
Hello! Im an artic!
Melihat Serena seperti ini, ada kemarahan yang tak terlukiskan, bercampur dengan perasaan kasihan terpancarkan dari hati Ralphie. Dia mengulurkan tangan ingin memeluk Serena, tetapi Serena dengan wajah pucat mundur satu langkah.
“Serena……” Ralphie ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak tahu ingin berkata apa, disaat ini Flora kembali berteriak, “Ralphie, Serena adalah seorang perempuan ngga benar, dia sudah menikah dengan orang lain, masih aja ganggu kamu, jangan sampai dibohongi.”
Hello! Im an artic!
“Diam kamu.” Wajah Ralphie sangat dingin dan penuh dengan api kemarahan, sekujur tubuh seakan akan meledak.
Tak hanya Flora yang terkejut hingga menutup mulut, tetapi para tamu yang sedang berbisik pun ikut terdiam.
Disaat ini Felix membawa pengawal Keluarga Su, mengeliling Flora, bersiap membawanya pergi, tetapi ditahan oleh Leonard dan Bella.
“Kalian siapa? Ngapain di tempat Keluarga Su?” Leonard berdiri didepan Flora.
Hello! Im an artic!
Felix tidak tertarik kepada Leonard yang melindungi Flora tetapi memaksa Serena, jadi dia tidak menjawabnya, dan hanya dengan datar melihatnya, kemudian pandangan bertanya langsung menatap ke arah Ralphie, “Direktur Su…….”
“Lepaskan dia dulu saja.” Setelah Ralphie dengan datar berkata kalimat ini, kemudian memutarkan kepala kearah Lacey, “Lacey, kamu dan Molly bawa Serena ke ruangan istirahat.”
“Baik Kak Ralphie.” Lacey menganggukan kepala.
Ralphie hanya ‘En’, lalu melihat kearah Serena, “Kamu istirahat saja dulu keruangan istirahat bersama Lacey, disini biar aku yang bereskan saja ya?”
Ekspresi wajah Serena masih tidak berubah, Ralphie hanya membasahi bibirnya kemudian berkata pada Lacey: “Bawa dia masuk.”
Lacey menganggukan kepala dan bersama Molly membawa Serena meninggalkan ruangan pesta.
Lacey mereka sudah membawa Serena pergi, saatnya Ralphie menyelesaikan masalah Flora ini.
Karena sudah merusak pernikahan dia dan Serena, bahkan membuat Serena malu didepan orang banyak.
Maka dia juga akan membuat Flora merasakan hal yang sama apa itu tidak punya muka.
__ADS_1
Ralphie dengan tatapan dingin, pelan-pelan pandangan mengarah kepada Flora, “Flora, kamu sekarang boleh ngomong, kamu sebenarnya mau apa?”
Setelah berlalu beberapa waktu, Flora sudah tidak segila tadi, dia dengan lemah lembut berkata pada Ralphie: “Ralphie, aku nggak mau ngapa-ngapain……aku…….”
Belum selesai perkataan Flora, Ralphie langsung memutuskan perkataanya, “Kamu siapanya aku? Namaku bisa sembarang dipanggil oleh kamu?”
“Aku……” Flora dibikin skatmat oleh Ralphie, dia menghela nafas, kemudian berkata: “Aku nggak ada maksud lain, ini demi kebaikan kamu, kamu lihat jelas-jelas hari ini akan menikah dengan Direktur Grup Su, tetapi masih berusaha untuk menggoda kamu……”
“Urusan aku memang ada urusannya sama kamu?” Flora, apakah diantara kita berdua kita dekat?” Kalimat Ralphie ini sekali lagi memutuskan perkataan Flora.
Wajah Flora pucat pasi, sangat memalukan.
Leonard yang melihat putrinya diperlakukan seperti itu oleh Ralphie merasa tidak senang.
“Sikap kamu seperti ini kepada Flora maksudnya apa?” Leonard memeluk Flora.
Ralphie memasang mata sipit, melihat kearah Leonard, “Tuan Luo, menurutmu aku harus menggunakan sikap apa untuk memperlakukan dia?”
“Kamu adalah pacar Flora, seharusnya kamu harus memperlakukannya dengan baik.” Kata Leonard dengan tegas.
“Heng, pacar? Dia bilang aku pacarnya?” Perkataan memang dilontarkan untuk Leonard, tetapi tatapan mata Ralphie mengarah ke Flora.
Sayangnya Leonard sudah dibuat kesal oleh Ralphie, ingin membantu anaknya berbicara.
“Flora bilang, kalian sejak awal sudah bersama, sekarang kenapa kamu tidak mau bertanggung jawab?” Tanya Leonard.
Ekspresi wajah Ralphie tidak berubah, dan dengan datar bertanya, “Tidak tahu apa yang dia katakan pada Tuan Luo?”
“Flora bilang kalian sejak awal sudah bersama, kamu bahkan sudah mengajaknya untuk pergi menemui orang tuamu, dia bahkan berencana membawa kamu datang, kemudian bersiap untuk menikah. Ternyata Serena mengancamnya untuk melepaskanmu. Flora demi kamu menerima banyak kepahitan.”
“Dia terima banyak kepahitan?” Ralphie mendesah, kemudian bertanya pada orang yang berdiri didepan: “Kakek, aku kapan bawa perempuan ini untuk menemuimu? Apakah kamu ingat?”
Kakek yang mendengar ada masalah di pernikahan langsung terburu-buru datang.
Kakek sama sekali tidak melihat Flora langsung bertanya pada Ralphie, “Apa yang terjadi? Perempuan ini datang dari mana?”
__ADS_1
“Perempuan ini ngaku-ngaku sendiri pacar aku, dan bilang pernah bertemu dengan kakek.” Ralphie menjawab dengan santai.
Kakek tanpa berpikir langsung menjawab, “Siapa dia? Bukankah kamu cuma pernah pacaran sekali dan hanya dengan Serena?”
“Aku tentu saja cuma dengan Serena.” Ralphie sedikit tersenyum melihat ke arah Flora yang dipegangin oleh Bella.
Ini baru saja dimulai……
Tamu yang hadir adalah tamu yang di undang Grup Su, semua orang tidak mengenal Ralphie, apakah bisa tidak mengenali Pak ketua tertinggi grup Su?”
Melihat Kakek berbicara dengan Ralphie, semua orang sudah mulai menerka-nerka Ralphie dan kakek pasti memiliki hubungan.
Apalagi sekarang yang mendengar Ralphie memanggil pak ketua ‘Kakek’, semua orang terkejut.
Pantas saja pernikahan sudah ribut seperti ini, Keluarga Su tidak ada satupun yang keluar untuk menyelesaikan.
Ternyata dia adalah cucu dari Keluarga Su.
Peperangan antara kedua kakak beradik Keluarga Luo, keduanya memiliki hubungan dengan Ralphie, cukup menarik.
Berbeda dengan yang lain, Leonard saat ini hanya ingin mendorong dirinya sendiri masuk kedalam lubang.
Dia malah percaya perkataan Flora, mengira bahwa Ralphie adalah pacar Flora dan memaksa Serena untuk menikah dengan Direktur Grup Su, yang sebenarnya Serena adalah pacar dari cucu Keluarga Su.
Sekarang di bongkar didepan banyak orang, benar-benar ingin menampar wajahnya sendiri!
“Pak Ketua, ini adalah salah paham, Flora dia…….”
Belum selesai Leonard berbicara, Ralphie memutuskan perkataannya.
“Salah paham? Satu kalimat kamu salah paham memang bisa menyelesaikan masalah yang kamu lakukan pada Serena?”
“Aku, Aku…….”
Leonard termangap-mangap, wajahnya sangat merah.
__ADS_1
“Melihat image Serena, aku panggil kamu Tuan Luo, karena perbuatan yang kamu lakukan pada Serena membuatmu tidak pantas menjadi seorang ayah.” Berkata sampai disini Ralphie langsung berhenti, dan berjalan mendekati Leonard, yang hanya bisa di dengar oleh mereka berdua: “Perbuatan yang kamu lakukan, Serena mungkin nggak akan perhitungan denganmu, tetapi aku akan mengingatnya seumur hidup.”
“Aku……” Leonard membuka mulut tetapi kerongkongan seakan ada sesuatu yang membuat tidak bisa mengeluarkan suara.