I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 41 Flora memisahkan Serena dan Ralphie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena dan Ralphie sedang berjalan mengitari Danau Shady dan bersiap untuk pulang.


Hello! Im an artic!


Saat melewati Clover Plaza, big screen sedang memutar sebuah berita.


“Premier Film Zero, dengan investasi Grup Su dan di sutradarai oleh Tuan Zhang akan


Hello! Im an artic!


akan di adakan di Clover Plaza besok malam pukul 8.50.


“Akhirnya premier Zero!” Serena berteriak kecil.


Ralphie menolah ke Serena, “Kamu suka?”


“Iya, aku sangat suka filmnya. Aku menonton semuanya.” Serena mengangguk.


Ralphie diam beberapa saat lalu berkata: “Aku punya tiketnya.”


Mata Serena bersinar mendengar kata-kata Ralphie, “Benarkah?”


“Iya.” Ralphie mengangguk lalu kembali bertanya, “Mau berapa?”


“Dua, tidak, tiga.” Serena menunjukkan angka dua dengan jarinya, kemudian dia segera mengubahnya menjadi tiga ketika mengingat Claudia juga menyukai sutradara ini.


Ralphie tertegun mendengar Serena ingin 3 tiket, ia pun berkata: “Besok aku akan menyuruh Felix untuk memberikan tiketnya untukmu.”


Mendengar Felix yang mengantarkan tiketnya, Serena langsung bertanya, “Bukan Kamu?”


Ralphie diam.


Untuk apa Serena tetap pergi jika dirinya tidak pergi? Satu tiket untuk Claudia sudah cukup.


“Jika Kamu tidak pergi maka satu tiket saja cukup.” Serena menjawab tanpa berpikir.


Jika dia tidak pergi maka hanya butuh satu tiket? Apakah itu yang dia mengerti? Ralphie menoleh melihat Serena.


Sorot lampu neon yang berwarna-warni di tempat itu mengenai tubuh Ralphie membuatnya menjadi bercahaya dan menawan.


Serena sangat senang sehingga tidak berani menatap wajahnya, “Hm…sudah kemalaman, ayo pulang.”


Ralphie berkata: “Aku pergi.”


Mendengar itu, Serena mendongakkan kepalanya melihat Ralphie, “Benarkah?”


“Ng, jam 8 aku akan menjemputmu.” Ralphie mengangguk.

__ADS_1


Serena segera menjawab, “Baiklah.”


Ralphie mengangguk pelan dan diam.


Mereka berdua berjalan berdampingan meninggakan Clover Plaza dan naik ke mobil…


Pukul 5.30 sore, Serena keluar dari kantor.


Ketika ia bersiap menuju stasiun kereta bawah tanah, ada yang memanggilnya dari belakang, “Serena.”


Serena menoleh dan ia kaget saat melihat Flora .”Kak, kenapa Kamu bisa ada di sini?”


Sebenarnya Flora juga tidak ingin bertemu dengan Serena, ia berencana untuk mencari Ralphie. Hanya saja ia tak menyangka tidak dapat menemukan Ralphie sehingga mau tak mau ia bertanya pada Serena.


Flora tersenyum lembut pada Serena, “Aku mencarimu.”


Serena sangat senang mempunyai hubungan yang baik dengan Flora, “Terima kasih kak.”


Flora tidak suka namun ia tertawa dengan hangat, “Ayo kita makan bersama.”


Serena sedikit ragu, lalu berkata: “Baiklah, tapi aku ada urusan jam 8.50.”


“Urusan apa?” Flora melirik lalu tersenyum: “Makan tidak membutuhkan waktu lama sehingga tidak akan mempengaruhi urusanmu.”


Serena berkata ‘Ng’ lalu berkata: “Kak, aku ingin menelpon sebentar.”


“Ok.” Flora mengangguk.


Ralphie yang seperti sedang menunggu telepon langsung mengangkat, “Iya.”


Serena berkata: “Itu…aku ingin bilang, Kamu tidak perlu menjemputku di Gallowen Manor, aku akan makan malam dengan kakakku dan tidak pulang. Aku akan langsung ke Clover Plaza setelah selesai.”


Setelah terdiam bebetapa detik, Ralphie menjawab ok.


“Sampai jumpa di sana.” Serena tersenyum…


Setelah selesai menhubungi Ralphie, ia menelpon Claudia.


Ia tersenyum pada Flora, “Ayo kita pergi kak.”


Flora mengiyakan lalu menggandeng Serena dengan akrab.


Mereka pergi ke sebuah restoran yang tidak jauh dari PT.Antarts untuk makan malam.


Sambil makan mereka berdua mengobrol dan akhirnya ia membicarakan Ralphie.


“Serena, siapa nama pria tampan yang kemarin bersamamu?”


“Kak, kenapa Kamu bertanya tentang dia?” Serena menatap Flora dengan curiga.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, hanya asal tanya.” Flora menjawab sambil tersenyum.


Serena menjawab dengan jujur, “Marganya Su, aku tidak tahu namanya.”


“Oh begitu.” Senyum Flora semakin bersinar, ia menyumpitkan sayur pada Serena, “Serena makan yang banyak.”


“Makasih kak.” Serena mengangguk.


Setelah lewat 10 menit, Flora tiba-tiba berdiri dan berkata: “Serena, ponselku kehabisan baterai. Tolong pinjami ponselmu.”


“Baiklah.” Serena tidak akan menolak permintaan Flora. Ia mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Flora.


“Kamu makanlah dulu, aku akan kembali setelah selesai menelpon.” Flora tersenyum pada Serena dan keluar.


Setelah pintu tertutup, senyum Flora langsung menghilang.


Ia menoleh ke belakang lalu berjalan ke ujung koridor dan membuka kontak ponsel lalu mencari nomor telepon Ralphie. Setelah menemukannya ia segera menyimpannya di ponselnya.


Setelah menyimpan nomor itu, ia kembali melihat-lihat isi ponsel Serena. Setelah tidak menemukan apapun lagi, ia keluar dari daftar kontak.


Ia menoleh ke pintu yang tertutup itu lalu menghubungi seseorang dengan ponsel Serena.


Setelah menelpon beberapa menit, Flora mematikannya dan kembali ke ruang makan dengan puas.


Serena mengangkat kepalanya dan berkata: “Kamu sudah kembali kak.”


“Ng.” Flora mengangguk dan mengembalikan ponsel Serena. “Ini ponselmu.”


Serena menerima ponsel itu lalu berdiri: “Kak aku harus pergi.”


Flora mengiyakan.


Serena mengangguk, berdiri dan meninggalkan ruangan.


Setelah menatap kepergian serena, Flora mengeluarkan ponselnya dari tas dan menelpon nomor yang baru di simpannya


Setelah menunggu lama, akhirnya di angkat.


“Halo.”


Mendengar suara tidak bersahabat yang ia kenal, Flora langsung tahu ia tidak salah nomor.


Ia tersenyum jahat lalu berkata: “Halo, Tuan Su.”


Setelah hening beberapa saat, ada suara yang bertanya: “Dari mana dapat nomor ini?”


“Serena yang memberikannya!” Sudut bibirnya terangkat,: “Barusan Serena memberikannya padaku. Ia bilang ingin memperkenalkanmu padaku…”


Telepon sudah di matikan sebelum Flora selesai bicara.

__ADS_1


Flora tidak marah, ia malah tertawa.


Karena tujuan pertama ia menelpon adalah ingin membuat kesalahpahaman di antara Serena dan Ralphie.


__ADS_2