I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 119 Di Clover Plaza Bertemu Lacey


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Hari kedua mulai, Serena sudah resmi menjadi asisten Dottie, mempunyai kantor pribadi.


Pekerjaan hampir sama seperti di PT. Antars, juga merancang sketsa desain, tapi dia mengikuti pemintaan Dottie untuk menggambar desain, juga memberikan desain kepada Dottie.


Hello! Im an artic!


Dottie setiap kali menerima desain pertamanya, dua hari kemudian baru dikembalikan.


Serena walapun merasa tingkah Dottie sedikit aneh, tapi dia juga tidak berpikir banyak, hanya saja berdasarkan waktu dan kuantitas menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dottie.


Tapi tugas yang diberikan Dottie tidak terlalu banyak, pekerjaan dia termasuk santai.


Karena bros kupu-kupu terakhir, hubungan Serena dan Louisa jadi sangat baik. Di tambah lagi tempat tinggal Louisa dan tempat sewa Serena dekat, mereka hampir setiap hari pulang kerja bersama-sama.


Hello! Im an artic!


Hari ini setelah pulang kerja, Louisa seperti sebelum-sebelumnya, di lobi kasir menunggu Serena pulang bersama. Tapi hasilnya setelah tunggu 20 menit masih belum melihat orangnya, jadi sekalian mecari di kantornya mencari dia.


Saat masuk ke kantor, melihat Serena masih merendam kepalanya di gambar, dia sungguh sangat lucu. “Serena, kamu masih mendesain gambar?”


Serena mengangkat kepalanya dari pandangan gambarnya, melihat Louisa, terkejut bertanya, “Kamu kenapa kesini? Memangnya sudah jam pulang kerja?”


“Menurutmu?” Louisa memutar pandangan matanya.


Serena membuka ponselnya melihat jam sekilas, sudah jam 5.40 sudah lewat 10 menit dari jam pulang kerja.


Pantas saja Louisa bisa datang ke kantor mencari dia.


“Itu maaf, aku tidak perhatikan waktu.” Serena dengan wajah maaf berkata.


Louisa tersenyum menyipit berkata, “Sudahlah, jangan minta maaf, aku tahu kamu menggambar sampai lupa waktu, cepat beres-beres, kita pergi jalan.”


“Jalan? Ke mana?” Serena sambil membereskan barang sambil bertanya.


“Lewat besok sudah natal, kita ke Clover Plaza jalan-jalan tentu, dengan kemampuanku sekarang, hanya bisa jalan tidak bisa belanja, tapi masih bisa ikut meramaikan kan?” kata Louisa dengan nakal.


Cepat kali sudah mau natalkah? Serena terkejut seketika, lalu menganggukkan kepal, “Baik, yuk jalan-jalan.”


Setelah membereskan barangnya, bersama dengan Louisa naik taksi ke arah Clover Plaza.


Mungkin karena sudah mau natal, jadi di manapun penuh menggantung iklan papan diskon.


Ada beberapa jendela toko, sudah banyak menyalakan lampu pohon natal.


Di trotoar penuh dengan, pasangan-pasangan muda, ditangan penuh dengan segala jenis macam kotak hadiah yang sangat cantik.

__ADS_1


Itu semua adalah pemberian untuk teman, apakah keluarga yang membeli kado natal?


Sedangkan dia masih sama seperti tahun lalu, tidak perlu mempersiapkan kado untuk orang lain, juga tidak akan ada orang memberikan dia kado natal.


Papa dan bibi Bella sepertinya sama tahun lalu keluar negeri merayakan natal? Jika tentang kakaknya, dia sendiri punya kumpulannya sendiri, setiap tahun pasti tidak akan menemukannya.


Sedangkan orang itu…


Serena pandangnya melihat keluar jendela mobil taksi, hingga suara Louisa terdengar.


“Serena, sudah sampai, turunlah.”


Ternyata sudah sampai di Clover Plaza. Serena dengan pelan mengiyakan, lalu mengikuti Louisa turun dari taksi.


Mereka berdua sambil ngobrol sambil jalan.


Jalan tidak begitu lama, Serena tiba-tiba melihat Lacey dengan kelompok perempuan tidak jauh di sana, Serena terkejut seketika, lalu dengan cepat menghentikan langkahnya.


“Louisa, kita jalan lewat sana saja.” Serena menunjuk arah yang berbeda.


Louisa dengan tatapan merasa aneh melihat sekilas, lalu menganggukkan kepala. “Baik.”


Serena awalnya mengira dia sudah berhasil menghindari Lacey, dan tidak akan ketemu lagi, lagipula Clover Plaza begitu besar, mereka juga tidak berjalan di arah yang berbeda, jika ketemu lagi bukanhal yang gampang.


Tapi terkadang memang sangat kebetulan, setelah mengelilingi satu putaran, mereka bertemu sekali lagi.


“Serena!” Lacey langsung meninggalkan temannya, kearahnya.


Serena menganggukkan kepala, memanggil menyapa, “Lacey.”


Lacey dengan sangat bahagia menarik tangan Serena berkata, “Serena, sudah sangat lama tidak melihat kamu. Meminta kak Isa menghubungi kamu, tapi teleponmu tidak bisa dihubungi.”


Dia sudah mengganti nomor telepon, tentu saja tidak bisa dihubungi. Tapi Serena tidak beritahu ke Lacey, hanya berkata, “Itu… ponselku ada masalah.”


Lacey hanya ‘Oh’, lalu berkata, “Karena sudah bertemu, yuk kita makan bersama saja.”


Serena tentu saja tidak bisa makan bersama Lacey, langsung menolak tentu saja tidak baik. Lalu berkata, “Lacey, kamu bukannya bersama teman yang lain jalan?”


Lacey melihat sekilas teman Serena yang dibelakangnya, dengan datar berkata, “Mereka tidak apa, aku urus sebentar juga bisa.”


Urus sebentar sudah bisa? Sungguh cepat sekali.


Serena mengelus hidungnya berkata, “Itu Lacey, aku bareng dengan temanku, bagaimana ganti hari lain saja?”


Tidak ada cara lain lagi, Serena hanya bisa menggunakan Louisa sebagai tameng.


Serena sudah mengatakan dia bersama temannya, Lacey tentu saja tidak baik jika terus tetap bertahan ingin makan bersama, hanya bisa berkata, “Kalau lain kali makan bersama.”

__ADS_1


Serena menganggukkan kepala meiyakan.


Mereka berbincang sepata dua kata, baru pisah.


Setelah berpisah dengan Lacey, Serena langsung berubah menjadi orang kehilangan fokus.


Awalnya hubungan dia dan Lacey, jika bukan karena orang itu, mereka paling tidak paling banyak hanya sekedar dokter dan pasien, Lacey bagaimana mungkin bisa begitu sangat baik terhadap dia, dia itu adalah miliader keluarga Shen, sedangkan dia hanya seorang desainer perhiasan kecil.


Semua ini karena orang yang bernama Ralphie itu…


Suara Louisa terdengar kearahnya, “Serena, ini bagaimana?”


Baru sadar sedang menyadarkan diri, Serena langsung tersadar, dengan sibuk melihat Louisa, “Apa?”


“Syal ini dijadikan kado natal bagaimana?” Louisa melihat dia sekilas, lalu dipakai ke lehernya.


Pandangan Serena langsung ke syal yang dipakai Louisa. “Syal ini bagus.”


“Kalau begitu aku beli?” Louisa mengerutkan alis.


Serena menganggukkan kepala. “Boleh.”


Setelah Louisa membeli syal, mereka berdua lanjut berjalan.


“Serena, kamu mau tidak membeli kado natal?” Louisa tiba-tiba bertanya.


Serena terkejut, lalu menggelengkan kepala. “Aku tidak perlu.”


Louisa Serena sekilas, lalu tidak meneruskan pertanyaannya lagi.


Mereka berputar berkeliling sekali lagi, baru keluar dari Clover Plaza.


Louisa melihat lampu neon disekitar bertanya Serena, “Langsung pulang? Atau makan malam?”


“Lansung pulang saja.” Berjalan-jalan begitu lama, Serena sedikit merasa capek. Ditambah bertemu Lacey… Serena sekarang hanya berpikir ingin segera pulang.


Ralphie beberapa hari ini berada di Kyoto pusat, akhirnya hari ini selesai sibuknya, dia bersiap kembali ke kota A.


Saat sebelum masuk ke mobil menuju bandara, dia memperhatikan mall sekitar, pohon natal menyala, dia baru sadar Christmas sudah datang.


Dari tanggal 25 November sampai tanggal 25 Desember, sudah begitu lama?


“Tanggal 25, sudah 1 bulan……” suara Ralphie samar.


Felix tentu saja mengerti maksudnya kata-kata Ralphie ini, dia melihat ke arah Direkturnya melalui kaca spion, yang dengan kepala menyamping melihat luar jendela mobil, seluruh orangnya terdiam. Felix tidak berkata apa pun.


Dalam kondisi yang tidak jelas supir membetulkan berkata, “Direktur Su, hari ini tanggal 24, besok baru Hari Natal.”

__ADS_1


__ADS_2