggie mengambil bedak merah dan dengan perlahan menepuk-nepukkannya kewajahnya, tetapi matanaya melihat ke arah Serena dari dalam cermin, “Serena, bagaimana rasanya di maharin?”


Dari awal Serena sudah tahu ini pasti kerjaan Maggie, tapi setelah mendengar Maggie berkata begitu, gerakan tangannya masih sedang membungkuk sedikit, sebentar lagi pun sudah kembali seperti biasa, “Maggie, selain bermain trik kamu masih bisa apa?”


“Kamu………..” Maggie dengan kesal melototi Serena.


Serena dengan tenang membersihkan tangannya, menutup kran air, lalu menarik tissue, setelah selesai mengelap tangannya ia pun membuang tissue itu ke tong sampah dan membalikkan badannya dan pergi dari sana.


Melihat Serena hendak pergi, Maggie dengan keras membanting bedak yang ada di tangannya ke lantai, lalu membalikkan badannya dan memanggil Serena, “Serena.”


Serena menghentikan langkah kakinya tapi tidak membalikkan kepalanya, “Masih ada apa lagi?”


Maggie tersenyum marah lalu berjalan ke depan Serena, berkata: “Serena, hari ini aku ajak kamu ke Royal Club, kamu pergi tidak?”


“Kenapa aku harus pergi?” Serena malah bertanya balik, lalu berencana untuk menyuruhnya menyingkir dari hadapannya.


Maggie memasang muka seolah sayang sekali lalu berkata: “Kakak Gu yang menyuruhku mengajakmu, kalau kamu ga mau pergi yah sudah.”


Mendengar kata “Kakak Gu”, langkah kaki Serena langsung berhenti, lalu ia menoleh dan melihat Maggie, “Kamu bilang Kakak Gu menyuruhmu bicara sama aku?”


“Iya, kemarin Kakak Gu meneleponimu tetapi tidak ada yang angkat, aku bermaksud baik untuk menyampaikannya padamu, kamu pergi tidak? Didalam pandangan mata Maggie terlihat seolah ia sedang menertawakan Serena.


“Jam 9 malam, Royal Club ruang 1112.” Maggie melihat kearah Serena dan memberinya senyum yang misterius, lalu dia pun pergi meninggalkan toilet itu dengan bahagia.


Setelah kembali dari toilet, Serena mengambar ulang gambar yang ada ditangannya.


Tetapi yang ada di pikiran Serena semua adalah kata-kata yang tadi diucapkan Maggie, jadi dia benar-benar tidak bisa menggambar, lalu ia pun membuang gambar itu ke tong sampah, lalu melihat pemandangan yang ada diluar jendela.


Dia masih mengingat dengan jelas kejadian di hari pertama pendaftaran di universitasnya.


Di hari itulah, ia bertemu dengan Alfred Gu, dan juga sejak hari itulah, ia menyukainya.


Selama ini Serena adalah orang yang mandiri, ia tidak akan mengizinkan orang tuanya untuk mengantarnya ke sekolah. Hari pertama mereka sekolah itu pas hujan deras, saat dia keluar dia lupa membawa payung, jadi saat dia masuk sekolah, sekujur tubuhnya sudah basah kuyup.


Dia awalnya berpikir memang sudah terlanjur basah, jadi tunggu prosedur pendaftaran sudah selesai semua baru balik ke dormitory dan mengganti pakaiannya. Jadi ia pun tidak begitu mempedulikannya dan terus menarik kopernya di bawah hujan.


Ketika sedang jalan, tiba-tiba ada payung yang menutupi kepalanya.


Dia terbengong beberapa detik, membalikkan kepalanya dan melihat sebuah wajah yang lembut dan tampan.

__ADS_1


Laki-laki itu tahu kalau dia adalah murid baru, jadi dia pun mengantarkannya ke kantor penerimaan untuk menyelesaikan prosedur pendaftarannya dan mengantarkannya ke dormitory.


Sudah lewat beberapa hari, Serena baru tahu ternyata orang yang membantunya itu adalah orang yang terkenal di sekolahnya Alfred Gu.


Karena dia menyukai Alfred, jadi ia mendaftarkan diri di organisasi yang diikuti oleh Alfred, hanya untuk bisa lebih dekat dengannya. Dia pun mencari tahu tentang apa yang disukai Alfred, bahkan ia mengambil beberapa kelas yang sama dengan Alfred, hanya untuk bisa ngobrol dengan Alfred, dan membahas topik yang sama.


Awalnya ia hanya mencuri-curi pandang Alfred dari kejauhan, ada satu kali ia kepergok oleh Alfred, lalu mereka pun semakin lama semakin dekat.


Karena mempunyai topik yang sama, mereka pergi bersama ke perpusatakaan, mereka berjalan bersama di halaman sekolah, mereka bersama pergi ke atap gedung sains dan teknologi…….


Serena tahu hubungannya dekat dengan Alfred, dan tahu kalau dia tidak punya pacar, teman cewek yang paling dekat dengannya juga hanya ada dia, dia berencana untuk mengutarakan perasaannya.


Tetapi mengutarakan perasaan itu butuh keberanian, tiap kali dia sudah mau mengataknnya, tetapi kata-kata itu tidak bisa keluar dari mulutnya, perasaan itu seperti air yang sudah 99 derajat, hanya kurang 1 derajat sudah bisa mendidih, tetapi 1 derajat saja sangat susah didapatkan.


Tiga tahun sudah berlalu


Alfred lebih besar satu tahun darinya, dia sudah mau tamat, Serena sangat tidak bisa merelakannya.


Di malam sebelum ia tamat, Serena pergi ke dormitory Alfred, bermaskut untuk mengutarakan perasaannya, tapi malam itu dia pergi ke acara dengan teman-temannya.


Serena sangat kecewa, terakhir ia pergi ke atap gedung sains dan teknologi yang paling sering mereka kunjungi.


Menunggu sampai sudah hampir malam, Alfred akhirnya menemukannya.


Alfred baru minum arak, dengan keadaan mabuk dia berkata, Serena, aku sudah mencari kamu dari tadi.


Alfred terus memandang kedalam mata Serena dengan lembut, ada sedikit mabuk, tetapi juga ada sedikit perasaan cinta.


Lalu Alfred memeluknya dengan erat. Didekat telinganya dengan suara kecil ia menyanyikan sebuah lagu.


Karena dia sudah mabuk, apa yang dinyanyikannya tidak begitu jelas, hanya saja dengan samar-samar Serena mendengar “Kehadiranmu dihidupku beberapa tahun ini telat menerangi kesepian yang saya rasakan……..”


Malam itu, Alfred Gu mabuk berat, lagu yang dia nyanyikan belum selesai dan ia sudah tertidur di badan Serena.


Serena menghubungi teman sekamarnya untuk mengantarnya pulang.


Setiap kali, Serena mengingat ketika Alfred memandangnya, dia akan terpikir lagu yang dinyanyikannya dan hatinya berdebar kencang.


Walaupun dia dan Alfred tidak resmi berpacaran, tetapi hubungan mereka sudah seprti orang yang sedang pacaran.


Alfred sibuk dengan pekerjaannya, Serena juga sibuk sekolah, waktu mereka bertemu sangat sedikit, tapi mereka tetap saling menghubungi lewat wechat.

__ADS_1


Ketika beberapa bulan sebelum ia tamat, Alfred memberitahunya dari wechat, tunggu ketika dia sudah tamat, Alfred akan memberinya sebuah kejutan, apakah kejutan yang dia maksud adalah malam ini?


Berpikir sampai disini, alis Serena dengan perlahan menjadi lebih lembut dan bibirnya juga mulai tersenyum.


__ADS_2