
Hello! Im an artic!
Di ruangan, selain Leonard, ada perawat yang khusus ditugaskan Serena untuk merawat Leonard.
Ketika Serena masuk, perawat itu menyapa Serena, lalu pamit keluar ruangan, meninggalkan ruang untuk ayah dan anak berdua saja.
Hello! Im an artic!
Leonard melihat wajah Serena dengan penuh kegembiraan, mengambil touchpad yang disiapkan untuk berkomunikasi karena dia masih tidak dapat berbicara, dan jari telunjuk kanannya perlahan menulis kalimat pada touchpad, “Serena, kamu sudah datang! ”
Serena menjawab ‘Hmm’, dan duduk di samping tempat tidur Leonard.
Melihat bahwa wajah Serena tidak begitu baik, Leonard menulis, “Ada apa? Apakah tidak berbicara jelas dengan Ralphie?”
Apa yang harus dikatakan? Bahkan dia tidak ingin melihat Serena, malahan ingin bercerai dengannya.
Hello! Im an artic!
Pandangan mata Serena gelap, dia tidak berbicara sepatah pun.
Sekilas Leonard tahu bahwa antara Serena dan Ralphie ada yang tidak beres.
Di atas kertas, ia menulis, “Serena, Bella yang membuat jalan buntu antara kamu dan Ralphie, dan itu semua salahku. Aku belum mengetahui sosoknya yang sebenarnya, dan seperti inilah rupanya sekarang. Sekarang Ralphie juga memiliki presentase saham Grup Luo, dia ingin mendapatkan Grup Luo. Sampaikanlah pada Ralphie, asalkan kalian bisa berbaikan, semua sisa saham di tanganku akan diberikan kepadanya. ”
Setelah permasalahan dengan Bella ini, Leonard benar-benar menyesalinya.
Menyesal bahwa ia telah memperlakukan Ariya dengan buruk, menyesal telah memilih Bella, dan membiarkan Bella membunuh Ariya.
Menyesal selalu memperlakukan Serena dengan buruk …
Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan sekarang adalah memberikan yang terbaik bagi Serena.
Mengenai Grup Luo, ia tidak lagi menginginkannya dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Asalkan Ralphie dapat berdamai dengan Serena, ia akan memberikan Ralphie sisa beberapa saham miliknya.
Dia tidak tahu bahwa Ralphie bermaksud untuk memberikan saham Grup Luo yang dibelinya ke Serena.
“Dia membeli 50 persen saham Grup Luo dan ingin memberikannya kembali kepadaku,” jawab Serena ringan.
Mendengar kata-kata Serena, Leonard membeku, dia tidak menyangka Ralphie memberikan 50% saham Grup Luo yang diakuisisi kepada Serena.
Dia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, jadi dia menulis, “Apa yang terjadi?”
__ADS_1
Serena tidak menjawab kata-kata Leonard, hanya bertanya, “Ayah, mengapa kamu tiba-tiba terserang stroke?”
Awalnya, Serena hanya ingin mengganti topik pembicaraan, tetapi dia tidak tahu, bahwa hal ini amat menyakitkan bagi Leonard.
Dia mengalami stroke karena dia tahu bahwa Bella membunuh Ariya dan ingin membunuh Serena.
Tetapi dia tidak bisa memberi tahu Serena tentang hal itu, hubungannya dengan Serena baru saja membaik, ia takut merusaknya.
Matanya berkedip, dan kemudian dia menulis: “Karena aku menemukan bahwa Bella bahkan menguasai 35 persen saham perusahaan tanpa sepengetahuanku.”
Meskipun Serena telah melihat data ini dari informasi Bella sekarang, dia mendengar Leonard mengatakan bahwa dia tidak mengetahuinya, dia sangat terkejut.
“Ayah, selain Bella sudah mengusik perusahaan kita, ada hal lain …” Serena ingin bertanya kepada Leonard apakah ada hal lain yang Bella tutupi darinya, tetapi sebelum dia selesai berbicara, ia terkejut oleh suara touchpad Leonard yang terjatuh ke lantai.
Serena terdiam lebih dulu, lalu membungkuk untuk mengambilnya dan mengembalikannya ke tangan Leonard.
Leonard menatapnya, lalu menulis di touchpad: “Serena, aku ingin makan apel.”
Serena tentu saja tidak akan menolak Leonard, mengambil apel dari keranjang buah di meja teh, dan berkata, “Aku akan mengupas apel ini untukmu.”
Leonard buru-buru menyentuh touchpad dan menulis: “Kupaslah.”
Tidak disangka, dia salah.
Serena tidak hanya mengupas apel, tetapi juga memotongnya dengan sangat baik.
Leonard memandangi apel di tangan Serena dan menulis sambil menghela nafas: “Dalam beberapa tahun terakhir, kamu juga telah belajar mengupas apel sendiri.”
Melihat kalimat ini pada touchpad Leonard, tangan Serena bergerak.
Dia teringat bahwa mulanya ia tidak bia mengupas apel, pertama kali ia mengupas apel, ia memotongnya menjadi sebongkah yang besar, lalu Ralphie lah yang menolongnya.
Setiap kali dia makan apel, Ralphie lah yang membantunya mengupasnya.
Kemudian, setelah pecah masalah antara dia dan Ralphie, dia mulai belajar mengupas apel sendiri.
Pada awalnya, dia tidak mengupasnya dengan baik, tetapi kemudian secara bertahap menjadi mahir, dan sekarang ia bisa mengupas lingkaran kulit apel sepenuhnya.
Memikirkan Ralphie, suasana hati Serena memudar lagi.
“Ya, aku mempelajarinya belum lama ini.” Setelah berbicara, Serena bangkit, mengambil piring dan tusuk gigi dari lemari, memotong apel menjadi potongan-potongan kecil, menusuknya dengan tusuk gigi, dan memberikannya kepada Leonard.
__ADS_1
Setelah makan apel, Serena siap pergi ke kamar mandi dengan piring buah dan pisau buah.
Pada saat ini, ada ketukan di pintu, “Apakah Nona Luo ada di dalam?
“Ya,” jawab Serena ketika dia berdiri dan membuka pintu ruangan.
Perawat yang membantu Serena datang dari luar tadi malam, memegang ponsel di tangannya.
“Nona Luo, kantor polisi baru saja menelepon dan mengatakan tersangka telah ditangkap.”
Serena mendengar bahwa tersangka telah ditangkap dan segera teringat Bella. Dia mengangguk dan berkata, “Oke, terima kasih.”
“Nona Luo, tidak perlu sungkan. Saya masih ada urusan, saya pamit dulu,” Perawat tersenyum pada Serena sebelum pergi.
Serena menutup pintu dan berjalan kembali ke tempat tidur Leonard, “Apakah kamu mendengar apa yang dikatakan perawat?”
Leonard mengangguk.
Serena menambahkan: “Tersangka adalah Bella.”
Leonard telah mencintai Bella selama bertahun-tahun, meskipun Bella telah melakukan begitu banyak hal padanya, ketika dia mendengar Bella ditangkap, hatinya penuh dengan perasaan campur aduk.
Serena juga tahu perasaan Leonard untuk Bella, ragu-ragu untuk beberapa detik, lalu ia bertanya, “Ayah, apakah ayah ingin melihatnya sekali?”
Leonard terdiam beberapa saat sebelum dia menulis di touchpad, “Maukah kamu pergi mewakiliku?”
Serena memikirkan apa yang ingin dia tanyakan kepada Bella, dan mengangguk setuju, “Ya.”
Melihat Serena setuju, Leonard dengan senang hati menulis di touchpad: “Serena, jika boleh …” Ketika dia menulis di sini, dia berhenti seolah tiba-tiba teringat sesuatu.
Setelah jeda, dia menghapus apa yang telah ditulisnya.
Serena melihat kata-kata yang tertulis di depan Leonard dan mengerti apa yang ayahnya maksud.
Lalu dia menjawab, “Aku mengerti.”
Leonard mengangkat tangannya dan ingin menulis sesuatu lagi.
Tetapi Serena bangkit dari kursinya, “Ayah, sudah malam, aku akan pergi ke kantor polisi dulu.”
Leonard menatap bayangan punggung Serena, dan ia pun menghela nafas …
__ADS_1