I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 67 Disalahpahami Sebagai Pacar Ralphie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Beberapa waktu ini tak ada lagi yang datang mengganggu selain pramugari yang memang melayani barisan situ.


Karena perasaan Serena yang sedang berantakan dan juga khawatir Ralphie juga mengetahuinya, akhirnya setelah sarapan ia mengambil koran untuk membaca.


Hello! Im an artic!


Ralphie tidak menyadari dengan keanehan Serena, jadi dia hanya sibuk melihat file yang diberikan Felix Zhou sebelum masuk pesawat.


Setelah satu jam, pesawat pun mendarat di bandara Kyoto.


Sejak awal Felix sudah menyiapkan orang untuk pergi menjemput mereka dan mengantar mereka ke hotel ternama di Kyoto.


Setelah memasuki kamar hotel, Ralphie berkata: “Serena, aku harus cepat-cepat untuk pergi rapat, nanti akan ada orang yang akan mengajakmu pergi untuk jalan-jalan, siang nanti kalau aku ngga sempet balik, kamu ingin makan apa minta langsung saja sama orangnya ya.”


Hello! Im an artic!


Serena tahu Ralphie sangat sibuk, jadi ia hanya menurut dan menganggukan kepala, “En, ok.”


“Kalau ada masalah kamu telepon saja aku.” Setelah Ralphie menitip pesan dia langsung bergegas pergi.


Setelah Ralphie pergi, didalam kamar hanya tersisa Serena seorang.


Ia berbalik badan dan melihat seluruh isi kamar.


Dekorasi kamar terlihat simple tetapi sangat indah dipandang.


Ruang tamu berukuran besar, didepan jendela ada sebuah pohon besar dan kursi ayunan.


Serena memegang tali ayunan lalu mengesernya dan duduk diayunan sambil menggoyangkannya.


Ada kurang lebih ia duduk sepuluh menitan, tiba-tiba terdengar bunyi ketuka pintu dari luar.


Serena berdiri dan membukakan pintu.


Diluar berdiri seorang wanita muka mengenakan baju pink, ramput panjanganya terikat teratas memperlihatkan lehernya yang panjang dan putih.


Di telinga mengenakan sepasang anting mutiara berwarna pink, layaknya gaya anak zaman sekarang.


Perempuan tersebut sangat sopan berkata kepada Serena, “Nona Serena, aku adalah orang yang di kirin oleh Direktur Ralphie, namaku Elizabeth Song.


“Halo.” Serena hanya tersenyum segan kepadanya lalu meranjak mundur dua langkah untuk mempersilahkan dia masuk.

__ADS_1


Setelah Elizabeth masuk, berkedip pun tidak dan hanya memandangi Serena tanpa bersuara.


Serena merasa canggung karena di lihat seperti itu, “Hmm…..Silahkan duduk.”


Elizabeth menggelengkan kepala lalu dengan datar bertanya, “Direktur Ralphie memintaku untuk menemani Anda pergi jalan-jalan, kemana tujuan Anda ingin pergi?”


“Sebenarnya aku ngga tahu, aku ngga pernah datang ke Kyoto.” Serena menjawab dengan tersenyum canggung terhadap Elizabeth.


Elizabeth melihat sekilas ke arah Serena lalu berkata, “Bagaimana kalau saya bawa Anda pergi ketempat wisata yang terkenal disini?”


“Boleh, terima kasih.” Serena menganggukan kepala lalu mengikuti Elizabeth keluar kamar.


Setelah keluar dari hotel, Elizabeth membawa Serena pergi ke mall yang terkenal di Kyoto.


Pergi ke mall adalah tempat permintaan Ralphie kepada Elizabeth untuk membawa Serena pergi, perintah yang diberikan Ralphie kepada Elizabeth, jika Serena melihat sesuatu yang dia suka, Elizabeth harus mewakilinya untuk membeli.


Awalnya Elizabeth berpikir bahwa kartu Direktur Ralphie akan gesek hingga membengkak pengeluarannya, akan tetapi itu semua diluar lanar pikirannya.


Ia menemani Serena jalan sudah hampir dua jam dan Serena hanya membeli satu barang.


Ini adalah barang satu-satunya yang dia beli bahkan menggunakan uangnya sendiri.


Dalam sekejap mengubah cara pandang dia terhadap Serena.


Hari ini dia menerima perintah khusus dari Direktur untuk menemani seorang perempuan.


Direktur bahkan menegaskan padanya apapun yang ingin dilakukan perempuan, dia harus menurutinya. Kalau perempuan ini menginginkannya, dia harus mewakili direktur untuk membelikannya.


Hal ini membuat Elizabeth merasa tidak senang, di mata Elizabeth, Direkturnya adalah orang yang paling perfect didunia ini, perempuan mana yang layak untuk Direkturnya begitu menjaganya? Jadi sebelumnya sikap dia kepada Serena memang sopan tetapi benar-benar dari lubuk hati.


Bahkan ketika menemani Serena keliling mall, dia masih merasa kalau Serena adalah orang yang matre.


Tetapi sekarang Elizabeth merasa sedikit bersalah.


“Nona Serena, Anda tidak ingin melihat barang lainnya? Baju, tas, sepatu atau apapun itu.” Elizabeth bertanya pada Serena dengan lembut dan sebuah senyuman.


“Ngga perlu, terima kasih.” Serena menggelengkan kepala.


Elizabeth terdiam sebentar lalu kembali bertanya, “Sudah jam makan siang, apakah Anda lapar?”


Serena tidak menjawab pertanyaan Elizabeth dan malah bertanya, “Ralphie masih sibuk?”


Elizabeth seperti biasa menganggukan kepala, “Direktur Ralphie seharusnya masih rapat.”

__ADS_1


“Dia sibuk sekali, liburan saja masih tidak punya waktu untuk istirahat.” Serena cemberut sambil sedikit mengeluh.


Elizabeth tersenyum lembut lalu mewakili Direkturnya untuk memberikan penjelasan, “Direktur Ralphie sibuk dengan pekerjaannya, mohon jangan menyalahkannya karena tidak punya waktu untuk menemani Nona Serena.”


“Sebagai temannya, tentu saja aku tidak akan menyalahkannya.” Serena menjawab sambil tertawa.


Elizabeth mengikuti Direktur Ralphie begitu lama, tidak pernah sekalipun melihat Direktur Ralphie memperlakukan seseorang dengan segitunya.


Berarti maksud dari semua ini? Nona Serena adalah pacar Direktur Ralphie!


Jadi ketika dia mendengar perkataan Serena, seperti sedang mendengar sebuah lelucon, dia hanya tersenyum dan melihat mata Serena berkata: “Teman? Nona Serena sedang bercanda ya?”


“Aku bercanda?” Serena merasa perkataan Elizabeth sangat aneh.


Elizabeth menganggukan kepala. “Ia.”


“Aku ga bercanda!” Serena terus berkedip saat melihat Elizabeth lalu tertawa berkata: “Aku dan Ralphie hanyalah sahabat, beneran deh.”


Dibalik makna perkataan Elizabeth sebenarnya ingin memberitahu Serena kalau dia sudah tahu bahwa Serena adalah pacar Ralphie. Tetapi tak sangka Serena malah memberikannya tatapan wajah yang serius dan menjelaskan padanya bahwa hubungan dia dan Ralphie hanya sebatas ‘Sahabat’.”


Kalau saja perempuan lain, Elizabeth mungkin akan merasa orang itu sedang sengaja berpura-pura, tetapi melewati waktu dua jam bersama Serena, dia tahu kalau Serena sedang sangat amat serius menjelaskan padanya.


Apakah Nona Serena sedang membantu Ralphie menyembunyikan hubungan mereka berdua?


Kalau perempuan lain mungkin sudah dengan cepat memberitahu seluruh dunia hubungannya dengan Direktur Ralphie! Karena bagaimanpun identitas Direktur Ralphie tidak biasa.


Kesan baik Elizabeth kepada Serena semakin meningkat.


Serena sedikit pun tidak tahu bahwa Elizabeth salah paham pada dirinya, bahkan salah paham yang sangat indah.


Melihat Elizabeth tak berusara, Ia mengira bahwa Elizabeth tidak percaya pada perkatannya jadi ia kembali berbicara, “Nona Song, aku dan Ralphie benar-benar hanya sahabat, aku bahkan juga mengenal kedua temannya Isa Lu dan Ryan Shen.”


Bahkan Tuan Isa dan Tuan Shen saja dia kenal……


Elizabeth hanya bergidik, untung saja dia tidak melakukan sesuatu yang berlebihan, kalau tidak, habis sudah dia di tangan Direktur Ralphie.


“Nona Serena, kita pergi makan saja yuk? Anda ingin makan apa? Makanan chinese? Barat? Atau yang lain?


Serena menunjuk ke papan nama KFC yang tidak jauh didepan: “Gimana kalau makan KFC?”


KFC? Elizabeth memberikan senyuman sedikit canggung lalu membalasnya dengan satu kata ‘Ok’.


Serena menganggukan kepala, baru saja bersiap berjalan kearah KFC bersama Elizabeth, HP yang ada dikantong tiba-tiba berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2