I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 15 Makan Di The Waterfront Blossom


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Hari ini Ralphie sangat sibuk, siang ini dia sudah mengadakan beberapa kali rapat.


Sore ini dia menemani seorang klien yang sangat penting, lalu pun menghadiri rapat berikutnya.


Hello! Im an artic!


Ketika ia keluar dari kantor rapat, sudah pukul 8.30, dia pun memegang keningnya yang sedikit sakit, lalu tiba-tiba ia teringat janji dia dengan Serena.


Felix sedang mengambil dokumen dan lari ke arah kantor Ralphie, bertanya: “Direktur Su, kamu mau makan malam apa? Biar aku pesankan untukmu…….”


Felix masih belum menyelesaikan pembicaraannya, Ralphie sudah memotongnya, “Makan malam? Sekarang sudah jam berapa?”


Felix melihat layar handphonenya dan menjawab, “8.30.”


Hello! Im an artic!


Mendengar Felix mengatakan jam 8.30, Ralphie langsung menghentikan langkah kakinya, “Gawat, kenapa kamu tidak ingat aku lebih awal?”


Felix tidak tahu kenapa dia dimarahi, Direktur Su mau di mengingatkannya apa?”


Ralphie sudah tidak ada waktu untuk menjelaskannya pada Felix, lalu berkata: “Kasih aku kunci mobil.”


Felix terbengong beberapa saat, lalu mengeluarkan kunci mobilnya dari kantongnya dan memberikannya pada Ralphie.


Setelah mengambl kunci dari Felix, Ralphie langsung berjalan menuju ke arah lift.


Felix baru menyadarinya dan mengejarnya, “Direktur Su, tunggu sebentar, manager tiap departeman mau melaporkan hasil kerja……..”


Sambil berlari kearah lift, Ralphie menjawab ‘ Batalkan’.


Batalkan? Ralphie yang tahunya hanya kerja mau membatalkan rapatnya? Apakah matahari sudah terbit dari sebelah barat………….atau….sudah tidak ada matahari. Felix melihat sekilas keluar jendela dan menusap-ngusap hidungnya, dan dengan cepat melaporkan kepada semua orang tidak usak melaporkan hasil kerja kepada Ralphie lagi.


Ketika baru keluar dari lift, Ralphie berpikir utnuk menghubungi Serena lebih dulu.


Tetapi ketika ia mencari hadphonennya dikantongnya, ia baru sadar handphonenya ketinggalan di kantor.


Dia tidak ingin menghabiskan waktunya lagi untuk kembali keatas dan mengambil handphonenya, lalu ia pun bergegas ke tempat parkir.


Ralphie mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, dari Grup Su sampai ke rumah makan kota A, jarak yang harus ditempuh kurang lebih satu jam hanya dibawanya dalam waktu dua puluh lima menit.


Dia tidak menyangka ketika dia sibuk-sibuk untuk ke ruangan itu, ia malah mendengar pelayan yang sedang mengusir Serena.


Pelayan yang kecil-kecil tetapi berani mengusir orang! Ralphie pada saat itu marah besar dan dia tidak sadar ia melihat Serena sebagai orangnya, dan sekarang ia ingin sekali langsung menghancurkan rumah makan kota A!


“Aku lihat siapa yang berani mengusirnya?”

__ADS_1


Serena menoleh dan melihat Ralphie dengan mukanya yang marah.


Sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh. Pada saat ini, dia menampakkan suasana hatinya yang dingin dan ekspresinya itu dapat dikatakan sangat mengerikan.


“Kamu…..sudah datang?” Serena pun di buat terkejut olehnya dan suaranya pun sedikit bergetar.


Ralphie menekan bibirnya lalu menyimpan kembali amarahnya, dan kembali ke eskpresinya yang dingin seperti biasanya, “Maaf, aku terlambat.”


Awalnya Serena terbengong dan dia pun menggelengkan kepalanya: “Tidak apa-apa.”


Ralphie mengeluarkan suara ‘ Iya’, lalu dengan muka yang marah melihat ke arah pelayan dan berkata: “Panggil manager kalian kesini.”


Pelayan itu pun dibuat takut oleh suara Ralphie dan berjalan mundur, lalu dengan suara yang begetar menjawab: “Manager…..kita sedang tidak ada.”


“Manager tidak ada, panggil bos kalian keluar!” Ralphie pun berkata begitu.


Serena tidak ingin dia membuat keributan disini, dengan lembut dia menarik-narik lengan baju Ralphie dan dengan suara kecil dia berkata: “Kita pergi dari sini saja.”


Ralphie menundukkan kepalanya dan melihat kearah mata Serena yang berlinangan air mata.


Ralphie menekan bibirnya lalu menjawab dengan kata ‘Baik’.


“O.” Serena mengangukkan kepalanya, lalu mengambil tasnya dan keluar dari ruangan VIP itu.


Ketika Ralphie mengikuti Serena dari belakangnya keluar dari ruang VIP itu dan Ralphie pun terus melototi pelayan yang memarahi Serena tadi.


Ralphie mengeluarkan suara ‘ Hmmm’ dan mengikuti langka kaki Serena.


Setelah keluar dari rumah makan kota A, Ralphie langsung membawa Serena ke The Waterfront Blossom.


The Waterfront Blossom adalah salah satu restoran termahal di kota A, Serena sebagai putri dari Grup Su, dia pasti tidak jarang datang kesini, hanya saja ketika dia sudah tamat sekolah dan tidak bergantung pada keluarganya lagi, ia sudah jarang datang kesini.


Baru beberapa bulan tidak datang kesini, The Waterfront Blossom sudah banyak berubah.


Dulu ia merasa ini adalah tempat yang membuat orang merasa seperti surga, tetapi sekarang malah sudah tambah mewah.


Dengan jalan dan tempat yang sudah sangat dikenal oleh Ralphie mengantarkan Serena ke ruangan VIP.


Pelayannya menuangkan secangkir teh untuk mereka dan memasingkan daftar menu makanan kepada mereka.


Yang awalnya janji mau makan malam jam 7, sekarang sudah hampir jam 10, Serena juga sudah lapar sekali.


Serena pun membuka menu makanan itu dan ketika ia melihat harga makanan di menu makan itu, tangannya pun terhentikan.


Dia tahu makanan di The Waterfront Blossom itu mahal, tetapi seingatnya makanannya tidak semahal ini deh?


Serena pun memonyongkan mulutnya sambil berpikir apakah dia mentraktir Ralphie makan saja disini baru nanti dia pulang kerumah dan masak indomie.

__ADS_1


Melihat Serena yang tidak bergerak, Ralphie pun melihat kearahnya, “Ada apa?”


“Itu…….” Disaat itu Serena tidak tahu harus menjawab apa, dan pada saat itu juga, handphonenya berdering.


Serena serasa mendapatkan lotre, lalu ia melihat ke arah Ralphie dan berkata, “Tuan Su, kamu pesan dulu, aku angkat telepon sebentar”, lalu ia pun mengambil handphonenya dan berjalan ke depan jendela dan menjawab teleponnya.


Yang meneleponnya adalah Claudia, dia bertanya kenapa sudah semalam ini Serena masih belum pulang.


Alasannya sebenarnya sangat simpel, tapi Serena malah berbincang lama dengan Claudia baru dia menutup teleponnya.


Ketika ia kembali ke meja makannya, Serena memasukkan handphonenya kedalam tasnnya dan bertanya, “Kamu sudah pesan makanan?”


“Aku pesan empat sayur dan satu sup.” Ralphie mengangkat gelas yang ada dihadapannya dan meminumnya, dan bertanya kepada Serena, “Kamu lihat mau makan apa untuk tambahannya.”


Mendengar apa yang dikatakan Ralphie, Serena tanpa berpikir panjang langsung melambaikan tangannya dan berkata, “Aku…..tidak usah.”


Ralphie melihatnya sebentar, lalu menambah satu sayur lagi, baru membuat pesanannya menjadi komplit.


Serena meraba-raba dompetnya dan sedikit merasa takut, dan pelayannya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu mengambil menu makanan itu dan pergi.


Pelayanan di The Waterfront Blossom sangat bagus, belum sampai sepuluh menit, pesanannya semua sudah dihidangkan.


Seperti selerah Ralphie tidak begitu bagus, ia mencoba semua sayuran itu dan meletakkan sumpitnya.


Serena merasa sangat frustrasi, makanan ini sengaja dia pesan untuk mentraktirnya makan, kenapa di sia-siakan seperti ini.


Tanpa berpikir panjang dan langsung memakan makanan itu.


Harga makanan di The Waterfront Blossom mahal juga masuk akal karena masakan yang di masak oleh kokinya benar-benar sangat lezat.


Serena memakannya dengan sangat bahagia.


Sambil meminum teh Ralphie melihat Serena makan, tidak tahu sedang memikirkan apa.


Makan malam sudah selesai dan sudah waktunya bayar.


Uang yang ada didalam dompetnya di tambah uang yang ada di dalam kartunya harusnya sudah cukup! Serena menghela nafas.


Lalu mencari alasan untuk pergi ke toilet dan berencana untuk membayarnya sendiri di meja depan dan tidak membiarkan Ralphie melihatnya malu.


Ralphie menyenter ke tas yang ada ditangannya, tidak tahu ia sedang memikirkan apa.


Setelah Serena meninggalkan ruangan itu, ia juga beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Ketika keluar dari ruang VIP itu, Ralphie melihat ternyata Serena tidak pergi ke toilet dan sedang berada di meja tempat membayar.


Dia mengerutkan keningnya dan menyusulinya.

__ADS_1


__ADS_2