
Hello! Im an artic!
Menjelang jam pulang Ralphie mengadakan pertemuan darurat, setelah selesai ia kembali ke ruangannya hampir jam 18:00.
Ia lelah dan bersandar di kursi sambil mengelus bagian alisnya yang sakit.
Hello! Im an artic!
Walaupun sudah jam pulang, ia malah tidak berencana pulang.
Karena dia tahu bahwa Serena tidak ingin bertemu dengannya.
Kalau Serena tidak ingin bertemu dengannya, lebih baik tidak muncul di hadapannya…
Terdengar suara ketukan dan pintu terbuka.
Hello! Im an artic!
Ralphie mengerutkan kening dan mengangkat kepalanya, ia melihat Felix masuk dan membawa dokumen, “Direktur Su, dokumen ini sangat urgent dan perlu anda tandatangani.”
Ralphie tidak bicara, ia mengambil dokumen dan membukanya.
Ia langsung mengambil pen dan menandatanganinya setelah yakin tidak ada kesalahan.
Ia menyerahkan dokumen terebut kepada Felix Setelah di tanda tangan.
Felix mengambilnya dan bertanya, “Direktur Su, anda ingin memesan makanan apa malam ini?”
“Terserah.” jawab Ralphie.
Felix hanya menjawab “oh” dan saat ia ingin keluar dari ruangan Ralphie, hpnya pun berdering.
Ia melirik Ralphie, ia mengangkat telpon sambil berjalan keluar.
“Apa? menabrak?” Felix seketika terhenti dan membalikkan badan ke Ralphiem “Direktur Su, mobil nyonya muda menabrak mobil lain saat jalan pulang.”
Ralphie langsung berdiri setelah mendengar perkataan Felix, Ia tidak hanya menjatuhkan kursinya, juga barang-barang yang ada di mejanya, ia bahkan tidak mempedulikannya sama sekali.
Ralphie bertanya sambil berjalan ke arah Felix, “Bagaimana keadaan Serena? Apakah terluka?”
“Nyonya muda tidak terluka, hanya saja ada sedikit masalah.” Felix melapor sambil mendengar telpon.
__ADS_1
Walaupun Felix sudah berkata bahwa Serena tidak terluka, tetapi Ralphie tetap saja tidak tenang.
Ia merebut Hp Felix dan bertanya.
“Ada masalah apa? Kalian sekarang dimana?”
Ralphie mengerutkan kening karena tidak tahu apa yang dikatakan disana, ia hanya berkata “Aku akan segera kesana” dan mematikan telpon, lalu berjalan keluar dari kantornya.
“Direktur Su, aku ikut dengan anda.” Felix segera menyusul.
Saat Ralphie tiba, ia hanya melihat kemacetan, sekarang adalah jam macet, jalan penuh dengan mobil, ditambah lagi orang yang menonton, sangat ramai.
Terlalu ramai, sama sekali tidak melihat dimana Serena dan supir.
Ralphie mengerutkan alis dan berkata, “Apa-apaan ini?”
“Yang menonton terlalu ramai.” Felix melirik kearah itu dan berkata, “Direktur Su, biarkan aku saja yang menanganinya.”
“Tidak.” Ralphie menggelengkan kepala dan turun dari mobil.
Ini berkaitan dengan istrinya, ia akan berubah dari seorang dewa menjadi pria biasa yang penuh dengan kehangatan.
Felix menghela nafas, ia segera mengejar dan membukakan jalan untuknya.
“Kamu kira dengan memanggil polisi kesini tidak perlu ganti rugi lagi?”
“Sepasang orang miskin yang belajar balap seperti orang lain… hari ini aku akan membuat kalian ganti rugi…”
Serena dan supir hanya diam saja dan membiarkannya berteriak, hanya saja polisi juga sudah tidak tahan melihatnya.
“Tuan, kami sedang melakukan pemeriksaan, tolong jangan berisik.”
“Jangan berisik? Aku adalah korban, tidak mengizinkan korban berbicara? Apakah kalian ingin melindungi kedua orang yang sudah menabrak mobilku ini?” si gendut meneriaki polisi tersebut.
Polisi dijawab hingga tidak bisa berkata apa-apa, lebih baik diam saja dan mengerjakan pekerjaan mereka.
Melihat polisi tidak bicara, si gendut itu semakin menjadi sombong.
Ia mengejek Serena dan supirnya, “Kalian kira dengan memakai Mercedes-Benz kalian adalah orang kaya? Kalian berdua hanyalah orang miskin. Jual mobil kalian juga tidak cukup untuk mengganti mobilku.”
Ralphie tiba dan kebetulan mendengar perkataan ini, ekspresinya berubah, “Kamu mau diganti berapa?”
__ADS_1
Si gendut melihat yang menjawabnya adalah seorang pria asing, ia mengangkat dagunya dan berkata, “Ganti rugi? Bisakah mereka menggantinya? Harga mobilku dapat membeli seratus unit mobil mereka.”
Supir awalnya ingin berdebat dengan si gendut itu, hanya saja melihat Ralphie dan Felix sudah datang, ia segera menyapa dengan Sopan, “Direktur Su.”
Mendengar supir memanggil Direktur Su, Serena tidak tahu siapa yang ia maksud dan ia pun menoleh. Lalu ia melihat Ralphie yang memakai jas berjalan ke arah mereka.
Ralphie menganggukan kepala kepada supir lalu menatapi Serena dari atas sampai bawah, tak lama kemudian setelah memastikan bahwa Serena baik-baik saja, ia menoleh kebelakang dan menghadap ke arah si gendut.
“Harga mobilmu bisa membeli 100 unit Mercedes?”
Si gendut memperhatikan bahwa supir memanggilnya Direktur Su, dan sekarang Ralphie sudah membuka mulut, ia tahu bahwa Ralphie adalah tuannya, ia dengan angkuh mengangkat dagunya dan berkata, “Iya, 100 unit!”
“Felix, mobil ini 100 unit harganya berapa?” Ralphie berkata sambil menunjuk mobil Mercedesnya dengan dagu.
Si gendut langsung menjawab tanpa menunggu Felix menjawab, “20 juta yuan.”
Setelah selesai menjawab si gendut dengan sombong memandangi Ralphie yang lebih tinggi darinya dengan ekspresinya yang songong.
Felix tertawa dan berkata, “Dasar gendut, beraninya kemu mengatakan itu, Maserati 151 tidak sampai 10 juta yuan, kamu sekali buka mulut 20 juta yuan, kamu tidak takut mati?”
Ia langsung emosi mendengar Felix memanggilnya si gendut, “Aku beli mobil ini memang segitu, kalian orang miskin mana tahu harga mobil mewah.”
Felix tertawa memandangi si gendut itu dan tidak berbicara.
Ralphie bertanya, “Mau uang tunai atau cek?”
“Kamu mau ganti rugi?” si gendut terbengong melihat dengan mudahnya Ralphie mau menggantinya
Ralphie menatapinya dan berkata, “Kamu tidak mau?”
“Kamu benar-benar mau ganti?” si gendut tertawa dan berkata, “Baiklah, uang tunai saja, aku mau uang tunai 20 juta.”
Ralphie tidak menjawabnya dan menyuruh Felix, “Pergi ambil uang tunai 20 juta yuan.”
“Baik, Direktur Su.” Felix menganggukkan kepala dan berjalan meninggalkan kerumunan.
Orang-orang yang menyaksikan kecelakaan itu berubah menjadi keramaian, semuanya mengelilingi mereka, apalagi muncul seorang pria tampan, semakin ramai lagi, orang-orang bertanya-tanya siapakah pria tampan itu.
Dia lebih tampan lagi dibandingkan artis, juga sangat dermawan, apakah dia orang yang sangat kaya?
Atau itu hanya untuk menakut-nakuti saja?
__ADS_1
Sehingga orang-orang tidak pergi, malah semakin banyak orang yang menonton, bahkan mempengaruhi lalu lintas.
Sehingga membuat polisi bukan melakukan pemeriksaan, melainkan mengarahkan jalan.