
Hello! Im an artic!
Pada hari itu Tuan besar kembali dari Swiss, pesawatnya mendarat pukul 7, Serena bersama dengan Ralphie pergi ke bandara untuk menjemputnya.
Tetapi pesawatnya delay, Serena takut terlambat sampai ke kantor, mau tidak mau ia menelepon Karina untuk meminta ijin setengah hari.
Hello! Im an artic!
Namun, ia tetap saja tidak bisa menjemput Kakek.
Ketika waktu menunjukkan pukul 9, Karina menelepon Serena.
“Halo, ada apa kak Karina?”
“Nona Luo, Elliot menyuruh saya untuk melepon Anda, ia meminta Anda untuk segera datang ke perusahaan.” Kata Karina tergesa-gesa.
Hello! Im an artic!
Serena sudah lama mengenal Karina, tetapi baru kali ini ia tahu Karina sepanik ini.
Tetapi jika Manajer Ye mencarinya karena sesuatu hal, kenapa dia tidak langsung saja menelepon, tetapi malah menyuruh Karina untuk menghubunginya ya? Serena mengernyitkan keningnya, berkata “Kenapa ia tidak langsung menelepon saya saja?”
“Sekarang Elliot sedang berada di kantor Manajer utama, tidak bisa menghubungi Anda.” Karina berhenti sebentar, lalu lanjut berkata: “Sarah bilang Anda mencuri design miliknya, dan masalah ini sudah ia laporkan ke Manager utama, Elliot sedang mengulur-ulur waktu di sana, ia ingin Anda dapat segera kemari.”
Mendengar berita dari Karina, raut wajah Serena berubah, “Sarah?”
Ralphie yang menyadari perubahan raut muka Serena yang tidak biasa, menebak-nebak pasti ada sesuatu yang tidak beres. Tetapi Serena sedang serius menelepon, jadi Ralphie pun tidak berani bertanya.
“Iya, Nona Luo.”
Serena cemberut dan menjawab, “Saya mengerti, saya akan segera ke sana.”
Setelah Serena menutup teleponnya, Ralphie baru membuka mulutnya bertanya, “Apakah terjadi sesuatu?”
Serena pun akhirnya menaruh handphone nya ke dalam tas dengan gugup, lalu berkata, “Ada sedikit masalah di kantor, aku harus pergi ke sana.”
Ralphie mengernyitkan alisnya, bertanya, “Apakah masalahnya sangat serius? Aku bisa antar kamu ke sana.”
“Masalah kecil.” ucap Serena sambil menggelengkan kepalanya, lalu lanjut berkata: “Kamu tidak perlu mengantarku, kamu disini saja menjemput kakek.”
Ralphie hanya mengatakan “OK”, lalu ia mengambil tas dan menyerahkannya kepada Serena dan berkata, “Hati-hati di jalan, kalau terjadi sesuatu, telepon aku.”
Serena menganggukkan kepalanya dan berkata: “Aku mengerti, tolong sampaikan ke kakek rasa maafku.”
“Kakek tidak akan menyalahkanmu……”
__ADS_1
Setelah Serena keluar dari bandara, ia lalu memanggil taxi untuk mengantarkan dia ke kantor.
Ketika ia baru sampai dan memasuki gerbang utama, ia melihat Karina di sana menunggunya.
Melihat Serena masuk, Karina menyambutnya dengan langkah yang cepat.
“Nona Luo, Anda sudah datang.”
Serena berkata “Ya”, lalu lanjut berkata: “Ayo kita pergi ke kantor Manajer Utama.”
“Baik, Nona Luo.” Kata Karina sambil menganggukkan kepalanya, Serena berada di depannya memandu jalan.
Ketika Karina datang membawa Serena ke kantor Manajer Utama, ia melihat Sarah yang sedang berdiri di depan kantor.
Meskipun sebelumnya Serena sudah tahu bahwa kasus ini adalah perbuatan Sarah, tetapi sebelum Serena datang, ia sedikit banyak masih belum dapat mempercayainya.
Setelah melihat Sarah berdiri disana, ia baru yakin.
“Sarah, kenapa kamu melakukan hal ini kepadaku?”
Mata Sarah berkedip-kedip, lalu ia mengeluh dan berkata: “Serena, kita sudah kenal lama, aku sudah menganggapmu teman, kenapa kamu malah mencuri designku?”
Bertemu dengan Sarah dan berhadapan dengannya saat ini, dan mendengarnya berkata bahwa Serena mencuri designnya, Serena benar-benar merasa kecewa terhadap Sarah, “Kamu membuatku kecewa.”
Sarah saat itu tidak paham apa maksud kata kecewa dari Serena, yang melambangkan ia kehilangan sesuatu.
“Maaf, Sekretaris Zhang.” Kata Sarah sambil melirik Serena, lalu berdiri di samping.
Muka Serena tidak menunjukkan ekspresi apapun.
Sekretaris Zhang melihat sebentar ke arah Serena, lalu berkata ke Karina: “Karina, bukannya kamu tadi ada di dalam? Kenapa kamu bisa ada di luar?”
“Saya keluar membantu Manajer pergi mencari orang.” Jawab Karina.
Sekretaris Zhang berkata: “Kalau begitu cepatlah masuk.”
“Baik.” Karina menganggukkan kepalanya, memandang ke arah Serena, lalu mengikuti Sekretaris Zhang masuk ke dalam kantor Manajer Utama.
Setelah beberapa menit berlalu, pintu kantor pun kembali terbuka.
Sekretaris Zhang keluar dan berkata, “Sarah, Serena, Manajer Utama menyuruh kalian masuk ke dalam.”
Serena menganggukkan kepala, lalu masuk ke dalam. Tetapi Sarah malah mencari muka kepada Sekretaris Zhang dengan berkata terima kasih terlebih dahulu barulah ia masuk ke dalam.
Di dalam kantor ada banyak orang, selain Elliot dan Karina, tidak ada lagi yang Serena kenal.
__ADS_1
Orang paruh baya yang duduk di bagian paling depan, ia memandang Serena dan Sarah sebentar, lalu bertanya, “Manakah di antara kalian yang bernama Serena?”
Elliot berdiri, menunjuk ke arah Serena dan menjawab: “Manajer Utama, dialah yang bernama Serena.”
“Halo, Manajer Utama.” Sapa Serena dengan sopan.
Manajer Utama melihat ke arah Serena dan bertanya, “Apakah kamu tahu kenapa saya memanggilmu kemari?”
“Tahu.” Serena menganggukkan kepalanya.
Melihat Serena yang tenang seperti itu, ia pun secara tidak sadar melihatnya terus, dan bertanya, “Soal kamu yang mencuri design rekan kerjamu, apakah kamu punya pembelaan diri?”
Serena tidak menjawab pertanyaan dari Manajer Utama, ia hanya balik bertanya: “Saya ingin bertanya 1 hal, apakah ada bukti bahwa saya yang mencuri designnya?”
Manajer Utama terdiam, lalu mengambil tumpukan design yang ada di tangan sekretaris dan berkata: “Ini adalah hasil design rekan kerjamu Sarah, di tanganmu bukankah ada design yang persis sama dengan ini?”
“Di tangan saya memang benar ada design yang sama persis seperti itu.” Kata Serena sambil sekali lagi menganggukkan kepalanya.
Tanpa terduga ketika Serena meminta bukti, ia langsung mengakuinya, Manajer Utama merasa heran hingga menaikkan alisnya, “Jadi kamu mengaku kalau kamu memang mencuri designnya?”
Serena menggelengkan kepalanya, “Mengaku? Untuk hal yang tidak pernah kulakukan, mengapa saya harus mengaku?”
Mendengar jawaban dari Serena, raut muka Manajer Utama pun berubah menjadi masam, “Barusan kamu mengaku, sekarang kamu menyangkalnya, apakah kamu sedang bermain-main dengan saya?”
“Saya tidak bermain-main dengan Anda.” Kata Serena sambil menggelengkan kepalanya, lalu menjelaskan: “Design-design itu, adalah design gambar yang saya suruh.”
“Benarkah begitu?” Tanya Manajer Utama dengan melihat ke arah Sarah.
Orang-orang kantor semua tahu akan hal ini, jadi Sarah tidak berani menyangkal hal tersebut, ia lalu mengangguk dan berkata: “Memang benar itu adalah design gambar yang ia suruh, tetapi ia ingin mengklaim design tersebut menjadi design miliknya.”
Serena menyerap semua kata-kata itu dengan tenang, “Saya tidak pernah berpikir untuk mengklaim design miliknya, saya juga tidak tertarik akan design-designnya itu. Walaupun saya menyuruhnya untuk memberikan gambar designnya kepada saya, saya hanya ingin melihat dimana letak kekurangannya, lalu mengajarinya dengan menggunakan metode yang tepat.”
“Serena, kamu ingin mengajariku? Atas dasar apa kamu bisa berkata kamu layak?” Bantah Sarah dengan nada marah.
Karina tidak tahan lagi untuk memaki Sarah, “Sarah, kamu pikir kamu sehebat itu hah? Nona Luo berencana untuk mengajarimu, itu seharusnya adalah suatu berkat untukmu, kamu malah tidak puas dengan hal itu, dasar bodoh.”
Mendengar kata-kata Karina, Manajer Utama menaikkan alisnya bingung.
Kenapa ya bukan hanya Elliot saja yang ingin membantu Serena, bahkan Karina pun yang notabene seorang designer yang di rekrut dari kantor pusat yang ada di Perancis ini juga membela Serena sih?
Dengan keraguan yang terpancar di matanya itu, Manajer Utama berkata lagi: “Jangan lupa, posisimu sama dengannya, kalian sama-sama designer kecil saja di tempat ini. Lalu ditambah lagi, setahu saya, kamu bekerja di sini lebih baru dibandingkan dia kan? Memang kamu punya kemampuan untuk mengajarinya?
“Memangnya kenapa kalau saya designer kecil? Bekerja di sini lebih baru juga apa masalahnya? Jika memang saya mampu, saya rasa itu pun sudah cukup.” Jawab Serena dengan penuh percaya diri.
Manajer Utama terdiam mendengar jawaban Serena, lalu tertawa, “Memang benar, jika memiliki kemampuan itu cukup. Tetapi sayang sekali, saya masih tidak tahu seperti apa kemampuanmu itu.”
__ADS_1
“Jadi?” Tanya Serena sambil menaikkan alisnya.