
Hello! Im an artic!
Mendengar Serena berkata selamat malam, hatinya seperti meleleh, kenyamanan yang tidak bisa di ungkapkan.
Hello! Im an artic!
Jika ia membalas selamat malam. Apa telepon akan berakhir? Ralphie berkata: “Apa Kamu sudah menonton filmnya?”
Untuk beberapa detik, Serena tertegun. Lalu ia menjawab, “Belum.”
Hello! Im an artic!
Ralphie bergumam ‘Ng’ kemudian membuka laptop di mejanya lalu mencari jadwal pemutaran film Zero di setiap bioskop besar kota A. Ia melihat-lihat lalu berkata: “Besok ada satu di bioskop The Big pukul 06.30…bisa?”
Serena berpikir sesaat kemudian menjawab, “Ng, bisa.”
“Aku akan menyuruh Felix…” Awalnya Ralphie berencana menyuruh Felix memberikan tiketnya pada Serena. Tiba-tiba ia ingat Felix menggantikannya dinas, ia pun berkata: “Ambil ke sini pagi-pagi.”
“Baik.” Serena diam lalu menambahkan, “Aku akan sampai sebelum jam 8.”
“Ng, selamat malam.” Ralphie berkata pelan.
“Ng.” Serena menutup telepon dengan sangat senang.
Ralphie bersandar di kepala tempat tidur menatap ponselnya lalu menghubungi Felix agar mengantarkan beberapa tiket film untuknya…
Walaupun tidur larut malam, Serena bangun sangat pagi keesokan harinya.
7.10 ia keluar rumah setelah membereskan barang-barangnya.
Saat sedang mengantri untuk membeli sarapan, Serena teringat untuk membawakan Ralphie sarapan tapi ia tak tahu apa yang di sukainya.
Setelah berpikir, ia mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan ke Ralphie.
“Kamu sudah sarapan? Mau aku bawakan?”
Saat mendapatkan pesan dari Serena, Felix memasuki mansion membawakan sarapan.
“Presiden Su, sarapan anda hari ini adalah bubur bergizi kesukaan anda.”
Ia melihat pesan di ponselnya lalu melihat bubur yang di bawa Felix lalu berkata: “Buang bubur itu ke tempat sampah di luar.”
Buang ke tempat sampah di luar? Felix menunduk melihat bubur yang ada di tangannya lalu melihat Ralphie yang sedang melihat ponselnya, sedikit heran.
Apa ia salah dengar? Bagaimana bisa Presiden Su membuang bubur kesukaannya?
Ralphie membalas ‘ok’ pada Serena lalu mendongak, menyadari Felix tidak bergerak.
Ia mengerutkan alis lalu mengulanginya: “Buang.”
“Baik.” Felix segera membawa bubur itu keluar.
Ponselnya berbunyi. Serena membalas pesannya
__ADS_1
“Ingin makan apa? Bubur? Telur? Dumpling? Atau lainnya?
Ralphie membalas: “Dumpling.”
Dengan cepat Serena membalas, “Ng, Kamu mau susu kedelai segar?”
Jari Ralphie berhenti sesaat lalu membalas ‘ok’.
Setelah membuang sarapan, Felix kembali ke mansion dan mengeluarkan tiket yang di inginkan oleh Ralphie dari tas kantornya, “Presiden Su, tiket yang Anda minta.”
Ralphie bergumam ‘Ng’ dan menerimanya.
Felix mengeluarkan dokumen yang harus di periksa oleh Ralphie kemudian melaporkan kondisi perusahaan kemarin.
Setelah selesai, Felix membereskan dokumen dan berkata: “Presiden Su, aku pergi dulu.”
Ralphie menghentikannya, “Tunggu sebentar.”
Felix berpikir masih ada hal yang ingin di sampaikan oleh Ralphie. Ia mengangguk dan berkata: “Baik.”
Tetapi Ralphie membolak balik dokumen dan tidak berkata apapun lagi.
Tak lama, ada suara bel dari pintu. Felix melirik Ralphie yang sedang melihat dokumen lalu berbalik membukakan pintu.
Ketika pintu terbuka, Serena sedang berdiri di depan pintu.
Felix tertegun kemudian menyapa Serena, “Nona Luo.”
“Presiden Su sedang melihat dokumen.” Felix mundur dua langkah mempersilahkan Serena masuk.
Serena berkata bergumam ‘Oh’ kemudian masuk.
Saat masuk, ia melihat Ralphie yang sedang memeriksa dokumen.
Melihatnya masuk, Ralphie meletakkan dokumen yang ada di tangannya, “Sudah datang?”
“Ng, ayo sarapan.” Sambil berbicara, Serena menuju dapur.
“Ng.” Ralphie berdiri dan mengikutinya ke dapur.
Melihat mereka masuk ke dapur, Felix tersenyum.
Ternyata Nona Luo membawakan sarapan untuknya. Tidak heran ia menyuruhnya untuk membuang bubur itu.
Pagi-pagi sudah memperlihatkan kasih sayang, sangat bagus bukan?
Serena membawa sarapan dan keluar dari dapur. Melihat Felix yang berdiri di ruang tamu, ia berkata, “Felix sudah sarapan? Mau makan bersama?”
Felix tersenyum dan berkata: “Aku sudah makan. Nona Luo dan Presiden Su silahkan makan.”
Lucu, untuk apa dia menjadi nyamuk di antara mereka?
Dia masih ingin hidup beberapa tahun lagi!
__ADS_1
Serena mengangguk dan duduk di meja makan depan Ralphie.
Kemudian sambil menyendokkan dumpling, ia bertanya, “Saus apa yang Kamu inginkan? Aku meminta pelayan membungkuskan beberapa.”
“Tidak pedas.” Ralphie menjawab.
Serena mengangguk lalu mencampurnya dengan saus.
Mereka berdua kelihatan sangat hangat.
Felix memperhatilan Ralphie dan Serena yang duduk di meja makan dan merasa potret itu sangat harmonis.
Seperti itu harusnya.
Benar juga. Jika Presiden Su dan Nona Luo tidak kabur dari pernikahan, mereka sudah menjadi suami istri sekarang, suami istri yang seperti ini.
Setelah makan, Ralphie memberikan tiket film kepada Serena.”Tiket.”
Serena melihat tiket yang ada di tangan Ralphie dan bertanya, “Nanti, apa aku menunggumu di pintu masuk bioskop?”
Sebelum Ralphie menjawab, Felix berkata: “Nona Luo, Presiden Su tidak bisa pergi. Dia…”
Belum selesai Felix berbicara, Ralphie memotongnya, “Diam Kamu.”
Felix segera menutup mulutnya rapat-rapat.
Ralphie menatap Serena dan berkata: “Aku sedikit sibuk sehingga tidak bisa pergi.”
Serena bergumam ‘Oh’ lalu berterima kasih, “Kalau begitu terima kasih.”
“Sama-sama.” Ralphie menjawab.
Serena meletakkan tiketnya ke dalam tas lalu berdiri .”Aku pergi kerja dulu.”
Ralphie mengangguk pelan dan berkata: “Ng, Felix akan mengantarmu.”
Serena menggeleng menolak, “Tak perlu merepotkan dia…”
Ternyata Presiden Su menyuruhnya menunggu untuk mengantar Nona Luo.
Felix memperhatikan Ralphie, lalu tersenyum dan berkata: “Nona Luo, kita satu jalan.”
“Kalau begitu, tolong.” Serena mengangguk kemudian berkata pada Ralphie: “Aku pergi dulu.”
Ralphie bergumam ‘Ng’ lalu diam.
Setelah menunggu Serena keluar, Felix berkata pada Ralphie: “Presiden, Dr.Chen akan datang nanti siang.”
Ralphie mengangguk dan memperingatkannya: “Ng, jangan banyak bicara.”
Felix mengerti maksud Ralphie adalah sebelumnya ia hampir mengatakan insiden yang menimpa Ralphie.
Felix segera mengangguk dan dengan cepat meninggalkan Villa.
__ADS_1