I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 240 Bergantengan Tangan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bagi Serena, apapun yang diberikan Ralphie, dia pasti akan suka.


Jadi dia tidak ada jawaban yang ambigu, “Suka……” Selesai menjawab, dia mendongakan kepala melihat kearah Ralphie, dan sekali lagi berkata, “Aku sangat suka. Makasih.”


Hello! Im an artic!


Mendengar Serena suka, Ralphie yang selama dua hari ini deg-degan pun akhirnya lega.


Sebenarnya dia awalnya banyak melihat klien membawa ukiran boneka ini makanya bertanya pada mereka alamatnya, setelah itu dia pergi sendiri dan baru tahu dari orang yang mengukir kalau ini bisa dibuat sesuai dengan rupa wujud asli orang.


Jadi Ralphie pun meminta orang itu mengukir sesuai foto Serena.


Tak hanya itu, dia juga sengaja meminta orang itu untuk membuat sebuah bolongan didalamnya.


Hello! Im an artic!


Boneka ukiran kelihatannya utuh, sebenarnya didalam ada bolongan, dengan cara kecil bagian dalam boneka dapat dibuka.


Ralphie meletakkan sebuah surah didalamnya, perkataan yang ingin dia katakan pada Serena, perasaan cinta yang tidak dapat dia ungkapkan kepada Serena.


Sebenarnya Ralphie ketika memasukkan surat itu dia sudah memikirkan, kalau Serena seumur hidup ini tidak akan pernah tahu keberadaan surat didalam boneka itu.


Tentu saja dia juga pernah memikirkan, mungkin suatu saat, Serena juga akan menyadarinya.


Mungkin saat itu adalah sebuah kesempatan bagi hubungan mereka, tetapi mungkin juga semuanya akan berakhir.


Tetapi Ralphie merasa, ini cuma keinginan dia saja……


Serena tidak tahu pemikiran Ralphie, dia hanya semakin menyukai boneka ukiran ini, bahkan dia sampai berpikir untuk membuat sebuah boneka ukiran Ralphie untuk diletakkan bersamaan.


Dia mengedipkan mata lalu bertanya, “Boneka ini siapa yang ukir?”


Ucapan Serena menyadari Ralphie dari lamunannya. Dia menghela nafas panjang, menenangkan perasaannya lalu menjawab, “Seorang pengrajin tua.”


“Pengrajin itu……” Serena awalnya ingin bertanya pada Ralphie pengrajin itu ada dimana, tetapi belum sempat terucapkan, Serena menyadari kalau dia bertanya akan terlihat sangat jelas, jadi dia akhirnya berkata, “Pengrajin itu jago banget bikinnya.”


Ralphie menganggukan kepala, detik berikutnya dia kembali berkata, “Sudah malam, besok masih mau kerja, yuk pulang.”


“En, ok.” Serena dengan nurut menganggukan kepala, kemudian dengan pelan memasukkan boneka ukirannya kembali ke dalam kotak lalu masukkin ke dalam tas dengan wajah yang takut hilang.


Ralphie melihat tingkah nya Serena pun tersenyum melihatnya.

__ADS_1


Setelah keluar dari Peninsula Hotel, mereka berdua berjalan berdampingan kearah tempat parkir.


Angin malam bertiup, biasanya pasti akan tercium harum mawar karena angin yang bertiup.


Dibawah lampu yang berkedip dikedua sisi jalan, terkadang pasti akan melihat pasangan sedang berpelukan, berpegangan tangan, ataupun cium berpelukan bersama.


Benar-benar suasana hari valentine yang bahagia……Baru saja Serena berpikir dalam hati, tiba-tiba dia merasakan tangannya tanpa sengaja kena tangan Ralphie.


Seluruh jari dia tiba-tiba menjadi kaku, arus listrik pun mengalir keseluruh tubuhnya hingga membuatnya tidak dapat bergerak.


Tangan Serena terdiam sebentar, kemudian dia mencoba untuk menghindari tangan Ralphie.


Ternyata baru saja dia bergerak, jari tangan Ralphie menggengam tangannya.


Disaat itu, Serena merasa bahwa tangannya bukan lagi miliknya.


Berpegangan tangan dengan sepuluh jari bertautan, Ralphie berpegangan tangan dengan Serena sepuluh jari.


Walaupun Ralphie sering menggandeng tangannya, tetapi sepuluh jari bertauan ini pertama kali.


Dia kenapa menggandengnya seperti itu? Apakah Ralphie juga menyukainya?


Kalau tidak Ralphie tidak mungkin di Hari Valentine seperti ini mengajaknya makan malam di Peninsula Hotel dan memberikannya hadiah.


Hati Serena manis asam semua jadi satu, tetapi dia tetap menggandeng balik Ralphie.


Ralphie tak tahu pemikiran Serena, tetapi dia dapat merasakan kekuatan Serena saat menggenggam balik, Ralphie merasa terkejut, tetapi dengan cepat sudah kembali seperti biasa.


Mereka berdua berjalan dengan pelan dengan kedua tangan saling bergandengan.


Sepasangan yang jelas-jelas saling mencintai, tetapi siapapun tidak ada yang memberitahu perasaan masing-masing.


Di mata orang lain, mereka berdua adalah sepasang suami istri yang serasi, tetapi hanya mereka sendiri yang tahu itu semua hanya akting didepan orang lain. Mereka secara pribadi demi lawan tidak tahu perasaan masing-masing berusaha sekuat tenaga agar tetap mempertahankan kehidupan ‘Persahabatan’ mereka.


Mereka masing-masing berpikir bahwa mereka kejam pada diri sendiri, mengira masing-masing memiliki orang yang dicintai. Tetapi merasa tidak tahu, sebenarnya merekalah orang yang dicintai itu.


Ralphie adalah orang yang paling dicintai dihati Serena, Serena adalah orang yang akan dicintai Ralphie selamanya.


Dibawah lampu yang menyala menjadi saksi cahaya dan bayangan.


Didalam hati Ralphie berkata: Serena, aku mencintaimu, Happy valentine’s day.


Didalam hati Serena berkata: Ralphie, aku mencintaimu, Happy valentine’s day.

__ADS_1


Jalanan bukannya tidak ada jalan buntu, sejauh apapun berjalan, pasti suatu saat juga akan berhenti.


Walaupun Serena dan Ralphie begitu berjodoh melewati jalanan ini tanpa berhenti, tetapi tetap saja ada yang merusaknya.


Ponsel Ralphie berdering.


Serena dengan cepat menarik tangannya dari genggaman tangan Ralphie, lalu memalingkan pandangannya tidak berani menatap ke arah Ralphie.


Ralphie hanya menggenggam pelan tangannya sendiri, ingin berkata sesuatu pada Serena, tetapi pada akhirnya dia tetap memilih mengambil ponsel dari sakunya.


Melihat pengawal kakek, Theo yang menelepon, Ralphie mengernyitkan mata.


Dia tahu jelas, kalau tidak ada kepentingan mendesak, Theo tidak akan mungkin meneleponnya semalam ini.


“Ada urusan apa?”


“Tuan muda, Kakek tidak enak badan.”


Raut wajah Ralphie terdiam, dengan panik bertanya, “Dokter Chen sudah datang?”


Mendengar kata ‘Dokter Chen’, Serena kembali mengembalikan pandangannya melihat ke arah Ralphie.


Ralphie selalu bersikap dingin pada orang lain, yang mampu membuatnya begitu perhatian pada orang tidak banyak.


Apakah……


Serena membelalakan mata, ingin bertanya pada Ralphie, tetapi sekarang Ralphie sedang menelepon, setelah dipikir-pikir lebih baik dia menunggu saja.


“Sudah sampai rumah sakit Dokter Chen.”


“Aku tahu, aku akan segera kesana.” Ralphie mematikan telepon setelah selesai berbicara.


Serena melihat dia mematikan telepon, langsung bertanya, “Siapa yang sakit?”


Ralphie tidak menjawab pertanyaan Serena langsung menjawab, “Aku minta Pak Li untuk datang mengantarmu pulang……”


Belum selesai Ralphie berbicara, Serena sudah memutuskan telepon, “Ralphie, kamu kasih tahu aku dulu , siapa yang sakit? Apakah kakek……”


Ralphei terdiam sebentar lalu menganggukan kepala, “Iya.”


Mendengar jawaban dari Ralphie, Serena menjawab: “Kalau gitu aku pergi sama kamu.”


Ralphie menatap Serena sebentar, lalu dengan pelan menganggukan kepala, menyetujui permintaan Serena.

__ADS_1


__ADS_2