I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 296 Kecewa Lagi Terhadap Leonard


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Serena, kenapa begitu lama baru mengangkat telepon?” nada bicara Leonard ada sedikit buruk.


“Sedang sibuk, ayah mencariku apakah ada urusan?” Jawab Serena dengan dingin.


Hello! Im an artic!


Leonard bertanya: “Serena, Bibi Bella telah dijatuhi hukuman seumur hidup, kenapa kamu tidak memberitahukannya pada ayah?”


“Aku tidak tahu ayah ingin mengetahui masalah ini!” Jawab Serena dengan tatapan mata dingin, lalu melanjutkan perkataannya: “Karena sebelumnya ayah berkata tidak ingin menemuinya, jadi aku tidak memberitahukannya pada ayah.”


Sesungguhnya Leonard memiliki banyak pertanyaan kepada Serena dalam teleponnya, hasilnya semua kalimat yang ingin dikatakannya tidak dapat dia katakana lagi.


Dulunya dia tidak ingin bertemu Bibi Bella, tapi seiring kesembuhan tubunya, setelah memikirkan seluruh persoalannya, dia tidak rela meninggalkan Bella.


Hello! Im an artic!


Setelah begitu lama dia mencintai Bella, terhadapnya juga ada perasaan.


Selain itu Leonard berpikir bahwa Bella tidak menyebabkan kerugian apapun, kecuali bahwa dia mengalami stroke.


Jika dia tidak perhitungan, memberikan Bella pembelaan, tentunya tidak akan jadi masalah.


Mengenai pendapat Serena? Pemahamannya terhadap Serena, kalau saja dia tidak tahu yang menyebabkan meninggalnya anaknya adalah Bibi Bella, Serena pasti tidak apa-apa.


Jikalau sebelumnya Serena tidak dapat menjawab pertanyaan mengenai Bibi Bella, tapi masih setuju dengan pembelaan ayahnya.


Leonard sungguh tidak tahu, rencananya akan bagaimana, karena bagaimanapun hati Serena akan hancur.


“Serena, apakah kamu ada waktu? Pergilah ke rumah sakit sebentar, ada hal yang ingin ayah bicarakan.”


Ada hal yang ingin dibicarakan dengan dia? Serena mengangkat alisnya, akhirnya berkata: “Malaman aku akan kesana.”


Leonard hanya merasa nada bicaranya ada sedikit tidak sesuai, tapi dia tidak terlalu memikirkannya.


Setelah mendengar Serena menyetujuinya untuk pergi ke rumah sakit, dia menutup teleponnya.

__ADS_1


Meskipun barang-barang sudah dibeli, tapi setelah Serena keluar dari Mall, dia tidak langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Leonard, tapi sebelumnya ia membawa barang-barang kembali ke Vila.


Setelah makan, Serena mempersiapkan semua barang yang akan dia bawa besok untuk keberangkatannya, baru naik mobil untuk pergi ke rumah sakit menemui Leonard.


Ketika Serena masuk ke kamar pasien Leonard, Leonard sedang duduk mendengarkan perawat membacakannya majalah ekonomi.


Setelah melihat Serena, perawat tersebut berhenti, lalu tersenyum kepada Serena berkata: “Nona Serena, sudah datang.”


Wajah Serena tidak memberikan ekspresi apapun, lalu melambaikan tangannya kepada perawat tersebut berkata: “Kamu pergilah dulu.”


Perawat menganggukkan kepalanya, lalu keluar dari kamar pasien, sambil menutup pintu kamar.


Setelah perawat pergi, tas Serena diletakkan di atas sofa, lalu memotong buah-buahan, memotong 1 buah apel, menaruhnya di piring dan diberikannya kepada Leonard.


“Ayah, apakah ada yang mau dibicarakan kepadaku?”


“Kamu duduklah dulu.” Leonard menunjuk kursi sambil berkata.


Serena hanya bergumam, lalu duduk di atas kursi.


Mendengar perkataan ayahnya, Serena terkejut, melihat ke arah Leonard, lalu berkata: “Ada apa, ayah tidak usah berbelit-belit.”


Leonard tidak berbelit-belit lagi, langsung berkata: “Serena, kamu lihat, Bibi Bella hanya karena urusan perusahaan, jadi seperti itu kepada ayah, sekarang ayah sudah tidak apa-apa, perusahaan juga tidak apa-apa, kamu maafkanlah Bibi Bella.”


“Memaafkannya?” Wajah Serena tidak memancarkan apapun.


“Iya, kamu lihat beberapa tahun ini dia selalu sangat baik, kali ini otaknya tidak jelas, jadi melakukan kesalahan ……”


Perkataan Leonard belum selesai, Serena memotongnya.


“Karena otak tidak jelas, jadi dia berkali-kali ingin menyakitiku?”


“Serena, kamu ……” Leonard agak sedikit tidak mengerti maksud dari Serena.


“Karena otak tidak jelas, jadi membunuh ibuku?”


Mendengar kalimat Serena, Leonard hanya terdiam, “Bagaimana kamu tahu masalah ini?”

__ADS_1


“Bagaimana aku tahu? Bibi Bella sendirilah yang memberitahukannya kepadaku, dia memberi tahu aku ayah kena stroke karena mendengarnya yang telah membunuh ibuku.” Ucap Serena.


“Dia sendiri yang memberitahukannya padamu ……” Leonard menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba dia teringat hal yang sangat penting berkata kepada Serena: “Serena, ayah tidak tahu masalah ini, ayah ……”


Serena tidak mendengarkan perkataannya, dengan dingin berkata kepadanya: “Ayah, kamu sungguh mencintainya, karena dia kamu stroke, juga tahu karenanya ibu juga meninggal, kamu memintaku untuk bisa memaafkannya.”


Leonard tidak bisa berkata-kata untuk membantah perkataan Serena, hanya kesal, Serena sudah dari awal tahu bahwa Bella lah yang membunuh Ariya, maka dia tidak akan meminta Serena untuk melepaskan Bibi Bella, sekarang Serena mempunyai pendapatnya sendiri untuk masalah ini.


Tapi sesungguhnya ayah Serena, meskipun dia mempunyai pendapat, dengan cepat juga akan lupa.


Leonard berpikir, lalu hatinya mulai tenang.


Dia tidak tahu, dia takut seumur hidupnya tidak dapat dimaafkan Serena.


Karena dia kali ini, menginjak garis bawah Serena.


Bibi Bella telah membunuh ibunya, telah membunuh anaknya, masih memisahkannya dengan Ralphie.


“Aku tidak akan melepaskan Bibi Bella, aku akan membuatnya hidup tapi seperti mati.”


Balas dendam untuk ibu, balas dendam untuk anak, pelaku yang memisahkannya dari Ralphie, bagaimana dia akan membiarkannya untuk hidup tenang? Jadi yang diperoleh Bibi Bella adalah hukuman seumur hidup, dan bukan hukuman mati.


Mendengar ucapan terakhir Serena “Hidup tapi seperti mati”, otot-otot Leonard mengencang, tapi tidak mengeluarkan 1 kata pun.


Membuat seluruh tanggapannya di mata, wajah Serena tidak menggambarkan apapun, hanya bertanya, “Apakah ayah masih ada hal yang perlu disampaikan kepadaku?”


“Sudah tidak ada.” Leonard menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Jika tidak ada, aku pamit dulu.” Setelah berbicara dia bangun dari kursinya.


Melihat Serena yang akan pergi, Leonard bertanya, “Apakah kamu akan pergi?”


“Ada urusan sedikit sibuk.” Jawab Serena.


Mendengar Serena ada urusan, Leonard merelakannya, mengangguk-anggukkan kepalanya, “Ternyata ada urusan, kamu pergilah.”


Serena hanya bergumam, mengambil tasnya dari sofa lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2