I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 237 Tugas Baru Manajer Ye Menjaga Nyonya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mendengar Felix berkata bahwa dia sudah membicarakannya dengan ketua, raut wajah Maggie seketika berubah menjadi pucat.


Felix tidak tertarik untuk melihat perubahan wajah Maggie, dia sedikit tidak sabaran bertanya pada Elliot, “Manajer Elliot, dimana petugas keamanan?”


Hello! Im an artic!


Mendengar Felix yang tak sabaran, Elliot langsung dengan cepat mengambil ponsel dan segera menghubungi departemen keamanan……


Departemen keamanan bekerja dengan cepat, dalam waktu tidak sampai lima menit, mereka sudah mengirimkan petugas keamanan.


Melihat petugas keamanan datang, Maggie menyadari bahwa hari ini dia gagal.


Awalnya dia datang untuk menghina Serena, pada akhirnya dia sendiri yang dihina.


Hello! Im an artic!


Tetapi karena hal ini, Maggie juga semakin tidak ingin kelihatan lemah didepan Serena.


“Serena, kamu Tidak perlu senang dulu, aku hari ini tidak menang dari kamu, bukan berarti aku kalah dari kamu, aku hanya kalah pada Grup Su saja.” Maggie berbicara pada Serena dengan tatapan sinis.


Serena menggelengkan kepala dan berkata: “Maggie, kamu berpikir terlalu berlebihan, aku Tidak pernah ada keinginan berantem sama kamu, setiap kali kamu yang mulai duluan.”


Maggie mendengar perkataan Serena, seakan seperti mendengar sebuah lelucon dan tertawa berkata, “Kamu bilang Tidak pernah keinginan berantem sama aku? Serena, kamu itu beneran ngerti apa pura-pura Tidak ngerti? Kita sejak awal sudah menjadi musuh.”


Mereka berdua sudah berantem selama lima tahun, sejak awal sudah menjadi musuh.


Serena tersenyum didalam hati merasa diri sendirinya bodoh, karena dia berpikir masih bisa berbaikkan dengan Maggie.


Setelah menghela nafas panjang, Serena dengan tenang dan datar berkata, “Maggie, kamu sudah kalah.”


Kata-kata Serena seketika membuat Maggie menjadi sangat kesal.


“Serena, kurang ajar……” Maggie berkata sambil mengarah ke Serena.


Untung saja Felix lebih cepat selangkah dari dia, dan berdiri didepan Serena menahannya.


Felix dengan satu tangan langsung mengepis Maggie, kemudian dengan suara berat berkata pada Serena: “Nyonya, masalah Maggie biar aku saja yang urus.”


Serena tanpa berpikir langsung menyetujuinya, “Oke.”


Felix menganggukan kepala, kemudian menundukan kepala, matanya mengarah ke Maggie, berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, “Maggie, kamu tahu kenapa keluarga Tang mu bisa bangkrut?”


Mendengar perkataan Felix, wajah Maggie berubah pucat, “Kenapa?”


Felix tidak menjawab pertanyaan Maggie, hanya bertanya, “Sebelum keluarga Tang bangkrut, kamu cari masalah sama siapa?”


Sebelum keluarga Tang bangkrut, dia cari masalah sama siapa? Saat itu dia menyuruh orang untuk menangkap Serena……

__ADS_1


Keluarga Tang bisa bangkrut, karena dia cari masalah dengan Serena?


“Tidak mungkin, Tidak mungkin…….” Maggie menggelengkan kepala tanpa henti sambil terus bergumam ‘Tidak mungkin’.


Tujuannya sudah tercapai, Felix melihat kearah petugas keamanan.


Petugas keamanan langsung mendengar perintah, membawa Maggie keluar dari ruangan rapat.


Setelah Maggie pergi, Elliot membawa Karina dan yang lainnya keluar dari ruangan rapat.


Seketika, ruangan rapat hanya sisa Felix dan Serena.


“Nyonya.” Felix memberi hormat pada Serena.


“Felix, Ralphie yang suruh kamu datang ya?” Walaupun sudah tahu pasti Ralphie yang meminta Felix datang, tetapi Serena tetap bertanya.


Felix tersenyum dan menganggukan kepala, “Iya, nyonya.”


“Tadi kata Maggie awalnya PT.Antarts harusnya ada 7 kuota perserta untuk ikut lomba, dia memotong dua kuota, hanya karena……” perkataan dibelakang Serena tak lagi ngomong, tetapi dia tahu Felix pasti mengerti maksud dia.


Felix lanjut berkata, “Saya sudah bernegosiasi dengan Asosiasi Perhiasan China masalah ini, tidak akan mempengaruhi apapun.”


“Baik kalau gitu.” Serena menganggukan kepala, kemudian tiba-tiba terpikir sesuatu dan bertanya, “Dia hari ini pergi kantor?”


Ketika Serena keluar, Ralphie masih dirumah, jadi Serena bertanya.


Mendengar jawaban Felix, kalau Ralphie sedang rapat dikantor, Serena menjadi lebih tenang.


Tetapi dia tetap tidak lupa untuk berkata pada Felix, “Mood dia……seperti sedang tidak terlalu baik, mungkin harus repotin kamu untuk sedikit lebih perhatiin ke dia.”


Felix tahu sangat jelas alasan yang membuat Ralphie moodnya sangat tidak baik, hanya saja dia tidak boleh memberitahu Serena. Dan hanya menjawab: “Nyonya tenang saja, saya pasti akan menjaga baik Direktur Su.”


“Eh, makasih Felix.” Serena mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.


Felix menjawab, “Sama-sama, ini adalah bagian tanggung jawab dari pekerjaan saya.”


Serena hanya tersenyum tak berbicara, beberapa detik kemudia, dia baru berkata: “Kalau gitu aku pergi kerja dulu.”


“Baik, nyonya.”


……


Felix ketika berjalan keluar, Elliot kebetulan diluar ruang rapat, “Asisten Felix.”


Felix menganggukan kepala, kemudian berkata: “Manajer Elliot, ada satu hal yang perlu minta tolong kamu.”


Elliot menganggukan kepala, “Masalah apa, silakan dikatakan saja.”


Felix menatap Elliot sebentar baru berkata, “Manajer Elliot, selama Nyonya di PT.Antarts, mohon bantuan untuk menjaganya.”

__ADS_1


Memberitahu identitas Serena pada Elliot adalah maksud Ralphie.


Felix berkali-kali selalu muncul untuk membantu Serena, Elliot pasti sudah mulai bisa menebak identitas Serena.


Jadi lebih baik langsung memberitahu dia, sekalian meminta dia menjaga Serena selama di PT.Antarts.


“Nyonya? Nyonya siapa?” Elliot memasang muka yang kebingungan.


Felix menatap sekilas Elliot dengan tatapan peringatan, kemudian berkata: “Kamu Tidak perlu tahu terlalu banyak, kamu hanya perlu menjaganya dengan baik.”


Elliot bukan seseorang yang bodoh, melainkan keterbalikkannya dia sangat pintar.


Felix berkata seperti itu, dia langsung mengerti identitas Serena tidak sembarang dia bisa bertanya.


“Baik, Asisten Felix.”


Felix dengan puas berkata ‘Iya’, kemudian membalikkan badan pergi.


Baru jalan dua langkah, Felix sekana terpikirkan sesuatu kemudian menghentikan langkah kakinya, membalikkan kepala berkata pada Elliot: “Oh ia, nyonya tidak terlalu suka kalau identitas dia sampai diketahui orang lain, jadi jangan sampai ketahuan didepan dia.”


Harus menjaga tetapi tidak boleh ketahuan……Elliot merasa pekerjaan dia benar-benar sulit.


Felix dengan tatapan dalam melihat ke arah Elliot, tanpa membalikkan kepada dia pergi begitu saja.


Serena tidak tahu identitas dia sudah masuk ke list Elliot untuk menjaganya, setelah dia kembali ke kelas training khusus, dia menghela nafas panjang, kemudian duduk ditempatnya sendiri, membuka tas dia, mengambil ponsel didalamnya, awalnya ingin menelepon Ralphie untuk mengucapkan terima kasih. Tetapi setelah pikir-pikir, tadi Felix bilang Ralphie sedang menjamu tamu, jadi dia hanya mengirim pesan pada Ralphie ‘Terima kasih’.


Setelah mengirim pesan, Serena meletakkan ponsel disamping, dari dalam tas mengambil kertas dan pensil bersiap untuk bekerja.


Tadi pagi tangan kanannya terluka, walaupun tidak terlalu parah, tetapi ketika memegang pensil masih sedikit sakit, hanya saja Serena tidak mungkin karena tangannya sakit dan tidak bekerja bukan.


Tak disangka, baru saja dia mulai menggambar, ponselnya berdering.


Setelah melihat kalau Ralphie yang menelepon, Serena dengan senang mengangkatnya.


“Kamu bukannya lagi menjamu tamu? Kenapa ada waktu?


Ralphie menjawab, “Kebetulan ada waktu.”


Serena hanya menjawab ‘Oh’, kemudian mengucapkan terima kasih sekali lagi, “Masalah Maggie, makasih.”


“Tidak perlu.” Ralphie dengan datar menjawabnya lalu bertanya, “Tanganmu masih sakit tidak?”


Walaupun nada bicaranya tenang, tetapi Serena masih dapat merasakan adanya rasa bersalah.


Serena melihat sekilas kearah tangan kanan yang sakit saat memegang pensil, tetapi dia berbohong, “Sudah tidak sakit.”


Ralphie menghela nafas pelan, kemudian berkata: “Sudah tidak sakit, tapi juga tidak boleh dibiarin gitu saja. Hari ini jangan pegang pensil, lukamu juga jangan sampai kena air.”


“Oke.” Serena dengan nurut menjawab.

__ADS_1


__ADS_2