I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 90 Serena Menghilang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Seiring dengan Serena kehilangan kesadarannya, tas yang ada ditangannya pun terjatuh keatas lantai, lalu gantungan yang diberikan Ralphie itu pun pecah berkeping-keping.


Laki-laki itu jongkok untuk mengambil tas Serena, lalu dengan tergesa-gesa menggendong Serena dan masuk ke dalam sebuah mobil.


Hello! Im an artic!


Ketika mobil itu mulai berjalan, disaat itu mobil Ralphie baru mengarah ke sana.


Mobil Ralphie pun berpapasan dengan mobil itu dan ia pun berhenti di samping jalan.


Dia bilang mau menungguku di tempat lama, kenapa masih belum ada disini?


Ralphie megerutkan keningnya lalu mengeluarkan handphonennya dan menghubungi nomor Serena.


Hello! Im an artic!


Ia pun terbengong dalam beberapa detik, karena dari dalam telpon itu terdengar suara: “Maaf, telepon yang anda hubungi sedang tidak aktif.”


Tidak aktif? Kenapa dia mematikan handphonenya?


Ralphie menunggunya beberapa waktu didalam mobil, lalu ia membuka pintu mobilnya dan turun untuk mencari Serena disekitaran sana.


Baru berjalan beberapa langkah, ia melihat gantungan Serena yang sudah hancur di tengah jalan.


Dia jongkok dan melihat gantungan yang hancur itu dengan teliti, itu benar gantungan yang kemarin ia belikan kepadanya di LV.


Gantungan yang ada di tas Serena bagaimana bisa hancur disini? Dia kemana lagi?


Sekarang sudah lewat sepuluh menit dan ia menghubungi teleponnya lagi, tetapi saja tidak aktif, Serena hilang……..


Perasaan hati Ralphie mulai tidak enak, dia merasa ada sesuatu yang janggal, tetapi ia tidak tahu bagaimana harus mengutarakannya, perasaan curiga itu pun langsung mengerumuni seluruh tubuhnya.


Sambil sibuk menghubungi Felix dan menyuruhnya untuk mencari CCTV yang ada disekitar sana, Ralphie sambil bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar sana dengan mendeskripsikan ciri-ciri Serena.


Ralphie sudah bertanya dengan beberapa orang dan akhirnya ada orang yang melihat kalau tadi Serena di gendong seorang laki-laki dan masuk ke dalam sebuah mobil yang tidak ada platnya.

__ADS_1


Mobil yang tidak ada plat? Ralphie ingat tadi waktu ia hendak sampai ke tempat ini ia berselisih dnegan sebuah mobil yang tidak ada platnya, dan mobil itu pun pas berjalan kearah ini…..


Dia berterima kasih kepada orang itu, sambil segera menghubungi Felix dan menyuruh dia untuk mencari informasi tentang mobil yang tidak ada plat itu lalu ia segera mengemudi mobilnya dan mengejar mobil itu ke arah tadi……


Sebenarnya mengejar mobil itu ke arah yang dikunjunginya seperti ini sangat susah kemungkinan bisa menemukan mobil itu, karena ia tidak tahu secara detail arah tujuan mobil itu.


Setelah ia mengetahui lokasi yang hendak dikunjungi mobil itu, sambil tetap berhubungan dengan Felix ia pun menginjak gas mobilnya lebih kencang lagi dan segera menuju ke tempat yang dikatakan Felix.


Tempat itu adalah tempat pembuangan sampah, disana sama sekali tidak ada cahaya lampu.


Ada tiga laki-laki yang sedang bermain kartu disana, sedangkan Serena sedang tertidur dan tidak sadarkan diri diatas lantai.


Lalu salah satu dari laki-laki itu sambil merokok sambl berkata, “Kamu bilang boss kita ini agak gila ya? Sebentar suruh kita menghancurkan wanita ini, sebentar suruh kita menangkapnya saja.”


“Orang kaya semuanya seperti itu.” Laki-laki yang ada didepannya itu pun menjawabnya sambil memegang kartunya.


“Jadi kita mau menghancurkan wanita ini atau tidak?” Laki-laki yang sedang menghisap rokok itu melihat ke arah Serena yang sedang terbaring diatas lantai dengan tatapannya yang sedikit licik lalu ia berkata: “Wanita ini lumayan cantik, kalau saja kita bisa menghancurkannya, hahahah……”


Laki-laki yang ada didepannya pun berkata, “Jangan menyentuhnya dulu, tunggu boss kita datang dan lihat dia bilang apa dulu?”


“Baik, aku tahu.” Laki-laki yang sednag merokok itu menjawab, tetapi ia terus melihat ke arah Serena yang sedang terbaring diatas lantai.


“Terserah, cuma ingat ambil sebotol arak.” Laki-laki yang agak tua itu berkata sambil tertawa.


Laki-laki yang menggunakan masker itu menggelengkan kepalanya dan bertanay kepada laki-laki yang sedang merokok itu, “Kamu?”


“Kamu lihat saja.” Laki-laki itu tetep merokok dan menjawabnya.


“Kalau begitu aku pergi beli makan dulu, kalian ingat tunggu nanti kalau boss sudah telepon, kasih tahu dia kondisi sekarang.” Setelah laki-laki yang menggunakan masker itu selesai berbicara, ia pun meninggalkan tempat itu.


Setelah laki-laki itu pergi dari sana, laki-laki yang sedang merokok itu melihat laki-laki yang ada didepannya dan berkata: “Kamu pergi telepon boss dulu.”


“Oh, baik.” Laki-laki itu menganggukkan kepalanya lalu berdiri dan pergi menghubungi boss mereka.


Laki-laki yang sedang merokok itu melihat laki-laki itu pergi lalu membuang rokoknya diatas lantai, beranjak berdiri dan berjalan ke arah Serena yang sedang terbaring diatas lantai……..


Ralphie mengikuti arahan yang di beritahukan Felix dan sampai ditempat itu, ketika ia sampai pas sekali ia melihat laki-laki yang memakai masker itu baru keluar dari lokasi itu.

__ADS_1


Ia pun langsung mematikan lampu mobilnya dan menunggu laki-laki itu pergi meninggalkan tempat itu. Lalu dengan diam-diam dan hati-hati ia berjalan kearah lokasi itu.


Ketika ia baru masuk, ia melihat ada cahaya di dalam sana dan mendengar seorang lai-laki yang berkata.


“Kamu cepat pergi menghubungi boss kita.”


“Oh, baik.”


Ralphie memperhatikan arah lampu itu dan berjalan menuju ke arah sana.


Ketika ia hampir sampai ke tempat itu, tiba-tiba pintu itu terbuka dan ada seorang laki-laki yang keluar dari dalam sana.


Karena Ralphie bersembunyi di tempat yang agak gelap, laki-laki itu tidak melihatnya dan langsung berjalan kearah depan dan menghubungi boss mereka.


Ralphie membungkuk dan dengan hati-hati mendekati jendela dan mengintip apakah ada Serena didalam sana.


Ketika ia mengintip, pas sekali ia melihat laki-laki yang ada didalam itu membuang rokoknya dan berdiri dan berjalan kearah Serena.


Dia mau ngapain? Muka Ralphie pun sangat terkejut.


“Wanita secantik ini, kalau tidak di manfaatkan akan rugi besar.” Laki-laki itu bercanda dengan nada suara yang sangat kecil, lalu ia menjulurkan tangannya dan hendak membuka baju Serena………..


Ralphie pun sangat emosi melihat hal itu lalu ia pun mulai memikirkan cara untuk masuk ke dalam ruangan itu dan ia pun langsung menendang pintu tua itu dan masuk kedalam ruangan itu.


Seiring dengan suara tendangan itu, Ralphie pun sudah masuk ke dalam ruanagn itu dan ia menarik kera belakang baju laki-laki yang baru membuka jaket Serena itu,lalu langsung menariknya dan tanpa berbicara banyak ia langsung menghajarnya habis-habisan.


Kehadiran Ralphie itu sangat tiba-tiba, ditambah lagi laki-laki itu sedang bermaksud untuk membuka baju Serena jadi ia sama sekali tidak ada persiapan untuk mengelaknya jadi ia pun dihajar sampai babak belur oleh Ralphie.


Ralphie masih belum berasa puas, tanpa beristirahat sedikit pun, ia pun mengangkat kakinya dan terus menendang laki-laki bajingan ini.


Awalnya laki-laki itu masih berjerit kesakitan, tetapi sampai akhirnya laki-laki itu sudah pingsan dan tidak mengeluarkan suara apa-apa lagi.


Ralphie melihat laki-laki itu sudah tidak ada rekasi lalu ia pun menoleh dan melihat dan berjalan ke arah Serena yang sedang terbaring di atas lantai.


Ketika ia baru selesai menggendong Serena dan hendak pergi dari sana, dari belakangnya terdengar suara langkah kaki orang.


Ralphie menoleh kebelakang dan melihat laki-laki yang sedang menelepon didepan tadi sedang bejalan masuk dan mengambil sebuah tongkat besi.

__ADS_1


Ralphie pun kembali meletakkan Serena diatas lantai dan mengambil sebuah tongkat besi yang ada dilantai juga lalu berjalan kearahnya.


__ADS_2