I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 218 Memanjakan Serena


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pukul 5.30 waktu pulang kerja telah tiba, Serena segera berberes-beres dan bersiap meninggalkan kantor.


Setelah keluar dari lift dan belum sampai di pintu masuk perusahaan, Serena dari kaca lobi perusahaan melihat bahwa Ralphie sudah menunggunya ditempat dia menurunkan Serena tadi pagi.


Hello! Im an artic!


Mungkin karena takut akan ada seseorang yang akan mengenalinya, Ralphie mengenakan kaca mata hitam.


Kata mata hitamnya meskipun sudah menutupi sebagian wajah yang akan membuat orang lain terpana, tetapi tetap saja pesonanya itu tidak dapat disembunyikan begitu saja.


Hati Serena seketika bergetar hebat, kemudian tersadar kembali dan mempercepat langkahnya menuju luar perusahaan.


Karena semua pikirannya berada pada Ralphie, dia sama sekali tidak menyadari bahwa disampinya juga ada seseorang yang sedang berjalan ke arah Ralphie, kemudian tanpa sengaja bertabrakan dengan orang itu.


Hello! Im an artic!


Luka di kaki yang sebenarnya belum sembuh benar, dan kemudian malah tertabrak seseorang, membuatnya tidak bisa berdiri dengan tegak, dan seketika terjatuh dilantai.


Kaki kirinya seketika terasa sakit, sampai-sampai membuat matanya sedikit berair.


Saat itu, terdengar suara yang membuatnya sangat terkejut, “Serena?”


Serena mengangkat kepalanya, dan dia melihat ekspresi muka masam Elliot yang sedang menatapnya.


Ternyata, orang yang menabraknya barusan adalah Elliot.


“Manajer Elliot.” Serena menganggukkan kepalanya.


Elliot menatap Serena yang duduk dilantai dan berkata, “Ini kamu sendiri yang menabrakku.”


“Saya tau, saya minta maaf, saya tidak memperhatikan…..”Serena belum menyelesaikan kalimatnya, kemudian terdengar suara langkah kaki seseorang sedang berlari mendekat, “Kenapa bisa terjatuh lagi? Luka di kakimu sakit apa tidak?”


Serena memalingkan wajahnya ke arah Ralphie dan berkata, “Sedikit sakit.”


“Biar aku liat.” Ralphie berkata sambil berjongkok didepannya, dan melihat lihat luka yang berasa di kaki Serena.


Setelah melihat bahwa bekas jahitan di kakinya tidak berdarah, dia baru merasa tenang, “Tidak apa-apa.”


Serena mengangguk mengerti, kemudian Ralphie memegang pundaknya membatunya berdiri, dan segera berdiri.


Ralphie malah mengulurkan tangannya, seketika menggendong Serena dipelukannya, dan kemudian berjalan keluar.

__ADS_1


Elliot yang melihat bahwa di kaki Serena terdapat luka jahitan, seketika terdiam, sampai Ralphie membopong Serena keluar dari gedung dia baru tersadar kembali dan memanggil menghentikan mereka pergi.


“Tunggu sebentar.”


Kaca mata hitam yang dipakai Ralphie tidak dapat menghalangi tatapan dinginnya menatap Elliot, “Ada masalah?”


Serena memang terjatuh karena menabrak Elliot, tetapi perkataan yang Elliot tadi ucapkan membuat Ralphie tidak senang, jadi membuatnya memberikan tatapan dingin yang menakutkan itu.


Meskipun orang yang diajak bicaranya memakai kaca mata hitam, tidak jelas ekspresi yang terluhat diwajahnya, tetapi Elliot merasakan ada hawa dingin yang dipancarkan, dan hawa dingin itu ditujukan kepadanya.


Baiklah, dialah yang menabrak Serena, tetapi malah dia juga lah marah-marah tidak jelas.


Serena yang mendengar suara Elliot, dia baru menyadari bahwa disini ada orang dia kenal.


Terlihat oleh orang yang dia kenal bahwa Ralphie menggendongnya membuat wajahnya merona merah, “Manajer Elliot, apakah ada masalah?”


Ralphie sudah sangat tidak senang karena Elliot menghentikan mereka, sekarang dengan melihat wajah Serena yang memerah, hatinya seketika berubah menjadi gembira.


Anggap saja kamu sedikit berguna, Ralphie dengan sinis menatap Elliot.


Elliot yang merasakan hawa membunuh dari ekspresi Ralphie kemudian mengangguk dan berkata menatap Serena, “Maaf, aku tidak tahu kalau kakimu terluka.”


“Tidak apa-apa, sudah hampir sembuh juga lukanya.” Serena menggeleng.


Elliot terdiam sebentar kemudian bertanya, “Alasan minggu lalu kamu ijin tidak masuk kerja adalah karena kakimu terluka?”


Meskipun Elliot sudah menduganya, tetapi begitu mendengar Serena sendiri yang mengatakannya, dia masih saja merasa terkejut.


Dia karena kakinya terluka jadi minggu lalu sampai ijin tidak masuk kerja, tetapi dia malah memarahinya habis-habisan, sampai-sampai mengeluarkannya dari daftar peserta lomba, dan sekarang dia malah membuatnya terjatuh.


Meskipun dia sangat meremehkan Serena yang masuk keperusahaan karena koneksi, tetapi dia dia tetap merasa bahwa dia sudah sedikit keterlaluan.


“Mengenai perkataanku waktu di telepon waktu itu…. Aku meminta maaf.”


Serena terdiam sesaat, kemudian tersadar akan ucapan Elliot yang meminta maaf atas, perkataannya di telepon saat Serena meminta ijin tidak masuk kerja.


“Tidak apa-apa, semua sudah berlalu.”


“Emm.” Elliot seketika merasa tenang, kemudian dirinya seakan teringat sesuatu dan berkata, “Aku membuatmu kehilangan kesempatan untuk mengikuti lomba, besok aku akan mengurusnya ke atasan, dan memasukkanmu kembali ke daftar peserta lomba.”


Serena terdiam, kemudian menggeleng, “Terima kasih, tetapi tidak usah.”


Mendengar Serena yang berkata tidak usah, respon pertama Elliot adalah bahwa asisten Felix telah membantunya mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba.

__ADS_1


Jadi dia tidak berkata lebih banyak lagi dan mengiyakan mengerti.


Serena mengangguk ke arah Elliot, kemudian menatap Ralphie dan berkata, “Ayo kita kembali.”


“Iya.” Ralphie mengangguk, dan menatap dalam ke arah Elliot, kemudian menggendong Serena ke arah mobilnya yang terparkir di seberang jalan.


Setelah masuk mobil Ralphie baru mengatakan sesuatu, “Kenapa kamu keluar dari daftar lomba?”


“Itu…. aku juga tidak tau.” Serena menaik turunkan bahunya, mengekspresikan ketidaktahuannya.


Ralphie terdiam sebentar dan berkata, “Nanti aku akan menelpon Felix untuk bertanya.”


“Tidak usah.” Serena menggeleng menolak.


Ralphie teringat bahwa tadi Serena juga menolak saat Elliot melakukannya, kemudian bertanya, “Kenapa tidak ingin mengikuti lomba?”


“Aku merasa kalau kemampuanku yang sekarang belum cukup.” Serena menjawab dengan datar.


Serena memalingkan wajahnya dan menatap Serena sekejap, kemudian kembali mengarahkan pandangannya ke arah depan, “Baiklah, tidak usah mengikuti lomba ini.”


Meskipun Serena sudah mengatakan bahwa dia tidak akan mengikuti lomba ini, tetapi setelah kembali Ralphie masih tetap menelpon Felix menanyakan mengenai perlombaan apa yang sebenernya mereka bicarakan.


“Direktur, perancang yang menang dalam lomba ini mempunyai kesempatan untuk mengikuti tiket untuk mengikuti perlombaan desain berlian tingkat dunia.”


Setelah mendengar perkataan Felix, Ralphie seketika mengerutkan keningnya, “Jadi maksud kamu, jika tidak mengikuti perlombaan ini, maka tidak akan bisa mengikuti perlombaan perancang berlian tingkat dunia itu?”


“Secara teori memang begitu.” Felix terdiam sebentar baru kemudian melanjutkan, “Tetapi masih ada cara lain.”


Bagus jika ada cara lain, sorot mata Ralphie bergetar kemudian bertanya, “Cara seperti apa?”


“Jika bisa mendapatkan surat rekomendasi dari para juri di perlombaan perancang berlian tingkat dunia, maka perancang itu tidak perlu mengikuti perlombaan itu.”


Surat rekomendasi dari para juri perlombaan berlian tingkat dunia? Mata Ralphie berkedip-kedip dan berkata, “Besok aku mau mendapat surat rekomendasi itu.”


Besok? Felix seketika terdiam.


Apakah Direktur kita ini mengira bahwa surat rekomendasi itu seperti sayur sawi yang dengan mudahnya dapat didapatkan? Begitu menginginkannya maka bisa dengan mudah mendapatkannya?


“Direktur Su…. surat rekomendasi itu, tidak semudah itu untuk didapatkan…. memungkinkah jika Direktur memberiku waktu sedikit lebih lama?”


“Mau berapa lama? Apa mau aku kasih kamu waktu sampai sebulan? Hah?” Nada suara Ralphie seketika berubah dingin, tetapi intonasinya menjadi sedikit berat.


Felix seketika menjawab, “Tidak perlu tidak perlu, aku akan pastikan besok bisa mendapatkannya.”

__ADS_1


Felix seketika menjerit dalam hatinya!


Ralphie yang ingin memanjakan Serena, tetapi bawahan seperti dia lah yang mengalami kepahitan dan kesengsaraan.


__ADS_2