I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 314 Pulang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Berkata pulang, langsung pulang.


Ralphie langsung menelpon untuk memesan tiket pesawat pulang ke Kota A, lalu membawa Serena kembali ke hotel untuk merapihkan koper, dan mengurus check-out hotel. Mereka memanggil taksi untuk pergi ke bandara.


Hello! Im an artic!


Saat sampai di bandara, pas sekali waktu chek-in. mereka berdua check-in, lalu melewati pemeriksaan dan naik ke pesawat.


Setelah lima belas jam, pesawat mendarat di bandara internasional Kota A.


Karena tidak memberitahukan siapa-siapa bahwa mereka pulang, jadi mereka harus naik taksi.


Saat naik ke mobil, supir taksi bertanya, “Kalian mau kemana?”


Hello! Im an artic!


Serena tanpa berpikir menjawab supir itu dengan alamat villa.


Ralphie tidak berkata apa-apa, bisa dibilang mengikuti apa yang dia katakan.


Di villa tidak ada orang, bahkan pelayan rumah saja tidak ada, Ralphie mengerutkan keninngnya.


Serena sepertinya bisa melihat apa yang dia pikirkan, berkata dengan senyuman: “Karena kamu tidak tahu berapa lama aku akan pergi ke Perancis, jadi kamu menyuruh semua orang untuk pergi ke rumah Keluarga Su.”


“Ya.” Ralphie menganggukkan kepala, tidak berkata apa-apa lagi.


Serena tersenyum ke arah dia, lalu menarik Ralphie ke kamarnya.


Setelah Ralphie pergi, Serena yang selalu tinggal di kamarnya, sudah terbiasa, berencana nantinya akan tinggal bersama dia disini.


Tapi dia tidak tahu dari pandangan Ralphie akan tindakannya adalah dia seperti menyuruh Ralphie keluar dair kamarnya.


Walaupun tidak ada tujuan apa-apa, tapi ekspresi di wajah Ralphie terlihat dingin.


Serena tidak menyadari ekspresi yang ada di wajah dia, setelah Serena menarik dia masuk kedalam kamar dan bertanya, “Kamu mau mandi tidak? Aku akan menyiapkan air untukmu?”


“Aku sendiri saja.” Ralphie menjawab dengan datar.


“Ya, baiklah, aku rapihkan dulu koper.” Serena menganggukkan kepalam, membuka koper, mengambil baju yang ingin dikenakan Ralphie setelah mandi lalu memberikan baju itu ke Ralphie dan dia mulai mengeluarkan barang-barang di dalam koper.


Ralphie memandangi dia merapikan koper dengan dalam, lalu membalikkan badan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Saat dia selesai mandi, Serena sudah tidak berada di dalam kamar.


Walaupun dia sudah menduganya, tapi pandangan Ralphie masih terlihat dingin.


Dia bilang mau mengulang kembali dan Ralphie menerima dengan bahagia.


Tapi tidak disangka, saat dia kembali, dia kembali lagi ke ruangan yang masih dingin.


Dengan suara pintu yang terdorong terbuka, terdengar suara Serena, “Ralphie, kamu sudah selesai mandi?”


Ralphie tersadar dan menjawab, “Sudah selesai.”


“Kalau sudah selesai mandi, kita pergi keluar beli makanan.” Barusan dia sengaja pergi ke dapur untuk memeriksa, saat pelayan kembali ke rumah Keluarga Su, pelayannya mengosongkan kulkas. Serena mau pergi membeli makanan bersama Ralphie, lalu kembali memasakkan sayuran untuk Ralphie, membuatkan dia kejutan.


Tapi dia tidak tahu perkataannya ini membuat Ralphie mengingat saat dia memasakkan Serena makanan di Shadewoods Manor lalu menunggu dia selama dua hari satu malam dan dia tidak datang.


Ralphie tiba-tiba merasa kesal, lalu menjawab dengan datar: “Pesan makanan untuk diantar kesini saja.”


Hati Serena yang dipenuhi semangat, diganggu oleh kata-kata ‘Pesan makanan untuk diantar kesini saja’ yang dikatakan oleh Ralphie.


Dipikir-pikir lagi, mereka sudah naik pesawat selama lima belas jam, Ralphie pasti lelah, jadi mengatakan itu, dia ingin bersantai.


“Kalau begitu aku yang pesan.” Serena menganggukkan kepala, lalu turun kebawah.


Dia baru teringat dia melupakan Felix di Swiss, lalu dengan berburu-buru menelpon Felix.


Felix pasti sedang tidur, suaranya terdengar samar-samar, “Halo?”


“Tuan Zhou, ini aku.” Jawab Serena.


Kali ini suara Felix menjadi lebih jelas, “Nyonya, ada apa?”


Serena berkata dengan senang, “Tuan Zhou, aku dan Ralphie sudah baikkan……”


“Selamat nyonya.” Nada bicara Felix penuh dengan rasa senang.


“Terima kasih.” Serena berterima kasih, lalu lanjut berbicara: “Hari ini kita sudah pulang, saat kamu kembali kesini, bantu aku membawa koperku kesini ya.”


Setelah Felix terdiam untuk beberapa lama, dia berkata, “Nyonya, koper anda, aku akan mengirimkannya pulang.”


“Kirim pulang? Tidak bisakah kamu membawanya pulang saat kamu pulang? Koperku tidak banyak……” Setelah mengatakan itu, Serena teringat sesuatu.


Semenjak hari dia keluar dari kompetisi, dia mendengar Ralphie mengatakan sesuatu ke Felix, tidak butuh dia menemani dia lagi.

__ADS_1


Di tahum Ralphie kesal karena Felix membantu dia, baru bisa begitu.


Dia merasa bersalah, “Tuan Zhou, kamu pulang lah, masalah ini salahku, aku bisa menjelaskan ke Ralphie……”


Serena belum selesai berbicara, Felix juga menyela perkataannya.


“Nyonya, anda tidur perlu mengatakan apa apa ke Direktur Su, sebagai asisten Direktur Su, aku tidak melakukan tugasku dengan baik, sudah seharusnya Direktur Su tidak ingin aku bekerja lagi.”


“Tuan Zhou, jangan berkata seperti itu, aku akan menjelaskan semuanya kepada dia.” Selesai mengatakan itu, Serena tidak menunggu jawaban Felix, dia langsung menutup teleponnya.


Saat makan malam, Serena mencoba berbicara.


“Ralphie, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.”


Ralphie menghentikan makannya dan bertanya, “Ada apa?”


“Itu…… soal Tuan Zhou……” Serena terdiam, lalu melanjutkan perkataannya: “Dia hanya mencoba membantu aku, aku yang memaksa dia……”


Serena belum selesai berbicara, Ralphie sudah menjawab ‘Baiklah’.


“Apa?” Serena belum menjawab.


“Aku akan menelpon dia, menyuruh dia datang.” Ralphie menjawab dengan datar.


“Benarkah?” Mata Serena menjadi terang, lalu berkata dengan senang: “Ralphie, terima kasih.”


Ralphie mengangkat kepalanya, melihat dia sebentar, lalu mengiyakan dia dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan malam, Serena membersihkan daputr, lalu kembali ke kamarnya sendiri untuk mandi.


Tidak ada pilihan lain, semua baju yang dia bawa ke kamar Ralphie semuanya dia bawa ke Perancis.


Dikamar Ralphie sudah tidak ada lagi bajunya, dia hanya bisa kembali ke kamarnya sendiri untuk mandi.


Tapi dia tidak tahu karena inilah yang membuat hati Ralphie menjadi dingin


Setelah menunggu dia selesai mandi, saat mencari Ralphie, Ralphie sudah tidur.


Serena mengira Ralphie kelelahan, jadi dia tidak berpikir banyak dan langsung tiduran di sampingnya.


Setelah tiduran, dia terbangun lagi dan melihat Ralphie, lalu menggerakan mulutnya dan membuka selimut Ralphie, dia bersandar di badan Ralphie dan tiduran lalu menutup matanya.


Sedari kembali dari Swiss, sampai sekarang, dia tidak ada istirahat, Serena tidak lama langsung tertidur.

__ADS_1


Ralphie menunggu napasnya memanjang, lalu dia menundukkan kepalanya dan melihat Serena yang sedang tertidur dibawah lampu malam di kamar, mengelus-elus wajahnya, dia menyadari sentuhannya asli, dia lalu mengalihkan pandangannya ke langit-langit, memandang untuk beberapa lama, lalu membuka selimutnya, dengan tenang turun dari ranjang, memakai mantel, dan keluar dari kamar tidur itu…


__ADS_2