I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 363 Flora Yang Gila


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Serena diikat, kedua laki-laki itu menarik Serena ke dalam gedung.


Serena tidak percaya dengan perkataan kedua laki-laki ini, tapi saat dia masuk ke dalam gedung, dia benar-benar bertemu dengan Leonard.


Hello! Im an artic!


“Ayah……”


Dia melihat Serena dan langsung berkata kepada kedua pria itu: “Kalian sudah datang?”


“Apakah uangnya sudah disiapkan?” Laki-laki itu memegang tangan Serena sambil bertanya ke Leonard.


Leonard menunjuk tas yang ada di atas meja the dan berkata, “Sudah aku siapkan.”


Hello! Im an artic!


Laki-laki itu mengkedipkan mata ke arah laki-laki yang satu lagi, laki-laki itu langsung jalan ke depan meja teh dan membuka tasnya.


Didalamnya berisikan uang lembaran baru, setelah laki-laki itu menghitung uangnya, dia menganggukkan kepalanya ke arah laki-laki yang satu lagi.


“Kita sudah mengantarkan orangnya.” Laki-laki itu mendorong Serena ke arah Leonard.


Leonard tidak membantu Serena, tapi malah membiarkan Serena terdorong dan membiarkan dia mencoba menstabilkan tubuhnya sendiri.


Laki-laki itu batuk ke arah Leonard dua kali, lalu mengambil uang dan pergi bersama dengan laki-laki yang satu lagi.


Serena melihat Leonard dengan tenang dan bertaka, “Kenapa?”


“Kenapa? Karena aku ingin menggunakanmu untuk mengembalikan Bella.” Leonard langsung menjawab.


Mendengar perkataan Leonard, ingin menggunakan dia untuk mengembalikan Bella, Serena tersenyum sedih.


Ternyata demi Bella……


Menahan rasa sakit di hatinya, Serena berkata dengan tenang: “Sekian lama, aku hanya ingin menanyakan kepadamu satu pertanyaan.”


“Pertanyaan apa?” Tanya Leonard.


“Aku ingin tanya, apakah aku anakmu atau bukan?” Tatapan Serena terpaku kepada Leonard.


Pertanyaan serena membuat Leonard merasa bersalah.


Karena tentu saja Serena adalah anaknya, tapi karena dia tidak suka dengan ibu Serena, membuat dia menjadi benci dengan Serena.

__ADS_1


Sebelum tahu Bella membunuh ibu Serena, dia juga berpikir untuk membunuh Serena, tapi hatinya tidak bisa melakukannya.


Tapi setelah itu Serena terus memaksa untuk memenjarakan Bella, membuat dia kecewa, karena dia sangat mencintai Bella.


Sampai sekarang, dia masih berkontak dengan Flora.


Flora memberikan dia satu cara untuk menyelamatkan Bella, menggunakan Serena yang ada di tangan Ralphie dan menukan keluar Bella.


Setelah dia berpikir-pikir, dia merasa cara ini tidak buruk, jadi dia setuju.


Jadi hari ini Serena di culik.


“Serena, kalau Bibi Bella kembali dengan selamat, aku akan melepaskanmu.”


Serena hanya menatapi dia, tidak mengatakan apa-apa.


“Serena…….” Saat Leonard mau mengatakan sesuatu, handphone-nya berdering.


Dia melihat nama Flora di layar handphone-nya, dia menekan tombol angkat, “Flora?”


Saat Serena mendengar Leonard menyebutkan nama Flora, pupil matanya mengecil.


Terdengar suara Flora dari telepon, “Ayah, urusannya bagaimana? Apakah kamu sudah menculik Serena?”


“Sudah kuculik.” Jawab Leonard.


Leonard mengerutkan keningnya dan menjawab, “Ya, dia sekarang berada di gedung pinggir kota.”


Flora menjawab ‘oh’, lalu tiba-tiba seperti teringat sesuatu dan bertanya, “Ayah, tidak ada yang tahu kamu menculik dia kan?”


“Tidak ada, orang yang aku suruh sudah pergi.” Leonard selesai membalas, lalu berkata: “Kamu telepon Ralphie, suruh dia bawa ibumu untuk Serena sebagai gantinya.”


“Aku tahu ayah.” Dia terdiam untuk sementara, lalu Flora berkata: “Ayah. Hari ini ibuku bisa pulang, apakah rumah sudah kamu urus?”


Setelah beberapa detik, Leonard membalas, “Belum, aku lupa.”


“Ayah, kamu cepat pulang urus dulu saja.”


“Tapi Serena…….” Leonard ragu-ragu.


“Ayah, Serena sendirian disana, tidak mungkin akan ada apa-apa.” Saat Flora mengatakan itu, seperti takut Leonard tidak bisa tenang, dia menambahkan: “Setelah aku mengganti dia dengan ibu, aku akan meminta Ralphie datang menjemput dia.”


Mendengar Flora berkata seperti itu, Leonard setuju.


Setelah dia menutup teleponnya, dia berkata ke Serena yang kaki nya terikat: “Nanti malam Ralphie akan datang untuk menjemputmu.”

__ADS_1


Serena memperlihatkan wajah datar dan tidak mengatakan apa-apa.


Leonard denggan cepat pulang untuk mengurus rumah, juga tidak berbicara banyak ke Serena, dia langsung pergi.


Dia tidak tahu, tidak beberapa lama setelah dia pergi, Flora datang ke gedung itu.


Serena melihat Flora yang sudah tidak bertemu selama setengah tahun, perasaan dihatinya bercampur-campur.


Dulu dia mengira Flora adalah anak angkat keluarga Luo, anak Bella.


Tapi tidak disangka, dia adalah anak dari Bella dan Leonard.


Orang yang dulu dia kira adalah orang yang ada di hati Ralphie, tapi tidak dikira ternyata hanya dipermainkan oleh Flora.


Flora menatapi Serena dengan bangga dan berkata: “Serena, kamu tidak mengira aku akan datang kan?


“Aku tidak menduganya, tadinya aku masih mengira kamu sedang mencari Ralphie untuk menukar Bella.” Jawab Serena.


Mendengar perkataan Serena, Flora tertawa, “Haha……Betul, aku ingin menggunakanmu untuk menukar kamu dengan ibuku, tapi, tapi aku tidak berencana untuk menukar dengan kamu yang masih hidup.”


“Kamu……” Serena tidak mengira Flora memiliki rencana seperti itu, matanya terbuka lebar karena terkejut.


Flora terlihat puas dengan respon dari Serena, dia tertawa semakin menggila, “Kamu pikir, kalau Ralphie sadar dia menerima mayatmu saja, dia bisa bagaimana?”


“Flora, apakah kamu sudah gila?” Wajah Serena terlihat ketakutan.


“Aku sudah gila, sejak dari Ralphie membuangku ke luar negeri dan melarangku kembali ke China, aku menjadi gila.” Flora menghapus senyuman diwajahnya dan menatap Serena dengan amarah, “Karena kamu, kalau bukan karena kamu, dimatanya hanya akan ada aku, orang yang menikah dengan dia, pasti aku, pasti Flora Luo.”


Flora berkata sambil mengeluarkan sebuah pisau, menunjuk Serena dan berkata: “Jadi aku ingin membunuhmu, setelah membunuhmu, dia pasti bisa melihatku lagi, dia pasti akan menjadi milikku……”


Didalam hati Serena sangat ketakutan, tapi dia dengan sekuat tenaga berpura-pura untuk tenang dan berkata: “Flora, anggap saja kamu membunuhku, kamu juga tidak bisa mendapatkan dia.”


“Tidak mungkin……” Flora terus memegangi kepalanya dan mengatakan dua kata itu tanpa henti.


Setelah Serena menyadari suasana hati Flora memburuk, dia menjadi tenang dan berkata, “Tidak, anggap saja aku mati, dia juga tidak akan menjadi milikmu.”


Flora memegangi kepalanya dan menatap Serena dengan amarah, “Tidak, tidak……”


Saat ini, terdengar suara yang kencang dari luar.


Serena membalikkan kepala dan melihat Ralphie dengan beberapa orang masuk dari pintu ruangan.


Kedatangan Ralphie, membuat Flora tersadar dari kegilaannya.


Dia menodong pisau yang ada ditangannya ke leher Serena, lalu memperingati Ralphie: “Ralphie, kalau kamu mendekat, aku akan membunuh dia.”

__ADS_1


Ralphie menghentikan langkahnya, setelah melihat Serena untuk memastikan dia tidak terluka, dia berkata kepada Flora: “Kamu mau bagaimana?”


“Aku mau kamu bercerai, lalu menikahi aku.” Flora membalas dia sambil mengangkat dagunya.


__ADS_2