
Hello! Im an artic!
Setelah Felix keluar dari hotel, ia langsung mendapat panggilan dari Ralphie.
Lalu langsung naik taksi pergi mencari Ralphie yang berada di ruang tamu.
Hello! Im an artic!
Saat ia tiba, Ralphie dan Serena sedang berada di ruang tamu menonton televisi.
Saat melihat Felix datang, Serena segera menyapanya. “Felix, kamu sudah datang?”
“Pagi, Nyonya.” Felix menyapa ke arah Serena, lalu juga menyapa Ralphie.
Ralphie mengangkat kepalanya dan melihat Felix, lalu berkata kepada Serena yang berada disampingnya. “Kamu disini dulu menonton televisi, sebentar aku akan kembali.”
Hello! Im an artic!
Serena mengayunkan tangannya dan berkata, “Kamu pergilah.”
Ralphie menuangkan susu untuk Serena, lalu berjalan menuju ruang baca.
Felix diam-diam mengikuti jejak Ralphie.
Setelah tiba di ruang baca, Ralphie langsung bertanya. “Bagaimana dengan masalah Keluarga Ye?”
“Semuanya sudah disiapkan.” Balas Felix.
Ralphie terdiam sejenak dan berkata, “Kalau begitu siap beraksi.”
“Baik.” Felix mengangguk.
Ralphie mengiyakannya, lalu lanjut bertanya. “Kemarin aku suruh kamu pergi mengikuti Molly, bagaimana dengan keadaannya?”
Apa yang terjadi kemarin pada Molly, sehingga Ralphie begitu peduli?
Felix terdiam sesaat, lalu lanjut membalas, “Tidak terjadi apa-apa. Setelah keluar dari tempat pernikahan, ia langsung kembali.”
Ralphie sama sekali tidak curiga kepada Felix. “Sore ini kembali ke Kota A, kamu pergi untuk mengurusnya.”
Felix mengangguk, lalu teringat sesuatu dan bertanya. “Masalah Keluarga Ye sepertinya tidak dapat diselesaikan hari ini, bolehkah aku besok baru balik Kota A?”
“Biarkan yang lain mengurusnya. Kamu masih ada pekerjaan lain.” Nada ucapan Ralphie terdengar sedikit curiga.
Felix terdiam sesaat, lalu membalas. “Baik, aku akan segera mengurusnya.”
Setelah keluar dari ruang baca, Felix pergi dengan tergesa-gesa.
“Mengapa Felix begitu terburu-buru?” Serena bertanya.
Raphie membalas, “Ada sesuatu yang harus di urus.”
__ADS_1
“Ada sesuatu? Apakah ia tidak balik bersama kita ke Kota A?” tanya Serena.
“Setelah ia mengurusnya, ia akan kembali bersama kita.”
“Oh, kamu bertanya kepadanya…” Baru saja Serena ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba teleponnya berdering.
Ralphie mengambil teleponnya untuk dilihat. Melihat layar teleponnya, ia memberi kepada Serena. “Ini Molly, mau kamu yang angkat atau aku?”
Awalnya Serena ingin membiarkan Ralphie yang mengangkat, tapi setelah mengingat perilaku Ralphie di bandara, akhirnya ia memutuskan untuk mengangkatnya sendiri. “Aku saja yang angkat.”
Ralphie mengiyakannya, lalu memberikan telepon kepada Serena.
Serena menerimanya lalu menekan tombol angkat.
Setelah kembali dari hotel, Molly menunggu panggilan dari Ralphie untuk bertanya masalah ia mabuk kemarin malam.
Karena ia sangat tahu tingkat kesetiaan Felix kepada Ralphie.
Tapi siapa sangka, setelah ia kembali, ia sama sekali tidak mendapat panggilan dari Ralphie.
Setelah itu ia baru memutuskan untuk menghubungi Serena, demi mengetahui sesuatu. “Kak Serena?”
“Oh, Molly.”
Mendengar suara Serena yang normal, sepertinya sama sekali tidak mengetahui masalah ia mabuk.
Molly bingung, jangan-jangan Felix tidak memberitahu masalahnya kepada Kak Ralphie?
Terpikir sesuatu, lalu Molly bertanya lagi, “Kak Serena, apakah hari ini kamu memiliki waktu luang? Apakah mau keluar bersama?”
Mendengar ucapan Serena, Molly terdiam, lalu bertanya lagi. “Apakah Asisten Kak Ralphie juga ikut kembali?”
“Maksudmu Felix?”
Ia bodoh sekali, untuk apa bertanya tentang manusia kaku yang hanya melakukan perintah kakak sepupunya. “Iya, aku ada sesuatu ingin mencarinya.”
“Iya sekarang sedang sibuk, tunggu ia kembali, aku baru menyuruhnya untuk menghubungimu ya?”
Apakah sekarang ia bisa bilang tidak bisa, lalu membalas secara alami. “Baik.”
Molly dan Serena membicarakan banyak hal, lalu mengakhiri panggilan.
Masalah Felix lebih banyak, jadi ia yang terakhir tiba di bandara untuk bertemu dengan Ralphie dan Serena.
Saat Serena melihtnya, ia langsung memberitahu bahwa Molly sedang mencarinya.
“Felix, tadi Molly ada menghubungiku. Ia bilang ada sesuatu yang ingin dibicarakan denganmu. Kamu telepon dialah. Apakah kamu mempunyai nomor teleponnya?”
Molly mencarinya? Felix bingung lalu membalas, “Aku punya nomor telepon Nona Molly.”
“Oh, baiklah, kalau begitu kamu hubungi ia kembali.” ucap Serena.
__ADS_1
“Aku segera menghubunginya.” ucap Felix dan mengeluarkan telepon dari kantong celananya, lalu berjalan menuju tempat dimana orang sedikit.
Telepon berdering lama, lalu baru diangkat.
“Halo?”
Disebrang sana terdengar suara yang jelas sehingga membuat Felix terdiam.
Lalu terdengar suara rendahnya. “Nona Molly, ini aku Felix.”
Molly terdiam sejenak, lalu mengeluarkan kata ‘Oh’.
“Nyonya bilang Nona ada mencariku?” ucap Felix dengan nada sekretaris.
“Aku…” Molly mengatakan sebuah kata, lalu lanjut berkata lagi. “Kamu yang membayar uang bar kemarin, aku harus mengembalikkannya kepadamu.”
Felix menolaknya dengan dingin. “Tidak perlu.”
Molly sepertinya kesal dengan perilaku Felix, lalu mengatakan ‘Terserah kamu.’ dan memutuskan panggilannya.
Felix tercengang dan menaruh telepon di telinganya dalam waktu yang cukup lama hingga ia tersadar kembali dan menyimpan hpnya.
Setelah Felix kembali ke Kota A, ia langsung diperintah Ralphie untuk pergi ke Negara M.
Sedangkan ia tidak mengetahui kalau di malam itu, Molly datang ke Kota A.
Sebenarnya Molly merasa dirinya sangat aneh.
Ia mengetahuinya dengan jelas bahwa tempat Ryan itu berada di Kota A. Dulu ia sering ke Kota A demi mendekati Ryan.
Sekarang Ryan sudah jelas menolaknya, seharusnya ia tidak lagi pergi ke Kota A.
Tapi ketika atasan bilang ada pekerjaan di Kota A, ia dengan cepat mengangkat tangan untuk mendaftar.
“Mungkin karena sudah terbiasa.” Molly menghela nafas, lalu berdecak. “Sudahlah, sekalian bertemu dengan Kak Serena.”
Lalu Molly segera menghubungi Serena.
Serena sedang menonton televisi di rumah saat Molly sedang menghubunginya.
Mendengar berita kedatangan Molly ke rumahnya, ia pastinya sangat senang.
Setelah panggilan terputuskan, ia menyuruh pelayan untuk menambah beberapa menu lagi.
Dan disaat ini Ralphie mendengar perintah Serena kepada pelayan dan bertanya. “Siapa yang mau datang?”
“Molly baru saja menelponku, katanya akan datang.” balas Serena.
Ralphie mengeluarkan ‘Oh.’ dan sekalian menaruh tas kerjanya diatas meja. Ia duduk di sofa sambil menggandeng tangan Serena, lalu bertanya apa yang dilakukannya hari ini.
Karena kepergian Felix ke Negara M, Ralphie tidak bisa tidak ke kantor, jadi setelah ia pulang kantor, ia langsung menanyakan kondisi hari ini pada Serena.
__ADS_1
Serena memberitahu Ralphie semua hal yang ia lakukan secara rinci.
Bahkan sampai makan, tidur, nonton, ia merasa aktivitasnya membosankan. Sedangkan Ralphie mendengarnya dengan seru.