I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 193 Seluruh Anggota Keluarga Su


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena dan Ralphie menghabiskan sore itu di Villa Castil karena pada malam harinya mereka sudah harus kembali ke rumah keluarga Su.


Mereka berangkat pukul 5 sore dari villa menuju ke rumah Keluarga Su.


Hello! Im an artic!


Sebelum keduanya masuk ke dalam rumah itu, mereka mendengar suara tawa dari dalam.


Bukankah di rumah ini hanya tinggal seorang kakek tua bersama pelayan? Mengapa terdengar begitu ramai?


Serena dalam hati merasa bingung, hingga tidak memperhatikan ekspresi wajah Ralphie yang perlahan berubah.


Begitu mereka berdua masuk, mereka melihat ada lebih dari sepuluh orang laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang tua. Para orang tua duduk sambil berbicara, sementara anak-anak muda membuat kegaduhan, pemandangan ini membuat Serena tidak percaya, dia merasa sudah salah masuk rumah, ini bukan rumah Keluarga Su.


Hello! Im an artic!


Sebenarnya Serena sangat bingung, rumah keluarga Su hanya ada seorang kakek tua, bukan berarti keluarga Su hanya ada seorang kakek tua dan Ralphie.


Sebenarnya keluarga Su juga sebuah keluarga besar, tapi mereka biasanya tampil sederhana, sehingga sebagian orang hanya mengetahui Grup Su. Tidak ada yang pernah tahu bahwa Grup Su memiliki hubungan dengan Keluarga Su.


Tuan Su memiliki tiga saudara laki-laki, Tuan Su adalah yang termuda. Tetapi karena suatu alasan, kakak laki-laki Tuan Su dan istrinya meninggal secara tidak diduga. Meninggalkan empat anak yang dibesarkan oleh Tuan Su, sehingga mereka sangat menghormati Tuan Su seperti ayah sendiri.


Walaupun sehari-hari sibuk, dan tidak bisa sering-sering pulang menengok Tuan Su, tetapi setiap malam tahun baru, mereka selalu pulang ke rumah menemani beliau merayakan tahun baru.


Anggota keluarga yang pulang tahun ini adalah yang paling lengkap. Tentunya karena mereka ingin berjumpa dengan Serena.


Saat Ralphie menikah, waktu yang direncanakan terlalu mepet, sehingga hanya beberapa orang dari keluarga Su yang dapat hadir. Malam tahun baru kali ini menjadi momen yang penting karena semua anggota keluarga dapat berkumpul.


Para tua-tua datang ke sini untuk melihat, siapakah sosok cucu menantu yang berhasil mendapatkan restu dari Tuan Su?


Para anak muda juga datang untuk berkenalan dengan sosok wanita yang disukai oleh Ralphie, yang akan menjadi generasi baru pemimpin keluarga Su.


Salah seorang pria tersenyum dan memperkenalkan kepada orang di sebelahnya, “Ini adalah istri Ralphie.”


Semua orang yang mendengarnya langsung mengarahkan pandangan pada Serena seperti sebuah radar. Kulit kepala Serena langsung merinding selama beberapa detik, hampir timbul dorongan untuk melarikan diri saat itu juga, untungnya Ralphie segera mengulurkan tangan dan meraihnya.


Ralphie memperkenalkan Serena kepada mereka, “Ini adalah istriku, Serena.”


Tentu saja dengan kepribadian Ralphie yang pendiam, ia hanya memperkenalkan sebatas itu saja, sisanya biarkan ia berkenalan sendiri.


“Hai, Serena. Kami adalah paman tertua dan bibi tertua Ralphie.”


“Hai, paman dan bibi.” sapa Serena dengan ramah.


“Hai, Serena. Kami adalah paman dan bibi kedua Ralphie.”


“Hai paman dan bibi kedua.”

__ADS_1


“Hai, Serena. Kami adalah paman dan bibi ketiga Ralphie.”


“Hai, paman dan bibi ketiga.”


“Hai, Serena. Kami adalah paman dan bibi keempat Ralphie.”


“Hai, paman dan bibi keempat.”


Setelah para tua-tua selesai berkenalan, sekarang giliran mereka.


Seorang pria mengenakan kacamata dengan frame emas dan penampilannya mirip dengan Ralphie duluan angkat bicara, “Nama saya Nathan Su, kakak sepupu Ralphie.”


“Hai, kakak sepupu. Aku Serena.”


Nathan mengangguk dan tidak lagi membalas.


Orang ini sangat dingin sama seperti Ralphie!


Serena baru saja menoleh ke belakang, dan Molly yang berdiri di sebelah Nathan berkata, “Hai, adik ipar. Apakah Kamu masih ingat saya? Saya Molly, yang menjadi gadis pengiring pengantin di hari pernikahanmu.”


“Ya, saya ingat. Hai, Molly.” Serena memiliki kesan yang baik terhadap Molly, dia tersenyum dan mengangguk padanya.


Mengetahui bahwa Serena masih mengingat dirinya, Molly dengan gembira berkata, “Beberapa hari yang lalu aku ngobrol di telepon dengan Lacey, lusa kami berencana pergi berbelanja, apakah adik ipar mau ikut?”


“Boleh, aku juga sudah lama tidak berjumpa dengannya.” Serena mengangguk setuju.


“Halo, aku Daniel Su. Molly adalah kakakku. Sudah sejak lama aku mendengar cerita tentangmu dari dia. Akhirnya sekarang bisa bertemu denganmu secara langsung. Pria itu tersenyum sambil tersipu, ia terlihat seperti seorang pelajar.


“Em… terima kasih.” Serena terpaku sejenak, lalu mengangguk.


“Hai, aku Luna Su. Aku berusia tiga belas tahun ini, dan masih dibiayai oleh orang tua, sekarang aku SMA kelas 2. Orang yang paling ku kagumi adalah kakak kami, Ralphie, tapi sekarang aku mengagumimu juga.” Luna tertawa terbahak-bahak hingga kedua matanya tidak kelihatan. Melihat kakak sepupunya yang dingin masuk sambil menggandeng Serena membuatnya cukup terkejut, setelah melihat Ralphie memperkenalkan Serena, dia pun langsung mengaguminya dan memujinya.


Mengagumi Ralphie adalah hal yang wajar. Lalu Serena bertanya dengan heran, “Mengapa mengagumiku juga?”


“Karena tanpa disangka kakak ipar mengubah kakak sepupu kami dari pribadi yang paling dingin menjadi orang yang normal sekarang.” kata Luna dengan gamblang.


“Em…” Serena terdiam dan berkata dalam hati, apakah selama ini Ralphie tidak seperti orang-orang pada umumnya?


Melihat Serena kebingungan, orang lain yang berdiri di samping Luna tersenyum dan berkata, “Maksud Luna, Kamu telah membuat Ralphie menjadi orang yang lebih berperasaan.”


Kali ini Serena baru mengerti, ia mengangguk, “Oh…”


“Huh menyebalkan… Kak Chris, kenapa kamu mengambil kata-kataku?” Luna protes sambil melihat pria itu dengan sedikit kesal.


Pria itu tertawa sambil berkata, “Iya Kak Chris yang salah, Luna jangan marah ya.”


Mendengar perkataan pria itu, Luna dengan ekspresi yang sering diabaikan oleh orang dewasa berkata, “Baiklah, aku memaafkanmu.”


Mendengar Luna berkata seperti itu, sekelompok orang ikut tertawa.

__ADS_1


“Terima kasih karena sudah memaafkanku.” pria itu memencet hidung Luna dan menoleh ke arah Serena: “Hai, aku Christopher Su.”


“Hai, aku Serena.”


Sambil tersenyum Christopher berkata, “Hehe, tidak perlu canggung seperti ini, kita sudah pernah bertemu sebelumnya.”


“Benarkah?” Serena melihat Christopher dengan ragu.


Christopher tertawa sambil menjawab, “Aku menghadiri acara pernikahanmu dengan Ralphie.”


Mendengar Christopher bilang acara pernikahan, Serena merasa agak malu, “Em… maaf, aku tidak tahu.”


Christopher belum sempat berkata apa-apa, Serena tiba-tiba merasa ada yang menarik lengannya dengan kuat, kemudian Ralphie menarik ia ke dalam pelukannya.


Mata Serena persis berada di bawah dagu Ralphie.


Ralphie melirik tajam ke arah Christopher, lalu menundukkan kepalanya menghadap ke Serena dan berkata, “Sudah waktunya untuk masuk, kakek sedang menunggu kita.”


“Oh, baiklah.” Serena mengangguk, lalu sambil tersenyum ia meminta maaf kepada Christopher, dan pergi bersama Ralphie.


Setelah melihat Ralphie dan Serena pergi, Christopher jatuh pingsan ke atas sofa.


Nathan datang dan menepuk pundak Christopher, “Bagaimana hasil pengujianmu?”


Ternyata Ralphie sejak dulu merupakan sosok pemimpin dalam keluarga Su. Seluruh generasi muda keluarga Su sangat mengagumi Ralphie.


Christopher menghadiri pesta pernikahan Ralphie dan Serena. Apa yang terjadi di acara pernikahan hari itu membuat Christopher agaknya kurang suka dengan Serena.


Pada kesempatan kali ini, aku ingin lebih mencari tahu tentang perempuan itu.


Tapi belum sempat melancarkan aksinya, ia sudah diperingatkan oleh Ralphie.


“Suasana disini jadi seperti minus seribu derajat.” kata Christopher dengan rasa takut yang menghantuinya.


Nathan mengangkat bahunya dan berkata, “Sudah dari awal aku katakan kamu jangan coba-coba.”


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ralphie tidak marah, kan?” Christopher bertanya dengan senyuman masam.


Nathan dengan enteng berkata, “Seharusnya tidak marah, dia hanya memperingatkanmu kali ini.”


Mendengar jawaban Nathan, Christopher agak sedih, “Tidak, ya? Aku harus bagaimana sekarang? Kak Nathan, Kamu harus membantuku.”


Setelah terdiam beberapa detik, Nathan berbisik ke telinga Christopher, “Mungkin Kamu bisa…..”


“Bisa tidak?” Christopher bertanya dengan ragu.


Nathan melihat Christopher dengan santai, “Terserah Kamu mau melakukannya atau tidak.”


“Ya, akan aku lakukan…” jawab Christopher dengan agak sedih.

__ADS_1


__ADS_2