I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 320 Serena Cemburu Ralphie Menjelaskan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Awalnya Serena tidak tahu Ralphie memamerkan foto buku nikah, sampai akhirnya Felix meneleponnya.


“Nyonya, Anda hari ini pergi ke Catatan Sipil dengan Direktur Ralphie untuk mengurus buku nikah kalian?”


Hello! Im an artic!


Serena terdiam dulu kemudian bertanya, “Bagaimana kamu tahu kalau kami sudah mengurus buku nikah?”


“Tadi Direktur Ralphie memamerkan foto buku nikah kalian di Weibo.” Jawab Felix sambil tertawa.


Ralphie mempost foto buku nikah mereka di Weibo? Serena melihat ke arah Ralphie yang sedang duduk di sofa sambil melihat dokumen, kemudian dengan suara pelan bertanya, “ID nama Weibo Ralphie apa?”


“Nama IDnya Ralphie Su. Sekarang di Weibo sangat ramai, semua teman yang hubungannya cukup baik dengan Direktur Ralphie, semua sudah tahu, kalau bukan ponsel Direktur Ralphie di matikan, mungkin ponselnya sudah mau meledak……”


Hello! Im an artic!


Serena sama sekali tidak mendengarkan perkataan Felix, saat mendengar Felix berkata ID Weibo Ralphie adalah namanya sendiri, Serena langsung terburu-buru mengatakan ‘Ok, Terima kasih’, lalu memutuskan telepon.


Kemudian Serena mulai membuka Weibo dan login Weibonya sendiri, kemudian mencari nama Weibo Ralphie.


Awalnya dia berencana ingin memfollow Weibo Ralphie, tetapi dia menyadari, Ralphie sejak awal sudah memfollow dia.


Jarinya sempat terdiam sebentar, kemudian akhirnya dia menekan tombol halaman utama Ralphie.


Halaman utama Ralphie sangat bersih, hanya ada beberapa postingannya saja. Dan yang baru saja diupdate ketika Serena mandi adalah post terbaru.


Tidak ada kata-kata apapun, hanya selembar foto, foto buku pernikahan mereka berdua.


Foto mereka berdua dan nomor identitas ditutup, hanya tertera nama mereka berdua dan cap dari Catatan Sipil.


Sebelumnya dia karena kesal dengan Selina, makanya meminta Ralphie untuk memberitahu orang yang Ralphie kenal. Tetapi dia tak menyangka Ralphie akan mempostingnya di Weibo, dan langsung memamerkan buku pernikahan mereka sekaligus memberitahu teman-temannya.


Serena merasakan kehangatan didalam hatinya dan bibirnya pelan-pelan mulai terangkat.

__ADS_1


Tetapi kesenangan Serena tak berlanjut lama, dengan cepat dia langsung emosi saat melihat Selina membalas postingan Weibo Ralphie.


Selina, lagi-lagi Selina, benar-benar seperti hantu gentayangan.


Serena memandangi Weibo Ralphie, melihat balasan dari Selina beberapa detik, kemudian dengan garang berdiri, “Ralphie.”


“En?” Ralphie mendongakan kepala melihat ke arah Serena, setelah melihat wajah Serena yang tidak enak, dia langsung melepaskan dokumen yang ada di tangan dan bertanya, “Kenapa?”


Ralphie sama sekali tidak melihatnya dan langsung memberikan ponselnya pada Serena.


Serena tidak mengambil ponselnya tetapi langsung berkata: “Login Weibo kamu.”


Login Weibo? Serena tahu perihal dia post di Weibo? Ralphie melihat sekilas Serena, kemudian membuka Weibo dan login.


Begitu sudah login langsung muncul belasan notif masuk.


Dia seperti biasa tidak akan melihatnya, hanya melihat kearah Serena untuk bertanya apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


Serena langsung berkata: “Hapus balasan dari Selina.”


Serena mendongakan kepala, melihat sekilas kearah ponsel Ralphie, setelah memastikan balasan Selina sudah dihapus, menganggukan kepala. Beberapa detik kemudian, dia tetapi tetap dengan tidak tenang berkata: “Kamu block dia saja.”


Ralphie bahkan tak tahan melihat Serena yang cemburu dan akhirnya tak tahun untuk tidak tertawa, “HAHA……”


Serena melihat Ralphie yang tertawa, mengira Ralphie tidak mau memblock Selina, wajahnya pun berubah pucat dan air mata pun mulai mengalir.


Disaat ini Ralphie tak bisa lagi tertawa, kegembiraan dihatinya pun menghilang, tergantikan dengan hati yang tidak enak.


Ralphie meletakkan ponselnya diatas meja, kemudian mengulurkan tangan menarik Serena kedalam pelukannya, “Jangan nangis, aku salah……”


Serena sedikit memukul manja Ralphie sambil menangis berkata: “Emang kamu Peduli aku nangis atau tidak nangis, kamu pergi saja cari Selina kamu saja sana.”


Ralphie tahu dia sudah membuat Serena salah paham, dia memeluk erat Serena, menyeka air matanya sambil menenangkan berkata: “Kamu salah paham, hubungan Selina sama aku bukan seperti yang apa kamu pikirkan. Dia bisa dibilang, sebenarnya ada sedikit hubungan dengan keluarga kita, ibu Selina dan ibuku adalah sahabat. Kali ini aku memintanya datang ke China untuk membicarakan kerja sama projek.”


Serena mengangkat kepala melihat ke arah Ralphie, dengan mata merah bertanya, “Kalau gitu kenapa kemarin malam ada aroma parfum dia di tubuh kamu?”

__ADS_1


“Mungkin mantelku dan mantel dia digantung berdekatan jadinya ada aroma parfum dia.” Selesai Ralphie berbicara dan masih takut Serena tidak percaya, dia kembali berkata, “Serena, kamu tahu, aku kan orangnya anti banget deket-deket sama perempuan.”


Serena berdeham lalu berkata: “Siapa tahu kan? Saat itu kamu di Perancis digandeng seperti itu.”


Ralphie tahu saat itu dia demi Serena menjauhi dirinya, menarik Selina untuk berakting, terlalu berlebihan, langsung dengan segera meminta maaf, “Saat itu aku hanya tidak ingin kamu mendekati aku, makanya sengaja meminta dia menggandeng aku, membuat kamu marah, aku tahu aku salah?”


Ternyata karena ingin membohonginya makanya sengaja meminta Selina untuk menggandengnya! Serena akhirnya bisa lebih tenang. Tetapi dia juga tidak berencana untuk membiarkan Ralphie begitu saja.


Bercanda, beberapa waktu ini, dia sangat sedih karena masalah Selina.


Serena diam, membuat Ralphie mengira Serena tidak mempercayainya, lalu berkata: “Kalau kamu tidak percaya, aku telepon dia, minta dia datang untuk menjelaskannya padamu.”


Ralphie mengambil ponselnya dari atas meja dan menelepon Selina.


Serena awalnya hanya ingin ngambek dengan Ralphie saja, mana mungkin membiarkan dia menelepon Selina? Dia mengulurkan tangan, “Tidak perlu telepon, aku percaya kamu.”


Ralphie membalikan kepala dan melihat Serena, tak berbicara.


Melihat dia seperti ini, Sereka tak tahan, mengangkat kepala dengan pelan mencium bibir Ralphie.


Awalnya dia hanya berencana menciumnya sebentar langsung beranjak pergi.


Akhirnya ketika Serena akan pergi, tangan Ralphie menahan belakang tubuh Serena, tidak membiarkannya pergi.


Awalnya hanya ciuman biasa malah berubah menjadi ciuman yang sangat dalam.


Seluruh tubuh Serena menjadi lemas karena ciuman itu dan mulai mengangkat tangannya untuk memeluk leher Ralphie.


Ralphie menggendongnnya dan berjalan ke arah kasur.


Gairah yang terjadi diantara keduanya mulai memanas……


Didalam ruangan yang gelap, diatas kasur yang berseprai putih, pria jangkung itu mulai beromantis dengan wanita cantik itu.


Mereka mulai tertidur ketika waktu sudah mulai subuh.

__ADS_1


__ADS_2