
Hello! Im an artic!
Mulut Theo hampir saja jatuh saat mendengar Ralphie meminta maaf dengan nada rendah pada Serena.
Perlu diketahui Tuan muda mereka selama ini terlalu kuat, kakek saja tidak pernah diperlakukan seperti itu.
Hello! Im an artic!
Memang harus diakui, nyonya memang satu-satunya yang spesial.
Theo hanya bergumam dalam hati dan mengalihkan pandangannya.
Bercanda, kemesraan Tuan muda dan Nyonya mana mungkin dia boleh lihat?
Serena awalnya memang kesal karena Ralphie membentaknya, tetapi karena sekarang Ralphie meminta maaf dengan nada lembut seperti ini, dia pun menjadi tidak enak.
Hello! Im an artic!
“Itu…..aku juga salah…….”
Ralphie melihat ekspresi Serena menjadi tersenyum, lalu mengelus pelan rambut Serena, “Sudah, sudah malam, pulang dulu sana.”
“En.” Serena menganggukan kepala, berbalik badan mengikuti Theo pergi.
Setelah berjalan dua langkah, Serena seperti mengingat sesuatu dan akhirnya berjalan kembali.
“Kenapa?” Tanya Ralphie bingung.
“Mantelmu aku lupa balikkin.” Serena berbicara sambil melepaskan mantel yang digunakan.
Tetapi Ralphie menahanya, “Kamu pakai pulang saja, diluar dingin.”
Serena mengerutkan alis bertanya, “Tidak bisa, kamu kan didalam rumah sakit, harus pakai mantel.”
“Nanti kamu titipkan saja mantel nya pada Theo buat dibawa ke sini lagi.” Jawab Ralphie.
Serena mendongkan kepala sekilas kearah Ralphie, dan akhirnya menyetujuinya.
Diperjalanan dari RS ke rumah, Serena sedikit tidak sadar karena mengantuk.
Hingga akhirnya Theo berkata, “Nyonya muda, sudah sampai rumah.”
Serena membuka matanya, melihat sekilas keluar jendela, kemudian sedikit mengucek mata dan turun dari mobil.
Setelah turun dari mobil, Serena melepaskan mantelnya, lalu tiba-tiba seakan terpikirkan sesuatu dan berkata: “Pak Theo, kamu bisa tunggu sebentar baru pergi tidak?”
Theo terdiam sebentar, menganggukan kepala, “Bisa.”
__ADS_1
“Kalau begitu kamu masuk kedalam sebentar.” Serena menganggukan kepala sambil membawa Theo masuk kedalam.
Pembantu rumah tangga mendengar suara pintu, langsung keluar dari kamar.
“Nyonya, kenapa Anda kembali sendiri? Dimana Tuan muda?”
“Kakek sakit, dia di rumah sakit jagain kakek.” Setelah menjawab, Serena kembali berkata pada asisten “Kamu jamu dulu Pak Theo, aku ke atas sebentar.”, lalu dengan terburu-buru naik keatas.
Setelah keatas, Serena tidak kembali kekamarnya, melainkan masuk kedalam kamar Ralphie.
Sebelumnya kamar dibikin hancur oleh Ralphie, semua barang didalamnya sudah diganti baru, tetapi designnya sama sekali tidak berubah.
Serena membuka lemari baju, dan mulai melihat baju-baju Ralphie.
Yang membuatnya terkejut adalah baju didalam lemari Ralphie memang banyak, tetapi modelnya sangat sedikit.
Pandangan Serena terdiam sebentar, kemudian mulai mencari baju lagi dilemari.
Jas, kemeja, pakaian dalam……
Benar, Serena memang berencana membawakan baju Ralphie untuk Theo bawa ke RS.
Setelah selesai memilih baju, dia melipat dan memasukkin kedalam sebuah tas, kemudian pergi.
Ketika akan pergi, matanya melihat sesuatu didepan cermin ada sebuah lemari kecil.
“Kenapa masih ada satu lemari kecil……” Serena tidak terlalu memperdulikannya hanya bergumam lalu membawa tas turun kebawah.
Melihat Serena turun, mereka dengan kompak langsung berdiri.
Serena memberikan tas yang ada ditangan kepada Theo, “Baju ini, tolong bawain ke RS ya.”
Serena tidak memberitahu untuk siapa baju ini, tetapi siapapun juga tahu ini untuk Ralphie.”
Theo mengambil tas dari Serena lalu menganggukan kepala, “Baik, Nyonya.”
Serena menganggukan kepala, berkata: “Hati-hati dijalan.”
Setelah mengantar Theo pergi, Serena baru berbalik badan naik keatas.
Dia pergi mandi dulu, kemudian mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut.
Ketika sedang mengeringkan rambut, pandangannya jatuh pada tasnya yang dia letakkan diatas sofa ketika masuk kedalam kamar.
Serena terdiam sebentar, kemudian meletakkan hairdryernya dan mengambil tas.
Serena kembali duduk ditempat semula, membuka tas, lalu mengambil boneka ukirannya keluar.
__ADS_1
Baru saja dia membuka kotak dan mengambil boneka ukirannya, tiba-tiba ponselnya ada notifikasi masuk.
Serena terkejut lalu dengan satu tangan mengambil ponselnya didalam tas.
Ralphie yang mengirimkan pesan padanya: Sudah tidur?
Serena tersenyum, kemudian membalasnya: Baru selesai mandi, lagi mainin boneka.
Setelah selesai ketik dan bersiap untuk kirim pesan, Serena terdiam.
Beberapa detik kemudian, Serena menghapus pesan yang sudah dia ketik, dan membuka kamera.
Tangan kiri dia memeluk boneka sambil didekatkan ke wajahnya, tangan kanannya selfie.
Kemudian kembali ke SMS, dia kirim foto ini dengan tambahan pesan: “Baru selesai mandi, lagi mainin boneka.”
Tetapi malah tidak mendapatkan balasan dari Ralphie, Serena pikir Ralphie sibuk, jadi dia peluk bonekanya dan tertidur.
Padahal sebenarnya Serena tidak tahu, kalau Ralphie bukan sibuk melainkan dia terlalu excited setelah mendapatkan kiriman foto dari Serena hingga lupa membalas.
Foto Serena sambil memeluk boneka, sangat lucu, sekejap menarik seluruh perhatian Ralphie.
Kemudian Ralphie terus terbengong melihat foto, hingga akhirnya dia baru sadar belum membalas Serena sejak setengah jam yang lalu.
Karena berpikir Serena sudah tidur, Ralphie pun tidak membalas Serena hanya menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper ponselnya untuk terus dilihat.
Hingga Theo masuk kedalam kamar dan memberikan baju yang sudah disiapkan Serena untuknya.
“En?” Ralphie mengernyitkan dahi melihat tas yang ada ditangan Theo.
Theo hanya menjawab, “Nyonya muda menyiapkan baju untuk Anda.”
Serena menyiapkan baju untuk dia……Otak Ralphie masih berputar, setelah memastikan bahwa bukan dia yang salah mendengar baru dia mengulurkan tangan untuk mengambil tas dari tangan Theo.
Ralphie membuka isi tas, didalam ada baju dari dalam sampai luar, semua ada.
Kehangatan pun menyelimuti hati kecil Ralphie terdalam…..
Kakek sakit, Ralphie siang hari ke kantor, malam hari dirumah sakit.
Serena karena harus bekerja, hanya bisa disaat setelah jam kerja pergi kerumah sakit untuk menjenguk kakek, setiak kali dia pergi, Ralphie masih berada dikantor, jadi Serena selalu tidak berpapasan dengan Ralphie.
Sudah dua hari berlalu, dan hari ketiga adalah Hari Sabtu.
Setelah sarapan, Serena membereskan barang, sekaligus meminta tolong asisten rumah tangga untuk membuatkan sup yang akan dibawakan kerumah sakit.
Dua hari ini Serena selalu bolak balik rumah sakit, banyak suster dan dokter yang mengenalnya, jadi setiap kali dia datang pasti akan bertegur sapa dengannya.
__ADS_1
“Pagi Nyonya Su, datang melihat kakek ya!”
“En, pagi.” Serena membalasnya satu per satu, lalu masuk kedalam kamar kakek.