I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 345 Dengan Begini Tidak Akan Ada Yang Merebutmu Dariku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Claudia, sudah lama aku tidak dengar kabar darimu, bagaimana kabarmu belakangan ini?” Lama tidak berkomunikasi dengan Claudia, Serena menjadi sangat senang.


Tapi diluar dugaan, dengan panik Claudia berkata: “Serena, aku ingin meninggalkan Teluk Casley.”


Hello! Im an artic!


Serena tertegun sejenak, lalu bertanya, “Claudia, bukankah kamu sangat menyukai Teluk Casley? Kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi dari sini?”


Claudia diam sebentar, lalu menjawab, “Dia datang kemari, aku tidak bisa lagi tinggal disini.”


Dia? Serena berpikir sejenak, baru akhirnya ia paham, siapa yang Claudia maksud tadi, raut mukanya juga langsung berubah menjadi serius, “Claudia, kamu jangan panik dulu, apakah dia sekarang ada di tempatmu?”


“Tidak, waktu tadi aku pergi membeli barang di pusat perbelanjaan, aku bertemu dengan asistennya, kalau saja tadi disana tidak banyak orang, aku tadi pasti sudah tertangkap olehnya.”


Hello! Im an artic!


Mendengar cerita dari Claudia, pihak mereka masih belum menemukan dia, Serena baru bisa sedikit merasa tenang, “Claudia, kamu jangan terlalu cemas, meskipun dia tahu kamu ada di Teluk Casley, dia belum tentu bisa menemukanmu.”


Tetapi Claudia yakin mereka pasti bisa menemukan dia, ia tetap bersikukuh untuk pergi meninggalkan Teluk Casley, “Tidak, Serena, dengan kemampuannya, ia pasti dapat menemukan tempat ini dengan cepat, aku harus pergi secepat mungkin.”


“Claudia dengarkan aku dulu, kandunganmu sekarang kurang lebih sudah berumur 5 bulan, kamu tidak boleh banyak berlari.” Kandungan Claudia sudah lumayan besar, Serena khawatir akan terjadi sesuatu padanya.


“Aku……” berkat peringatan dari Serena, Claudia pun mengerti akan situasinya saat ini, setelah mengatakan kata “Aku”, ia pun tidak mengatakan apa-apa lagi.


Serena berpikir sebentar, lalu berkata: “Kalau tidak, apa kamu mau kembali ke Kota A, Claudia?”


“Kembali ke Kota A? Tapi koneksi mereka di Kota A sangatlah luas……” kata Claudia dengan nada ragu.


“Tidak apa-apa, setelah kamu kembali ke Kota A, tinggallah di rumahku. Dengan kemampuan Ralphie di Kota A, meski dia punya koneksi yang luas disana, juga tidak akan berguna.” Kata Serena dengan membanggakan suaminya itu.


“Jika kamu tinggal di luar pun, aku juga bisa menemanimu tinggal bersama, kamu juga bisa membagi uang sewanya denganku.”


Serena berkata “Tapi kamu tidak perlu sewa apartmen, tinggallah di rumahku dan Ralphie saja.”


Claudia sama sekali tidak tahu bahwa ternyata Serena dan Ralphie telah menikah, dia pikir sekarang Serena dan Ralphie hanyalah tinggal bersama, dan ia pun bertanya dengan ragu, “Apakah ini tidak apa-apa?”


“Tidak apa-apa kok, kamu hanya perlu tinggal di sini saja.” tak perlu berpikir banyak, Serena langsung menjawab pertanyaan dari Claudia.


Pada malam hari itu juga, Serena langsung menceritakan soal Claudia yang nantinya akan tinggal di rumah mereka setelah pulang ke Kota A kepada Ralphie.


“Ralphie, Claudia mungkin 2 hari lagi akan kembali ke Kota A, aku menyuruhnya tinggal di rumah kita.”


Ralphie tidak bertanya banyak soal kenapa Claudia tiba-tiba ingin kembali ke Kota A, juga tidak menentang keputusan sepihak Serena yang menyuruh Claudia untuk tinggal di rumah mereka itu, ia hanya bersuara “Hmm”, yang artinya ia mengerti.


Melihat Ralphie yang menunjukkan raut muka yang tidak keberatan, Serena sedikit merasa bersalah, “Ralphie, bahkan aku tidak sempat bertanya kepadamu soal ini dan langsung memutuskannya secara sepihak, apakah kamu marah kepadaku?”


Ralphie menggelengkan kepalanya, “Aku senang jika kamu senang.”

__ADS_1


Serena masih saja manyun dan berkata: “Tapi kamu tidak suka jika ada orang lain di rumah kita.”


“Bodoh, apa yang kamu suka, aku juga akan menyukainya.” Jawab Ralphie dengan muka penuh kasih sayang.


Melihat raut muka Ralphie yang penuh dengan kasih sayang, mata Serena seperti tersengat, ia berkata


“Ralphie, kamu memanjakanku sampai seperti ini, aku harus bagaimana?”


“Kalau begitu biarkan aku terus memanjakanmu, dengan begitu, tidak akan ada orang yang dapat merebutmu dariku!”


Ralphie jarang sekali mengatakan hal-hal yang romantis seperti ini, bahkan kata “I love you” pun jarang ia katakan.


Tetapi kata-katanya hari ini ‘Kalau begitu biarkan aku terus memanjakanmu, dengan begitu, tidak akan ada orang yang dapat merebutmu dariku!’, dibandingkan dengan kata-kata cinta lainnya, malah membuat Serena kepikiran……


Dua hari kemudian, Claudia kembali ke Kota A.


Pada hari itu, Serena sengaja izin dari pekerjaannya, dan pergi menjemput Claudia di bandara.


Ketika ia menjemput Claudia, hari sudah siang, Serena pun membawanya untuk pergi makan siang terlebih dahulu.


Baru makan setengah, Ralphie pun meneleponnya.


“Apakah kamu sudah bertemu dengannya?” Orang yang meneleponnya, bertanya dengan nada yang rendah.


“Sudah, baru saja selesai makan siang dengan nya di restaurant.” Serena meletakkan sumpitnya dan bertanya, “Apakah kamu sudah makan siang?”


Serena menjawab “Oh” dulu, lalu lanjut berkata: “Baru selesai makan lalu pergi rapat, kenapa kamu tidak beristirahat saja dulu sebentar?”


“Rapat dadakan……” Belum selesai Ralphie menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara Felix dari seberang yang berkata, “Direktur Su, semua orang sudah berkumpul.”


Serena segera menjawab: “Kamu rapat dulu saja, aku lanjut makan lagi.”


“Oke, hari ini aku akan pulang lebih awal.”


“Oke……”


Setelah Serena mematikan teleponnya, Claudia yang duduk dihadapannya mengejeknya dan berkata, “Bahkan waktu makan pun, masih ingat meneleponmu, dia benar-benar menyayangimu ya.”


Serena menjawab “Ya”, lalu mengembalikan handphone yang tadi ia pegang ke dalam tas nya.


Dulu ketika masih ada di Teluk Casley, ketika ia bertanya hal seperti ini kepada Serena, Serena selalu menjawab dengan ambigu, sekarang ia menjawab dengan yakin dan sungguh-sungguh, membuat Claudia terkejut dan bertanya, “Jadi sekarang kalian sudah saling tahu perasaan masing-masing ya?”


“Iya, sudah.” Serena menganggukkan kepalanya.


“Wah…… Serena, selamat ya.”


Claudia mengucapkan turut berbahagia untuk Serena dengan tulus, ia merasa karena mereka berdua sudah sama-sama yakin, tidak lama lagi mereka pasti akan memutuskan tanggal pernikahan mereka.


Dan dia pun tidak tahu, kenyataan bahwa Serena dan Ralphie sudah menikah dari awal.

__ADS_1


Jadi dapat dibayangkan, betapa terkejutnya dia ketika tahu Serena dan Ralphie sudah menikah.


“Terima kasih.”


Setelah mereka berdua selesai makan, mereka pun naik taxi ke rumah Serena dan Ralphie.


Pembantu mereka membukakan pintu, “Nyonya muda, Anda sudah kembali?”


Nyonya muda? Dia sedang menyebut siapa? Claudia tertegun dibuatnya.


Serena menjawab “Iya”, lalu menunjuk ke arah Claudia dan berkata: “Ini adalah Nona Xu, ia akan tinggal di rumah ini.”


“Halo, Nona Xu.” Sapa pembantu itu dengan sopan.


Claudia melamun sambil menatap Serena, “Serena, yang dia maksud dengan Nyonya muda, apakah itu kamu?”


“Masuklah dahulu, nanti akan aku jelaskan.” Kata Serena sambil menggandeng tangan Claudia dan mengajaknya masuk ke dalam, sambil menyuruh pembantu itu, “Tolong bantu Nona Xu nanti untuk membawa kopernya ke kamarnya.”


“Baik.” Kata pembantu itu sambil menganggukkan kepala.


Setelah Serena menggiring Claudia ke ruang tamu, Claudia bertanya dengan tidak sabar, “Serena, kamu dengan Tuan Su……”


Serena tidak menunggunya menyelesaikan pertanyaannya, dan langsung menjawab, “Kami sudah menikah.”


Mendengar kata-kata Serena soal pernikahannya dan Ralphie, Claudia sangat terkejut.


“Kapan kalian menikah?”


Serena menjawab, “Kami menikah tahun lalu, dan baru mengambil buku nikah kami bulan lalu.”


“Menikah tahun lalu? Ambil buku nikah baru bulan lalu?” Claudia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Serena.


Serena pada akhirnya menjelaskan perjalanan pernikahannya dengan Ralphie dari pernikahan mereka hingga pengambilan buku nikah tersebut, “Tahun lalu Grup Luo dan Grup Su…… Setelah kami kembali dari Perancis, kami baru pergi ke Catatan Sipil untuk mengambil buku nikah kami.


“Ya ampun! Kalian ini benar-benar……” Claudia sampai tidak dapat menemukan kata yang pas untuk mendeskripsikan hubungan cinta antara Serena dan Ralphie.


Serena tertawa dan bertanya, “Tidak mudah kan?”


“Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, kalian berdua sudah pernah mengalaminya bersama, oleh karena itu kalian pasti akan bahagia.” Claudia menghela nafasnya sambil mengucapkan ucapan doa yang tulus.


Serena mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Claudia, dan berkata: “Kamu juga pasti akan bahagia.”


Claudia tersenyum pahit, “Aku tidak membutuhkan kebahagiaan, aku punya bayi ini saja sudah cukup.”


Serena mengedip-kedipkan matanya dan berkata: “Kamu ini bicara hal bodoh apa? Punya bayi itu adalah hal yang sangat sangat membahagiakan! Lagipula punya bayi itu juga bukan berarti nantinya kamu tidak bisa bersama dengan orang lain kan?”


Claudia menggelengkan kepalanya, “Aku cukup punya bayiku saja.”


Serena setuju dan menganggukkan kepala, “Baiklah kalau begitu menurutmu, cukup punya bayi saja……”

__ADS_1


__ADS_2