
Hello! Im an artic!
Setelah penata rias selesai mendandani Serena, dia membantu Serena mengambil baju pengantin dan membantu nya untuk mengantinya.
Penata rias bergumam: “Eh, kok baju pengantinnya kebesaran?”
Hello! Im an artic!
Serena melihatnya sebentar, kemudian tidak terlalu peduli menjawab: “Besar yah besar, nggak apa-apa.”
“Sayang sekali, baju pengantin ini adalah design terbaru Chanel yang paling terbaik dimusim ini, harganya saja dua jutaan yuan lebih.” Desah penata rias.
Serena tak menyangka baju pengantin bisa sebegitu mahal, luar biasa.
Penata rias sama sekali tidak memperhatikan raut ekspresi Serena lalu mengeluarkan sebuah kotak.
Hello! Im an artic!
Kotak dibuka, didalamnya ada satu set perhiasan lengkap.
Cahaya terang diruang rias memancarkan sinar.
Dengan sekali lihat Serena bisa langsung mengenali, ini adalah satu set perhiasaan yang tahun kemarin menang dan pendapatkan peringkat pertama yang didesign oleh Charlotte dengan tema ‘Accompanied by this lifetime will never live up to’, dia ingat saat itu hanya satu cincin saja harganya kira-kira tujuh jutaan yuan, ini satu set…….
Penata rias tidak memberitahu kepada Serena harga satu set perhiasaan ini, Serena mengkira-kira kalau saja dia tidak tahu jelas.
Setelah semua sudah siap, tak lama lagi, resepsi akan segera dimulai.
Dia mengikuti orang yang telah disiapkan oleh Leonard, berjalan keluar dari ruang pengantin, jalam melewati koridor yang panjang, hingga melihat sebuah pintu utama dan ada Leonard disana yang tersenyum lebar.
Melihat Serena menghampirinya, Leonard langsung merespon, “Serena, papa antar kamu masuk ke dalam.”
Serena tidak berbicara, hanya melihat Leonard beberapa detik, kemudian mengandeng tangannya dilengan Leonard.
Mungkin karena tidak pernah terlalu dekat dengan Serena, raut wajah Leonard terlihat sangat tegang.
Serena seakan tidak merasakan sesuatu lalu dengan pelan berkata: “Inikah perasaan anak perempuan yang menggandeng tangan ayahnya? Dulu ketika lihat kakak dengan akrab menggandeng lengan papa, aku sangat iri, ingin sekali merasakan, hari ini akhirnya kesampaian…….”
Suara Serena sangat pelan, membuat Leonard yang disamping merasa seperti ditimpuk batu, dia ingin berkata sesuatu, tetapi saat ini didalam ruangan sudah terdengar, “Kita persilakan pengantian pria dan pengantin wanita untuk memasuki ruangan.”
Serena pelan-pelan melepaskan tangan Leonard, selangkah demi selangkah berjalan masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
Disaat ini Serena tidak tahu, diujung karpet merah ada sebuah kejutan yang sedang menunggunya.
Bagi Serena, pernikahan ini adalah sebuah kewajiban dan tanggung jawab dia sebagai orang yang memiliki darah Keluarga Luo, dia sama sekali tidak menaruh harapan apapun, bahkan ketika dia menginjak karpet merah, lagu pernikahan yang mulai diputar, dia tetap terus menatap ke bawah.
Bahkan sampai terdengar suara berat, “Serena?”
Suara tidak terlalu besar, tidak terlalu jelas karena adanya musik yang dimainkan, tetapi Serena tetap mendengarnya, dia mendongakan kepala, dan kebetulan melihat Lacey dan seorang anak perempuan cantik mengenakan baju pengapit berdiri satu meter darinya.
“OMG, pantesan aja Kak Ralphie meminta kita untuk menjadi bridesmaid, ternyata pengantin wanitanya adalah kamu!” Lacey berbicara sambil menghampiri Serena.
Serena sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud Lacey, “Apa?”
Lacey tidak menjawab pertanyaan Serena dan hanya berkata: “Kak Ralphie sudah keluar!”
Serena mendengar perkataan Lacey langsung menghadap ke depan.
Dibatasi dengan panjangnya karpet merah, dia melihat seseorang yang tidak terlihat seperti pria yang berusia 50 tahunan tetapi wajah yang tak asing dan tampan.
Serena seperti sedang di akupuntur, sekujur tubuhnya menjadi kaku seperti batu.
Ralphie kenapa bisa disini?
Apakah dia sedang berhalusinasi?
Dari dia pergi hingga hari ini, yang kurang lebih sudah satu bulan lima hari, dia akhirnya bisa melihatnya.
Tanpa make up saja wajahnya sudah sangat cantik, apalagi sekarang yang di make up, jauh lebih cantik lagi.
Hanya saja, dia terlihat seperti lebih kurusan, wajahnya menjadi sangat tirus, apa hanya perasaan dia saja?
Dengan cepat Ralphie langsung sadar bahwa itu bukan perasaan saja, karena dia melihat baju pengantin yang dikenakan Serena kebesaran.
Baju pengantin ini Ralphie buat sesuai ukuran badan Serena dulu, sekarang dia pakai kebesaran, berarti dia memang kurusan.
Sialan, dia melupakan Serena yang dikurung apakah melewati hari dengan baik, hal tersebut terbesit sebentar didepan Ralphie.
Rumor yang beredar, Direktur Grup Su adalah seseorang yang berusia 50 tahunan, sekarang pengantin pria keluar malah seorang pria yang penampilannya sangat mengejutkan orang banyak.
Dalam sekejap seluruh isi ruangan menjadi ricuh.
“Siapa orang ini? Pengantin pria kah?”
__ADS_1
“Bukankah katanya pengantin adalah Direktur Grup Su? Apakah ganti orang?”
……
Perdebatan disekitar membuat Serena kembali tersadar.
Dia mengedipkan mata, Ralphie yang didepan masih ada.
Bukan dia yang sedang halu, tetapi itu benar-benar Ralphie.
Ralphie kenapa bisa disini?
Serena awalnya ingin bertanya kepada Lacey yang disebelah, tiba-tiba Flora muncul dari kerumunan orang banyak, menyudutkan Serena dan memarahinya, “Serena, kamu sama seperti ibumu tidak tahu malu, dihari pernikahan ini masih menggoda pria lain.”
“Aku nggak, mamaku juga ngga…..” wajah Serena menjadi pucat pasi, dia gemetar mundur ke belakang, kakinya tidak menapak dengan stabil dan hampir saja terjatuh, untung saja ada Lacey dan Molly dengan cepat menahannya.
“Serena, kamu kenapa…….” Tanya Lacey khawatir.
Serena sama sekali tidak mendengar perkataannya, diotak nya terus terlintas omongan Flora tadi.
“Serena, kamu dan ibumu sama tidak tahu malu, dihari pernikahan ini masih menggoda pria lain.”
Melihat Serena yang mendapatkan tekanan, wajah Flora memasang raut senyum kemenangan.
Serena, kamu pikir kehadiran Ralphie disini akan ada kesempatan untukmu kabur?
Mimpi! Aku akan membuatmu malu didepannya, sekaligus menikah dengan Direktur Su saja juga tidak bisa.
Pengantian wanita langsung dimarahi tidak tahu malu, menggoda pria didepan orang banyak. Membuat seluruh tamu yang hadir mulai membicarakannya.
“Kirain dari Grup Su ganti orang? Ternyata pengantin wanitanya yang menggoda pria lain.”
“Ngga tahu malu, dihari pernikahan masih berani-beraninya menggoda orang lain.”
“Kasihan Direktur Su belum menikah sudah diselingkuhi oleh pengantian wanita……”
Ralphie yang berdiri diujung karpet merah, melihat Flora yang lari keluar untuk memarahi Serena, wajah tampannya langsung penuh dengan kemarahan, apalagi ketika melihat wajah Serena yang berubah menjadi pucat, wajahnya seakan memancarkan aura ingin membunuh orang.
“Pengawal, usir perempuan ini keluar!” Dia memerintah orang untuk mengusir Flora keluar sambil berlari ke arah Serena.
Setelah mendekati Serena, Ralphie baru menyadari seluruh tubuh Serena bergetar hebat. Sialan, cuma bisa salahin dia yang kurang memperhatikan, membuat Flora perempuan gila itu menyakiti Serena.
__ADS_1
Ralphie dengan suara pelan dan lembut berkata: “Serena, kamu nggak perlu dengerin perempuan itu asal ngomong, dia bohongin kamu, nggak perlu percaya perkataan dia…….”
Serena dengan bingung menatap Ralphie, tanpa berkata apapun.