I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 17 Dia Inisiatif Mendekat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena sama sekali tidak tahu Ralphie sedang ingin menyembelih restoran besar kota A.


Setelah mandi, dia berbaring di tempat tidur dan tidak lama kemudian pun tertidur.


Hello! Im an artic!


Saat mengingat eskpresi Ralphie saat melihat uang dan kartu di tangannya, dia merasa sangat sedih dan ingin menangis.


Mengapa merasa sedih? Serena selalu ingat, ekspresi seperti itu sungguh wajar. Dan mungkin setelah ini, mereka tidak akan berhubungan lagi.


Serena berusaha menenangkan diri dan menekan semua kesedihan yang ada.


Tetapi malah tidak terduga, hari kedua dia pun berhubungan dengan Ralphie lagi.


Hello! Im an artic!


Pagi itu Serena sangat sibuk, karena tim lain kekurangan orang, jadinya dia di minta membantu di sana.


Setelah makan siang, dia kembali ke kantor untuk beristirahat.


Sama sekali tidak merasa ngantuk, Serena pun duduk sebentar di meja kantor dan mengambil handphone dari dalam tas, berencana melihat-lihat media sosial.


Saat membuka handphone, terlihat sebuah panggilan tak terjawab.


Saat dia membukanya, terlihat tampilan di layar menunjukkan nama “Tuan Su”, seketika terkejut dan terdiam, dan sungguh tidak bisa percaya.


Tadinya dia mengira antara mereka tidak akan ada hubungan lagi, tapi ternyata Ralphie menelepon dan mengirimkannya pesan singkat.


Mungkin karena di telepon tidak angkat, makanya Ralphie mengirimkan pesan singkat.


Dalam pesan itu tertulis, “Apakah kamu masih marah dengan saya?”


Setelah melihat isi pesan singkat dari Ralphie, Serena tercengang..


Dirinya sedang marah?


Ralphie mengira dia sedang marah kepadanya, dan dia mengira Ralphie memandangnya remeh. Serena seketika tidak tahu harus bagaimana.

__ADS_1


Serena langsung mengetik dan membalas pesan itu, “Saya tidak marah denganmu.”


Mungkin Ralphie sedang sibuk, makanya tidak langsung membalasnya.


Serena menutup pesan itu dan membuka media sosial.


Jelas-jelas handphone nya sudah disetel suara, tetapi saat membuka media sosial, dia masih saja sekali-kali membuka halaman depan untuk melihat apakah ada pesan singkat masuk.


Setelah beberapa menit, Ralphie tetap tidak membalasnya.


Serena tidak lagi bersemangat membaca berita, dia menjatuhkan diri ke meja dan terus menatap layar handphonenya, matanya tidak berkedip sedikitpun, hingga terdengar suara “Tung tung tung” dan diiringi nama “Tuan Su” yang melintas, mata Serena seketika menjadi besar dan cerah.


Dengan tidak sabar dia membuka pesan itu, “Iya.”


Balasan Ralphie sama dingin dan sederhana seperti orangnya.


Serena tersenyum, dan mengetik lagi, “Sangat sibuk ya?” Selesai mengetik, dia merasa kurang tepat, kemudian menggantinya lagi dengan “Sudah makan belum?”


Kali ini Ralphie membalasnya dengan cepat, “Belum.”


“Belum makan?” Serena mengetik sambil mengerutkan kening, kemudian lanjut mengetik, “Sekarang sudah jam 1, kenapa masih belum makan? Kalau tidak makan tepat waktu nanti sakit maag.”


Tidak sampai 1 menit, Serena mengirimkan pesan lagi, “Baiklah, kamu makan saja, saya kerja dulu.”


“Baik.” Ralphie mengirimkan kata ini dan Serena pun kelihatan sudah sibuk bekerja, tidak membalasnya lagi.


Sambil makan, Ralphie melihat bagian teratas dari chat mereka, melihat ulang pesan-pesan singkat yang Serena kirim hari ini.


Sebenarnya hanya beberapa kalimat, tetapi mampu membuat wajah Ralphie tersenyum membacanya.


Hatinya juga serasa meleleh, terasa hangat dan sangat nyaman.


Felix membawakan sebuah dokumen dan memasuki ruangannya, kebetulan melihat dalam mata cuek Ralphie terlintas senyum, dan penuh kehangatan.


Direktur Ralphie sedang tersenyum? Walaupun hanya senyum kecil, tetapi Felix yakin dia tidak salah melihatnya, Direktur Ralphie memang sedang tersenyum! Sambil makan sambil tersenyum lagi…..


Seperti menyadari pandangan Felix, Ralphie segera menarik kembali senyum di wajah dan bertanya kepadanya, “Ada masalah?”


“Tidak tidak, tidak ada masalah.” Felix mana mungkin berani mengatakan ada masalah?

__ADS_1


Setelah meletakkan dokumen itu di meja kantor Ralphie, dia segera melangkah cepat keluar dari ruangan itu.


Jam 5.30 sore hari, Serena kembali ke meja kantornya, mengambil handphone dari tas dan membalas pesan “Baiklah” dari Ralphie, “Saya baru pulang kerja, kamu belum pulang?”


Serena memasuki lift dan mendapat balasan Ralphie, “Belum, lembur.”


Serena membalas “Iya”, kemudian lanjut mengirimkan, “Jangan kecapekan!”


“Iya, hati-hati di jalan.”


……


Sejak pesan singkat hari itu, hubungan Ralphie dan Serena menjadi semakin dekat.


Hanya saja karena mereka terlalu sibuk, jadi hanya bisa berkomunikasi lewat pesan singkat, jarang sekali bisa bertemu.


Meskipun hanya berhubungan lewat pesan singkat, tetapi setiap hari Serena selalu menantikan berbalas pesan singkat dengan Ralphie.


Ralphie adalah orang yang sangat sederhana, jarang membawa handphone, karena jika ada orang mencarinya, biasanya akan melewati Felix.


Tetapi semenjak hari itu, Ralphie selalu membawa handphone kemanapun dia pergi.


Sekalipun saat rapat atau bertemu klien kerja.


Di mata orang-orang ini tidak terlalu menonjol, hanya Felix yang melihat dengan jelas, betapa anehnya situasi itu.


Siapa diantara kalian yang pernah melihat Direktur Ralphie mengirim pesan singkat saat rapat? Siapa d iantara kalian yang pernah melihat Direktur Ralphie mengirim pesan singkat saat bertemu klien?


Asalkan pesan singkat dari sesorang masuk, entah sedang apa dan dimanapun, Direktur Ralphie pasti membalasnya dengan segera.


Sebenarnya Direktur Ralphie sedang berbalas pesan dengan siapa? Felix sungguh penasaran, tetapi tidak berani menanyakannya.


Bercanda saja, dia masih ingin hidup beberapa tahun lagi!


Felix berbicara dalam hati, dan memanggil terus Direktur Ralphie yang sedang mengetik, “Direktur Ralphie?”


“Iya.” Kali ini Ralphie mendengarnya, tetapi tidak mengangkat kepala sedikitpun.


Felix menggosok hidung, “Direktur Ralphie, tentang proposal kerja sama dengan Grup Finansial LM, kita sudah menunggunya hampir setengah tahun, dan sekarang akhirnya ada balasan positif dari mereka.”

__ADS_1


Ralphie baru mengangkat kepala, “Kamu siapkan semua berkasnya, dua hari lagi saya berangkat ke Negara M untuk membicarakan kontrak dengan Grup Finansial LM.”


__ADS_2