I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 250 Cinta Yang Dalam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika Serena tiba di hotel, Claudia belum bangun.


Meski Serena sudah memberitahunya kalau ia akan datang lebih pagi, tapi tetap saja Claudia tidak menyangka kalau akan sepagi ini.


Hello! Im an artic!


“Serena, mengapa pagi sekali?” Claudia yang masih mengenakan piyama mempersilakan Serena masuk ke dalam.


Serena tentu tidak akan memberitahu Claudia, kalau dia keluar rumah lebih awal supaya tidak bertemu dengan Ralphie.


Hanya berkata, “Keluar rumah lebih pagi supaya urusan lebih cepat selesai.”


“Oke, aku yang terlambat bangun.” Claudia mengalah.


Hello! Im an artic!


Serena sedikit tersenyum dan mengangkat kotak makan di tangannya sambil berkata, “Ayo cepat mandi lalu kita sama-sama sarapan.”


“Siap.” Claudia berlagak memberi hormat kepada Serena, membuat Serena tertawa.


“Kamu cepatlah pergi mandi, atau aku tidak akan menunggumu.”


Mendengar Serena bilang tidak mau menunggunya, Claudia langsung cepat-cepat dan berkata, “Tunggu aku, kamu harus menungguku.” sambil berlari ke kamar mandi.


Melihat Claudia yang segera bergegas, Serena tersenyum lalu meletakkan sarapan di atas meja.


Setelah Claudia keluar dari kamar mandi, keduanya sarapan bersama.


Selesai sarapan, mereka check out dari hotel kemudian naik taksi ke Kota Barat.


Sejam kemudian, taksi tiba di tujuan, Serena dan Claudia keluar dari mobil, lalu berjalan menuju kompleks perumahan yang agak kumuh.


Walaupun terlihat agak kumuh, tapi sepuluh tahun yang lalu, wilayah ini dianggap merupakan kompleks perumahan elit.


Waktu itu Serena tinggal di kompleks ini, tapi karena Leonard jarang pulang ke rumah, jadi hanya ada kenangan Serena dan ibunya di sini.


Ketika ibunya meninggal, Serena dibawa untuk tinggal bersama Leonard.


Leonard sangat membenci ibunya, bahkan membenci rumah ibunya. Ia tidak mengijinkan Serena untuk kembali ke sini, Serena hanya bisa datang diam-diam, tapi itu pun sangat jarang.


Kali ini ia menyuruh Claudia untuk tinggal di sini, karena saat ini hubungannya dengan Leonard sedang dingin, dan dia tidak lagi peduli dengan Leonard.


Rumah ini sudah sangat lama tidak ditinggali, Serena dan Claudia berdua membersihkan rumah itu hingga setengah hari.

__ADS_1


Karena Serena hanya ijin kerja sampai siang, jadi setelah Serena membantu Claudia beres-beres, ia bersiap-siap untuk kembali ke kantor.


“Claudia, sekarang sudah selesai, aku harus pergi.”


Mendengar Serena akan pergi, Claudia tampak agak sedih, “Bagaimana kalau kita makan siang dulu baru kau pergi, tadi waktu perjalanan ke sini aku lihat ada beberapa restoran yang menarik.”


“Tidak, siang ini aku harus kembali ke kantor, jika makan siang dulu aku pasti terlambat.” Serena menggelengkan kepala menolak.


Mendengar Serena berkata begitu, Claudia tidak memaksanya, hanya agak mengeluh, “Kamu setiap hari sibuk, kapan ada waktu makan denganku?”


Serena berkedip dan bercanda mengatakan, “Aku akan datang ke sini setiap hari jika kamu memasak untukku.”


“Oke, aku akan memasak untukmu malam ini.” kata Claudia sambil mengangkat bahu.


“Oke, aku akan ke sini untuk makan malam.”


Serena dan Claudia sepakat akan makan malam di sini sebelum keluar dari apartemen.


Karena di sekitar kompleks tidak ada taksi, Serena berjalan beberapa ratus meter ke persimpangan menyewa taksi dan pergi.


Tak lama setelah Serena pergi, sebuah suara hormat datang dari pintu sebuah klub puluhan meter di belakangnya, “Tuan Ralphie?”


Ralphie menatap lurus ke persimpangan jalan di mana Serena tadi naik taksi. Ia tidak berkata apa-apa.


Felix menelan ludahnya dan bertanya, “Tuan, bagaimana kalau kita membuntuti tadi nyonya baru saja keluar dari….”


“Baik.” Felix menunduk dan menyimpannya dalam hati.


Jelas-jelas ia ingin tahu mengapa istrinya ada di sini, tapi tidak ingin membuntutinya, benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan Tuan Ralphie.


Ralphie tidak tahu apa yang dipikirkan Felix, ia menoleh ke belakang dan dengan dingin berkata, “Pulang saja.”


Bukankah datang ke klub untuk membicarakan bisnis dengan orang Hong Kong? Sekarang sudah di depan pintu klub malah ingin pulang?


Felix melirik wajah Ralphie yang tanpa ekspresi, mengangguk sambil berkata ‘Ya’ lalu dengan cepat berjalan ke tempat parkir untuk mengambil mobil.


Setelah satu jam berkendara, mereka tiba di vila.


Ralphie memberi isyarat ke Felix untuk menunggu di mobil, lalu ia turun dari mobil dan masuk ke vila.


Belum sampai lima menit, Ralphie keluar lagi dari vila.


Sekarang Felix mengerti apa yang sedang terjadi.


Di depan pintu klub, Tuan Ralphie melihat istrinya naik taksi. Lalu ia meminta Felix mengantarnya kembali ke villa untuk bertemu dengan istrinya. Setelah menemui istrinya, Tuan Ralphie pasti akan kembali ke klub untuk membahas bisnis dengan klien.

__ADS_1


“Tuan Ralphie, kembali ke klub ya?”


Ralphie tidak menjawab pertanyaan Felix. Ia langsung membuka pintu mobil yang terparkir di halaman dan pergi.


Tebakan Felix hampir benar, Ralphie pasti meminta Felix untuk mengantarnya kembali ke vila untuk menemui Serena.


Tapi usahanya sia-sia, ia tidak melihat Serena.


Ralphie kebingungan, kemudian ia menurunkan Felix dan mengendarai mobil meninggalkan vila.


Setelah keluar dari vila, Ralphie tidak tau harus ke mana, ia hanya berjalan-jalan mengelilingi kota dengan mobilnya.


Hingga jam tujuh malam, ia pikir Serena pasti sudah pulang, jadi ia menyetir pulang ke vila.


Sayangnya, ketika Ralphie masuk pintu, supir Li yang biasa mengantar jemput Serena sudah kembali tetapi Serena tidak ada.


Ralphie menanyakan ke mana Serena pergi, tapi supir Li juga tidak tahu.


Ke mana dia pergi? Ralphie semakin merasa tertekan. Akhirnya dia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Serena.


Karena sudah membuat janji dengan Claudia untuk makan malam bersama, setelah pulang kerja, ia menyuruh supir Li untuk pulang terlebih dahulu, lalu ia naik taksi ke tempat Claudia.


Ketika tiba di tempat Claudia, makan malam sudah siap. Meski tidak banyak, tapi cukup untuk dua orang.


Setelah makan malam, Claudia memotong buah, mereka makan sambil duduk di sofa dan mengobrol.


“Serena, sekarang kau tinggal di mana? Apakah kau berencana untuk pindah?”


Serena terdiam lalu menjawab, “Kontrakanku di sana belum berakhir, masih beberapa bulan lagi.”


“Oh, baiklah.” Claudia mengangguk. “Jika masa kontraknya sudah berakhir, kita bisa tinggal bersama di sini, mumpung bisa saling memperhatikan.”


Serena menusuk sebuah apel dengan tusuk gigi. Ketika ia ingin memasukkannya ke mulut, ponselnya berdering.


Serena mengunyah apel itu sambil mengangkat ponselnya.


Apel itu manis, Serena menyukainya, tapi ketika melihat layar ponselnya, apel manis yang ada dalam mulutnya itu seketika berubah menjadi hambar.


Ternyata itu adalah pesan singkat dari Ralphie. Apakah kamu masih sibuk? Kapan pulang ke rumah?


Pulang ke rumah…. Kata-kata yang sangat indah.


Serena menatap layar ponselnya, pandangannya agak kabur.


“Serena, kamu kenapa?” Claudia melihat Serena dari tadi hanya diam, ia dengan heran bertanya.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, hanya iklan yang sangat menarik.” Serena tersadar, mematikan ponselnya dan memasukkannya ke sakunya, lalu lanjut memakan apel.


Claudia tidak terlalu memikirkannya. Setelah berkata ‘Oh’, ia lanjut mengobrol dengan Serena.


__ADS_2