I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 168 Makan Malam Perusahaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena mengambil kartu ATM yang diberikan Ralphie dan termenung cukup lama kemudian sadar, berbalik, cepat melangkah keluar dari kamar dan melangkah menuju ruang kerja.


Ketika Dia berjalan ke pintu ruang kerja, di ingatnya kalau Ralphie tampak sangat sibuk. Mau kesana juga takut mengganggunya.


Hello! Im an artic!


Berdiri diam selama beberapa detik, Serena mengambil hp dari sakunya.


Mengetik sebuah pesan lalu dikirim ke Ralphie.


Setelah mengirim pesan, Serena menatap pintu ruang kerja selama beberapa detik sebelum kembali ke kamar.


Sementara Serena mengirimkan pesan ke Ralphie, Ralphie sedang melakukan konferensi video dalam ruang kerjanya.


Hello! Im an artic!


Dia tidak peduli ketika terdengar getaran hp.


Sampai lebih dari dua jam kemudian, Ia mengakhiri konferensi video, siap untuk memanggil Felix untuk membicarakan tentang konferensi video, Ia membuka hp lalu matanya tertuju pada pesan yang dikirim Serena kepadanya.


Ralphie menatap nama pesannya, tangannya bergetar menatap layar hp.


Berapa lama mereka tidak mengirimkan pesan? Sudah hampir dua bulan sejak ia mulai sengaja mendekatinya.


Hari ini ia menerima pesan teks dari Serena dan Ralphie berulang kali memastikan bahwa itu adalah pesan yang dikirim kepadanya oleh Serena, sebelum gementeran membuka pesannya.


Pesan teks dari Serena hanya dua kata sederhana.


“Terima kasih.”


Apakah maksud kata “Terima kasih”ini karena tulisan “Jangan buang-buang pada kartu ATMnya?


Bibir Ralphie bergetar dan matanya berbinar…..


Keesokan harinya adalah makan malam perusahaan, Serena sarapan dan pergi ke perusahaan.


Sesampainya disana Ia baru tahu jika makan malamnya bukan di perusahaan, tetapi berkumpul di perusahaan dan bersama-sama menuju tempat makan malam di Peninsula Hotel.


Serena harus menelpon Pak Li sebelum masuk ke bus yang disiapkan perusahaan.


Setelah naik ke bus, dia di tarik oleh Louisa dan duduk bersama, “Serena, kamu sudah dengar beritanya belum?”

__ADS_1


“Berita apa?” kata Serena dengan tampang kosong memandang Louisa.


“Perusahaan kita akan ganti bos baru, makanya makan malam perusahaan diganti ke Peninsula Hotel.” Kata Louisa dengan penuh semangat


“Ohhh…” kata Serena


Melihat tanggapan Serena, Louisa berpaling melihatnya dan berkata: “Kamu ga bisa beri tanggapan yang baik?” Perusahaan telah berubah bosnya. ”


“Yah… Ganti bos kan bukan urusannya kita.” Serena berkata polos.


“Mengganti bos memang buka urusan kita, tapi bos baru murah hati, tidak hanya pesta diadakan di Hotel Peninsula, tetapi juga acara undian hadiah, yang dikatakan untuk meningkatkan kualitas karyawan tahun depan.” Kata Louisa dengan semangat.


Serena menyentuh hidungnya dan berkesimpulan, “Bos baru kaya.”


Louisa berkata “Tidak penting bos baru kaya, yang penting itu kesejahteraan karyawan akan berubah tahun depan, katanya. ”


“Ohhh.” Serena mengangguk dan kemudian bertanya,” Apakah kamu bisa lihat kesejahteraan seperti apa? ”


“Aku tidak tahu, hanya berharap kesejahteraan kita akan menjadi lebih baik.” Kata Louisa


Serena menepuk punggungnya dan menghibur: “Yakinlah, bos baru kaya, kesejahteraan kita pasti akan menjadi lebih baik.”


“Semoga saja…”


Tempat pertemuan toko perhiasan Man Fook di Peninsula Hotel lantai tiga.


Pesta akhir tahun perusahaan, tentu saja akan ada pidato penting.


Para pejabatdan orang penting perusahaan yang menyampaikan kata sambutan,juga menyebutkan tentang bos baru perusahaan.


Tentu saja setelah kata-kata sambutan ini, perhatian karyawan langsun gtertuju pada kotak yang berisi undian.


“Lihat, ternyata benar-benar ada undian!” Semua orang bersorak.


Serena melirik ke arah panggung kemudian melihat ke bawah pada makanan di atas meja.


Undian tak semenarik makanan di mejanya.


Lagipula Ralphie kemarin baru saja memberinya kartu ATM yang jumlah saldonya tidaklah sedikit.


“Serena, apa yang akan kamu makan?” tanya Louisa.


“Hmmm, sudah kenyang, supaya sore nanti ada tenaga untuk pergi berbelanja dengamu.” Serena menjawab setelah menelan makanan di mulutnya.

__ADS_1


“Sore ini pergi belanja? Awalnya aku berencana besok perginya.” Kata Louisa dengan kaget.


“Besok? Gak bisa besok. Serena menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku akan ke Kyoto malam ini jadi besok gak bisa.”


Ketika mendengar perkataan Serena, Louisa terkejut, kamu ke Kyoto malam ini?” terus kapan baliknya? ”


“Gak tahu.” Serena menggelengkan kepalanya sambil makan.


“Loh, kok gak tahu?” tanya Louisa bingung.


Serena meletakan sumpit dengan perlahan lalu berkata,”Sejujurnya bukan aku yang memutuskan hal itu.”


“Aku hanya yakin akan kembali untuk merayakan imlek.” lanjut Serena.


Kakek di kota A, jadi pasti kembali ke kota A untuk merayakan Imlek.


Pasti kembali ke kota A untuk rayakan imlek?” Louisa membuka matanya tampak kaget.


“Hmmm” gumam Serena, kemudian mengambil minuman di atas meja dan minum.


“Jadi kita sore tetap pergi belanja kan, aku dua hari lagi pulang kampung, harus mengumpulkan cuti sebelum kembali ke kota A.”


“Sore….” Serena belum selesai berbicara, terdengar teriakan dari arah panggung menyuruh semua ke sana mengambil undian.


Louisa berdiri dan berkata: “Yuk ambil undian.”


“Kamu aja yang pergi, aku gak.” kata Serena sambil menggeleng kepalanya.


“Yah sudah, aku akan bantu kamu ambil undian.” Louisa membalasnya lalu berjalan ke arah panggung.


Serena memandang sesaat ke arah panggung, lalu menundukkan kepalanya dan terus makan.


Beberapa menit kemudian, Louisa telah kembali dengan dua tiket undian.


“Kenapa?” tanya Serena


Louisa menjawab dengan nada tak senang “Kurang beruntung, dua undian hanya dapat dua ratus yuan.”


Serena lalu berkata “Sebenarnya dua ratus yuan juga tak sedikit.”


“Yang tertinggi itu dua puluh juta, aku dapat dua tiket undian malah dapat dua ratus yuan saja…” kata Louisa sambil tertawa, “Menurutmu tanganku kenapa kurang beruntung?” Kalau tahu begini kamu saja yang ambil undian tadi. ”


Keberuntunga tanganku belum tentu lebih baik dari milikmu. Setelah mengatakan ini,serena dan Louisa tertawa.

__ADS_1


Setelah cukup tertawa, Louisa memungut sumpit dan mengambil piring di piring, sementara dengan keras mengumumkan, aku ingin makan lebih banyak agar punya tenaga untuk berbelanja ”


Ketika dia mendengar perkataan Louisa, Serena tertawa terbahak-bahak, “Yah, makanlah yang lebih banyak.”


__ADS_2