
Hello! Im an artic!
Membutuhkan lebih dari satu jam perjalanan dari PT. Antarts ke villa. Tetapi Ralphie ngebut disepanjang jalan dan hanya menghabiskankan waktu lima puluh menit.
Setelah menghentikan mobil, Ralphie pun membuka pintu dan keluar tanpa mencabut kunci mobil.
Hello! Im an artic!
Pelayan mendengar suara mobil dan saat ia datang untuk membuka pintu, Ralphie telah siap untuk menekan password pintu.
Ia mengabaikan ucapan pelayan, dia bergegas melangkah naik ke atas.
Pelayan menghela nafas menatapi bayangan Ralphie yang sedang tergesa-gesa, tuan muda benar-benar sangat peduli kepada Nyonya muda.
Ralphie tiba di depan kamar tidur Serena dan mendorong masuk.
Hello! Im an artic!
Kamarnya sangat sunyi, dan Serena terbaring pucat di tempat tidur.
Mengapa begitu pucat? Apakah dismenoreanya sangat parah?
Ralphie mengerutkan kening dan berjalan dengan pelan menghampirinya.
Ia ingin memakaikan selimut yang ada dibawah Serena, ia mengangkat ujung jarinya, dan menyentuh wajah Serena.
Kemudian ia mengeluarkan hpnya dan menelepon Dokter Chen untuk menanyakan bagaimana cara mengatasi dismenore.
“Minumlah air gula merah … untuk menjaga perut bagian bawah tetap hangat? Gunakan alat penghangat …” Ralphie mematuhi Dokter Chen, dan membawa alat penghangat, dengan hati-hati membuka selimut Serena untuk meletakkan diperutnya.
Namun, ketika Ralphie membuka selimutnya, ia terkejut.
Ada darah di tubuh Serena, celananya yang berwarna terang dipenuhi darah, bahkan selimutnya pun terkena.
Apakah selama menstruasi akan keluar begitu banyak darah ? Ralphie tidak mengerti, tetapi yang ia lakukan adalah membangunkan Serena untuk mengganti pakaiannya, “Serena? Serena?”
Namun Serena yang terbaring di tempat tidur tidak ada reaksi sama sekali.
“Serena? Serena …” Ralphie berteriak dengan keras.
Serena masih tidak merespon, Ralphie panik, ia membungkus Serena dengan selimut, lalu mambawanya turun.
Pelayan melihat Ralphie bergegas turun dengan menggendong Serena, ia segera bertanya, “Nyonya muda kenapa, tuan muda?”
Ralphie tidak menjawabnya dan hanya memerintahkan: “Bantu aku buka pintu mobil.”
“Ya, ya.” Pelayan berulang kali mengatakan ya, dan kemudian berlari keluar dari villa untuk membantu Ralphie membuka pintu belakang.
__ADS_1
Ralphie memasukkan Serena ke dalam mobil dan berkata kepada pelayan ‘duduk dan pegang dia di belakang. ‘Kemudian mengeluarkan hpnya untuk menelepon Dokter Chen sambil menyalakan mobil.
“Dokter Chen, dia mengeluarkan banyak berdarah dan tidak sadarkan diri. Aku akan membawanya ke rumah sakitmu sekarang.”
Ralphie berbicara dengan singkat, dia segera mematikan telepon dan menginjak pedal gas untuk menuju rumah sakit.
Disepanjang perjalanan ia melihat kondisi Serena melalui kaca spion.
Dia khawatir, sangat-sangat khawatir.
Ia tidak tahu apa yang terjadi?
Saat Ralphie mengemudikan mobil ke rumah sakit, Dokter Chen sudah menunggu di sana.
Melihat mobil Ralphie datang, dia langsung menyambutnya.
Setelah Ralphie menghentikan mobil, pelayan segera membuka pintu belakang dan meminta Dokter Chen untuk memeriksa kondisi Serena.
Setelah Ralphie keluar dari mobil, dia berjalan memutari mobil dan bertanya dengan cemas, “Bagaimana?”
Dokter Chen menjawab dengan ekspresi yang kurang bagus “Bawa ke unit gawat darurat dulu.”
“Oke.” Ralphie mengangguk,ia mengulurkan tangan dan menggendong Serena keluar dari mobil, dan mengikuti Dokter Chen ke ruang gawat darurat.
Lorong sangat sunyi, Ralphie terbengong sambil berdiri di depan pintu gawat darurat, wajahnya yang selalu tenang, saat ini menjadi panik.
“Butuh waktu berapa lama untuk keluar?”Ralphie dengan gelisah mondar-mandir.
Pelayan melihat kecemasan Ralphie dan berkata: “Tuan, jangan khawatir, Nyonya hanya dismenore, tidak akan ada masalah besar.”
Akankah dismenore pingsan?
Meskipun Ralphie memiliki keraguan di dalam hatinya, tetapi ia mengingat darah Serena dan tampaknya ia memang sedang menstruasi dan menjadi sedikit tenang.
Begitu ia tenang, Dokter Chen keluar dari ruang gawat darurat dengan wajah cemas.
“Tuan Su, situasinya tidak baik.”
“Ada apa?” Ralphie bertanya dengan cemas.
Dokter Chen menjawab, “Tuan Su, nyonya hamil selama lebih dari sebulan, dan sekarang keguguran dan terjadi pendarahan …”
Hamil lebih dari sebulan? Keguguran? Ralphie seketika merasakan bahwa otaknya telah berhenti berputar.
Sampai Dokter Chen berkata, “Tuan Su, nyonya perlu segera dioperasi, kalau tidak berbahaya bagi keselamatannya.”
Hati Ralphie tiba-tiba tersentak, ia menatap Dokter Chen dengan mata yang sangat merah “Berbahaya bagi keselamatannya?”
__ADS_1
Wanita yang ia cintai mengandung anaknya, dia bahkan belum sempat berbahagia, Dan dokter mengatakan kepadanya bahwa anak itu keguguran, dan wanita yang dicintainya dalam bahaya …
“Ya …” Dokter Chen mengangguk.
Ralphie gemetaran, dan dia berkata “Segera Operasi.”
“Ya” Dokter Chen mengangguk, lalu kembali ke ruang gawat darurat.
Pintu ruang gawat darurat ditutup dan lorong kembali menjadi sunyi lagi.
Ralphie mengangkat kakinya, ingin mengambil beberapa langkah menuju pintu agar lebih dekat lagi dengan Serena.
Namun, saat ia mengangkat kakinya,ia hampir terjatuh.
“Tuan.” pelayan memanggilnya dan membantu Ralphie.
Ralphie menyingkirkan tangannya, langkah demi langkah berjalan ke pintu gawat darurat, dan menyandarkan kepalanya di pintu.
Di dalamnya ada wanita dan anak yang ia cintai.
Serena sudah mengandung bayinya lebih dari sebulan …
Kalau dia perempuan, pasti akan secantik Serena. Kalau dia laki-laki, pasti akan seperti dia …
Pada saat itu, kami bertiga pasti akan sangat bahagia …
Tetapi mengapa keguguran?
Ini anak mereka … anak Ralphie dan Serena. Bagaimana bisa keguguran?
Tubuh Ralphie perlahan menjongkok, dan setetes demi setetes cairan jatuh ke lantai …
Pelayan berdiri diam tidak jauh dari sana dan memperhatikan tuan mudanya yang sedang tenggelam dalam kesedihan, tetapi ia tidak datang untuk menghiburnya.
Dia melihat tuan muda tumbuh dari kecil, dia tahu sifat tuan muda, dia dingin, tidak banyak maunya, seperti orang suci yang tidak bisa disentuh, dan bahkan berpikir bahwa tuan muda akan selalu seperti ini.
Hingga nyonya muda muncul, dia baru tahu bahwa tuan muda itu bukan orang suci, tetapi satu-satunya orang yang membuatnya berubah adalah Nyonya.
Tuan muda peduli tentang makanan nyonya muda, dan akan khawatir apakah ia hangat atau dingin.
Ketika Nyonya sakit, tuan muda akan tergesa-gesa.
Tuan muda sangat mencintai Nyonya Muda, dan sekarang anak mereka sudah tiada.
Tuan muda pasti sangat-sangat sedih, sehingga tuan muda menangis …
Yang harus diketahui adalah selama bertahun-tahun, tuan muda hanya menangis ketika ayah tuan muda pergi. Saat itulah tuan muda paling rentan, waktu itu tuan muda baru berusia empat tahun.
__ADS_1
Pelayan menghela nafas dengan pelan, lalu pergi, ia meninggalkan koridor ini untuk tuan mudanya yang tengah dalam kesedihan …