I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 163 Rencana Dari Kebaikan Bella


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena pergi tak berapa lama, Felix masuk kembali kedalam ruangan.


“Direktur Su.”


Hello! Im an artic!


Ralphie hanya diam berdiri ditengah ruangan tanpa berbicara apapun, tak tahu apa yang sedang dipikirkan.


Tak lama, Ralphie pun pelan-pelan membalikkan badannya.


“Sementara ngga perlu peduliin.”


Sebenarnya Ralphie pikir demi Serena dia berencana membantu Leonard untuk mengembangkan pasar diluar negeri.


Hello! Im an artic!


Tetapi tadi Serena dengan jelas berkata tidak ingin dirinya membantu Leonard, walaupun pada akhirnya tidak tahu kenapa dia menyetujuinya untuk membantu Leonard.


Tetapi pada akhirnya Ralphie tetap memutuskan, selama belum tahu apa yang dipikirkan oleh Serena, maka tidak boleh pergi membantu Leonard.


Sementara ngga perlu peduliin? Mendengar perintah Ralphie, Felix agak sedikit kebingungan.


Tentu saja dia tidak menanyakan masalah keanehan ini, bercanda, dia bisa memutuskan ini pasti karena ada alasannya, kalau saja dia bertanya, bukannya membuat dia masuk ke dalam lubang buaya?


“Baik, Direktur Su.”


Ralphie hanya ‘En’ lalu melambaikan tangan kearah Felix.


Felix memberkan hormat lalu keluar dari ruangan baca.


Serena tahu jelas Ralphie bersedia membantu Leonard karena demi Flora, tetapi Serena tidak terlalu banyak pikir karena bagaimanapun dia tahu hubungan diantara Ralphie dan Flora.


Liburan akan segera tiba, pekerjaan sebelum libur selalu sangat banyak, apalagi seperti Ralphie. Serena karena sudah menyelesaikan pekerjaan dari Dottie, maka sekarang dia sangat gabut.


Bahkan dia masih bisa menerima telepon dari Bella dan janjian pergi makan malam.


Dan disaat itulah, Serena merasa terkejut.


Karena hari itu sibuk, Serena tidak memperhatikan ponsel.


Setelah selesai jam kerja, dia melihat ponsel dan menyadari ada dua panggilan tak terjawab.


Telepon setengah jam yang lalu.

__ADS_1


Nomor ponsel yang tertera pun tak asing baginya, Bella ibu tirinya.


Hubungan Serena dan Bella terbilang cukup baik, biasa mereka lebih banyak berkomunikasi, hanya saja setelah menikah dia sangat sibuk, ditambah lagi dengan dia merasa kalau dia sudah merebut posisi Flora dan merasa tidak enak hati pada Bella, jadi dia tidak pernah menghubungi Bella.


Sekarang Bella menghubunginya, dia tentu saja akan telepon balik.


Telepon berdering tak lama langsung sudah ada yang mengangkat. Suara Bella pun terdengar, “Serena.”


“Maaf Bibi, aku tadi kerja, jadi ngga perhatiin ponsel.” Kata Serena pada Bella.


“Ngga apa-apa, Bibi tahu kok kamu sibuk.” Bella terdiam sebentar kemudian lanjut berbicara: “Karena setelah menikah sudah ngga pernah ketemu kamu, aku jadi kangen.”


Suara Bella yang lembut dan membawa nada yang sangat perhatian membuat Serena menjadi sangat hangat.


“Aku juga kangen sama Bibi.”


“Kangen aku bukannya balik untuk menjenguk……” Bella tiba-tiba terdiam sebentar kemudian bertanya: “Serena, kamu sudah selesai jam kerja? Ayo keluar makan sama Bibi.”


Serena tanpa berpikir panjang langsung menyetujuinya, “Ok, Bibi dimana?”


“The Waterfront Blossom.” Bella kembali terdiam dan dua detik kemudian bertanya, “Bisa ngga?”


Serena terdiam sebentar, baru menjawab: “Bisa.”


Serena menjawab, “Ngga perlu, aku ada kendaraan.”


“Oh ia, kamu pasti ada mobil khusus anter jemput kamu, lihat lah ingatan Bibi ini…….” Belum selesai Bella berbicara, Serena memutuskan pembicaraan, “Bibi, aku matiin telepon dulu ya.”


……


Setelah menutup telepon, Serena dengan cepat menyimpan barang yang ada diatas meja kedalam tas, kemudian dengan tergesa-gesa membawa tas sambil pergi keluar dari kantor.


Serena langsung pergi ke taman dekat tempat kerjanya dan naik kedalam mobil supir Pak Li.


“Pak Li, mohon antar aku ke The Waterfront Blossom.”


“Baik Nyonya.” Pak Li menganggukan kepala, kemudian menyalakan mobil dan melaju kearah The Waterfront Blossom.


Baru saja mobil sampai didepan The Waterfront Blossom, Serena sudah mendapatkan telepon masuk, dia mengangkat telepon, belum dia berbicara dia sudah melihat Bella didepan pintu utama The Waterfront Blossom.


Ketika Serena melihat Bella, Bella juga melihat Serena, Bella dengan segera menuruni tangga dan datang menghampiri Serena.


Setelah mobil berhenti, Serena turun dari mobil, “Bibi.”


“Serena, kamu sudah datang.” Wajah Bella tersenyum dengan lembut, dan melihat kearah wajah Serena berkata: “Sudah lama ngga ketemu, kamu sepertinya gemukan.”

__ADS_1


“Aku gemukan kah? Aku saja ngga sadar.” Serena bertanya sambil tertawa.


Bella memegang wajah Serena dan berkata: “Agak gemuk, berarti dia berperilaku baik padamu, aku bisa lebih tenang.”


Mendengar perkataan itu dari Bella, mata Serena menjadi merah.


Jelas-jelas dia sudah merebut posisi kakak tetapi Bibi masih begitu perhatian padanya.


Bella melihat Serena yang menangis, lalu mengambil tisu dari dalam tas dan menyeka air matanya, “Anak ini, kenapa nangis?”


Serena mengambil tisu dari tangan Bella, dia menyeka air matanya sambil tertawa berkata: “Bibi, aku ngga nangis, aku hanya merasa senang.”


“Ia, kamu ngga nangis, hanya saja nangis sambil tertawa.” Kata Bella yang memanjakan.


Serena pun tertawa terbahak-bahak, “Hahaha……”


“Kamu anak ini……” Bella mengelus kepala Serena, kemudian berkata: “Ayo kita masuk, aku sudah pesen ruangan.”


“Oke.” Serena mengangguka kepala, tiba-tiba seakan teringat sesuatu, dia berdiri disamping mobil Pak Li dan berkata: “Pak Li, kamu ngga perlu tungguin aku disini, kamu balik duluan saja.”


Pak Li dengan wajah keberatan berkata: “Nyonya, kerjaan saya adalah mengantar jemput Anda.”


Serena menggerutkan alisnya, “Pak Li, kamu balik duluan saja, kalau dia sudah balik, kamu ngomong ke dia saja aku pulang agak malaman.” “Baik.”


Setelah menyuruh Pak Li pergi, Serena dan Bella bergandengan tangan masuk ke dalam The Waterfront Blossom.


“Serena, kamu suruh supir kamu balik, nanti kamu balik sama siapa?”


“Ngga apa-apa, nanti aku pulang saja naik taksi.” Jawab Serena.


Mendengar perkataan Serena, Bella kaget dan berkata: “Status kamu sekarang ini, bagaimana boleh pulang naik taksi sendirian?”


“Kenapa tidak boleh?” Setelah Serena berbicara selesai kalimat ini, dia tertawa terhadap Bella, kemudian berkata: “Bibi, aku laper, kita pesen makanan dulu yuk.”


Bella dengan speechless menggeleng-gelengkan kepala, “Ok, yuk kita makan.”


Karena Bella sudah lebih awal memesan makanan, jadi begitu mereka masuk, pelayan langsung menyajikan makanannya.


Makanan yang dipesan Bella adalah makanan kesukaan Serena, apalagi makanan di The Waterfront Blossom sangat sesuai dengan selera Serena.


Bella sambil mengambilkan lauk untuk Serena pun berkata: “Kamu makan pelan-pelan, ngga ada yang mau rebutan sama kamu kok.”


“Wu……En……” Mulut Serena penuh dengan makanan sampai apa yang dia ucapkan pun tidak jelas.


“Kamu makan dulu, jangan ngomong.” Bella tersenyum lembut dan mengambilkannya lauk.

__ADS_1


__ADS_2