I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 43 Ralphie kembali


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Felix pergi, ekpresi Ralphie menjadi dingin dan sedikit demi sedikit menjadi suram.


Akhirnya Ralphie keluar dari rumah sakit namun belum kembali ke mansionnya.


Hello! Im an artic!


Karena ayah Ralphie sudah pulang dan menyuruh orang untuk menjemput Ralphie ke rumah keluarga Su.


Ralphie tidak menolaknya, ia tinggal di sana dengan tenang


Hello! Im an artic!


Dia tidak tahu Serena mencarinya ke sana hingga hampir gila.


Setiap hari sebelum pergi kerja, Serena akan mampir ke mansion Ralphie. Dan setelah pulang kerja ia pun akan mampir ke sana sebelum pulang ke rumah.


Bolak balik selama beberapa hari membuat penjaga Shadewoods Manor mengenal dirinya.


Hari ini, Serena datang lagi ke Shadewoods Manor.


Melihat Serena, penjaga langsung menyapanya, “Nona Luo, mencari Tuan Su?”


“Aku datang untuk melihat apakah dia sudah kembali?” Serena bertanya dengan suara pelan.


Penjaga itu menggeleng, “Belum.”


“Baiklah, terima kasih.” Serena mengangguk pada penjaga itu lalu menyusuri jalan hingga sampai di mansion Ralphie.


Serena berdiri sebentar. Ketika ingin berbalik, ia melihat daun-daun di halaman mansion Ralphie sudah tidak ada.


Apa dia kembali? Ada kilatan kebahagiaan di mata Serena lalu ia berlari dengan semangat dan menekan bel.


Pintu terbuka namun bukan Ralphie melainkan seorang wanita paruh baya yang asing.


“Halo, anda mencari siapa?” Wanita itu bertanya dengan sopan.


Serena memelintir ujung bajunya dengan gugup lalu berkata: “Aku…aku mencari Tuan Su, apa dia di rumah?”


“Tuan Su tidak di rumah.” Wanita paruh baya itu menjawab.


Serena kembali bertanya, “Kalau begitu…apa anda tahu kapan dia akan kembali?”


Wanita paruh baya itu meminta maaf pada Serena: “Maaf, aku tidak tahu. Aku hanya membersihkan halaman mansion Tuan Su.”


Ternyata bibi yang rutin datang untuk bersih-bersih! Ekspresi Serena sangat kecewa.


Setelah diam beberapa saat, dia kembali bertanya, “Apa aku boleh masuk untuk melihat-lihat?”

__ADS_1


“Nona, Tuan Su tidak terlalu suka ada orang asing yang masuk ke dalam mansionnya, jadi…” Wanita paruh baya itu melihat Serena dengan wajah bingung.


“Oh.” Serena melirik ke dalam mansion lalu berbalik pergi.


Setelah satu minggu, Ralphie kembali ke Shadewoods Manor.


Lalu lintas di dalam kota sangat baik karena jam 10 pagi dan hari kerja. Dengan cepat mobil Ralphie sampai di Shadewoods Manor.


Ketika mobil berbelok ke pintu masuk, penjaga mengulurkan tangan dan menghentikan mobil.


Felix menurunkan jendela dan penjaga segera berlari ke arahnya lalu bertanya, “Apakah Tuan Su di dalam mobil?”


Felix mengangguk, “Kenapa?”


“Aku ingin memberitahu Tuan Su, beberapa hari ini ada orang yang datang mencarinya.” Penjaga itu berbicara.


Felix menoleh ke Ralphie yang sedang memejamkan matanya di kursi belakang lalu bertanya pada panjaga: “Siapa yang mencari Tuan Su?”


“Seorang Nona bermarga Luo.” Penjaga itu menjawab.


Mendengar kata-kata penjaga itu, Ralphie langsung membuka matanya.


Kenapa dia mencarinya? Menjadi mak comblang untuk kakaknya?


Nona bermarga Luo? Serena Luo? Felix melirik Ralphie yang sudah membuka matanya, dan yakin tebakannya benar.


Presiden Su memberi tahu Nona Luo tempat tinggalnya. Seperti yang di duga, Nona Luo spesial untuk Presiden Su.


Penjaga itu adalah seorang pemuda yang pemalu. Melihat Felix yang menawan berterima kasih, ia sedikit tersanjung dan setelah berkata ‘Sama-sama’ ia mundur dan menekan remote control pagar untuk membuka pagar.


Mobil kembali menyala melewati satu demi satu mansion dan terakhir berhenti di mansion Ralphie.


Ia langsung turun dari mobil, tidak menunggu Felix membukakan pintu untuknya.


Lalu langsung menekan password pintu mansion dan masuk.


Felix membawa koper Ralphie dan berjalan masuk di belakangnya, “Presiden Su, barang-barang anda mau di letakkan dimana?”


Ralphie berjalan ke sofa dan duduk lalu menunjuk ke sisi sofa, “Disana.”


“Baik.” Felix mengangguk dan meletakkan koper di sisi sofa.


Lalu dia keluar lagi dan membawa dokumen dan tas kantor Ralphie kemudian meletakkan di meja.


Setelah selesai, Felix berkata dengan sopan pada Ralphie: “Presiden Su, makan siang anda sudah…”


Ralphie langsung memotong omongannya, “Kamu tidak perlu khawatir.”


“Baik.” Felix mengangguk dan berbalik pergi.

__ADS_1


Ralphie duduk diam di sofa sebentar lalu membuka tas kantor yang ada di meja dan mengeluarkan laptop, bersiap untuk bekerja.


Saat laptopnya di keluarkan, ponsel yang ada di dalam tas kantornya pun keluar.


Ini adalah ponsel yang di siapkan oleh Felix untuknya, namun tidak pernah di bukanya.


Ralphie memandang ponsel itu sebentar lalu membuka laptopnya.


Ia menatap keyboard selama beberapa detik lalu pandangannya beralih ke ponsel.


Tanpa sadar ia mengambil ponsel yang ada di atas meja.


Ia menatap ponsel itu lalu seperti telah memutuskan, ia menyalakan ponsel itu.


Saat ponsel menyala, ponsel tidak berhenti berbunyi. Setelah hampir 5 menit, akhirnya ponsel itu diam.


Lebih dari 100 panggilan tidak terjawab dan pesan.


Panggilan tidak terjawab, selain beberapa dari Isa dan sisanya dari Serena.


Setiap hari dia menelpon dan yang terbanyak adalah saat janjian nonton film malam itu.


Dan pesan, selain beberapa pengingat dari layanan telepon, beberapa spam, sisanya adalah pesan dari Serena.


“Aku sudah sampai, kapan Kamu datang?”


“Kamu kenapa?”


“Ada apa denganmu?”


“Kamu di mana?”


“Aku tidak menemukanmu di kantor, begitu juga di di rumahmu. Kamu dimana?”


“Apa Kamu ke luar negeri?”


……


Ralphie menatap panggilan dan pesan yang tak terhitung itu dengan bingung. Hatinya sangat sedih.


Dia mencari tanpa lelah hanya untuk memperkenalkannya pada kakaknya…


Ralphie menarik sudut bibirnya dengan dingin dan berpura-pura tidak melihatnya dan mematikan ponselnya .


Setelah pulang kantor, Serena pergi ke mansion Ralphie seperti biasanya.


Saat berjalan ke pintu masuk, penjaga di dalam berkata: “Nona Luo, Tuan Su telah kembali.”


Sudah kembali? Serena kaget lalu menjawab, “Dia benar-benar kembali?”

__ADS_1


“Iya, ia kembali pagi ini.” Penjaga itu mengangguk.


“Terima kasih pak penjaga.” Serena berterima kasih pada penjaga lalu berlari kecil ke arah mansion Ralphie.


__ADS_2