I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 255 Kekasih Serena — Claudia


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Selain itu, Claudia bagaimana bisa tahu tentang dirinya?


Mata Ralphie berkedip, lalu dengan cepat menjawab, “Ralphie.”


Hello! Im an artic!


Claudia tidak tahu apa yang dipikirkan Ralphie dalam hatinya, sambil tersenyum dia berkata: “Dari awal sudah tahu kalau anda tuan Ralphie, tapi ini kali pertama bertemu.”


Biarpun suara Claudia sedikit memanas, Ralphie tetap bersiap-siap.


Ralphie menjawab datar, “Ya.” Dan tidak berkata lagi.


Claudia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Serena dan Ralphie, dia langsung bertanya, “Tuan Ralphie kenapa anda kesini, apakah mencari seseorang?”


Hello! Im an artic!


“Iya.” Jawab Ralphie mengangguk.


“Oh” jawab Claudia , “kalau begitu tidak menganggu waktu tuan Ralphie, lain kali main kesini dengan Serena ya.”


“Baik.” Selesai bicara, Ralphie meninggalkan tempat itu.


Kedatangan Ralphie, tidak membuat Claudia curiga. Dia mengira Ralphie memang sedang mencari orang, dan tidak sengaja bertemu dengannya, lain kali saat Serena kemari, dia akan bertanya baik-baik apakah sudah mengungkapkan isi hati kepada Ralphie.


Setelah meninggalkan kompleks itu, Ralphie naik ke dalam mobil, mengambil ponselnya dan menelpon Felix.


“Alamat rumahnya tidak salah?”


Mendegar itu, Felix bingung dan merasa aneh, “Aku tidak salah.”


Kalau alamatnya tidak salah, berarti orang yang di temui Serena adalah Claudia?


Tapi kenapa kemarin saat Ralphie bertanya, Serena tidak menyangkalnya?


Ralphie mengerucutkan bibirnya lalu bertanya, “Kamu cari orang untuk investigasi Claudia.”


“Claudia? Bukankah dia teman baik Nyonya muda?” Jawab Felix terkejut.


Ternyata Felix mengenal Claudia, Ralphie mengangkat alis, “Apa kamu mengenalnya?”


“Direktur Su, tahun lalu nona Claudia dan Nyonya muda tinggal bersama di area The Royal, waktu itu anda memintaku untuk mengantarkan ponsel Nyonya muda ke area The Royal, disana aku mengenalnya…..” Kata Felix dengan fasih menceritakan bagaimana dia mengenal Claudia.


Di akhir-akhir Ralphie sudah tidak tahu Felix berkata apa, satu pun tidak didengarnya dengan jelas, di dalam otaknya hanya terngiang awal kalimat yang dikatakan Felix: Nona Claudia tahun lalu tinggal bersama Nyonya muda di area The Royal……

__ADS_1


Selama ini dia mengira bahwa Serena tinggal di The Royal dengan teman prianya, bahkan mengira bahwa pria ini adalah pacar Serena.


Dan yang kali ini, dia mengira alasan Serena sering mengunjungi Kota Barat karena demi pacarnya.


Ternyata, yang dikiranya ‘Pacar’ dari awal sampai akhir adalah Claudia.


Hati Ralphie dibanjiri kebahagiaan. Ternyata Serena sama sekali tidak punya kekasih. Ternyata dia sejak lama sudah salah paham, telah lama cemburu….


Ralphie menenangkan hatinya, lalu bertanya, “Apakah Serena sudah bangun?”


Felix merasa bahwa pertanyaan Direktur besar Su sangat cepat beralih. Jelas-jelas satu detik yang lalu menanyakan teman dekat Nyonya muda, sedetik kemudian merubah pertanyaan apakah nyonya muda sudah bangun?


Dia seorang Direktur, dia berkata apa ya apa, “Nyonya muda belum bangun.”


“Oke, nanti kalau dia bangun, kamu telepon aku.”


“Baik.”


Serena tidur nyenyak.


Semenjak dia tahu bahwa Ralphie meminta Dokter Chen mengambil anak itu, dia tidak pernah bisa tidur nyenyak.


Atau bahkan tidak bisa tidur, insomnia di malam hari sampai hari terang. Atau sudah susah payah tidur memejamkan mata, tapi malah bermimpi tentang anak itu yang membuatnya kaget dan terbangun kembali.


Seperti hari ini, bisa tidur nyenyak adalah hal yang luar biasa.


Saat Ralphie melihat wajahnya yang terluka, dia memaksa membawanya ke rumah sakit, lalu dia tertidur di dalam mobil.


Jadi, apakah dia sekarang di rumah sakit?


Dia mengerutkan alis, seolah-olah dia mengerti sesuatu dan lalu duduk.


Saat dia baru saja duduk, ada suara dari belakang, “Nyonya muda, sudah bangun?”


Serena menoleh, dia melihat Felix yang melihatnya dengan gembira.


Dia terdiam sejenak, lalu bertanya, “Kenapa kamu disini?”


“Direktur Su meminta saya tetap disini.” Jawab Felix.


Ralphie meminta Felix tetap disini, dia sendiri sudah pulang. Hati Serena tidak karuan.


Dia mengerutkan bibir, lalu berkata: “Aku minta tolong tuan Felix urus aku untuk keluar dari rumah sakit.”


Felix terdiam sejenak, dan berkata: “Nyonya muda, demam anda baru turun, wajah anda juga masih sangat bengkak, sekarang belum saatnya keluar.”

__ADS_1


“Aku tidak apa-apa, aku mau keluar dari sini.” Serena memaksa.


Felix menawarkan, “Nyonya muda, aku akan minta dokter untuk periksa dulu, kalau dokter mengijinkan keluar, Nyonya muda baru keluar, bagaimana?”


Serena diam beberapa detik, lalu menggangguk, “Baik.”


“Aku panggil dokter dulu.” Felix tertawa pada Serena, lalu keluar dari ruang pasien.


Setelah keluar, dia tidak mencari dokter, tetapi menelpon Ralphie.


“Direktur Su, Nyonya muda sudah bangun, dia memaksa untuk keluar dari rumah sakit, kemarilah untuk melihatnya.”


Ralphie diam sejenak, lalu menjawab: “Kamu cari cara dulu supaya dia tetap di rumah sakit.”


Mendengar kalimat dari Ralphie, dia hampir saja menangis.


Bagaimana dia mencari cara supaya Nyonya muda tetap di rumah sakit? Nyonya muda ingin keluar, dan dia hanya seorang asisten saja, apakah bisa menahannya?


“Direktur Su…” saat Felix masih ingin bicara, tapi Ralphie sudah menurup teleponnya .


Mendengar teleponnya berdering sibuk, dia menutup dan menyimpan teleponnya, lalu dia pergi menemui dokter untuk mencari cara supaya Serena bisa tetap disini.


Ralphie duduk didalam mobil, sambil melihat telepon genggamnya sampai layar berwarna hitam, dia terdiam beberapa saat, barulah memasukkan teleponnya ke dalam kantong.


Senenarnya dia ingin bertemu Serena, tetapi jika bertemu, pasti Serena akan membahas masalah perceraian lagi.


Teringat masalah perceraian, mata Ralphie menjadi kering dan sangat menusuk, tenggorokannya pun seperti tersumbat.


Dia merasa dadanya terkoyak sesuatu, darahnya semu-semu, mengalir.


Tuhan tahu, dia sangat tidak rela, tidak rela bercerai dengan Serena, dia sangat berharap, berharap bisa bersama selamanya….. tapi sebaliknya, Serena tidak ingin bersamanya lagi.


Dan sekarang satu-satunya cara yang bisa di lakukan, adalah menghindarinya……


Mata Ralphie terasa sangat gelap di tutupi dengan rasa sakit yang sangat menyakitkan. Dia menutupi wajahnya dengan tangan, dan meletakkan tubuhnya di setir mobil, itu membuatnya sangat terluka.


Karena strategi Felix dan dokter, Serena pun gagal untuk keluar dari rumah sakit.


Serena meminta Felix untuk pergi, karena dia ingin sendiri.


Matahari sore menyinari ruangan, terasa sangat lama dan sepi.


Serena bersandar dengan tenang di samping tempat tidur, membalik-balikan majalah di tangannya dengan santai.


Tidak tahu sudah berapa lama, tiba-tiba ponselnya di atas meja berbunyi.

__ADS_1


Dia meletakkan majalah dari pangkuannya, lalu mengambil ponselnya diatas meja, ternyata telepon dari: Bibi Bella.


__ADS_2