
Hello! Im an artic!
Tidak mendapat jawaban dari Ralphie, Serena mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ralphie.
Pas sekali Ralphie sedang melihat ke arah depan, dia sedikit terbengong, seperti orang yang kehilangan arwahnya, lampu didalam lift terpancar ke wajahnya yang membuatnya terlihat misterius dan menggoda, hati Serena pun mulai berdebar.
Hello! Im an artic!
Disaat itu pun dari dalam lift terdengar suara ‘Ding dong’ yang membuat Serena dan Ralphie tersadar.
Serena pun dengan cepat kembali sadar dan melihat ke layar yang menunjukkan angka, lalu berkata: “Saya sudah sampai.”
Ralphie menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan suara ‘Iya’.
Serena juga tidak berani melihat Ralphie lagi, setelah mengatakan ‘Saya jalan dulu’, ia pun langsung berjalan keluar dari lift itu.
Hello! Im an artic!
Terus berjalan sampai jarak yang agak jauh lalu Serena menghentikan langkah kakinya, dia sendiri juga tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya, tadi dia merasa sangat gugup jadi dia pun terus berjalan.
Dia menoleh dan melihat pintu lift yang sudah tertutup, Serena menekan bibirnya dan berjalan menuju kantornya.
Ketika ia baru saja sampai ke kantonya, ia mendengar suara ngobrol yang keluar dari dalam kantor.
“Eh eh… kamu sudah dengar belum? Hari ini bos baru datang ke perusahaan kita.”
“Bos baru apaan?”
“Kamu tidak tahu? Beberapa bulan yang lalu PT. Antarts sudah dibeli oleh Grup Su.”
“Grup Su? Grup Su yang mana?”
“Masih ada Group Su yang mana? Yah Grup Su itu. Grup Su yang pernah menyerang pasar saham J dan membuat krisis keuangan di Asia, dan dia juga pernah mengganggu pasar saham dan pasar berjangka di Eropa dan Amerika Serikat, dan menjarah kekayaan negara-negara Eropa dan Amerika.”
…………
Serena tidak tertarik dengan gossip ini, tetapi setelah mendengar ‘Grup Su’, dia langsung menghentikan langkah kakinya.
Alasannya sangat simpel, calon pengantin pria yang akan di nikahkan dengannya hari itu adalah Direktur Group Su.
__ADS_1
“Ia tidak menyangka ternyata Group Su sudah membeli PT. Antarts!” Serena bergumam sendiri dan tidak memikirkan lebih panjang lagi.
Dia merasa dia sudah melarikan diri dari pernikahan itu, kalau saja Flora akan terus menikah dengannya, itu juga tidak ada hubungan dengannya, dan juga memang calon pengantin yang akan di nikahkan adalah Kakakanya Flora, kalau mau cari mereka pasti mencari Kakaknya.
Serena tidak tahu, di saat ia melarikan diri dari pernikahan itu, semuanya sudah berubah.
Ketika Ralphie berjalan keluar dari PT. Antarts, Felix sudah mengendarai mobil dan menunggunya didepan.
Melihatnya keluar, Felix langsung turun dari mobil dan menyambutnya, “Direktur Su, orang tua itu mencari kamu.”
Orang tua yang dibicarakan Felix adalah Kakeknya Ralphie, adalah satu-satunya keluarga kandungnya Ralphie, dan juga adalah orang yang menyuruh puluhan penjaga untuk menghalangi Ralphie melarikan diri dari pernikahan itu.
Ralphie secara spontan langsung bertanya, “Dimana?”
“Kakek mengajak kamu makan siang di The Waterfront Blossom.” Felix menjawab.
Ralphie hanya manjawab ‘ Iya’ dan langsung berjalan menuju ke arah pintu utama.
Felix mengejarnya dari belakang dan membuka pintu belakang mobil untuknya.
Setelah ia menunggu Ralphie masuk ke dalam mobil, dia berputar ke tempat duduk pengendara dan mengemudi mobilnya menuju The Waterfront Blossom.
Petugas yang berada dibelakangnya menjawab, “Kakek Su, Felix melaporkan Ralphie sudah di jalan menuju kesini.”
Setelah Kakek Su mendengar Ralphie sudah dijalan menuju kesini, raut wajahnya menjadi lebih bagus sedikit, “Sepuluh menit setelah kedatangan Ralphie, sayurnya sudah boleh dihidangkan.”
“Baik.” Penjaga itu menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan ruangan itu dan pergi menjalankan tugasnya.
Setelah lima menit berlalu, Ralphie memasuki ruangan itu.
“Kakek.”
Kakek hanya mengeluarkan suara ‘ Ehm’ dan tidak mengatakan apa-apa.
Wajah Ralphie terlihat sangat datar, lalu ia duduk tegak dihadapan Kakek Su.
Kakek dan cucunya pun terdiam dan tidak mengatakan apa-apa, suasana didalam ruangan itu terasa sangat mencekam.
Setelah kira-kira dua menit berlalu, Kakek tidak bisa menahan lagi dan berkata, “Soal kamu lari dari pernikahan, kamu mau bagaimana mempertanggung jawabkannya denganku?”
__ADS_1
“Aku tidak ada rencana apa-apa.” Ralphie menjawab dengan ekspresi datar.
Mendengar Ralphie yang menjawab dengan begitu santai, Kakek pun tidak bisa berbuat apa-apa dan bertanya, “Tentang putri keluarga Luo yang melarikan diri, kamu sudah tahu?”
Ralphie melihat ke arah Kakek dengan tatapannya yang menunjukkan arti ‘ Tahu’.
Kakek melototinya beberapa detik, lalu menjawab: “Semuanya sudah menjadi begini, kalau gitu kita batalkan saja pernikahan dengan Group Su…………”
Tanpa berpikir panjang Ralphie langsung menjawab: “Siapa yang bilang mau dibatalkan?”
Melihat rekasi Ralphie, Kakek malah menjadi merasa ada yang aneh, “Membatalkan pernikahan ini bukannya yang paling kamu nanti-nantikan?”
Mendengar apa yang dikatakan Kakek, Ralphie pun tercengang sejenak.
Iya, bukannya ini yang paling dinanti-nantikan olehnya? Dia berusaha keras untuk melarikan diri dari pernikahan ini, bukannya untuk bisa membatalkan pernikahan ini? Kenapa sekarang jadi tidak ingin membatalkan pernikahan ini?
Kakek menatap Ralphie dan berkata: “Aku sudah mengaturkan calon pengantin baru untukmu………”
Belum selesai berbicara, pembicaraannya sudah dipotong oleh Ralphie, “Tidak perlu.”
Kakek menyenteri Ralphie dengna tatapan sinis.
Ralphie adalah cucu yang dibesarkan sendiri olehnya, sifatnya, kelakuannya ia tahu jelas, reaksi dia hari ini sunguh sangat………berbeda dari biasannya.
Tentu kakeknya ini sangat licik, walaupun dia merasa ada yang janggal, tetapi ia tidak menunjukkannya dan bertanya dengan datar: “Paling tidak kamu harus kasih aku alasan.”
Ralphie terdiam beberapa detik, lalu menjawab, “Pernikahan dengan Grup Su jangan dibatalkan.”
Beneran ada yang berbeda, Kakek mengedipkan-ngedipkan matanya lalu seolah tidak ada yang terjadi lalu bertanya, “Kapan mau menikah?”
Ralphie ada sedikit perasaan waspada, lalu ia mengangkat kepalanya dan melihat Kakeknya dan menjawab, “Kapan aku mau menikah Kakek tidak usah khawatir.”
Nada bicaranya yang dingin seperti biasaya tetapi juga ada sedikit penekanan didalamnya.
Kakek adalah orang yang sangat cerdas, dia langsung mengerti maskut Ralphie.
Walaupun apa yang terjadi ada yang sedikit meleset dari apa yang dia perkirakan, tapi dia masih merasa puas, jadi dia pun tidak banyak berbicara lagi dan menyuruh penjaganya untuk menghidangkan sayurnya.
Setelah makan siang, Kakek kembali ke rumahnya dan Ralphie pun kembali ke kantornya.
__ADS_1