
Hello! Im an artic!
Semalam setelah Ralphie membawa Serena kembali ke villa, ia langsung pergi bersama Felix untuk bergegas melihat kakek di Villa keluargaSu.
Ternyata setelah kantor pusat Group Su keluar dari Kyoto, Ralphie berencana memindahkan kantor pusat ke Kota A bersamaan dengan kantor cabang Grup Su.
Hello! Im an artic!
Namun, kebetulan bersamaan dengan Festival Musim Semi, jadi rencana ini sementara ditunda.
Sampai imlek tanggal 7, Ralphie baru mulai menerapkan rencana relokasi ini, dan kemudian mendapat penolakan dari para pemegang saham Grup Su.
Tetapi apa yang menjadi keputusan Ralphie sudah tidak dapat diubah.
Namun, tidak disangka bahwa ketika Ralphie ke Prancis, para pemegang saham mulai membuat keributan, dan akhirnya kakek yang maju untuk mengatasi mereka.
Hello! Im an artic!
Ralphie segera pergi ke Villa keluarga Su untuk menemui kakeknya setelah membawa Serena kembali ke villa, kemudian ia segera pergi ke perusahaan untuk mengurus para pemegang saham.
Setelah ia selesai mengurus masalah pemegang saham sudah siang keesokan harinya, Ralphie meminta Felix menyiapkan makan siang untuknya dan kembali ke kantor.
Setelah tiba di kantor, ia melihat adanya panggilan tidak terjawab dari Serena pada hpnya yang tertinggal dikantor dan ia segera menelpon kembali.
“Halo.”
Mendengar suara Serena, Ralphie segera berkata: “Maaf, hpku tertinggal di kantor. Aku baru saja melihat panggilan darimu.”
“Tidak apa-apa,” jawab Serena.
Ralphie lalu bertanya, “Ada apa kamu menelponku?”
“Aku hanya ingin bertanya …” Serena berhenti sejenak dan lanjut bertanya, “Mengapa kamu pergi di tengah malam? Apakah terjadi sesuatu?”
Mata Ralphie berkedip dan menjawab, “Tidak apa-apa, ada sedikit urusan yang harus diurus.”
Mendengar jawaban sederhana dari Ralphie, Serena merasa sedikit kehilangan.
Ralphie dengan cepat mengubah topik pembicaraan, “Apakah kamu sudah makan siang?”
“Sudah, aku baru mau pergi membeli buku untuk belajar bahasa Prancis,” jawab Serena.
Ralphie berkata setelah terdiam beberapa detik, “Kamu tidak perlu membeli bukunya, di rumah ada, aku akan mengambilkannya untukmu saat aku pulang nanti malam.”
__ADS_1
“Oh, oke.” Serena setuju tanpa banyak bicara.
“Ya.” Ralphie terdiam.
Setelah hampir satu menit kemudian, Serena berkata: “Kalau tidak ada apa-apa, aku akan menutup telepon.”
“Oke.”
Setelah menutup telepon, Serena mendongak menatapi langit yang suram, dan kemudian berbalik kembali ke perusahaan.
Hanya berjalan dua langkah, ia melihat seseorang yang ia kenal, Sarah.
Pada saat yang sama, Sarah juga melihat Serena, “Serena, benar kamu.”
Serena mengangguk “Sarah.”
Sarah bertanya dengan gembira, “Serena, apakah kamu sudah kembali bekerja?”
“Yah, aku kembali sudah hampir sebulan.” Serena mengangguk.
“Benarkah?” Sarah terkejut, dan kemudian bertanya, “Apakah kamu masih di departemen desain? Mengapa aku tidak melihat mu?”
Serena tentu saja tidak akan memberi tahu Sarah bahwa ia masih di departemen desain, hanya saja ia sama sekali tidak perlu pergi ke kantor untuk bekerja, jadi tentu saja tidak bisa melihatnya.
Mendengar kata-kata Serena, Sarah berkata dengan ekspresi sedih ” Serena, Kenapa kamu pergi ke departemen lain? Kamu tahu bahwa kamu adalah satu-satunya desainer paling mempunyai masa depan di departemen desain.”
Serena tidak menyadarinya dan hanya berkata “Departemen lain juga oke.”
“Yang penting kamu suka.” Sarah baru selesai berbicara lalu tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata : “Serena, apakah kamu mengganti nomormu? Nomormu tidak bisa dihubungi”
“Yah, sudah diganti” Serena mengangguk.
Sarah berkata dengan antusias, “Ayo kita tukar nomor, jadi aku bisa menghubungi mu nanti.”
“Oke.” Serena tidak keberatan dan bertukar nomor dengan Sarah.
Setelah berngobrol dengan Sarah, Serena melihat sudah waktunya untuk bekerja dan berkata, “Sarah, aku harus kembali ke kantor.”
“Aku juga harus kembali ke kantor.” kata Sarah sambil tersenyum.
Setelah berpisah dengan Sarah, Serena langsung kembali ke kelas pelatihan khusus.
Karena semua orang yang mengikuti kelas pelatihan khusus masih bekerja di sore hari, jadi kelas pelatihan khusus umum di sore hari hanya Serena saja. Yang membuat Serena terkejut adalah Karina berada di kelas pelatihan khusus hari ini.
__ADS_1
Karina terkejut ketika dia melihat Serena “Serena, bukankah kamu mengatakan ingin mengambil cuti karena ada urusan? kenapa kembali?”
“Kak Karina, urusanku sudah selesai,” jawab Serena.
Karina berkata oh, dan tiba-tiba bertanya seakan-akan mengingat sesuatu, “Oh Ya, Serena, mulai besok aku akan membawa tim untuk berpartisipasi dalam perlombaan, total 1 minggu, siswa lain yang tidak berpartisipasi dalam perlombaan akan tetap bekerja seperti biasa, bagaimana rencanamu? ”
Serena mendengar kata-kata Karina dan membeku “Aku tidak tahu. Manajer Ye tidak mengaturnya?”
“Ye? Dia tidak mengatur apa pun,” Karina memandang Serena dengan ragu.
Manajer tidak mengaturnya? Serena terbengong sesaat, mengingat Manajer berkata bahwa dialah orang yang diatur Felix untuk merebut mahkota, dan dia tidak bisa mengendalikannya, lalu berkata “Kalau begitu Kak Karina bantu aku menyetujui cutiku. Aku akan mengambil cuti seminggu.”
Sebelumnya khawatir ia belajar bahasa Prancis dan tidak punya waktu untuk viceo call dengan Desaigner Kitty, sekarang kebetulan dia bisa cuti.
Karina melirik Serena dan mengangguk, “Oke.”
Serena berkata dengan nada meminta maaf, “Maaf menyusahkan Kak Karina.”
“Tidak masalah.”
Karena dia harus berlibur selama seminggu berturut-turut, Serena mengemas semua barang yang dia tinggalkan di kelas pelatihan khusus dalam sebuah kotak dan membawanya pulang.
Tanpa diduga, ia masuk dengan memegang kotak dan menabrak Ralphie.
Ralphie tentu saja mengambil kotak itu dari tangan Serena dan bertanya, “Mengapa kamu membawa begitu banyak barang kembali?”
“Ini barang-barang aku di kelas pelatihan khusus, karena aku akan cuti, jadi aku mambawanya pulang,” Serena menjawab dengan suasana hati yang kurang bagus.
Ralphie memperhatikan bahwa suasana hati Serena tidak seperti biasa dan bertanya, “Mengapa kamu tiba-tiba cuti?”
Serena terdiam dan berkata, “Kak Karina akan membawa orang lain untuk berpartisipasi dalam kompetisi desain. Aku tidak punya pekerjaan lain, jadi aku cuti saja.”
Mendengar kata-kata Serena, wajah Ralphie langsung murung.
Bercanda, bagaimana istrinya bisa di bully orang lain?
“Tidak ikut dalam perlombaan, jadi cuti. Aku ingin Felix bertanya kepada Elliot Ye bagaimana ia menjadi Manajer.”
Setelah selesai bicara ia ingin menelpon Felix, tetapi Serena menghentikannya, “Kamu Jangan marah, aku yang meminta cuti. Aku ingin menggunakan cuti ini untuk mengikuti pelajaran video Designer Kitty.”
Serena mendongak dan tersenyum pada Ralphie: “Dan juga kamu berjanji akan mengajariku bahasa Prancis.”
Menghadapi senyuman Serena, Ralphie pun tidak dapat menolaknya dan hanya mengangguk, “Baiklah, nanti aku akan pergi ke ruang belajar untuk mengambil buku untukmu.”
__ADS_1